SEJARAH  •  FAUNA  •  HIBURAN





14 April 2019


Anatoly Moskvin, Sang Pengoleksi Mayat Anak Perempuan



Ilustrasi pemakaman. (Sumber)

Pernahkah anda menonton film horor lawas asal AS yang berjudul "Phantasm"? Jika anda tidak tahu, anda tidak perlu terlalu risau karena film tersebut memang tergolong sebagai film yang kurang terkenal. Film "Phantasm" sendiri pada intinya bercerita tentang Tall Man, sosok pria tinggi misterius yang memiliki kebiasaan mencuri mayat dari kompleks pemakaman supaya mayatnya bisa dihidupkan kembali menjadi pengikutnya. Sosok Tall Man memang hanya fiksi belaka. Namun ternyata di dunia ini benar-benar ada orang yang mencuri mayat untuk dijadikan pendamping hidupnya. Dan Anatoly Moskvin adalah orang tersebut.

Anatoly Yurevych Moskvin adalah nama dari seorang nekropolis (pakar pemakaman) yang berasal dari kota Nizhny Novgorod, Rusia barat. Dari luar, Moskvin nampak seperti pria tua biasa dengan latar belakang yang terpelajar. Namun siapa yang menyangka kalau di balik penampilannya tersebut, Moskvin menyimpan rahasia yang sungguh menakutkan. Pria kelahiran tahun 1966 tersebut diketahui pernah mencuri puluhan mayat perempuan & menyimpannya di ruangan apartemennya. Akibat tindakannya tersebut, Moskvin pun ditangkap oleh polisi Rusia pada tahun 2011 sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit jiwa.

Moskvin sendiri diketahui sudah menunjukkan ketertarikan pada mayat & kuburan sejak masih muda. Menurut pengakuannya saat diwawancara oleh surat kabar lokal pada tahun 2007, Moskvin mengaku kerap berjalan-jalan di kompleks pemakaman saat ia masih duduk di bangku sekolah. Kemudian saat ia berusia 13 tahun, ia sempat berpapasan dengan sejumlah pelayat yang sedang menggotong peti mati berisi mayat gadis berusia 11 tahun. Atas permintaan dari para pelayat, Moskvin muda kemudian mencium kening mayat gadis tersebut sebelum kemudian diberikan cincin yang serupa dengan cindin gadis tadi. Pasca peristiwa tersebut, Moskvin mengaku jadi begitu tertarik akan segala hal yang berhubungan dengan mayat & ritual gaib.

Peta lokasi Nizhny Novgorod. (Sumber)
Saat Moskvin sudah beranjak dewasa, obsesi Moskvin akan orang-orang mati tidak juga surut, tapi malah semakin meningkat. Ia diketahui pernah melakukan penelitian pada lebih dari 750 kompleks pemakaman yang berada di kota Nizhny Novgorod & sekitarnya pada tahun 2005 hingga 2007. Selama melakukan penelitian, ia akan berjalan kaki dari satu makam ke makam lain hingga berkilo-kilometer. Saat merasa lelah, Moskvin akan minum dari kubangan air & tidur di gubuk kosong atau bahkan peti mati yang sedang tidak terpakai.

Moskvin juga menunjukkan ketertarikan akan kebudayaan Kelt, suku bangsa yang pernah mendiami Eropa Barat & Kepulauan Britania pada masa sebelum Masehi. Untuk memudahkannya mempelajari budaya bangsa lain, Moskvin pun mempelajari banyak bahasa asing sekaligus sehingga ia kini mahir berkomunikasi dalam 13 bahasa berbeda. Dengan melihat begitu tingginya dedikasi Moskvin di bidang akademik, tidak mengherankan jika Moskvin kemudian dipercaya menjadi dosen di universitas kota Nizhny Novgorod & begitu dihormati oleh orang-orang di kampusnya.

Pengakuan akan talenta Moskvin bukan hanya datang dari lingkungan kampusnya. Moskvin secara konsisten menyumbangkan artikel untuk Necrologies, surat kabar mingguan asal Rusia yang fokus membahas hal-hal bertema pemakaman orang terkenal. Sejumlah tulisan Moskvin juga sudah ada yang diterbitkan menjadi buku. Moskvin juga kerap dimintai bantuan oleh para ilmuwan & sejarawan Rusia yang hendak melakukan riset mengenai pemakaman.

Jika Moskvin memiliki riwayat akademis yang sangat gemilang, maka kehidupan pribadi Moskvin justru terlihat kelam. Moskvin diketahui merupakan sosok yang ramah, namun memiliki sifat yang amat tertutup & lebih suka tinggal bersama dengan kedua orang tuanya di apartemen. Ia juga diketahui tidak pernah merokok, minum-minuman keras, & berpacaran seumur hidupnya. Untuk mengisi waktu luang, Moskvin lebih suka mengoleksi literatur & menyendiri di ruangan apartemennya.



MENJADI PENJARAH MAKAM

Anatoly Moskvin. (Sumber)
Karena manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, gaya hidup macam itu lama kelamaan membuat Moskvin merasa kesepian. Awalnya Moskvin ingin mengadopsi anak, namun keinginannya ditolak oleh lembaga setempat karena Moskvin dianggap tidak cukup mapan dari segi ekonomi. Namun Moskvin tidak mau menyerah & kini malah melirik gadis-gadis yang sudah meninggal dunia sebagai alternatifnya. Menurut pengakuan Moskvin, saat ia sedang beristirahat di pemakaman, ia mengaku kerap mendengar suara minta tolong yang ia klaim berasal dari arwah para gadis di pemakaman tersebut.

