Lumba-Lumba Hidung Botol



Lumba-lumba hidung botol dari spesies Tursiops truncatus. (Sumber)

Rasanya tidak ada orang yang tidak mengenal lumba-lumba. Hewan laut ini memang sangat terkenal sebagai akibat dari perilakunya yang bersahabat dengan manusia, kemampuannya melakukan gerakan-gerakan akrobatik, & seringnya mereka ditampilkan dalam pertunjukan atraksi satwa air. Ada banyak jenis lumba-lumba yang sudah diketahui oleh manusia. Namun dalam kesempatan kali ini, pihak Republik akan membahas soal lumba-lumba hidung botol, jenis lumba-lumba yang paling terkenal & sudah banyak dijinakkan oleh manusia.

Lumba-lumba hidung botol (bottlenose dolphin) adalah jenis lumba-lumba yang mendapatkan nama demikian karena moncongnya yang panjang seperti leher botol. Ada 3 spesies lumba-lumba yang dikategorikan sebagai lumba-lumba hidung botol & semuanya termasuk ke dalam genus Tursiops.

Ketiga spesies tersebut adalah lumba-lumba hidung botol biasa (common bottlenose dolphin; Tursiops truncatus), lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Indo-Pacific bottlenose dolphin; Tursiops aduncus), & spesies baru lumba-lumba Burrunan (Burrunan dolphin; Tursiops australis) yang baru diidentifikasi pada tahun 2011 lalu.

Karena pada dasarnya lumba-lumba hidung botol adalah sejenis ikan paus (ordo Cetacea), maka mereka pun memiliki banyak kesamaan fisik dengan paus. Kesamaan-kesamaan tersebut antara lain keduanya sama-sama memiliki kulit yang licin, sirip-sirip yang dilapisi oleh kulit, sirip ekor yang posisinya horizontal, menggunakan paru-paru sebagai organ pernapasannya, berdarah hangat, serta melahirkan & menyusui anaknya.

Karena lumba-lumba hidung botol bernapas dengan paru-paru, maka mereka pun lebih banyak menghabiskan waktunya di dekat permukaan laut. Normalnya, lumba-lumba hidung botol akan muncul ke permukaan setiap menit untuk bernapas, namun mereka juga diketahui bisa menahan napas hingga 4 menit lebih.


Lubang pernapasan lumba-lumba hidung botol. (Sumber)


PENCARI MAKAN YANG BERISIK

Lumba-lumba hidung botol bisa ditemukan di seluruh lautan, khususnya perairan dangkal di dekat pantai yang suhunya tidak terlampau dingin. Mereka memiliki perilaku sosial yang sangat tinggi & membentuk kelompok yang jumlah anggotanya bisa mencapai 100 ekor atau bahkan lebih. Dengan perilaku berkelompok ini, lumba-lumba hidung botol bisa saling membantu saat sedang mencari makan & melindungi diri.

Untuk berkomunikasi satu sama lain, lumba-lumba hidung botol menggunakan suara decitan & siulan di mana masing-masing individu dipercaya memiliki suara khasnya masing-masing. Selain dengan metode suara, lumba-lumba hidung botol juga menggunakan metode gerak tubuh semisal melompat keluar air untuk berkomunikasi.

Lumba-lumba hidung botol menggunakan teknik yang dikenal sebagai ekolokasi untuk mencari arah saat berenang & menjelajah. Dengan teknik ini, lumba-lumba akan mengeluarkan bunyi dari organ penghasil suara yang ada di bagian atas kepalanya.

Ketika bunyi yang dikeluarkannya membentur benda, bunyi tersebut akan terpantul kembali ke lumba-lumba & ditangkap oleh organ pendengarannya sehingga lumba-lumba pun bisa mengetahui posisi benda-benda di sekitarnya. Metode ekolokasi utamanya digunakan bila intensitas cahaya di sekitarnya sedang berada pada level rendah sehingga ia sulit mengenali benda-benda di sekitarnya dengan memakai penglihatan.

