SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Cumi-Cumi Kolosal, Raksasa Misterius dari Laut Dalam



Seekor cumi-cumi kolosal yang berhasil ditangkap
oleh nelayan pada tahun 2007. (Sumber)

Laut adalah salah satu wilayah di bumi yang paling dipenuhi misteri. Wajar saja sebenarnya karena laut berukuran sangat luas & menutupi lebih dari 2/3 permukaan total bumi sehingga pastinya, ada beberapa bagian dari laut ini yang belum pernah dikunjungi oleh manusia. Namun seiring berjalannya waktu & semakin berkembangnya teknologi, sedikit demi sedikit orang pun mulai menyibak misteri mengenai lautan & menemukan aneka hal menakjubkan di dalamnya. Salah satu hal menakjubkan yang berhasil diungkap oleh manusia dari laut adalah mengenai keberadaan cumi-cumi kolosal, salah satu penemuan paling mencengangkan bagi ilmu kelautan di era modern ini.

Cumi-cumi kolosal (colossal squid; Mesonychoteuthis hamiltoni) adalah spesies cumi-cumi terbesar di dunia. Panjang tubuh maksimalnya diperkirakan mencapai 4 m lebih dengan panjang tentakel 10 m sehingga jika ditotal, panjang dari makhluk laut ini bisa mencapai lebih dari 14 m! Ukuran spektakuler dari cumi-cumi kolosal pada gilirannya membuat hewan ini juga dinobatkan sebagai hewan tak bertulang belakang (invertebrata) terbesar di dunia. Karena ukuran raksasanya & karakteristik fisiknya pula, beberapa orang berspekulasi bahwa cumi-cumi kolosal mungkin merupakan jawaban dari misteri Kraken, makhluk laut dalam kisah-kisah mitos atau legenda yang digambarkan berukuran amat besar & bisa menenggelamkan kapal-kapal dengan tentakelnya.

Sebelum ditemukannya cumi-cumi kolosal, selama ini orang-orang menganggap bahwa cumi-cumi terbesar di dunia adalah cumi-cumi raksasa (giant squid) dari genus Architeuthis yang panjang totalnya mencapai 13 m. Mungkin ada yang merasa penasaran, apa perbedaan dari kedua hewan tersebut sehingga keduanya dianggap berbeda walaupun sama-sama merupakan cumi-cumi berukuran raksasa? Perbedaan pertama ada pada lengannya di mana bila cumi-cumi kolosal memiliki kait-kait tajam di permukaan lengannya, maka cumi-cumi raksasa tidak memilikinya. Tubuh dari cumi-cumi kolosal juga lebih gemuk & lebih panjang dibandingkan tubuh dari cumi-cumi raksasa.

Kait-kait tajam yang ada d permukaan
lengan cumi-cumi kolosal. (Sumber)
Nama "kolosal" (colossal) pada cumi-cumi kolosal diberikan karena dalam bahasa asing, kata "colossal" kerap digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat besar atau sangat megah. Jadi, secara singkat nama "cumi-cumi kolosal" berarti cumi-cumi yang luar biasa besar - nama yang tidak berlebihan kalau kita memperhatikan ukuran tubuhnya. Selain dengan nama cumi-cumi kolosal, hewan raksasa tersebut juga dikenal dengan nama cumi-cumi Antarktika (Antarctic squid) karena sejauh ini, cumi-cumi tersebut hanya ditemukan di perairan sekitar Benua Antarktika, benua paling selatan di planet ini. Dan bicara soal ditemukan, dengan melihat lokasi-lokasi tertangkapnya, cumi-cumi kolosal diperkirakan hanya hidup pada kedalaman lebih dari 1.000 m.



