Makna Lirik Lagu Led Zeppelin - Stairway to Heaven



Gambar ilustrasi tangga yang mengarah ke surga.

Led Zeppelin adalah grup musik beraliran rock yang berasal dari Inggris. Pertama kali terbentuk pada tahun 1968, grup band yang aktif hingga dekade 1980-an ini terkenal sebagai salah satu band paling terkenal & paling berpengaruh dalam perkembangan musik dunia. Band ini juga terkenal karena salah satu personilnya - Jimmy Page - dalam sejumlah kesempatan kerap terlihat memainkan gitar yang memiliki 2 leher / gagang sekaligus.

Ada begitu banyak lagu yang pernah dirilis oleh band ini. Dari sekian banyak lagu yang pernah mereka buat, salah satu lagu mereka yang paling terkenal adalah lagu yang berjudul "Stairway to Heaven" (StH; Tangga ke Surga). Lagu yang dibuat oleh Jimmy Page & Robert Plant ini pertama kali dirilis pada tahun 1971.

Lagu StH amat mudah dikenali karena lagu ini memiliki ciri khas & struktur yang berbeda dibandingkan lagu-lagu pada umumnya. Sebagai contoh, lagu StH tidak mengenal konsep reffrain. Sebagai akibatnya, lagu ini hampir tidak pernah menggunakan kalimat yang sama dalam lirik lagunya.

Lagu StH juga tergolong sebagai lagu yang amat panjang karena durasi lagu ini mencapai 8 menit. Kemudian jika paruh awal lagu ini memiliki melodi yang terkesan lambat & sendu, maka bagian paruh akhir lagu ini memiliki melodi yang terkesan enerjik & riang.

Berkat lirik lagunya yang terkesan puitis, permainan gitarnya yang memukau, & melodinya yang enak didengar, lagu StH pun menjadi salah satu lagu Led Zeppelin yang paling terkenal. Majalah musik Rolling Stones sampai menobatkan lagu ini sebagai lagu terbaik ke-31 sepanjang masa. Di AS, lagu ini pada dekade 1970-an juga menjadi salah satu lagu yang paling banyak diputar di stasiun-stasiun radio setempat.

Saking tingginya popularitas lagu StH pada periode tersebut, lagu ini merupakan salah satu lagu yang paling kerap dimainkan oleh orang-orang yang hendak membeli gitar baru di toko alat musik. Sampai-sampai ada lelucon kalau lagu StH merupakan "lagu terlarang" di toko alat musik, saking bosannya pemilik toko mendengar lagu tersebut.

Lagu StH bukan hanya terkenal karena aspek musikalitasnya. Sejumlah pecandu teori konspirasi meyakini kalau lagu StH aslinya adalah lagu yang memiliki pesan terselubung mengenai pemujaan setan. Dugaan ini awalnya muncul karena lirik lagu StH banyak menyisipkan kata-kata berunsur misterius seperti tangga ke surga, Ratu Mei, wanita yang memancarkan cahaya putih, & lain sebagainya.

Dugaan kalau lagu ini mengandung unsur Satanisme hanya semakin menguat karena saat bagian pertengahan lagu ini diputar secara terbalik, akan terdengar kata-kata seperti "my sweet satan" (setanku yang manis) serta "sad satan" (setan yang sedih). Bagian tersebut terdengar pada bagian lagu yang mengandung kalimat "if there's a bustle" (jika ada keramaian) beserta kelanjutannya.

Para personil Led Zeppelin sendiri membantah kalau mereka menyisipkan unsur Satanisme dalam lagunya. Mereka menegaskan bahwa mereka membuat lagu ini untuk diputar secara normal, bukannya secara terbalik. Eddie Kramer selaku orang yang membantu proses perekaman lagu ini sampai menyebut kalau klaim StH sebagai lagu berunsur Satanisme merupakan klaim yang mengada-ada.

Klaim kalau lagu StH mengandung pesan terselubung sendiri nampaknya tetap tidak akan hilang dalam waktu dekat. Pasalnya kendati lagu ini sudah dirilis lebih dari setengah abad lalu, makna asli dari lagu ini masih menjadi bahan perdebatan hingga sekarang. Jadi dalam kesempatan kali ini, pihak Republik akan mencoba mengulas apa makna yang dikandung dalam lirik lagu StH.


Band Led Zeppelin. (rollingstone.com)


ANALISA LIRIK

There's a lady who's sure
All that glitters is gold
And she's buying a stairway to Heaven


Bagian ini bercerita tentang seorang wanita mapan yang berprinsip kalau kebahagiaan hanya bisa didapat jika orang tersebut memiliki banyak harta mewah, misalnya emas (there's a lady who's sure, all that glitters is gold). Sampai-sampai ia berkeyakinan kalau kekayaan bisa membuatnya membeli tangga ke surga (and she's buying a stairway to Heaven).