Karena merasa terpanggil, Moskvin pun nekat membongkat makam yang sedang disinggahinya & kemudian mencuri mayat perempuan yang ada di dalamnya. Mayat-mayat gadis yang dicuri oleh Moskvin usianya bervariasi antara 3 hingga 36 tahun. Sesudah berhasil mengeluarkan mayat dari liang kuburnya, Moskvin kemudian membawa pulang mayat-mayat tersebut ke garasi & apartemennya. Di sana, mayat-mayat tadi kemudian diawetkan memakai larutan campuran garam & soda, lalu didandani dengan pakaian lengkap.

Moskvin memandang mayat-mayat yang sudah berpakaian lengkap tersebut sebagai anak angkatnya sendiri. Oleh karena itulah, ia kerap berbicara dengan mereka & bahkan membelikan mereka mainan serta buku cerita. Moskvin juga menyisipkan kotak yang memainkan musik dalam tubuh salah satu mayat supaya mayat yang bersangkutan terlihat seolah-olah bisa bernyanyi sendiri. Dan karena Moskvin sangat lihai dalam mendandani mayat-mayat tersebut, orang tua Moskvin pada awalnya tidak merasa curiga karena mereka mengira mayat-mayat tersebut hanyalah boneka biasa yang berukuran besar.

Selama 10 tahun, Moskvin melakukan aksinya tanpa ketahuan oleh siapapun. Namun sepak terjangnya pada akhirnya mulai terendus setelah polisi menerima laporan mengenai makam-makam yang rusak. Pada awalnya polisi tidak menaruh kecurigaan pada Moskvin mengingat reputasinya sebagai dosen dari universitas ternama. Namun setelah polisi menemukan kecocokan antara lokasi-lokasi makam yang rusak dengan kompleks pemakaman yang pernah disinggahi oleh Moskvin, polisi pun mulai mencurigai Moskvin. Untuk membuktikan kecurigaan tersebut, polisi lantas melakukan pemeriksaan ke apartemen Moskvin.

Beberapa contoh boneka mayat yang ditemukan
di apartemen Moskvin. (Sumber)

Saat polisi memeriksa boneka yang terpajang di ruangan apartemen Moskvin, polisi akhirnya menemukan kalau boneka tersebut aslinya merupakan mayat manusia yang sudah diawetkan & didandani. Moskvin pun kemudian ditangkap pada bulan November 2011. Total, ada 29 boneka mayat manusia yang ditemukan di dalam apartemen Moskvin. Namun ada kemungkinan kalau mayat yang dicuri oleh Moskvin jumlahnya lebih dari itu karena makam yang rusak jumlahnya mencapai 150 lebih. Selain mayat, polisi juga menemukan panduan mengenai cara mengawetkan mayat & aksesoris milik para mayat yang sebelumnya berada di liang kubur.

Kabar penangkapan Moskvin langsung menimbulkan histeria di Rusia. Media-media lokal memberikan aneka julukan seperti "Sang Pembuat Boneka", "Majikan Mumi", hingga "Perfumer" (nama yang terakhir diambil dari novel kriminal hasil karya Patrick Suskind yang berjudul "Perfume"). Para sejarawan yang sedang melakukan penelitian kolaboratif dengan Moskvin beramai-ramai menghentikan proyek penelitiannya. Perusahaan penerbit lokal yang awalnya hendak menerbitkan hasil penelitian Moskvin membatalkan rencana penerbitan bukunya. Hanya dalam waktu singkat, Moskvin yang awalnya begitu dihormati langsung dipandang layaknya orang sakit jiwa.

Bicara soal sakit jiwa, karena tindakan yang dilakukan oleh Moskvin ini sungguh tidak wajar, Moskvin pun kemudian diharuskan menjalani pemeriksaan kejiwaan secara mendalam. Hasilnya, tim penyelidik menyimpulkan kalau Moskvin memang menderita gangguan skhizofrenia & paranoid berlebihan. Atas pertimbangan tersebut, Moskvin pun dianggap tidak cukup sehat untuk menjalani proses peradilan & diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit jiwa hingga sekarang. Kasus Moskvin sekaligus menjadi contoh mengenai apa dampak yang bisa timbul jika seseorang yang terlalu lama merasa kesepian melampiaskan hasratnya secara salah.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



BIODATA

Nama lengkap : Anatoly Yurevych Moskvin
Tempat, tanggal lahir : Nizhny Novgorod, 1 September 1966
Terkenal sebagai : pencuri 29 mayat di Moskow & Nizhny Novgorod pada tahun 2000-an



REFERENSI

BBC News - Russian 'grave robber made dolls from girls' corpses'
Kriminal'naya Khronika - Delo nekropolista Moskvina otlozheno....
Mysterious Universe - The Disturbing Case of The Russian Doll Maker
Sledstvennoye Upravleniye - V Nizhegorodskoy oblasti k muzhchine....
The Daily Beast - Russian Historian Anatoly Moskvin Collected Dead....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.