SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Perang Gombe, Perang Saudara di Dunia Simpanse




Ilustrasi 2 ekor simpanse yang saling berhadapan. (Sumber)

Dalam lika-liku sejarah peradaban manusia, perang saudara menjadi peristiwa penting yang acap kali terselip di dalamnya. Perang saudara sendiri pada dasarnya bisa dideskripsikan sebagai perang yang para pesertanya berasal dari daerah yang sama. Perang saudara bisa dipicu oleh banyak hal, di mana rasa tidak puas terhadap pemimpin bisa menjadi salah satu penyebabnya. Saat sejumlah penduduk di wilayah tersebut mengambil jalur kekerasan untuk mengakhiri kekuasaan pemimpinnya, perang saudara pun pecah.

Skenario demikian ternyata bukan hanya bisa terjadi di dunia manusia, tetapi juga di dunia simpanse. Bukan, ini bukanlah alur cerita dari film fiksi ilmiah "Dawn of the Planet of the Apes". Perang saudara antar simpanse memang benar-benar pernah terjadi di dunia nyata. Tepatnya di Taman Nasional Sungai Gombe di Tanzania barat pada tahun 1974 - 1978. Karena "perang" ini terjadi di taman nasional yang notabene dipantau secara teratur oleh manusia, Perang Gombe pun berhasil didokumentasikan oleh manusia & menjadi bahan pengetahuan tambahan mengenai rumitnya pola hubungan antar simpanse.



AWAL MULA

Informasi mengenai Perang Gombe pertama kali diketahui oleh ilmuwati Jane Goodall yang sudah melakukan riset di Taman Nasional Gombe selama lebih dari 50 tahun. Pada awalnya ia merasa tertegun karena kelompok simpanse yang sudah diamatinya dalam rentang waktu yang begitu lama secara mendadak terlibat konflik & perkelahian satu sama lain. Begitu besarnya skala perkelahian tersebut sehingga Goodall menyebut perkelahian antar simpanse ini sebagai perang.

Jane Goodall. (Sumber)
Puluhan tahun berlalu, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Joseph Feldblum melakukan pemeriksaan pada hasil penelitian Goodall. Setelah berhasil merangkum data dari hasil penelitian tadi, Feldblum & para koleganya kemudian mengolah data tersebut memakai semacam program khusus yang sudah dilengkapi dengan informasi mengenai tingkah laku simpanse. Mereka berharap data hasil pengolahan ini bisa memberikan gambaran mengenai awal mula & proses terjadinya Perang Gombe. Hasil penelitian Feldblum & rekan-rekannya tersebut pertama kali diumumkan ke publik pada bulan April 2014.

Menurut hasil penelitian mereka, kelompok simpanse di Gombe pada awalnya berada dalam kondisi akur. Namun situasinya mulai berubah setelah pada akhir tahun 1970, seekor simpanse jantan senior yang diberi nama Leakey meregang nyawa. Setelah Leakey mati, simpanse jantan lain yang bernama Humphrey kemudian menjadi pemimpin baru kelompok tersebut. Namun ternyata tidak semua simpanse jantan dalam kelompok tersebut bersedia menerima Humphrey sebagai pemimpin barunya. Dan sejak itulah, riak-riak perpecahan dalam kelompok simpanse di Gombe mulai timbul.

Data yang diambil pada tahun 1971 menunjukkan kalau pada tahun tersebut, simpanse-simpanse jantan dari wilayah utara (Kasakela) & selatan (Kahama) cenderung semakin jarang membaur. Jika wilayah utara berada di bawah kekuasaan Humphrey, maka wilayah selatan berada di bawah pengaruh 2 simpanse jantan bersaudara yang bernama Hugh & Charlie. Saat simpanse dari masing-masing wilayah saling berpapasan, mereka akan saling melemparkan ranting & berteriak sebagai cara untuk memamerkan keperkasaannya masing-masing.

