SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Kura-Kura Raksasa Kepulauan Galapagos





(Sumber)

Kura-kura raksasa (giant tortoise; Chelonoidis nigra) adalah nama dari sejenis kura-kura yang memperoleh nama demikian sebagai akibat dari ukurannya yang sangat besar. Kenyataannya, kura-kura ini memang merupakan spesies kura-kura darat terbesar sekaligus salah satu reptil terberat di dunia. Panjangnya mencapai 1,5 m, sementara beratnya mencapai 300 kg lebih. Ukurannya yang besar tersebut lantas membuat kura-kura ini cukup kuat untuk ditunggangi seorang manusia dewasa. Tidak seperti spesies kura-kura pada umumnya, kura-kura raksasa tidak bisa berenang & menghabiskan seluruh hidupnya di darat.

Kura-kura raksasa hanya ditemukan di Kepulauan Galapagos, gugus kepulauan kecil yang terletak di sebelah barat negara Ekuador, Amerika Selatan. Berdasarkan bentuk cangkang / tempurung luarnya, kura-kura galapagos bisa dibedakan ke dalam 2 subspesies utama : subspesies bertempurung bundar & subspesies bertempurung datar. Subspesies bertempurung bundar ukurannya besar & hidup di pulau-pulau yang curah hujannya tinggi. Subspesies bertempurung datar di lain pihak ukurannya lebih kecil & hidup di pulau-pulau yang lebih gersang sehingga kura-kura dari subspesies ini lebih mudah mendongakkan tubuh bagian depannya ke atas untuk memakan daun kaktus yang terletak di pucuk pohon.

Peta lokasi Kepulauan
Galapagos. (Sumber)
Bicara soal makanan, kura-kura raksasa adalah hewan herbivora yang menjadikan kaktus lunak, rumput, & buah-buahan sebagai makanan utamanya. Sepintas kura-kura raksasa terlihat seperti hewan yang pemalas karena ketika sedang tidak makan, kura-kura ini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan cara beristirahat, berendam di danau, atau sekedar berjalan lambat. Perilaku "malas" itu sendiri timbul karena kura-kura raksasa memiliki metabolisme yang lambat. Di sisi lain, metabolisme kura-kura raksasa yang lambat membantu hewan yang bersangkutan untuk hidup tanpa makan & minum selama lebih dari setahun.

Musim kawin kura-kura raksasa berlangsung antara bulan Januari hingga Agustus. Pada periode tersebut, kura-kura jantan akan aktif mencari betina dengan cara mencium bau hormonnya di udara. Begitu pejantan menemukan betina, pejantan akan menyeruduk & menggigit kaki betina sehingga betina kemudian menarik masuk kakinya ke dalam tempurungnya sendiri. Pada saat inilah, pejantan selanjutnya akan menaiki tempurung betina & mengawininya. Pasca perkawinan, betina kemudian akan pergi ke dataran rendah yang berpasir untuk membuat liang sarang & menaruh telur-telurnya di sana.

Jumlah telur yang bisa dikeluarkan oleh betina bisa mencapai 10 butir. Sesudah bertelur, betina selanjutnya akan mengubur liang tempatnya menaruh telur & meninggalkannya. Telur-telur tersebut memerlukan waktu antara 110 - 175 hari untuk menetas di mana semakin tinggi suhu lingkungannya, maka semakin pendek pula waktu yang diperlukan oleh telur-telur tadi untuk menetas. Ketika baru menetas, bayi kura-kura sudah harus hidup mandiri & rentan mengalami kematian akibat kecelakaan serta cuaca panas. Namun jika sukses melewati masa kecilnya dengan selamat, seekor kura-kura raksasa akan mengalami kematangan seksual pada usia 20 tahun & bisa hidup hingga usia 170 tahun.

Sepasang kura-kura raksasa yang sedang
melakukan perkawinan. (Sumber)
Kura-kura raksasa memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan burung kutilang Galapagos di mana unggas yang bersangkutan membantu membersihkan kulit kura-kura raksasa dengan cara memakan hewan-hewan parasit yang menempel di kulitnya. Kalau di dalam siklus rantai makanan, kura-kura raksasa dewasa tidak memiliki predator alamiah di alam liar sebagai akibat dari ukurannya yang besar. Namun kura-kura yang masih kecil rentan dimakan oleh burung elang Galapagos. Ketika kapal-kapal manusia mendarat di pulau ini, ancaman bagi kura-kura muda semakin bertambah karena kapal-kapal tersebut juga turut membawa tikus, kucing, & anjing baik secara sengaja maupun tidak.

Sejak manusia mengenal Kepulauan Galapagos & kura-kura raksasa, populasi kura-kura raksasa langsung mengalami penurunan tajam akibat banyaknya pelaut yang mengambil kura-kura ini untuk dijadikan persediaan makanan. Karena kura-kura raksasa bisa hidup selama berbulan-bulan tanpa diberi makan & minum, manusia bisa menaruh kura-kura raksasa di kapalnya dalam jangka waktu lama & baru membunuhnya ketika ingin memakan hewan yang bersangkutan. Sebagai akibatnya, jika pada abad ke-16 populasi kura-kura raksasa diperkirakan mencapai 100.000 ekor, di abad ke-20 populasinya hanya tinggal 1.000 ekor. Sekarang kura-kura raksasa sudah ditetapkan sebagai hewan yang dilarang untuk diburu & Kepulauan Galapagos selaku habitat liarnya juga sudah diresmikan sebagai kawasan cagar alam oleh pemerintah Ekuador.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines
Famili : Testudinidae
Genus : Chelonoidis
Spesies : Chelonoidis nigra



REFERENSI

Animal Diversity Web - Chelonoidis nigra : Information
ARKive - Galapagos giant tortoise videos, photos, and facts
Galapagos Conservancy - Giant Tortoises





Download PDF

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...


1 komentar:


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.