![]() |
| Seekor platipus yang sedang berenang. (Charles J. Sharp / wikimedia.org) |
Australia. Itulah nama dari negara sekaligus benua terkecil di dunia. Namun Australia bukan hanya terkenal karena luas daratannya yang kecil. Negara tetangga Indonesia ini juga terkenal berkat hewan-hewan khasnya yang eksotik & berwujud unik.
Salah satu contoh hewan khas Australia yang terkenal berkat karakteristik uniknya adalah platipus (platypus; Ornithorhynchus anatinus). Dengan melihat wujudnya sepintas saja, pengunjung pasti sudah tahu apa keunikan yang dimiliki hewan ini.
Platipus memiliki wujud yang nampak seperti gabungan beberapa hewan sekaligus. Kepalanya tidak memiliki daun telinga, namun memiliki paruh berbentuk pipih layaknya paruh bebek / itik.
Tubuhnya berkaki 4 & berbulu layaknya tupai. Ekornya panjang & pipih layaknya ekor berang-berang. Sementara pada telapak kakinya, terdapat jari-jari yang berselaput layaknya telapak kaki bebek & angsa.
Jika itu masih belum cukup aneh, platipus juga diketahui berkembang biak dengan cara bertelur. Namun saat bayinya sudah menetas, platipus justru menyusui bayinya layaknya bayi hewan mamalia.
![]() |
| Bayi platipus yang sedang meminum air susu induknya. (reddit.com) |
Sebagai akibat dari karakteristiknya yang penuh dengan keanehan / anomali tersebut, platipus pun dalam klasifikasi ilmiah dikategorikan dalam kelas Mammalia & ordo Monotremata.
Hewan-hewan yang termasuk dalam ordo Monotremata bertelur sekaligus menyusui anaknya. Selain platipus, hewan lain yang juga tergolong sebagai Monotremata adalah echidna, sejenis hewan mirip landak yang moncongnya panjang seperti trenggiling.
Karena wujudnya yang tidak biasa pula, orang-orang di luar Australia pada awalnya tidak mempercayai keberadaan platipus. Mereka menganggap platipus sebagai sejenis cryptid, sebutan untuk hewan yang keberadaannya masih simpang siur. Sebagai gambaran, Bigfoot & Nessie juga dikategorikan sebagai cryptid.
Saat pengembara Eropa membawa pulang bangkai platipus ke benua asalnya, orang-orang masih belum percaya & menuding kalau bangkai tersebut aslinya adalah bangkai beberapa ekor hewan yang dijahit menjadi satu. Baru saat mereka melihat langsung platipus di habitat aslinya, mereka akhirnya percaya kalau memang ada hewan dengan penampakan seaneh ini.
SANG PENYELAM DARI TIMUR
Sudah disinggung di bagian awal artikel kalau platipus adalah hewan khas Australia. Di Australia sendiri, platipus diketahui hanya dapat ditemukan di Australia timur & Pulau Tasmania, pulau kecil yang letaknya berada di sebelah selatan benua Australia.
Bukan tanpa alasan kenapa habitat alami platipus terkonsentrasi di wilayah-wilayah tadi. Wilayah Australia timur & Pulau Tasmania memiliki curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah Australia lainnya. Sementara platipus menyukai habitat yang banyak airnya.
![]() |
| Habitat asli platipus berada di negara Australia. (britannica.com) |
Di wilayah yang bersangkutan, platipus biasanya ditemukan menghuni sungai, kolam, & laguna (semacam danau yang letaknya berada tepat di sebelah laut). Perairan yang dihuni platipus biasanya memiliki kedalaman maksimum 5 meter.
Platipus adalah hewan soliter alias hidup menyendiri. Mereka hidup di habitat yang banyak airnya karena di sanalah platipus biasa mendapatkan makanannya. Platipus adalah hewan karnivora / pemakan daging, di mana makanan utamanya terdiri dari serangga air, cacing air, udang air tawar, & ikan kecil.
Berkat kakinya yang bersirip, tubuhnya yang berbentuk panjang, & ekornya yang pipih, platipus pun bisa bergerak dengan lincah di air. Platipus bisa menyelam sebanyak 75 kali setiap jamnya.
Setiap kali sudah selesai menyelam, platipus akan menghirup udara selama 10 - 20 detik sebelum kemudian menyelam kembali. Platipus bisa berenang hingga kecepatan 1,4 km/jam.
BERBURU DENGAN BANTUAN LISTRIK
Saat platipus menyelam, platipus akan menahan nafas sambil menutup matanya rapat-rapat. Lantas, bagaimana caranya platipus menemukan mangsa jika ia berenang dengan mata tertutup?
Platipus memiliki 40.000 sel peka listrik (elektroreseptor) pada permukaan paruhnya. Dengan sel-sel itulah, platipus bisa mendeteksi gelombang listrik lemah yang dipancarkan oleh gerakan otot mangsanya. Berkat keberadaan elektroreseptor pulalah, platipus bisa menemukan mangsa dalam kondisi air keruh.
Platipus tidak memiliki gigi. Sebagai gantinya, platipus memiliki struktur keras & berbentuk pipih di bagian atas & bawah rongga mulut di belakang paruhnya.
