12 Agustus 2019


Ngengat Atlas, Serangga Raksasa Bersayap Ular



Seekor ngengat atlas jantan. (Sumber)

Ngengat adalah nama dari sejenis serangga yang yang penampilannya serupa dengan kupu-kupu. Seperti halnya kupu-kupu, ngengat memiliki 2 pasang sayap berbentuk lebar, tubuh yang berukuran lebih kecil dibandingkan sayapnya, serta menjalani metamorfosis sempurna. Kemiripan fisik antara ngengat & kupu-kupu tidak lepas dari fakta bahwa dalam klasifikasi ilmiah, kedua serangga tersebut sama-sama digolongkan dalam ordo Lepidoptera (serangga bersayap sisik).

Meskipun memiliki kemiripan, kupu-kupu & ngengat juga memiliki perbedaan satu sama lain. Perbedaan pertama, jika kupu-kupu aktif pada siang hari (diurnal), maka ngengat umumnya memiliki pola hidup nokturnal yang berarti ngengat lebih banyak melakukan aktivitasnya pada malam hari. Kemudian jika kupu-kupu hinggap sambil melipat sayapnya, maka ngengat lebih suka membiarkan sayapnya tetap terentang ketika sedang hinggap. Kupu-kupu secara umum juga memiliki tubuh yang lebih ramping ketimbang ngengat.

Kepala ngengat atlas jantan. (Sumber)
Ada begitu banyak spesies ngengat yang sudah diketahui oleh manusia. Namun dari sekian banyak ngengat yang sudah diketahui oleh manusia, salah satu yang paling terkenal adalah ngengat atlas (atlas moth; Attacus atlas).Bagaimana tidak, ngengat ini memiliki rentang sayap yang panjangnya mencapai 30 cm dengan luas bidang sayap mencapai 400 cm persegi. Berkat ukurannya tersebut, ngengat atlas pun dinobatkan sebagai salah satu spesies ngengat terbesar di dunia. Ngengat atlas hanya dapat ditemukan di Asia, tepatnya di India, Asia Timur, & Asia Tenggara.

Ngengat atlas bukan hanya dapat dikenali dari ukurannya. Serangga bersayap 4 ini juga bisa dibedakan dari spesies ngengat lainnya dengan melihat tubuhnya yang agak gemuk & warna sayapnya yang merupakan kombinasi warna merah, cokelat, kuning. serta putih. Kemudian di bagian ujung atas sayap depannya, terdapat tonjolan yang bentuknya menyerupai kepala ular berwarna terang. Keberadaan tonjolan itulah yang menyebabkan ngengat ini di kawasan Cina selatan juga dikenal dengan nama lain "ngengat kepala ular". Kalau di Indonesia, ngengat ini juga dikenal dengan nama "kupu-kupu gajah" berkat ukurannya yang besar.

Bicara soal nama, ada beberapa pendapat mengenai bagaimana hewan ini mendapatkan sebutan "ngengat atlas". Menurut pendapat pertama, ngengat ini dijuluki sebagai ngengat atlas karena motif terang pada sayapnya nampak seperti pola-pola yang dapat ditemukan pada atlas / buku kumpulan peta. Kalau menurut pendapat lain, ngengat ini memperoleh nama demikian karena terinspirasi dari Atlas, tokoh raksasa dalam mitologi Yunani Kuno yang digambarkan sedang menggendong planet Bumi.

Dengan melihat ukurannya yang besar, ngengat atlas sepintas nampak seperti serangga yang berbahaya bagi mereka yang belum pernah melihat serangga ini sebelumnya. Faktanya, ngengat atlas sama sekali bukan hewan yang berbahaya karena ngengat ini tidak memiliki racun & tidak bisa menggigit. Sebagai bentuk pertahanan diri paling dasar, ngengat atlas memanfaatkan corak sayapnya untuk berkamuflase di antara kerimbunan tanaman. Ngengat atlas juga bisa mengepak-ngepakkan sayapnya supaya motif kepala ular di sayapnya terlihat seperti kepala ular sungguhan yang hendak menggigit.


Ngengat atlas betina di tangan manusia. (Sumber)


PUNYA SAYAP, TAPI TIDAK PUNYA MULUT

Seperti halnya ngengat pada umumnya, ngengat atlas memiliki pola hidup nokturnal. Namun tidak seperti spesies ngengat lain, ngengat atlas dewasa tidak pernah makan karena tidak memiliki mulut. Sebagai gantinya, ngengat ini mengandalkan cadangan makanan yang dikumpulkannya semasa masih berwujud larva. Tugas ngengat atlas dewasa sendiri hanyalah kawin & berkembang biak sebelum kemudian mati. Dan supaya ngengat atlas memiliki cukup tenaga untuk menemukan pasangan kawin, ngengat ini pun jarang terbang jauh kendati memiliki sayap yang besar.

Ngengat atlas menampilkan dimorfisme seksual alias perbedaan fisik antar kelamin. Dari segi ukuran, betina berukuran sedikit lebih besar dibandingkan pejantan. Lalu jika diamati lebih dekat, pejantan memiliki antena yang berbulu lebih tebal dibandingkan betina. Dengan antenanya tersebut, pejantan bisa mencium bau feromon yang dilepaskan oleh ngengat betina dari kejauhan. Begitu pejantan berhasil menemukan betina, keduanya sesudah itu akan melakukan perkawinan.

Ulat ngengat atlas. (Sumber)
Betina yang sudah kawin selanjutnya akan mengeluarkan telur-telurnya yang jumlahnya bisa mencapai 300 butir. Telur-telur tersebut dilekatkan oleh betina di bagian bawah daun tanaman yang kelak bakal menjadi makanan larva ngengat. Entah itu daun pohon sitrus, kayu manis, jambu biji, atau mangga. Setelah selesai bertelur, betina akan mati karena sudah menghabiskan sisa-sisa cadangan gizinya. Namun kematian betina tidaklah sia-sia karena telur-telur yang dikeluarkannya kelak akan menetas menjadi generasi penerusnya.

Telur ngengat atlas memerlukan waktu 2 minggu untuk menetas. Larva / ulat ngengat atlas tubuhnya berwarna putih & tubuhnya penuh dengan duri-duri kecil. Jika merasa terancam, ulat ngengat atlas bisa menyemprotkan cairan yang baunya tidak enak. Ulat ngengat atlas merupakan hewan yang amat rakus & menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk makan. Semakin banyak makanan yang dikonsumsi oleh ulat ngengat atlas, maka semakin banyak pula cadangan makanan yang bakal dimiliki oleh ngengat dewasa.

Sesudah sekitar 1 bulan atau lebih, ulat ngengat atlas akan berhenti makan & berubah menjadi kepompong. Sesudah 3 minggu, kepompong tersebut akan pecah & ngengat dewasa akan keluar dari dalamnya. Karena ngengat atlas dewasa tidak bisa makan, ngengat atlas dewasa hanya memiliki rentang usia 1 hingga 2 minggu. Dalam rentang usianya yang pendek tersebut, ngengat atlas dewasa harus segera menemukan pasangan kawin sebelum mati akibat kelaparan atau dimangsa oleh hewan pemakan serangga.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Saturniidae
Genus : Attacus
Spesies : Attacus atlas



REFERENSI

Animal Spot - Atlas Moth
Keeping Insects - Atlas Moth
Learn About Butterflies - Giant Atlas Moth
 - . 2008. "Moth". Encylopaedia Britannica, Chicago, AS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.