![]() |
| Seekor Cystisoma. (David Shale / wikipedia.org) |
Cystisoma. Itulah nama dari sejenis hewan laut yang wujudnya sepintas nampak seperti alien di film-film fiksi ilmiah. Bagaimana tidak, hewan ini memiliki tubuh yang nampak transparan dengan kepala lonjong menyerupai bohlam & kaki berjumlah banyak.
Jika dilihat dengan lebih seksama, Cystisoma nampak memiliki tubuh menyerupai udang. Tubuhnya berbentuk panjang & beruas-ruas. Di ujung ekornya, terdapat sirip berbentuk lancip. Lalu di bawah tubuhnya, terdapat beberapa pasang kaki, di mana barisan kaki yang terletak di bagian depan ukurannya jauh lebih panjang dibandingkan barisan kaki di bagian ekor.
Kaki yang ukurannya lebih pendek tersebut adalah kaki renang. Sesuai dengan namanya, fungsi dari kaki tersebut adalah untuk membantu hewan ini berenang & melayang di air.
Kaki yang ukurannya panjang berfungsi untuk menangkap mangsa. Saat Cystisoma sedang berenang, kaki ini akan berada dalam posisi terlipat atau terentang kaku. Jika Cystisoma ingin mengubah arah saat berenang, ia hanya perlu menggerakkan kaki panjangnya.
Di bagian depan tubuh Cystisoma, terdapat kepala yang bentuknya lonjong seperti bola lampu. Lalu di ujungnya, terdapat sepasang antena. Cystisoma memiliki mata yang ukurannya amat besar jika dibandingkan dengan tubuhnya. Pasalnya mata hewan ini hampir memenuhi seluruh bagian atas kepalanya.
Karena Cystisoma memiliki banyak kemiripan dengan udang, Cystisoma pun dalam klasifikasi ilmah digolongkan dalam subfilum Crustacea, kelas Malacostraca. Adapun selain Cystisoma, kelas Malacostraca juga mencakup hewan-hewan seperti kepiting, udang, hingga lobster.
Selain dengan nama Cystisoma, hewan yang sama juga dikenal dengan nama "amfipod kristal" (crystal amphipod). Amfipod adalah sebutan untuk Crustacea air yang anatomi dasarnya menyerupai udang, namun anggota badannya memiliki bentuk & ukuran yang amat beragam.
TERLATIH UNTUK HIDUP DALAM GELAP
Cystisoma sangat jarang terlihat oleh manusia karena hewan ini hanya dapat ditemukan di laut pada kedalaman antara 200 hingga 900 meter. Dikombinasikan dengan kulit & organ dalamnya yang nampak tembus pandang, Cystisoma pun menjadi hewan laut yang sangat sulit ditemukan jika hanya mengandalkan indra penglihatan.
Bicara soal penglihatan, karena Cystisoma memiliki mata yang ukurannya amat besar & mencakup 1/3 bagian tubuhnya, Cystisoma pun memiliki indra penglihatan yang cukup tajam. Ia bisa menemukan mangsa meskipun habitatnya memiliki pencahayaan remang-remang.
![]() |
| Mata Cystisoma (kotak merah). (David Shale / wikipedia.org) |
Makanan utama Cystisoma adalah zooplankton & ubur-ubur. Saat Cystisoma berhasil menemukan mangsanya, ia akan segera menyergap mangsa tersebut dengan kaki-kakinya yang panjang, lalu merobeknya supaya mangsa tadi bisa ia makan.
Cystisoma bukan hanya memiliki indra penglihatan yang tajam. Ia juga memiliki indra penciuman yang tak kalah peka. Cystisoma mencium aroma kimia di sekitarnya dengan memakai antenanya. Dengan antena itu pulalah, Cystisoma jantan bisa menemukan pasangannya di kejauhan.
Sesudah melakukan perkawinan dengan pejantan, Cystisoma akan menghasilkan bayi. Bayi tersebut selanjutnya akan hidup dalam kantong khusus yang menempel pada bagian dada induk Cystisoma.
Tidak seperti Cystisoma dewasa yang bertubuh transparan, kantong berisi bayi Cystisoma tidak memiliki sifat tembus cahaya. Sebagai akibatnya, induk Cystisoma yang sedang membawa kantong berisi bayi menjadi lebih mudah dilihat oleh pemangsanya.
Supaya ia & keturunannya memiliki peluang bertahan hidup lebih tinggi, induk Cystisoma diyakini tidak menghabiskan waktu lama saat membawa bayinya.
Saat bayi Cystisoma sudah tumbuh hingga ukuran tertentu, ia harus segera pergi meninggalkan kantongnya & hidup mandiri. Cystisoma tergolong sebagai hewan berukuran sedang & bisa tumbuh hingga sepanjang 15 cm.
TERANCAM DIUSIK DI KEDALAMAN
Sebagai akibat dari fisiknya yang transparan & habitatnya yang berada di laut dalam, masih banyak hal yang belum diketahui mengenai hewan ini. Termasuk mengenai daur hidup & rentang usianya.
Tidak diketahui secara pasti jumlah populasi Cystisoma di alam liar. Sebagai akibatnya, ilmuwan pun masih belum yakin apakah hewan ini memiliki populasi yang melimpah atau justru sedang terancam punah.
Permasalahannya adalah jika wacana tersebut jadi dilaksanakan, hewan-hewan laut dalam yang kebetulan berada di sekitar lokasi penambangan bakal ikut menerima dampaknya.
Untuk kasus Cystisoma, penambangan bawah laut akan menghasilkan limbah yang mengotori air. Dampaknya, Cystisoma menjadi lebih sulit melihat kondisi sekelilingnya, sehingga mereka menjadi lebih sulit menemukan mangsa. Jika situasi macam itu terus berlanjut, populasi Cystisoma dikhawatirkan bakal mengalami penurunan tajam akibat kelaparan massal. - © Rep. Eusosialis Tawon
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Malacostraca
Ordo : Amphipoda
Famili : Cystisomatidae
Genus : Cystisoma
REFERENSI
A. Gale, dkk.. 2026. "US, Japan Plan World's Deepest Undersea Mine to Challenge China".
(www.bloomberg.com/news/features/2026-08-12/us-japan-plan-world-s-deepest-undersea-mine-to-challenge-china)
MBARI. "Crystal amphipod Cystisoma spp.".
(www.mbari.org/animal/crystal-amphipod/)
Scales, H.. 2022. "Discovered in the deep: the crustacean with eyes for a head".
(www.theguardian.com/environment/2022/sep/14/discovered-in-the-deep-the-transparent-crustacean-with-enormous-eyes-cystisoma)
WoRMS. "Cystisoma Guérin-Méneville, 1842".
(www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=101793)
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...






Tidak ada komentar:
Posting Komentar