SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Paus Sperma, Sang Penakluk Cumi-Cumi Raksasa





(Sumber)

Paus (whale) adalah nama dari sejenis hewan laut yang mudah dikenali dengan melihat ukurannya yang megah bak raksasa. Pasalnya banyak spesies paus yang bisa tumbuh hingga sepanjang belasan atau bahkan puluhan meter. Berdasarkan jenis giginya, paus bisa dibagi ke dalam 2 kelompok utama : paus balin & paus bergigi. Paus balin adalah jenis paus yang tidak memiliki gigi. Namun sebagai gantinya, mereka memiliki struktur bernama balin yang fungsinya menyerupai saringan.

Paus bergigi sesuai dengan namanya adalah paus yang memiliki deretan gigi berukuran besar & tajam di tepian mulutnya. Jika makanan paus balin adalah hewan-hewan kecil semisal udang, maka paus bergigi bisa memakan hewan-hewan yang berukuran besar dengan memakai giginya yang tajam. Dari sekian banyak spesies paus yang tergolong sebagai paus bergigi, paus sperma adalah yang terbesar.

Paus sperma (sperm whale; Physeter macrocephalus) adalah nama dari spesies paus bergigi yang bisa tumbuh hingga sepanjang 19 meter & seberat 50 ribu kilogram. Ukurannya tersebut sekaligus menjadikan paus sperma sebagai spesies paus bergigi terbesar di dunia. Meskipun besar, paus sperma bukanlah spesies paus terbesar di dunia. Predikat paus terbesar di dunia disandang oleh paus biru (Balaenoptera musculus) yang panjang rata-ratanya bisa mencapai 27 meter.

Paus sperma mudah dikenali dengan melihat bagian kepalanya yang berbentuk menyerupai kotak & tubuhnya yang berwarna kelabu gelap. Nama "sperma" pada paus ini diberikan karena bagian kepala hewan ini banyak mengandung cairan bernama "spermaceti" yang wujudnya mirip dengan air mani / sperma. Kalau di Indonesia sendiri, selain dengan nama paus sperma, hewan yang bersangkutan juga dikenal dengan nama "lodan" serta "kotaklema". Namun perlu diperhatikan kalau nama tersebut juga digunakan untuk menyebut spesies paus sperma kerdil & pigmi (genus Kogia) yang penampilannya mirip dengan paus sperma, namun ukurannya jauh lebih kecil.

Penampang kepala paus sperma. (Sumber)

Paus sperma memiliki kepala yang mencakup 1/3 dari panjang total tubuhnya. Besarnya ukuran kepala yang dimiliki oleh paus sperma disebabkan oleh adanya organ spermaceti di bagian dalam kepalanya. Belum diketahui secara pasti fungsi dari organ spermaceti, namun organ tersebut diyakini membantu memfokuskan suara sonar yang dipancarkan oleh paus sperma bersama-sama dengan organ melon / junk. Dengan begitu, paus sperma bisa mengetahui keberadaan benda-benda di sekitarnya dalam kondisi gelap sekalipun.

Keunikan paus sperma bukan hanya ada pada kepalanya. Seperti halnya spesies paus lain, paus sperma juga bernapas dengan paru-paru & memiliki lubang pernapasan di bagian atas kepalanya. Namun tidak seperti spesies paus lain yang lubang pernapasannya terletak di tengah-tengah bagian atas kepalanya, lubang pernapasan paus sperma terletak di bagian kiri puncak kepalanya. Paus sperma tidak memiliki sirip punggung, namun memiliki tonjolan-tonjolan berbentuk segitiga di bagian punggung ekornya.



SANG PENAKLUK LAUT DALAM

Paus sperma bisa ditemukan di seluruh dunia, namun umumnya mereka banyak terdapat di lautan dengan kedalaman 1.000 meter atau lebih. Tidak jarang mereka dapat ditemukan di perairan yang lebih dangkal saat mereka melakukan migrasi musiman. Normalnya paus tidak bisa berada terlalu jauh dari permukaan laut karena mereka harus muncul ke permukaan secara berkala untuk menghirup udara. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi paus sperma yang bisa menyelam hingga kedalaman 3.000 meter & bisa menahan nafas di bawah laut hingga 1 jam.

Paus sperma memang tercipta untuk berburu di kedalaman. Selain sanggup menahan nafas begitu lama, paus ini bisa menggunakan sonarnya untuk menemukan mangsa di kegelapan laut dalam. Paus sperma juga memiliki lapisan lemak yang begitu tebal (35 cm) supaya ia tidak mati kedinginan akibat suhu rendah di laut dalam. Saking tebalnya lapisan lemak yang dimiliki oleh paus sperma, hewan ini amat mudah mati akibat dehidrasi jika sampai terdampar di tepi pantai.

Ilustrasi paus sperma yang sedang memakan cumi-cumi raksasa. (Sumber)

Berkat kemampuannya menyelam begitu dalam, paus sperma pun bisa memangsa hewan-hewan yang habitatnya berada di laut dalam. Mulai dari cumi-cumi, ikan, gurita, & bahkan hiu kecil. Adapun dari sekian banyak hewan laut dalam yang menjadi makanan paus sperma, salah satu mangsa paus sperma yang paling terkenal adalah cumi-cumi raksasa yang panjangnya bisa mencapai belasan meter. Manusia sendiri bisa tahu kalau paus sperma memakan cumi-cumi raksasa dengan melihat isi perut paus sperma yang tertangkap & bekas luka yang ditimbulkan oleh cumi-cumi raksasa pada kulit paus sperma.