Ilustrasi dari lumba-lumba hidung botol yang sedang
menggunakan teknik ekolokasinya. (Sumber)

Lumba-lumba hidung botol adalah hewan karnivora yang pilihan makanannya mencakup ikan, cumi-cumi, & invertebrata dasar laut. Hewan ini memiliki banyak metode untuk mendapatkan makanannya. Selain mengandalkan kecepatan berenangnya yang bisa mencapai 19 km/jam, lumba-lumba hidung botol bisa bekerja sama dengan sesama anggota kelompoknya untuk memojokkan kawanan ikan ke tepi pantai sebelum kemudian memakannya.

Mamalia laut ini juga bisa menggunakan teknik ekolokasinya untuk membuat mangsanya terkejut & pingsan sehingga mudah ditangkap. Saat mencari makan di dasar laut, lumba-lumba hidung botol kadang menempelkan potongan spons pada moncongnya sebagai pelindung & alat bantu.



BERSAING DEMI MENDAPATKAN KETURUNAN

Sudah disinggung di bagian awal artikel ini kalau lumba-lumba hidung botol berkembang biak dengan cara melahirkan. Saat  musim kawin tiba, lumba-lumba jantan akan bertarung satu sama lain untuk memperebutkan betina. Tidak jarang pejantan akan membentuk semacam kelompok / geng yang seluruh anggotanya adalah pejantan untuk membuntuti & mengepung betina hingga betina mau melakukan hubungan seksual dengan para anggota geng tersebut!

Jika betina sudah melakukan hubungan seksual dengan pejantan, betina akan memasuki periode kehamilan yang berlangsung selama 12 bulan. Seekor lumba-lumba betina hanya bisa mengandung 1 anak pada setiap periode kehamilan. Bayi lumba-lumba hidung botol yang baru lahir selanjutnya disusui oleh induknya hingga usia 20 bulan & diasuh secara bersama-sama oleh betina lain yang 1 kelompok dengan induk sang bayi.

Ketika memasuki usia 5 - 8 tahun, sang lumba-lumba muda sudah mencapai kematangan seksualnya & mulai hidup mandiri. Seekor lumba-lumba hidung botol bisa hidup hingga usia 50 tahun, namun di alam liar usia maksimal mereka biasanya hanya sekitar separuhnya. Untuk soal ukuran, lumba-lumba hidung botol bisa tumbuh hingga ukuran 3 m lebih & berat 500 kg. Pejantan biasanya berukuran lebih besar daripada betina.

Bayi lumba-lumba hidung botol beserta induknya. (Sumber)

Salah satu hal yang membuat lumba-lumba hidung botol begitu dikagumi manusia adalah tingkat kecerdasannya. Hal tersebut tidak lepas dari ukuran otak lumba-lumba hidung botol yang lebih besar daripada manusia walaupun ukuran antara kedua makhluk tersebut tidak berbeda terlalu jauh.

Beberapa contoh kecerdasannya adalah mampu memahami serta menjalankan instruksi yang diberikan manusia, menggunakan benda-benda di sekitarnya sebagai alat bantu, & meniru serta mengajarkan ketrampilannya pada lumba-lumba lain. Kecerdasan tinggi yang dimiliki lumba-lumba lantas membuatnya kerap dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan, misalnya untuk melakukan atraksi hiburan & membersihkan ranjau laut.

Hubungan manusia dengan lumba-lumba tidak selalu merupakan hubungan yang baik. Sebagai contoh, lumba-lumba sering terperangkap hingga tewas di jaring nelayan tuna. Dalam kasus lain, nelayan bahkan membunuh lumba-lumba secara sengaja karena menginginkan dagingnya & menganggap keberadaan lumba-lumba bisa mengurangi jumlah ikan yang dapat ditangkap.

Selain hal-hal tadi, lumba-lumba juga terancam oleh polusi suara yang dihasilkan oleh sistem sonar kapal-kapal & polusi kimia yang berasal dari sampah lautan. Walaupun sejauh ini populasi lumba-lumba hidung botol masih melimpah, tentunya akan jauh lebih baik bila ada upaya nyata & berkelanjutan yang diterapkan secara menyeluruh untuk menekan jumlah kematian lumba-lumba akibat ulah manusia.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Cetacea
Famili : Delphinidae
Genus : Tursiops



REFERENSI

Animal Diversity Web - Tursiops truncatus : Information
ARKive - Bottlenose dolphin videos, photos and facts
MarineBio.org - Bottlenose dolphin, Tursiops truncatus
Wikipedia - Bottlenose dolphin

 




COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.