FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Persenjataan Rayap




(Sumber)

Apa yang kita pikirkan bila kita mendengar kata rayap? Orang umumnya hanya tahu bahwa rayap adalah serangga kecil & lemah yang sukanya merusak kayu. Karena perilakunya itu pula, rayap seringkali dipandang miring & remeh oleh kebanyakan orang. Padahal sebagai salah satu serangga sosial, rayap merupakan salah satu hewan dengan perilaku paling kompleks yang pernah ada.

Ada sekitar ribuan spesies rayap yang diketahui di dunia & semuanya merupakan herbivora yang memakan segala macam materi dari tumbuhan, termasuk kayu. Kebiasaan mereka memakan kayu sebenarnya merupakan kebiasaan yang berguna di alam liar karena membantu mempercepat penguraian bangkai pohon yang kemudian memberi nutrisi pada tanah. Beberapa rayap bahkan juga diketahui membuat ladangnya sendiri dengan cara berak & kemudian memakan jamur yang tumbuh di atas tinjanya tersebut.

Dibandingkan dengan serangga-serangga sosial lain, rayap bisa dibilang merupakan yang paling lemah karena bertubuh lunak & lamban. Hal yang tidak mengherankan sebenarnya karena rayap adalah hewan herbivora yang pasif, bukan omnivora atau pemburu macam semut & tawon. Untuk melindungi komunitasnya, rayap biasa membangun sarang tebal yang sangat sulit dijebol. Namun kadang-kadang tembok tebal pun tak cukup sehingga mau tak mau, rayap harus bertarung. Berikut adalah beberapa metode rayap dalam membela dirinya & keutuhan koloninya :



1. Hidup dengan Pedang Beracun

Rayap kayu prajurit. (Sumber)
Inilah teknik bela diri rayap yang paling umum, dengan memakai rahang yang tajam. Hanya prajurit yang memiliki rahang untuk bertarung & kepala dengan cangkang lebih tebal sebagai perlindungan. Daya rusak dari rahang tajamnya juga bervariasi antar spesies. Ada yang hanya sebatas menimbulkan luka gigitan parah pada musuhnya, sementara yang lainnya bahkan cukup kuat untuk memutus anggota tubuh semut - musuh terbesar rayap - dengan sekali gigitan!

Untuk menambah efektifitas senjatanya, rayap rajurit juga menghasilkan enzim air liur yang beracun. Racun itu biasanya dikeluarkan bersamaan dengan gigitan rayap sehingga saat rayap menyerang, racun tersebut akan langsung masuk ke dalam luka musuhnya. Jenis racun yang dihasilkan rayap bervariasi, namun rata-rata racun dari gigitan rayap bersifat antikoagulan (anti pembekuan darah) sehingga semut yang baru berhasil mengalahkan rayap pun bisa segera mati juga akibat dehidrasi & kehabisan darah.

Dalam pertarungan satu lawan satu, rayap prajurit seringkali bisa dikalahkan semut karena rayap tidak segesit semut. Untuk mengantisipasinya, beberapa rayap yang hidup di kayu kering sudah mengembangkan teknik khusus yang disebut fragmosis / fragmotik (phragmotic). Dalam teknik itu, rayap prajurit akan memakai kepalanya untuk memblokir terowongan & hanya menyisakan rahang di pintu lubang sehingga setiap semut yang berusaha menerobos akan menghadapi resiko digigit hingga tewas. Jika rayap tersebut akhirnya gugur, maka posisinya segera digantikan oleh rayap di belakangnya. Taktik tersebut dijalankan terus hingga semut penyerang memutuskan untuk mundur.


2. Senapan & Senjata Kimia

Beberapa ekor rayap nasut prajurit. (Sumber)
Dalam sejarah peperangan manusia, kita tentu tahu bahwa pada awalnya manusia mengembangkan senjata jarak dekat seperti pedang & belati. Seiring waktu, manusia mulai mengembangkan senjata jarak jauh seperti panah & senapan sehingga mereka bisa membunuh sebanyak mungkin tanpa terluka. Senjata-senjata jarak jauh itupun juga bisa dimodifikasi semisal diberi tambahan api atau racun untuk menambah efektifitasnya pada target-target tertentu.

Well, pada beberapa spesies rayap, kondisinya bisa dibilang agak mirip. Sejumlah rayap - utamanya dari genus Nasutitermes - kasta prajuritnya tidak memiliki rahang yang tajam seperti rayap-rayap lain untuk bertarung. Sebagai gantinya, mereka memiliki semacam tabung senapan di atas kepalanya yang disebut nasus atau nasut (nasute). Sepintas rayap dengan nasus kelihatan lucu & tidak berbahaya, namun fakta di lapangan saat bertarung menunjukkan hal sebaliknya bagi musuh-musuh mereka.