Saat makan, paus sperma memiliki kebiasaan menciptakan gumpalan keras bernama "ambergris" yang banyak digunakan dalam industri parfum. Ambergris diduga tercipta ketika bagian-bagian tubuh dari makanan paus yang tidak tercerna menumpuk di dalam saluran pencernaan sebelum kemudian dimuntahkan. Setelah keluar dari tubuh paus, ambergris bisa terombang ambing di laut lepas selama bertahun-tahun lamanya sebelum kemudian terdampar di pantai atau dipungut oleh manusia. 

Paus sperma memiliki pola hidup soliter sekaligus sosial. Paus sperma jantan yang sudah dewasa biasanya hidup menyendiri (kecuali saat musim kawin), namun pejantan muda & betina hidup membentuk kelompok yang anggotanya berjumlah antara 30 hingga 100 ekor lebih. Paus sperma berkomunikasi satu sama lain dengan mengeuarkan aneka macam suara yang bisa terdengar hingga berkilo-kilometer jauhnya.

Induk paus sperma & bayinya. (Sumber)




Saat musim kawin tiba, pejantan akan berkelahi satu sama lain supaya bisa mengawini betina-betina yang ada di suatu kelompok. Saking kerasnya persaingan antar pejantan, hanya kurang dari 25% dari total populasi paus sperma jantan yang sukses melakukan perkawinan. Betina biasanya melakukan perkawinan setiap 2 - 5 tahun sekali. Setelah melakukan perkawinan, betina akan memasuki masa kehamilan selama 1 tahun lebih. Jumlah bayi yang bisa dikandung oleh betina setiap kali hamil hanyalah 1 ekor.

Bayi paus sperma yang baru lahir memiliki panjang 4 meter. Bayi tersebut akan hidup dari air susu induknya hingga usia 2 tahun & memasuki usia kematangan seksual pada usia antara 8 - 11 tahun. Meskipun begitu, paus sperma jantan biasanya baru melakukan perkawinan pada usia 25 tahun. Seekor paus sperma diketahui bisa hidup hingga usia 77 tahun. Paus sperma jantan umumnya berukuran 1,5 kali lebih besar dibandingkan betina.



PEMBURU YANG DIBURU

Sebagai akibat dari ukurannya yang besar, paus sperma tidak memiliki banyak musuh di alam liar. Satu dari sedikit hewan yang diketahui memangsa paus sperma adalah paus pembunuh / orca yang memiliki kebiasaan berburu dalam kelompok kecil. Karena paus pembunuh berukuran lebih kecil dibandingkan paus sperma dewasa, kawanan paus pembunuh biasanya hanya akan mengincar paus sperma yang masih kecil atau yang terpisah dari kelompoknya.

Ancaman yang ditunjukkan oleh paus pembunuh bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan ancaman yang ditunjukkan oleh manusia. Kendati paus sperma sudah lama diburu oleh nelayan tradisional di berbagai wilayah, baru sejak abad ke-19 paus ini diburu secara komersial dalam jumlah yang amat besar karena bagian-bagian tubuhnya memiliki nilai jual yang tinggi. Sebagai contoh, cairan spermaceti dalam kepalanya yang jumlahnya mencapai 4 ton banyak dicari karena bisa diolah menjadi pelumas mesin & lilin yang apinya tidak mengeluarkan asap.

Kawanan pemburu paus di atas bangkai paus sperma. (Sumber)




Ambergris paus sperma digunakan sebagai bahan campuran parfum supaya wanginya tahan lebih lama. Giginya digunakan sebagai bahan pembuat aksesoris & ukiran. Minyaknya bisa digunakan sebagai bahan bakar lampu, minyak pelumas, & kosmetik. Pada pertengahan abad ke-19, jumlah paus sperma yang ditangkap oleh manusia bisa mencapai 5.000 ekor per tahunnya. Sebagai akibatnya, populasi paus sperma pun terus mengalami penurunan. Di Teluk Meksiko contohnya, kawanan paus sperma yang dulunya banyak mendiami perairan tersebut sekarang hampir tidak bisa lagi ditemukan.

Untuk mencegah paus sperma benar-benar menghilang seutuhnya, sejak dekade 1980-an paus sperma sudah tidak diperbolehkan lagi untuk diburu. Sebelum abad ke-19, jumlah paus sperma di seluruh dunia diperkirakan mencapai 1 juta ekor. Namun sekarang jumlah mereka diperkirakan hanya sekitar 300 ribu lebih. Meskipun sudah tidak lagi diburu, paus sperma tidak benar-benar aman dari ancaman manusia karena hewan ini tetap rentan mengalami kematian massal akibat limbah laut, penggunaan sonar oleh kapal laut, tabrakan dengan kapal, & perubahan iklim.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Infraordo : Cetacea
Famili : Physeteridae
Genus : Physeter
Spesies : Physeter macrocephalus



REFERENSI

Animal Diversity Web - Balaenoptera musculus : Information
Animal Diversity Web - Physeter macrocephalus : Information
ANTARA News - Kotaklema Sumber Hidup Warga Lamalera
BBC News - Giant squid eyes are sperm whale defence
Natural History Museum - What is ambergris?
NOAA Fisheries - Sperm Whale
NUSABALI.com - Paus Lodan Kecil Terdampar di Rangkan
Redwood National and State Parks - Toothed vs Baleen Whales
Smithsonian Magazine - The Sperm Whale’s Deadly Call
The Guardian - An extraordinary battle between sperm whales and....

 




Download PDF

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.