![]() |
| Tawon braconid dari genus Atanycolus yang sedang hinggap di atas bunga. (Richard Bartz / wikimedia.org) |
Senjata biologis (bio-weapon) adalah sebutan untuk senjata yang menggunakan perantaraan mikroorganisme & kuman penyakit untuk menyakiti sasarannya. Anthrax adalah salah satu contoh senjata biologis yang paling terkenal.
Manusia sendiri ternyata bukanlah satu-satunya makhluk hidup yang menggunakan senjata biologis. Hewan pun ternyata juga ada yang menggunakan senjata biologis versinya sendiri untuk melumpuhkan korbannya. Tawon braconid adalah contoh dari hewan tersebut.
Tawon braconid / brakonid adalah sebutan untuk tawon yang dalam klasifikasi ilmiah tergabung dalam famili Braconidae. Ada lebih dari 17.000 spesies tawon yang tergolong sebagai jenis tawon braconid.
Tawon braconid bisa ditemukan di seluruh dunia, kecuali di kawasan kutub yang suhunya amat dingin. Karena tawon braconid terdiri dari begitu banyak spesies, tawon braconid pun memiliki wujud yang beragam. Mereka memiliki warna & ukuran yang berbeda 1 sama lain.
![]() |
| Tawon braconid yang sedang hinggap di atas daun. (Melissa McMasters / wikimedia.org) |
Meskipun begitu, semua spesies tawon braconid masih memiliki kesamaan. Dalam hal ukuran misalnya, semua tawon braconid panjang tubuhnya tidak ada yang sampai 2 cm. Sementara dalam hal perilaku, semua spesies tawon braconid memiliki pola hidup soliter / menyendiri.
Dalam hal fisik, bagian abdomen / perut tawon braconid selalu lebih panjang dibandingkan bagian kepala sekaligus dadanya. Tawon braconid biasanya juga memiliki antena yang lebih panjang dibandingkan tawon pada umumnya.
LAHIR & TUMBUH SEBAGAI PARASIT
Tawon braconid tergolong sebagai tawon parasit. Pasalnya tawon ini memiliki kebiasaan menaruh telur pada tubuh serangga lain supaya larva tawon kelak bisa memakan daging hewan yang bersangkutan.
Karena tawon braconid terdiri dari beragam spesies, tawon braconid pun memiliki pilihan korban yang tak kalah bervariasi. Hewan-hewan yang menjadi korban tawon braconid di antaranya adalah kutu daun, ulat kupu-kupu, hingga larva kumbang.
![]() |
| Tawon braconid saat menaruh telur pada kutu daun. (Alandmanson / wikimedia.org) |
Hanya larva tawon yang hidup dari memakan daging serangga lain. Tawon dewasa di lain pihak menjadikan nektar bunga & cairan manis sebagai makanan utamanya.
Berdasarkan cara menaruh telurnya, tawon braconid bisa dibedakan menjadi tipe ektoparasit & endoparasit. Pada tawon tipe ektoparasit, tawon betina akan menempelkan telur pada kulit korbannya.
![]() |
| Tawon braconid yang sedang menaruh telur pada tubuh ulat. (Nils Linek / wikimedia.org) |
Supaya hewan yang menjadi korban tawon tidak bisa melawan atau melarikan diri, tawon betina akan menyengat korbannya terlebih dahulu hingga lumpuh. Sesudah itu, barulah tawon betina menaruh telurnya di atas tubuh korbannya.
Saat telur tadi menetas menjadi larva, larva hanya perlu menghisap cairan tubuh dari korban yang sudah disediakan oleh induknya. Saat larva sudah tumbuh cukup besar, larva kemudian akan berubah menjadi kepompong & kemudian tawon dewasa.
PUNYA SENJATA TAJAM & SENJATA BIOLOGIS
Pada tawon tipe endoparasit, tawon betina akan menaruh telurnya di dalam tubuh mangsanya. Supaya telurnya bisa masuk, tawon betina pada tipe ini memiliki ovipositor / saluran telur yang bentuknya panjang & tajam seperti jarum.