Surga yang dimaksud oleh wanita tersebut bukanlah surga di akhirat / alam sesudah kematian. Surga seperti yang kita tahu identik dengan hal-hal yang penuh dengan kegembiraan. Jadi menurut wanita tersebut, jika ia ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari kehidupannya sekarang, maka ia harus berani mengorbankan sebagian harta pribadi miliknya.

Mungkin ada di antara anda yang penasaran, mengapa lagu ini harus memakai wanita sebagai tokoh utamanya? Seperti yang kita tahu, dalam aneka macam karya seni, wanita kerap digambarkan sebagai sosok yang cantik namun rapuh. Wanita juga kerap diceritakan baru akan memiliki hidup yang sempurna jika sudah menikah & memiliki pendamping hidup

Ketika seorang wanita memasuki suatu tempat & kehidupan yang benar-benar baru, ada 2 hal yang bisa terjadi pada wanita tersebut. Jika ia kebetulan mendapatkan pendamping hidup yang pengertian & lingkungan yang mendukung, wanita tersebut bisa hidup semakin mapan & akan semakin banyak orang yang terpesona akan kecantikannya.

Namun jika sang wanita kebetulan mendapatkan pendamping hidup & lingkungan yang buruk, wanita tersebut bakal kesulitan untuk bangkit & melawan karena ia tidak memiliki fisik yang kuat. Kemudian akibat perlakuan buruk dari sekitarnya, wanita tersebut turut kehilangan paras cantiknya.

Akibatnya, wanita tersebut secara perlahan akan dilupakan orang-orang di kehidupannya yang lama. Sementara di kehidupannya yang baru, wanita tersebut dianggap sebagai sosok rendahan yang dianggap tidak bisa apa-apa tanpa keberadaan pendamping hidupnya.


When she gets there she knows
If the stores are all closed
With a word she can get what she came for

Oo oo oo oo oo oo oooh
And she's buying a stairway to Heaven


Bagian ini ingin menunjukkan kalau wanita tersebut ingin pergi ke suatu tempat (when she gets there). Kendati tempat tersebut nampak sungguh asing baginya, wanita tersebut pada awalnya tidak merasa khawatir (she knows). Pasalnya ia menganggap dirinya sebagai sosok yang kaya & terpandang.

Jadi ketika ia menginginkan sesuatu, wanita tersebut hanya perlu mengatakannya & apa yang ia inginkan bakal segera tersaji di hadapannya (with a word she can get what she came for).

Kalaupun wanita tersebut tidak bisa mendapatkannya di tempat barunya karena tidak ada toko yang menyediakannya di sana (if the stores are all closed), ia bisa mendatangkannya dari tempat lain dengan memanfaatkan kekayaan & reputasi miliknya. Layaknya seseorang yang memiliki tangga pribadi ke surga idamannya (she's buying a stairway to Heaven).

Bagian ini bukan hanya bisa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ingin pindah ke tempat tinggal baru. Bagian ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang ingin memulai kehidupan baru. Entah itu menikah, menjalani pekerjaan baru, melanjutkan pendidikan di sekolah baru, & lain sebagainya.


There's a sign on the wall
But she wants to be sure
'Cause you know sometimes words have two meanings


Pada bagian ini, sang wanita mulai merasa bimbang. Ia melihat ada pesan yang muncul di dinding (there's a sign on the wall) mengenai bahaya yang akan terjadi jika ia sampai pergi ke tempat baru yang ia impikan. Dalam pesan yang sama, wanita tersebut diperingatkan kalau kekayaan & kemudahan yang ia miliki selama ini tidak akan berguna jika ia sudah benar-benar tiba di sana.

Tulisan "pesan di dinding" sendiri bisa dimaknai secara konotatif. Bisa saja apa yang dimaksud di bagian ini aslinya bukanlah tulisan di dinding sungguhan, melainkan desas desus & kabar pengakuan dari orang yang sudah lebih dulu tinggal di sana.

Atau bisa saja, "pesan di dinding" aslinya adalah pikiran negatif yang tiba-tiba muncul di dalam benak sang wanita. Ia mulai berpikir secara mendalam mengenai tempat baru yang hendak ia tinggali, sehingga ia mulai meyakini kalau kemudahan yang selama ini ia miliki di tempat tinggalnya sekarang tidak akan berguna di tempat tinggalnya yang baru.