KEHIDUPAN MISTERIUS SANG RAKSASA LAUT

Cumi-cumi kolosal pertama kali diketahui oleh manusia pada tahun 1925 ketika para peneliti yang memeriksa isi perut dari bangkai paus sperma (sperm whale; Physeter catodon) menemukan sepasang tentakel cumi-cumi kolosal di dalamnya. Sejak itu, cumi-cumi kolosal beberapa kali tertangkap oleh manusia, baik dalam kondisi sudah rusak maupun masih utuh. Adapun yang terbesar (sekitar 4 m lebih) berhasil ditangkap oleh para nelayan Selandia Baru di perairan Kutub Selatan pada tahun 2007. Bangkai cumi-cumi kolosal tersebut lalu dibawa ke daratan Selandia Baru untuk diteliti. Berdasarkan penelitian mendalam, disimpulkan bahwa cumi-cumi kolosal tersebut berjenis kelamin betina & masih belum berusia dewasa karena ukurannya yang kecil bila dibandingkan dengan pengetahuan ilmuwan mengenai ukuran maksimal cumi-cumi kolosal.

Walaupun para ilmuwan berhasil mendapatkan sejumlah informasi penting mengenai cumi-cumi kolosal dengan meneliti bangkainya, perilaku dari hewan tersebut sendiri masih belum jelas karena sulitnya melakukan pengamatan di habitatnya langsung. Contoh perilaku cumi-cumi kolosal yang masih diperdebatkan adalah mengenai cara makanannya. Salah satu pendapat menyatakan bahwa cumi-cumi kolosal memiliki cara makan yang mirip dengan cumi-cumi lain yang berukuran lebih kecil, yaitu dengan cara aktif berenang & menyergap mangsanya yang berupa ikan besar dengan memakai lengan serta tentakelnya. Pendapat tersebut didasarkan pada laporan yang menyatakan bahwa cumi-cumi kolosal yang ditemukan di tahun 1997 tertangkap saat sedang makan ikan-ikan grouper Antarktika yang tersangkut di jaring nelayan.

Perbandingan ukuran antara bus tingkat &
hewan-hewan laut yang berukuran besar,
termasuk cumi-cumi kolosal. (Sumber)
Pendapat lain menyatakan bahwa cumi-cumi kolosal sebenarnya adalah hewan pemburu pasif. Pendapat tersebut didasarkan dari hasil perhitungan para ilmuwan di mana bila cumi-cumi kolosal adalah hewan pemburu aktif, maka hewan-hewan yang perlu dimakannya pastilah berjumlah banyak. Di sisi lain, jumlah hewan yang bisa hidup pada perairan dalam yang ditinggali cumi-cumi kolosal nyatanya tidak banyak karena tidak adanya organisme produsen (fitoplankton) di kedalaman tersebut sebagai akibat dari tidak adanya sinar matahari. Pendapat bahwa cumi-cumi kolosal adalah hewan pemburu pasif pun diajukan di mana cumi-cumi kolosal dianggap sebagai hewan yang hanya bergerak lambat & memperoleh makanan dengan cara memikat calon mangsanya memakai organ bercahaya.

Ukuran tubuh dari cumi-cumi kolosal tidak lantas membuat hewan ini tidak memiliki musuh sama sekali. Musuh utama dari cumi-cumi kolosal yang diketahui adalah paus sperma yang panjang tubuhnya mencapai 15 m & bisa menyelam hingga kedalaman ribuan meter selama 2 jam lebih untuk menangkap hewan-hewan laut dalam, termasuk cumi-cumi kolosal. Para ilmuwan berharap dengan mengamati perilaku paus sperma lebih sering, maka mereka bisa memperoleh informasi-informasi baru mengenai cumi-cumi kolosal. Selain paus sperma, hewan-hewan seperti gajah laut, paus pilot, & burung albatros juga disebut-sebut memangsa cumi-cumi kolosal saat cumi-cumi tersebut masih berukuran kecil.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Cephalopoda
Ordo : Teuthida
Famili : Cranchiidae
Genus : Mesonychoteuthis (Robson, 1925)
Spesies : Mesonychoteuthis hamiltoni



REFERENSI

ARkive - Sperm whale videos, photos, and facts
Free Online Dictionary - Definition of Colossal 
MarineBio.org - Colossal Squid, Mesonychoteuthis hamiltoni
TONMO - Giant and Colossal Squid Fact Sheet (part 1)
TONMO - Giant and Colossal Squid Fact Sheet (part 2)
Wikipedia - Architeuthis
Wikipedia - Colossal squid


        




Download PDF

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

3 komentar:


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.