Ovipositor sendiri aslinya adalah sengat yang sudah termodifikasi supaya bisa digunakan untuk menusuk & menyalurkan telur. Selain tajam, ovipositor milik tawon braconid juga kuat karena bisa digunakan untuk mengebor kayu jika kebetulan hewan yang menjadi korbannya hidup di dalam batang pohon.
![]() |
| Tawon braconid dengan ovipositor panjang yang sedang bertengger di atas kayu. (Katja Schulz / wikimedia.org) |
Saat ujung ovipositor sudah berhasil menembus kulit korbannya, betina kemudian akan menyuntikkan telur ke dalam tubuh korbannya. Bak dokter yang membedah pasien supaya bisa memasukkan sesuatu ke dalam tubuh pasiennya.
Namun memasukkan telur ke dalam tubuh hewan lain ternyata masih belum cukup. Pasalnya seperti halnya manusia, hewan yang menjadi korban tawon braconid juga memiliki sistem kekebalan tubuh.
Saat ada telur dari tawon yang masuk ke dalam tubuhnya, sistem kekebalan tubuh hewan yang bersangkutan akan melihat telur tersebut sebagai benda asing & kemudian menyerangnya hingga mati.
Di sinilah senjata biologis yang dimiliki oleh tawon braconid betina menunjukkan perannya. Saat memasukkan telur ke dalam tubuh korban, tawon braconid di saat bersamaan juga menyuntikkan virus bernama "bracovirus" atau "polydnavirus" ke dalam tubuh korbannya.
Fungsi dari bracovirus adalah untuk melemahkan sistem kekebalan tubuh hewan yang menjadi inang larva tawon. Dengan begitu, telur & larva tawon bisa tetap hidup serta berkembang di dalam tubuh inangnya tanpa khawatir bakal dibunuh oleh sel-sel kekebalan tubuh inangnya.
Saat telur tawon menetas menjadi larva di dalam tubuh inangnya, larva tersebut akan menggerogoti daging korbannya dari dalam. Jumlah larva tawon yang hidup dalam tubuh inang yang sama bisa mencapai 150 ekor!
![]() |
| Kepompong tawon braconid (warna putih) yang menyembul keluar dari tubuh ulat inangnya. (Katja Schulz / wikimedia.org) |
Saat larva sudah tumbuh cukup besar, larva akan menyembul keluar dari tubuh inangnya & kemudian melanjutkan siklus hidupnya sebagai kepompong. Di lain pihak, inang larva tawon bakal mengalami kematian karena sudah kehilangan organ-organ dalamnya.
Bagi manusia sendiri, tawon braconid adalah hewan yang bermanfaat. Pasalnya hewan-hewan yang menjadi korban tawon ini umumnya adalah hewan hama yang merusak tanaman. Berkat keberadaan tawon braconid, dampak kerusakan tanaman di kebun & pekarangan akibat serangan hama pun bisa ditekan.
Tawon braconid juga bukanlah tawon yang berbahaya bagi manusia. Pasalnya tawon ini memiliki ukuran yang amat kecil. Jika tawon braconid merasa terganggu, tawon ini lebih memilih untuk terbang menjauh alih-alih menyengat. - © Rep. Eusosialis Tawon
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Braconidae
REFERENSI
Australian Museum. 2014. "Braconid wasps".
(australian.museum/learn/animals/insects/braconid-wasps/)
Encyclopaedia Britannica. "Braconid wasp".
(www.britannica.com/animal/braconid)
J. Auer & S. Biebl. 2017. "Practical Use Of Braconid Wasps For Control Of The Common Furniture Beetle (Coleoptera: Anobiidae)".
(www.icup.org.uk/conferences/2017/papers/practical-use-of-braconid-wasps-for-control-of-the-common-furniture-beetle-coleoptera-anobiidae/)
Lavoipierre, F.. "Garden Allies: Braconid Wasps".
(pacifichorticulture.org/articles/braconid-wasps/)
S. Srivastava & V. Prasad. 2016. "Chapter 13 - Insect Viruses" dalam "Ecofriendly Pest Management for Food Security". University of Lucknow, India.
(www.sciencedirect.com/science/chapter/edited-volume/abs/pii/B9780128032657000130)
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...








Tidak ada komentar:
Posting Komentar