Sebagai contoh, bisa saja sang wanita kelak bakal dikucilkan di tempat tinggal barunya karena ia dianggap bukan siapa-siapa. Atau bisa saja, sesampainya di tempat tinggal barunya, wanita tersebut justru malah diperdaya & diperas oleh orang-orang yang ada di sana.

Kombinasi dari hal-hal tadi menyebabkan sang wanita tidak lagi seoptimis sebelumnya. Namun hal tersebut tidak lantas membuat ia berubah pikiran sepenuhnya.

Sang wanita kini mencoba memahami dari sudut pandang lain (she wants to be sure) perihal maksud dari "pesan di dinding". Karena bisa saja, ia salah mencerna maksud dari informasi tersebut. Bisa saja pesan tersebut memiliki informasi & maksud lain yang kebetulan ia lewatkan (sometimes words have two meanings).


In a tree by the brook
There's a songbird who sings
Sometimes all of our thoughts are misgiven
Ooh, it makes me wonder
Ooh, it makes me wonder


Bagian ini ingin menggambarkan kalau ada seekor burung yang sedang bernyanyi (there's a songbird who sings) sambil bertengger di atas pohon yang terletak di samping selokan (in a tree by the brook).

Burung seperti yang kita tahu merupakan hewan yang memiliki kemampuan untuk terbang & bertengger di tempat tinggi. Berkat kemampuannya tersebut, burung pun bisa berpergian sambil melihat segala hal yang terjadi di sekelilingnya dengan lebih cepat. Tidak seperti manusia yang memerlukan bantuan alat komunikasi & manusia lain supaya bisa mendapatkan informasi di tempat lain saat tidak bisa menyaksikannya sendiri.

Ilustrasi burung yang sedang bernyanyi. (birding-world.com)

Dengan melihat penjelasan tersebut, maka kalimat "burung yang sedang bernyanyi" mungkin tidak dimaksudkan untuk menjelaskan burung sungguhan. Melainkan kabar burung & informasi yang sifatnya berlawanan dengan informasi yang selama ini dipercaya oleh kebanyakan masyarakat.

Sebagai contoh, jika kebanyakan orang berpandangan kalau pindah ke suatu tempat bakal membuat hidup mereka lebih baik, maka menurut desas-desus ini, tinggal di tempat baru tersebut ternyata tidaklah senyaman & semudah apa yang diyakini oleh kebanyakan orang.

Atau bisa juga, "burung" yang dimaksud dalam bagian ini adalah firasat yang dimiliki oleh wanita tersebut. Ia memang memiliki kekayaan pribadi yang melimpah. Namun ia tidak yakin apakah kekayaan yang dimilikinya tersebut bakal menjadi modal yang cukup untuk bertahan hidup di tempat tinggalnya yang baru.

Sebagai akibatnya, wanita tersebut bakal merasa semakin was-was setiap kali hendak melakukan sesuatu (sometimes all of our thoughts are misgiven). Ia tidak tahu informasi mana yang sebaiknya dijadikan patokan mengingat ia tidak pernah mengalaminya sendiri, sehingga ia kemudian merasa bimbang sekaligus penasaran (it makes me wonder).


There's a feeling I get
When I look to the west
And my spirit is crying for leaving


Bagian ini ingin menggambarkan apa yang dipikirkan oleh wanita berdasarkan sudut pandangnya. Wanita tersebut ingin pindah ke suatu tempat di Barat (when I look to the west) karena ia merasa (there's a feeling I get) kehidupannya bakal menjadi lebih baik. Saking inginnya wanita tersebut pindah ke Barat, ia merasa begitu kesepian & menangis di dalam hatinya (and my spirit is crying for leaving).

Jika kita melihat bagian ini sebagai analogi, maka bagian ini merupakan gambaran para personil Led Zeppelin saat ingin mengembangkan karirnya lebih jauh. Led Zeppelin merupakan band yang berasal dari Inggris. Sementara di sebelah barat Inggris, terdapat negara Amerika Serikat (AS) yang dikenal memiliki industri hiburan yang amat maju & penikmat musik yang jumlahnya amat banyak.

Karena tertarik akan hal-hal tadi, maka Led Zeppelin pun merasa tertarik untuk mengembangkan jangkauan musiknya hingga ke wilayah AS. Namun jika disambungkan dengan bagian-bagian sebelumnya pada lagu ini, Led Zeppelin justru merasa ragu saat ingin memperluas jangkauan musiknya.

Keraguan tersebut disebabkan oleh banyak hal. Misalnya karena mereka khawatir jika musik mereka bakal sulit diterima oleh penikmat musik di AS. Atau khawatir kalau mereka bakal terjerumus dalam sisi gelap dalam industri hiburan AS seperti kecanduan narkoba, obsesi berlebihan akan uang serta popularitas, & lain sebagainya.

