SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Ubur-Ubur Telur Ceplok, Si Bundar dari Selatan Eropa





(Sumber)

Ubur-ubur telur ceplok (fried egg jellyfish; Cotylorhiza tuberculata) adalah nama dari sejenis ubur-ubur yang memperoleh nama demikian berkat penampilannya yang khas. Melihat penampilannya sepintas, pengunjung pasti tahu dari mana ubur-ubur ini mendapatkan nama demikian. Tudung bagian atas ubur-ubur ini terlihat seperti telur ceplok / telur goreng. Sementara di bagian bawah tudungnya, terdapat tentakel berwarna-warni yang bentuknya menyerupai gumpalan & dilengkapi dengan sejumlah struktur menyerupai rambut tipis.

C. tuberculata sendiri bukanlah satu-satunya spesies ubur-ubur yang tudungnya berbentuk menyerupai telur ceplok. Spesies ubur-ubur Phacellophora camtschatica juga memiliki penampilan serupa ketika tudungnya dilihat dari atas. Namun selain kemiripan dalam hal bentuk tudung, kedua spesies ubur-ubur tadi bisa dibedakan dengan melihat bentuk tentakelnya. Jika tentakel C. tuberculata berukuran lebih pendek & berwarna-warni, maka tentakel yang ada pada P. camtschatica berukuran lebih panjang & terlihat seperti rambut pucat yang lebat.

Perbandingan ukuran ubur-ubur
dengan manusia. (Sumber)
Ubur-ubur telur ceplok hanya ditemukan di kawasan pesisir Laut Mediterania yang terletak di antara Benua Eropa & Afrika. Seperti halnya spesies ubur-ubur lain, ubur-ubur telur ceplok juga memiliki racun pada tentakelnya. Namun racun tersebut tidak berbahaya & tidak memiliki efek apa-apa bagi manusia. Makanan utama ubur-ubur telur ceplok sendiri adalah zooplankton yang berukuran kecil & hidup terombang-ambing di lautan. Selain dari plankton, tentakel ubur-ubur ini juga dihuni oleh ganggang kecil Zooxanthellae yang membantu menyediakan makanan tambahan bagi ubur-ubur telur ceplok melalui proses fotosintesis. Zooxanthellae pulalah yang memberikan warna biru & ungu pada tentakel ubur-ubur ini.

Ubur-ubur telur ceplok berenang secara lambat dengan cara mengembang kempiskan tudungnya. Hempasan air yang dihasilkan oleh bagian bawah tudungnya ketika mengembang memberikan daya dorong bagi ubur-ubur ini untuk bergerak ke arah yang berlawanan. Karena ubur-ubur ini hanya bisa berenang lambat, ubur-ubur telur ceplok pun rentan menjadi mangsa hewan lain yang berukuran besar semisal penyu. Beberapa spesies anak ikan kerap terlihat menggerombol di sekitar tentakel ubur-ubur telur ceplok karena mereka menjadikan tentakel ubur-ubur ini sebagai tempat berlindung.

Ubur-ubur telur ceplok adalah hewan berumah 2 yang berarti masing-masing individu terdiri dari hewan jantan atau betina. Perkawinan terjadi ketika ubur-ubur yang berbeda jenis kelamin melepaskan sel telur & spermanya ke laut lepas. Begitu sel-sel tersebut bertemu, terjadilah pembuahan & sel telur yang sudah dibuahi selanjutnya berkembang menjadi larva planula yang tubuhnya dipenuhi oleh rambut getar. Planula yang awalnya hidup terombang ambing kemudian akan jatuh ke dasar laut & memasuki fase polip yang hidup menempel di dasar laut.

Fase efira ubur-ubur. (Sumber)
Jika suhu di lautan cukup hangat (antara 20 - 25 derajat Celcius), polip akan membentuk ruas-ruas di mana beberapa ruas teratas akan memisahkan diri dari polipnya. Organisme hasil pemisahan tersebut dikenal dengan nama efira (ephyra) & memiliki pola hidup yang serupa dengan ubur-ubur dewasa. Efira secara berangsur-angsur mengalami pertambahan ukuran & perubahan bentuk hingga menyerupai ubur-ubur dewasa. Seekor ubur-ubur telur ceplok bisa tumbuh hingga diameter maksimum 50 cm walaupun pada umumnya ubur-ubur ini hanya mencapai diameter separuhnya. Ubur-ubur telur ceplok adalah hewan berumur pendek yang usia maksimumnya hanya mencapai 6 bulan. Tepatnya antara musim panas hingga musim dingin waktu setempat.

Ada kalanya ubur-ubur telur ceplok mengalami ledakan populasi sehingga perairan setempat dipenuhi oleh ubur-ubur ini. Menurut para ahli, ledakan populasi tersebut mungkin ada kaitannya dengan limbah organik yang meresap ke dalam tanah & kemudian merembes ke laut sehingga makanan yang bisa dikonsumsi oleh ubur-ubur ini jadi meningkat. Untungnya, karena ubur-ubur ini tidak berbahaya bagi manusia, ledakan populasi ubur-ubur ini justru dianggap sebagai berkah bagi penduduk setempat & para wisatawan yang ingin melihat gerombolan hewan indah ini dari dekat.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Cnidaria
Kelas : Scyphozoa
Ordo : Rhizostomeae
Famili : Cepheidae
Genus : Cotylorhiza
Spesies : Cotylorhiza tuberculata



REFERENSI

Malawi Cichlid Homepage - Cotylorhiza tuberculata (Macri, 1778)
Monterey Bay Aquarium - Mediterranean jelly
Portes Magazine - The Greek Jellyfish – Cotylorhiza C. Tuberculata
L. Prieto, dkk.. 2010. "Environmental Control of Phase....Outbreaker Jellyfish". (file HTML)






Download PDF

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...


1 komentar:


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.