Struktur tersebut dikenal dengan nama "cakram penggilas" (grinding plates). Fungsi dari cakram penggilas adalah untuk mengunyah daging yang dimakan platipus hingga lumat seperti bubur, sehingga daging tadi kemudian bisa diolah oleh saluran pencernaan platipus.
PUNYA DURI BERACUN
Platipus jantan & betina sekilas nampak mirip saat dilihat, namun keduanya masih dapat dibedakan jika dilihat dengan seksama. Pejantan biasanya berukuran lebih besar dibandingkan betina.
Pejantan juga memiliki duri mirip taji ayam pada kaki belakangnya. Fungsi dari duri tersebut adalah sebagai alat pertahanan diri & sebagai senjata saat platipus jantan bertarung satu sama lain.
![]() |
| Taji platipus jantan. (Elonnon / wikimedia.org) |
Duri yang dimiliki oleh platipus jantan menyebabkan hewan ini harus diperlakukan dengan hati-hati. Pasalnya selain tajam, duri tersebur juga mengandung racun. Jika manusia sampai tertusuk oleh durinya, bagian tubuh yang terkena tusukan bakal terlihat bengkak & terasa perih hingga berminggu-minggu lamanya.
Saat platipus jantan ingin mengawini betina, ia akan menggigit ekor betina dengan paruhnya. Jika betina sedang tidak ingin kawin, betina akan berusaha berenang menjauhi pejantan hingga pejantan melepaskan gigitannya.
Namun jika betina menunjukkan ketertarikan, keduanya akan kawin. Sesudah kawin, betina akan naik ke darat & menggali sarang di bawah tanah. Di dalam sarang yang berwujud ruangan bawah tanah tersebut, betina akan mengeluarkan telurnya.
Jumlah telur yang dikeluarkan oleh betina berkisar antara 1 - 3 butir. Saat telurnya sudah keluar, betina akan mengerami telur-telur tadi. Waktu yang diperlukan oleh telur platipus untuk menetas kurang lebih sekitar 2 minggu.
![]() |
| Bayi platipus yang baru menetas dari telurnya. (Smithsonian Channel / dailymotion.com) |
Tidak seperti hewan mamalia betina lainnya, platipus tidak memiliki puting susu. Sebagai gantinya, air susu platipus akan merembes keluar melalui kelenjar di perutnya. Karena cara keluarnya tersebut, platipus betina pun seolah-olah terlihat sedang "berkeringat" air susu.
Bayi platipus hidup dari air susu induknya hingga usia 4 bulan. Mereka mengalami kematangan seksual pada usia 2 tahun & bisa hidup hingga usia 12 tahun. Seekor platipus bisa tumbuh hingga ukuran maksimum 46 cm dari ujung paruh hingga ujung ekornya.
PLATIPUS & MUSUHNYA
Karena platipus bukanlah hewan berukuran besar, platipus pun memiliki banyak musuh di alam liar. Saat sedang di darat, mereka rentan dimangsa oleh ular, elang, kucing liar, serta dingo (sejenis anjing liar khas Australia). Sementara di air, mereka rentan dimangsa oleh belut / sidat besar.
Untuk melindungi diri, platipus mengandalkan kemampuannya untuk berenang & menyelam jauh di dalam air yang keruh. Platipus jantan juga bisa melindungi diri dengan cara menusukkan tajinya yang beracun.
![]() |
| Perbandingan ukuran platipus dengan manusia. (TarongaSydney / youtube.com) |
Manusia di masa lampau juga menjadi ancaman bagi platipus. Pasalnya platipus sempat ditangkap secara besar-besaran supaya kulit & bulunya bisa diolah menjadi bahan pakaian.
Praktik tersebut untungnya tidak berlanjut lebih lama lagi setelah pada tahun 1912, pemerintah Australia menetapkan platipus sebagai hewan yang dilindungi. Sekarang, platipus tidak dianggap sebagai hewan terancam punah & keberadaannya menjadi contoh nyata mengenai bagaimana uniknya ekosistem Australia. - © Rep. Eusosialis Tawon
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Monotremata
Famili : Ornithorhynchidae
Genus : Ornithorhynchus
Spesies : Ornithorhynchus anatinus
REFERENSI
AMNH. 2018. "To Hunt, the Platypus Uses Its Electric Sixth Sense".
(www.amnh.org/explore/news-blogs/platypus-electroreception-hunting)
Australian Platypus Monitoring Network. "How to Spot a Platypus in the Wild".
(www.platypusnetwork.org.au/spot-a-platypus)
Bianca. 2020. "Wide world of venom - the platypus".
(biomedicalsciences.unimelb.edu.au/departments/department-of-biochemistry-and-pharmacology/engage/avru/blog/wide-world-of-venom-the-platypus)
Davis, L.. 2020. "Seven species that used to be cryptids".
(blogs.iu.edu/sciu/2020/12/12/seven-cryptids-species/)
Ojo, E.. 2008. "Ornithorhynchus anatinus".
(animaldiversity.org/accounts/Ornithorhynchus_anatinus/)
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...









Tidak ada komentar:
Posting Komentar