26 September 2019


Laba-Laba Ogre, Sang Penyergap Berwajah Monster



(Sumber)

Ogre adalah sebutan untuk makhluk mitologi Eropa yang digambarkan sebagai monster raksasa berpostur tegak yang memakan manusia. Bagi mereka yang menyukai karya-karya hiburan bergenre fantasi, ogre merupakan nama yang harusnya cukup familiar karena makhluk ini memang kerap ditampilkan dalam karya-karya hiburan yang berlatar Eropa pada Abad Pertengahan. Ogre sendiri tidak selalu ditampilkan sebagai makhluk yang menakutkan, tetapi kadang-kadang juga ditampilkan sebagai makhluk yang jenaka (misalnya seperti karakter utama di film "Shrek").

Ogre juga digunakan untuk menyebut sejenis hewan dengan penampilan yang tidak biasa. Hewan yang dimaksud di sini adalah laba-laba ogre, atau lengkapnya laba-laba bermuka ogre (ogre-faced spider). Laba-laba tersebut diberi nama demikian karena laba-laba ini terlihat memiliki 2 mata besar & berwarna hitam yang bagian atasnya agak menyempit di bagian tengah. Sebagai akibatnya, laba-laba ini pun nampak memiliki wajah layaknya manusia atau ogre yang sedang marah. Adapun selain 2 mata besar tersebut, laba-laba ogre juga memiliki mata-mata lain yang ukurannya lebih kecil.

Selain wajahnya, laba-laba ogre dapat dikenali dengan melihat kaki-kakinya yang panjang & tubuhnya yang amat ramping. Laba-laba ini diketahui bisa memiliki tubuh sepanjang 2,5 cm dengan panjang kaki mencapai 7,5 cm. Meskipun terlihat besar & menakutkan, laba-laba ogre bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia. Warna laba-laba ogre bervariasi, mulai dari yang berwarna hijau hingga kelabu. Laba-laba ogre jantan umumnya berbentuk lebih ramping dibandingkan betina.

Laba-laba ogre dari spesies
Deinopis spinosa. (Sumber)
Laba-laba ogre memiliki persebaran yang luas karena mereka bisa ditemukan di seluruh benua, kecuali di Eropa & Antarktika. Habitat favoritnya adalah kawasan yang penuh dengan tanaman. Ada beberapa spesies laba-laba ogre yang sudah diketahui oleh manusia & semuanya digolongkan dalam famili Deinopidae. Artikel kali ini sendiri akan fokus membahas laba-laba ogre dari genus Deinopis, jenis laba-laba ogre yang juga terkenal dengan nama laba-laba pelempar jaring (net-casting spider) berkat metode berburunya yang lain daripada yang lain.

Laba-laba ogre adalah hewan nokturnal yang berarti mereka aktif pada malam hari. Seperti halnya laba-laba lain, laba-laba ogre adalah hewan karnivora yang menangkap mangsa dengan memakai jaringnya. Namun tidak seperti laba-laba pada umumnya, laba-laba ogre tidak membangun sarang jaring berukuran besar untuk menangkap mangsanya. Sebagai gantinya, laba-laba ogre hanya membuat jaring kecil yang berbentuk segi empat & berwarna kebiruan.

Saat hendak berburu, laba-laba ogre akan bergelantungan dari pucuk tanaman dengan posisi terbalik. Sambil bergelantungan, laba-laba ogre akan membentangkan jaring kecil dengan keempat kaki depannya & kemudian diam tak bergerak. Kemudian tepat di bawahnya, laba-laba ogre akan menempelkan gumpalan kecil yang terbuat dari jaring sebagai "sasaran tembak". Ketika ada hewan kecil yang berjalan melintasi gumpalan tadi, laba-laba ogre secara tiba-tiba akan langsung menyergap hewan tersebut dengan memakai jaring kecilnya.

Karena jaring tersebut lengket & penuh dengan jalinan benang, hewan yang terjerat akan ikut terangkat saat laba-laba ogre mengangkat jaringnya ke atas. Laba-laba ogre kemudian akan menggunakan jaring tadi untuk membungkus mangsanya. Hal berikutnya yang dilakukan oleh laba-laba ogre adalah menggigit mangsanya sambil menyuntikkan racunnya. Racun tersebut berfungsi untuk melumpuhkan mangsanya sekaligus melelehkan jaringan tubuhnya. Sesudah itu, yang perlu dilakukan oleh laba-laba ogre hanyalah menghisap isi tubuh mangsanya.

Laba-laba ogre saat menyergap
mangsanya.
Kemampuan laba-laba ogre untuk berburu dengan cara demikian ditunjang oleh indra penglihatannya yang amat tajam & tubuhnya yang terlihat seperti cabang tanaman. Dan karena metode berburu macam ini lebih efektif untuk menangkap hewan yang berjalan, mangsa laba-laba ogre pun umumnya terdiri dari hewan-hewan kecil yang tidak bisa / hampir tidak pernah terbang semisal semut, jangkrik, atau bahkan laba-laba lain. Saat jaringnya sedang tidak digunakan, laba-laba ogre akan memakan jaring tersebut atau menyangkutkannya pada daun terdekat.

Di kawasan 4 musim semisal di Australia, perkawinan laba-laba ogre lazimnya terjadi pada musim panas waktu setempat karena makanan saat itu sedang melimpah. Sesudah kawin, betina kemudian akan menaruh kantung telurnya di bawah dedaunan supaya aman dari pemangsa. Tidak diketahui berapa usia maksimum laba-laba ogre. Namun laba-laba ogre biasanya mengalami kematangan seksual tepat pada musim panas berikutnya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Aranaea
Famili : Deinopoidea



REFERENSI

Gil Wizen - Little Transformers : Deinopis, the....
Safer Brand - Ogre-Faced Spider
The Australian Museum - Net-casting Spiders
 - . 2008. "Ogre". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.
 - . 2008. "Ogre-faced spider". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.