28 November 2019


Kupu-Kupu Laut, Hewan Bersayap Penjelajah Lautan



Kupu-kupu laut dari spesies Limacina helicina. (Sumber)

Kupu-kupu laut adalah hewan yang namanya mungkin bakal membuat anda mengerutkan dahi. Pasalnya selama ini kita hanya tahu kalau kupu-kupu adalah serangga terbang yang tidak bisa hidup di air. Faktanya adalah apa yang disebut sebagai kupu-kupu laut aslinya memang bukan serangga, melainkan sejenis siput laut. Hewan yang bersangkutan sendiri diberi nama "kupu-kupu laut" (sea butterfly) karena gerakan hewan tersebut saat berenang nampak seperti kupu-kupu yang sedang mengepakkan sayapnya yang besar.

Dalam klasifikasi ilmiah, semua spesies kupu-kupu laut digolongkan dalam klade Thecosomata. Sudah disinggung di paragraf sebelumnya kalau kupu-kupu laut dikategorikan sebagai sejenis siput laut. Alasan kenapa kupu-kupu laut dianggap sebagai sejenis siput laut adalah karena seperti halnya siput, kupu-kupu laut juga memiliki kaki perut. Bedanya adalah kaki perut kupu-kupu laut sudah berkembang hingga berbentuk lebar layaknya sayap. Bagian tubuh menyerupai sayap tersebut dikenal sebagai "parapodia" & berfungsi sebagai alat

Layaknya siput yang memiliki cangkangnya sendiri, kupu-kupu laut juga memiliki cangkang yang bentuknya transparan. Jika merasakan adanya bahaya, kupu-kupu laut bisa menarik masuk tubuhnya ke dalam cangkang. Masing-masing spesies kupu-kupu laut memiliki cangkang yang bentuknya berbeda-beda. Sebagai contoh, spesies Limacina helicina memiliki cangkang yang berbentuk spiral. Sementara spesies Creseis virgula memiliki cangkang berbentuk kerucut. Spesies Corolla spectabilis di lain pihak justru tidak memiliki cangkang sama sekali.

Kupu-kupu laut dari spesies
Creseis acicula. (Sumber)
Kupu-kupu laut memiliki persebaran habitat yang amat luas. Mereka dapat ditemukan di semua lautan dunia. Namun sebagai akibat dari tubuhnya yang transparan & ukurannya yang kecil (hanya sekitar beberapa milimeter), hewan ini kerap luput dari pantauan manusia. Kupu-kupu laut hidup terombang ambing mengikuti arus laut & sesekali menggunakan kepakan kaki sayapnya untuk bergerak ke lokasi tertentu. Karena pola hidupnya itulah, kupu-kupu laut bisa dikategorikan sebagai plankton hewani (zooplankton).

Makanan utama kupu-kupu laut adalah plankton nabati (fitoplankton) serta zooplankton lain yang berukuran lebih kecil. Untuk menangkap mangsanya, kupu-kupu laut akan menciptakan semacam membran atau jala yang dilengkapi dengan lendir lengket. Kupu-kupu laut bisa hidup hingga kedalaman 200 meter, namun habitatnya umumnya terkonsentrasi di perairan yang lebih dangkal. Supaya aman dari musuhnya, kupu-kupu laut memiliki kebiasaan menuju perairan yang lebih dalam pada siang hari. Kemudian saat malam tiba & jarak pandang hewan pemangsanya menjadi lebih terbatas, barulah kupu-kupu laut naik ke perairan yang lebih dangkal.

Bicara soal pemangsa, kupu-kupu laut memiliki peran yang amat penting bagi rantai makanan setempat. Pasalnya kupu-kupu laut menjadi makanan dari aneka macam hewan laut, mulai dari yang berukuran kecil semisal anak ikan hingga yang berukuran raksasa semisal paus. Hewan bidadari laut yang masih berkerabat dengan kupu-kupu laut bahkan tidak pernah memakan hewan lain selain kupu-kupu laut. Sederhananya, jika kupu-kupu laut sampai benar-benar mengalami kepunahan, maka bidadari laut juga akan ikut mengalami nasib serupa.

Kendati kupu-kupu laut memiliki populasi yang melimpah, hal tersebut tidak lantas membuat hewan ini aman dari bahaya kepunahan. Meningkatnya kadar karbon dioksida akibat limbah industri & lonjakan populasi manusia menyebabkan tingkat keasaman laut ikut mengalami kenaikan. Sebagai akibatnya, cangkang kupu-kupu laut menjadi lebih mudah mengalami pengikisan sehingga mereka jadi lebih rentan mengalami kematian. Hal tersebut jelas bukanlah kabar baik bagi hewan-hewan laut yang selama ini hidup dari memakan kupu-kupu laut.

Bidadari laut saat memakan
kupu-kupu laut.
Seperti halnya siput, kupu-kupu laut adalah hewan hermafrodit yang berarti mereka memiliki organ kelamin jantan sekaligus betina. Namun kupu-kupu laut tidak bisa menggunakan organ kelamin jantan & betinanya secara serempak. Saat masih berusia muda, kupu-kupu laut hidup sebagai hewan jantan. Namun saat sudah mencapai ukuran tertentu, jenis kelaminnya akan berubah menjadi betina. Dengan begitu, kupu-kupu laut diharapkan bisa menghasilkan lebih banyak telur karena ia hidup sebagai hewan betina saat sudah berukuran besar. Fenomena pergantian jenis kelamin berdasarkan usia ini dikenal sebagai "hermafroditisme sekuensial".

Supaya telur-telurnya tidak tercerai berai akibat arus laut, telur kupu-kupu laut terhubung satu sama lain oleh lapisan lendir. Sesudah dibuahi, telur kupu-kupu laut selanjutnya akan menetas menjadi larva yang kemudian terus mengalami pertumbuhan hingga akhirnya menjadi kupu-kupu laut dewasa. Kupu-kupu laut memiliki ukuran maksimum yang bervariasi, namun ukuran mereka pada umumnya hanya sekitar beberapa milimeter saja. Spesies Corolla spectabilis yang merupakan salah satu spesies kupu-kupu laut terbesar diketahui bisa tumbuh hingga sepanjang 4 cm.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Klade : Thecosomata



REFERENSI

Live Science - Swim Like a Butterfly? Sea Snail 'Flies'....
Our Breathing Planet - Sea Butterfly
Smithsonian - Amazing Sea Butterflies Are the Ocean’s....
The Sea Slug Forum - Clione limacina (Phipps, 1774)
Zooplankton Guide - Corolla spectabilis
Zooplankton Guide - Creseis virgula
Zooplankton Guide - Limacina helicina
Zooplankton Guide - Species by Order : Thecosomata


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.