Menurut kesaksian Anne Pusey yang sempat berada di Gombe pada tahun 1970 hingga 1975, Humphrey sebenarnya bukanlah simpanse yang lemah & sanggup melontarkan batu untuk menakut-nakuti simpanse saingannya. Berkat kekuatan fisiknya tersebut, baik Hugh maupun Charlie cenderung enggan mencari masalah dengan Humphrey jika kebetulan mereka sedang terpisah. Namun lain halnya ketika mereka sedang bersama. Jika kebetulan Hugh & Charlie sedang berada di lokasi yang sama, maka Humphrey lebih memilih untuk menghindar.



BERJALANNYA PERANG

Peta lokasi Taman Nasional Gombe (Gombe N.P.). (Sumber)
Tahun demi tahun berlalu, ketegangan antara simpanse wilayah utara & selatan cenderung semakin menjadi-jadi. Memasuki tahun 1974, ketegangan antara keduanya akhirnya memuncak menjadi konflik terbuka. Pada tanggal 7 Januari di tahun yang sama, sebanyak 6 ekor simpanse dari wilayah utara dilaporkan menerobos masuk ke wilayah selatan & mengeroyok seekor simpanse muda bernama Gobi hingga tewas.

Pasca peristiwa tadi, aksi saling bunuh antar simpanse menjadi hal yang kian sering terjadi di Gombe. Gerombolan simpanse jantan dari masing-masing wilayah akan menerobos masuk ke wilayah lawannya & kemudian mengeroyok simpanse dari kelompok rival yang sedang sendirian / kalah jumlah. Goodall bahkan mengaku kalau ia sempat melihat sendiri bagaimana sejumlah simpanse meminum darah simpanse lawannya, memelintir lengan lawannya, & bahkan merobek kulit lawannya dengan memakai gigi mereka.

Perang saudara antar simpanse ini berlangsung hingga 4 tahun berikutnya. Karena kelompok Humphrey lebih unggul dalam hal jumlah, mereka berhasil membantai habis simpanse-simpanse jantan dari kelompok lawan. Dengan lenyapnya kelompok simpanse di selatan, wilayah yang bersangkutan secara otomatis kini menjadi milik kelompok simpanse pimpinan Humphrey. Namun tidak jauh dari lokasi tersebut, ternyata ada kelompok simpanse lain yang jumlahnya lebih besar. Karena Humphrey & para simpanse pengikutnya tidak bisa mengimbangi kekuatan mereka, kelompok simpanse Humphrey terpaksa mundur kembali ke wilayah asalnya.

Feldblum & para koleganya berpendapat kalau kelompok simpanse di Gombe pada awalnya dilanda perpecahan akibat konflik kepemimpinan. Perpecahan tersebut lantas membesar menjadi konflik berdarah ketika jumlah betina yang bisa dikawini oleh pejantan menjadi semakin terbatas. Kendati konflik berujung maut antar simpanse nampaknya cukup sering terjadi, Perang Gombe sejauh ini menjadi satu-satunya konflik sistematis antar kelompok simpanse yang berhasil diketahui secara cukup rinci oleh manusia.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Pertempuran
    - Waktu : 1974 - 1978
    - Lokasi : Taman Nasional Sungai Gombe (Tanzania)

2. Pihak yang Bertempur
    (Grup)  -  kelompok simpanse utara / Kasakela
          melawan
    (Grup)  -  kelompok simpanse selatan / Kahama

3. Hasil Akhir
    Kemenangan kubu Kasakela

4. Korban Jiwa
    11 ekor simpanse



REFERENSI

BBC Earth - Do chimpanzee wars prove that violence is innate
NewScientist - Only known chimp war reveals how societies splinter
Science Daily - How infighting turns toxic for chimpanzees
Wikipedia - Gombe Chimpanzee War


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Wah! Ternyata simpanse juga bisa perang, ya. Kirain manusia aja yg bisa perang. Oh, iya, min "apa Orang utan juga bisa perang?"

    BalasHapus
  2. wow saya baru pernah dengar dan baru tahu dan merasa takjub

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.