Rayap nasus - seperti rayap berahang tajam - juga menghasilkan racun untuk mengalahkan musuhnya. Bedanya, mereka tidak memakai racunnya sebagai penambah luka saat menggigit, melainkan sebagai peluru bagi meriam nasus mereka. Ketika bertemu musuh, rayap nasus akan membentuk semacam formasi sejajar, lalu menembak musuhnya bersama-sama. Hebatnya, rayap nasus bisa menembak musuhnya dengan akurat walaupun mereka tidak memiliki mata. Untuk mendeteksi posisi musuhnya, mereka hanya memakai antenanya yang peka terhadap bau & getaran.

Racun yang dihasilkan dari rayap nasus lebih bervariasi dibandingkan racun yang dihasilkan rayap dengan rahang tajam mengingat racun inilah proyektil utamanya sehingga harus bisa melumpuhkan musuh dengan cepat. Beberapa racun dari rayap nasus bersifat melepuhkan & bisa menghabisi semut hanya dengan sekali tembak, sementara racun lainnya bersifat lengket sehingga bisa menghambat pergerakan mereka & membunuhnya perlahan-lahan. Racun yang dihasilkan rayap nasus bahkan diketahui cukup kuat untuk mengusir mamalia pemakan semut yang notabene bertubuh besar & berbulu tebal!


3. Bom Bunuh Diri

Rayap dari genus Globitermes. (Sumber)
Siapapun yang pernah membaca kisah tentara Jepang di Perang Dunia II pasti mengetahui bahwa dalam sejumlah pertempuran, tentara-tentara Jepang banyak memakai taktik bunuh diri. Saat menyerang pangkalan Pearl Harbour misalnya, para pilot Jepang menabrakkan pesawatnya ke kapal & bangunan musuh sehingga pangkalan itu bisa direbut hanya dalam sekali penyerbuan. Dalam pertempuran laut, para tentara Jepang juga diketahui mengoperasikan kapal-kapal selam mini yang penuh muatan eksplosif. Ketika bertemu target berupa pelabuhan atau kapal musuh, kapal selam mini tersebut akan segera meledakkan dirinya.

Percaya atau tidak, rayap juga memiliki taktik bunuh diri yang serupa, salah satunya rayap dari genus Globitermes yang hidup di hutan hujan Asia Tenggara. Ciri khas mereka adalah adanya cairan kuning dalam perut mereka sebagai bahan peledak. Ketika sarang mereka diserang, mereka akan segera mengeroyok musuhnya, lalu... KABOOM!! Mereka segera meledakkan dirinya & melepaskan cairan kuning yang lengket ke arah musuh sehingga musuh pun tidak bisa bergerak! Taktik bunuh diri ini disebut autotisis (autothysis) & dilakukan untuk menahan serangan musuh untuk sementara waktu hingga rayap prajurit tiba di lokasi bahaya atau hingga semut penyerang mundur.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI RAYAP

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Subkelas : Pterygota
Infrakelas : Neoptera
Superordo : Dictyoptera
Ordo : Isoptera



REFERENSI 

Cronodon - Insect Society
Wikipedia - Globitermes sulphureus
Wikipedia - Termite


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

10 komentar:

  1. Sial, hewan inilah yang sempat memporakporandakan rumah saya di Surabaya... :(

    BalasHapus
  2. Kalo dirumah saya kalo ada rayap pasti menjadi musuh, karena merusak bangunan rumah, merusak pintu, meja, jendela, padahal udah dikasih cat, masih aja doyan. huh..

    BalasHapus
  3. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    rayap itu satwa yang rakus banget.

    BalasHapus
  4. ngeri oiii ... ternyata persenjataan rayap udah canggih ... hehe

    Semoga persahabatan kita tiada lekang oleh waktu dan tiada terbatas oleh ruang

    BalasHapus
  5. ihhh rayap... [ngeluarin anti serangga]

    terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. boleh tukeran link ya? linknya sudah terpasang di blog saya. terima kasih.

    BalasHapus
  6. Hehehe, seperti yang saya duga, kebanyakan komentar soal rayap sebagai perusak kayu. Tapi wajar aja sih karena memang itu yang paling terkenal dari rayap

    @lambertoes
    Siap bos, laksanakan. Silakan dicek.

    BalasHapus
  7. WAH TERNYATA BINATANG SEKECIL RAYAP PUNYA SENJATA YANG AMPUH JUGAYA.....CK.CK.CK.CK....

    Bali Prewedding Photography, Bali Photography, Bali Wedding

    BalasHapus
  8. jadi tambah ngerti, tenyata rayap bisa bunuh diri...
    KABOOM!! (jadi inget Deidara)

    BalasHapus
  9. wah tetap semangat ya yappp. kembangin senjata terbaru lagi biar semut ngga nyerang kalian lagi wkwkwk

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.