![]() |
| Seekor tawon chalcid. Tawon Lasiochalcidia igiliensis tergolong dalam tawon jenis ini. (Frost Museum / flickr.com) |
Undur-undur. Itulah nama dari serangga yang harusnya tidak asing bagi anda. Pasalnya serangga ini mudah dijumpai di tempat-tempat berpasir. Misalnya di halaman rumah.
Bukan tanpa alasan kenapa undur-undur banyak dijumpai di tempat yang banyak pasirnya. Undur-undur memiliki kebiasaan membangun sarang berbentuk corong di permukaan pasir.
Sarang undur-undur berbentuk demikian supaya semut yang melintas di dekat sarang tergelincir & kemudian jatuh ke dalam sarang. Saat sudah berada di dasar sarang, semut tersebut kemudian akan ditangkap & dimakan oleh undur-undur yang sudah menunggu di dasar sarang.
![]() |
| Gambar ilustrasi undur-undur saat menjebak semut (kiri) & foto sarang jebakan undur-undur dilihat dari atas (kanan). (H.M.B. Al-Hashemi / researchgate.net) |
Perilaku makan undur-undur yang ganas menyebabkan hewan yang bersangkutan disebut dengan nama "antlion" (semut singa) di negara-negara berbahasa Inggris.
Di Indonesia sendiri, undur-undur diberi nama demikian karena hewan ini memiliki kebiasaan berjalan mundur. Alasan kenapa undur-undur berjalan mundur adalah karena hewan ini menggunakan ekornya yang runcing seperti sekop untuk menerobos masuk ke dalam tanah.
Undur-undur yang memiliki kebiasaan membuat jebakan di atas pasir aslinya merupakan fase larva dari hewan yang bersangkutan. Undur-undur dewasa sendiri bentuknya lebih menyerupai capung dengan antena yang panjang.
TAWON KECIL BERKAKI BESAR
Oke, itu tadi sedikit soal undur-undur. Dengan melihat cara makannya yang ganas & kemampuannya bersembunyi di dalam pasir, hewan ini sepintas tidak memiliki musuh dari kalangan serangga.
Tapi tunggu dulu. Ternyata ada serangga yang menjadikan undur-undur sebagai mangsa utamanya. Tawon Lasiochalcidia igiliensis adalah nama dari serangga tersebut.
Lasiochalcidia igiliensis adalah salah satu spesies tawon paling unik di dunia. Selain karena kebiasannya memburu undur-undur, alasan lain kenapa tawon ini tergolong sebagai jenis tawon yang unik adalah karena tawon ini memiliki wujud yang tidak biasa.
Tawon L. igiliensis memiliki sepasang kaki belakang yang bentuknya besar di bagian tengah & melengkung seperti sabit di bagian ujungnya. Tubuhnya berwarna campuran merah & hitam.
L. igiliensis tergolong sebagai jenis serangga yang berukuran amat kecil. Pasalnya tawon ini panjangnya tidak sampai 2 cm. Oleh karena itulah, tawon ini pun kerap luput dari pantauan manusia.
![]() |
| Undur-undur dewasa. (NireshaJAththa / wikipedia.org) |
TAWON KECIL BERKAKI BESAR
Oke, itu tadi sedikit soal undur-undur. Dengan melihat cara makannya yang ganas & kemampuannya bersembunyi di dalam pasir, hewan ini sepintas tidak memiliki musuh dari kalangan serangga.
Tapi tunggu dulu. Ternyata ada serangga yang menjadikan undur-undur sebagai mangsa utamanya. Tawon Lasiochalcidia igiliensis adalah nama dari serangga tersebut.
Lasiochalcidia igiliensis adalah salah satu spesies tawon paling unik di dunia. Selain karena kebiasannya memburu undur-undur, alasan lain kenapa tawon ini tergolong sebagai jenis tawon yang unik adalah karena tawon ini memiliki wujud yang tidak biasa.
Tawon L. igiliensis memiliki sepasang kaki belakang yang bentuknya besar di bagian tengah & melengkung seperti sabit di bagian ujungnya. Tubuhnya berwarna campuran merah & hitam.
L. igiliensis tergolong sebagai jenis serangga yang berukuran amat kecil. Pasalnya tawon ini panjangnya tidak sampai 2 cm. Oleh karena itulah, tawon ini pun kerap luput dari pantauan manusia.
Tawon L. igliensis memiliki persebaran habitat yang luas. Sejauh ini, mereka sudah ditemukan di Afrika Selatan, Afrika Barat, Asia Barat, & Asia Tenggara. Karena pola hidup mereka berkaitan erat dengan undur-undur, tawon ini pun hanya ditemukan di habitat yang dihuni oleh undur-undur.
PENJEBAK YANG DIJEBAK
L. igiliensis adalah hewan soliter alias penyendiri. Tawon betina memiliki kebiasaan terbang rendah untuk mencari sarang undur-undur.
Saat sudah menemukan sarang yang dimaksud, tawon L. igiliensis betina kemudian akan menjatuhkan diri ke dalam sarang undur-undur.
Begitu merasakan getaran yang ditimbulkan oleh tawon, undur-undur akan langsung menyembulkan kepalanya di dasar sarang. Pasalnya undur-undur mengira kalau tawon tersebut adalah mangsa yang terjebak masuk ke sarangnya.
Di sinilah kaki belakang yang dimiliki oleh L. igiliensis menunjukkan fungsinya. Saat hendak dicaplok oleh undur-undur, tawon akan menggunakan kaki belakangnya untuk menahan rahang undur-undur supaya tetap terbuka lebar.
![]() |
| Tawon L. igiliensis saat menahan rahang undur-undur dengan kaki belakangnya. (Greg Iocco / ebcky.com) |
Tawon betina kemudian akan memasukkan telurnya ke dalam rongga mulut undur-undur. Saat tawon sudah selesai mengeluarkan telurnya, ia kemudian bergegas terbang meninggalkan undur-undur tadi.
Sesudah beberapa lama, telur tersebut akan menetas menjadi larva. Larva kemudian akan memakan daging undur-undur dari dalam. Saat larva sudah mencapai ukuran tertentu, larva selanjutnya akan berubah menjadi kepompong & kemudian tawon dewasa.
Undur-undur yang menjadi korban larva tawon diyakini akan mati karena organ-organ tubuhnya digeregoti oleh larva. Karena larva memiliki pola hidup layaknya parasit pada tubuh undur-undur, tawon L. igiliensis pun digolongkan sebagai jenis tawon parasit (parasitoid wasp).
Dalam hal taksonomi / pengelompokan ilmiah sendiri, tawon L. igiliensis tergolong sebagai jenis tawon chalcid, famili Chalididae. Seperti halnya L. igiliensis, tawon-tawon yang termasuk dalam famili ini semuanya memiliki ukuran yang kecil & kaki belakang yang besar. Namun masing-masing spesies memiliki warna & pola hidup yang berbeda-beda satu sama lain. - © Rep. Eusosialis Tawon
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Chalcididae
Superfamili : Chalcidoidea
Genus : Lasiochalcidia
Spesies : Lasiochalcidia igiliensis / Lasiochalcidia pubescens
REFERENSI
Frost Museum. 2013. "Chalididae".
(www.flickr.com/photos/93467196@N02/9086574909/in/photolist-poiGBr-oaXP8f-eQX59D-nS1yhn-oEjXAp-bmzCqn-pcyR3s-dDMoev-oV7tc7-payGzb-oWKszC-ds3n9r-pcdnTm-eFYNzW-p7tuuk-r5Y8EE-CrSzeS-rHu1Hk-CXgtAd-qAQXDi-Dpof4Z-DeP7Ks-CXguNU-zHJBB5-qeWxkc-e15PQo-BtRTxt-BAfiGw-z4rCXD-zg3iXK-vQqzVY-rs8mnW-ykho86-rsdJwt-xnykuh-vQqAaf-r8UnUT-wAuwr5-xfTR2S-z4rCZc-vtQqL9-zZbpKb-vGT8Yh-poSwhZ-rT3CNC/)
Legner, E.F.. "Hymenoptera, Chalcididae (Leach 1830)".
(faculty.ucr.edu/~legneref/identify/chalcidi.htm)
R. Leung, dkk.. 2005. "Superfamily Chalcidoidea".
(bugguide.net/node/view/13405)
Sekar, S.. 2015. "Parasitoid wasps may be the most diverse animal group."
(www.bbc.com/earth/story/20150522-the-wasps-that-rule-the-world)
T.T. Roodi, dkk.. 2016. "Fauna of chalcid wasps (Hymenoptera: Chalcidoidea, Chalcididae) in Hormozgan province, southern Iran" dalam "Journal of Insect Biodiversity and Systematics 2(1)". Tarbiat Modares University Press, Iran.
Legner, E.F.. "Hymenoptera, Chalcididae (Leach 1830)".
(faculty.ucr.edu/~legneref/identify/chalcidi.htm)
R. Leung, dkk.. 2005. "Superfamily Chalcidoidea".
(bugguide.net/node/view/13405)
Sekar, S.. 2015. "Parasitoid wasps may be the most diverse animal group."
(www.bbc.com/earth/story/20150522-the-wasps-that-rule-the-world)
T.T. Roodi, dkk.. 2016. "Fauna of chalcid wasps (Hymenoptera: Chalcidoidea, Chalcididae) in Hormozgan province, southern Iran" dalam "Journal of Insect Biodiversity and Systematics 2(1)". Tarbiat Modares University Press, Iran.
The Antlion Pit. "What Are Antlion?"
(www.antlionpit.com/what.html)
Ulmer, J.M.. 2016. "The Sarlacc of Insects".
(sites.psu.edu/frost/2016/06/22/the-sarlacc-of-insects/)
Van Noort, S.. "Lasiochalcidia masi".
(www.waspweb.org/Chalcidoidea/Chalcididae/Haltichellinae/Lasiochalcidia/index.htm)
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...







Tidak ada komentar:
Posting Komentar