Di luar konteks Led Zeppelin, istilah Barat juga bisa digunakan untuk tahapan kehidupan baru yang hendak dijalani oleh seseorang. Entah itu pekerjaan baru, sekolah baru, kehidupan sesudah menikah, & lain sebagainya.

Saat seseorang melihat sahabatnya nampak hidup makmur saat menjalani kehidupan demikian, orang tersebut lantas merasa tertarik untuk mengikuti jejaknya. Namun layaknya setiap keputusan dalam hidup, kehidupan baru yang dijalaninya tersebut bisa membuat dirinya semakin bahagia atau malah semakin merana.


In my thoughts I have seen
Rings of smoke through the trees
And the voices of those who stand looking

Ooh, it makes me wonder
Ooh, it really makes me wonder


Di bagian ini, wanita yang menjadi fokus utama penceritaan lagu ini melihat ada asap berbentuk cincin yang muncul dari kerimbunan hutan (rings of smoke through the trees). Yang melihat asap tersebut bukan hanya dirinya, tetapi juga orang-orang yang kebetulan sedang berdiri bersama dirinya (stand looking). Orang-orang tersebut spontan berkomentar (the voices of those) & menjelaskan apa kira-kira maksud dari sinyal asap tersebut.

Pemandangan asap itu sendiri ternyata bukanlah pemandangan yang benar-benar terjadi, melainkan sebatas muncul di dalam pikiran sang wanita tadi (in my thoughts I have seen). Ia menggunakan perumpamaan asap & hutan untuk menggambarkan situasi yang sedang membebani pikirannya.

Ilustrasi asap yang muncul dari balik kerimbunan tanaman. (shutterstock.com)

Sebelum teknologi informasi bisa semaju sekarang, membuat sinyal asap berbentuk cincin merupakan salah satu metode yang lazim digunakan untuk mengirimkan pesan dari kejauhan. Metode komunikasi memakai asap merupakan metode yang lazim digunakan oleh suku Indian, penduduk asli di wilayah Barat / Benua Amerika.

Kalau untuk kasus lagu ini, sinyal asap bisa dimaknai sebagai iming-iming akan kehidupan yang lebih baik di wilayah Barat. Sementara kerimbunan hutan bisa dimaknai sebagai wilayah Barat itu sendiri.

Istilah "hutan" digunakan karena hutan dikenal sebagai tempat yang misterius. Bisa saja di dalam hutan tersebut terdapat harta karun atau benda bernilai tinggi. Namun saat mereka yang berminat mencoba mencarinya, bisa saja mereka kemudian malah tersesat atau bahkan diterkam oleh hewan buas.

Orang-orang yang menyaksikan pemandangan asap sambil berkomentar merupakan perumpamaan untuk orang-orang dengan pendapat & pengalaman hidup yang beragam. Ada yang merasa kalau wilayah Barat memang merupakan wilayah yang bakal mendatangkan kemakmuran bagi penghuninya. Tetapi ada juga yang berpandangan kalau pindah ke Barat hanya akan menyulitkan orang tersebut.

Dengan melihat hal-hal tadi & membayangkan apa yang akan terjadi jika ia kelak benar-benar pindah ke Barat, wanita tersebut merasa semakin penasaran (it really makes me wonder).

Apakah pindah ke Barat bakal membuat hidupnya menjadi lebih baik? Apakah tinggal di Barat memang seperti apa yang dikatakan orang-orang? Dan yang lebih penting, apakah ia bisa mengatasi masalah-masalah yang kelak bakal timbul jika ia sudah benar-benar tinggal di Barat?


And it's whispered that soon, if we all call the tune
Then the piper will lead us to reason


Di bagian ini, sang wanita mulai berpikir kalau ia sebaiknya membatalkan niatnya untuk pergi ke Barat. Dampaknya, seruan-seruan dalam benaknya yang meminta supaya ia segera pindah ke Barat mulai berubah menjadi suara sayup-sayup yang mulai ia abaikan (it's whispered that soon).

Namun apakah wanita tersebut kemudian langsung membulatkan niatnya untuk batal pergi ke Barat? Nyatanya tidak. Kini wanita tersebut berpapasan dengan orang yang siap membantunya jika wanita tersebut sudah benar-benar pindah ke Barat.

Melihat orang tersebut, ketertarikan sang wanita seketika muncul kembali. Perkataan dari orang tersebut kini terdengar seperti nada-nada indah (we all call the tune). Wanita tersebut merasa semakin terbuai layaknya tikus dalam dongeng asal Eropa yang berjudul "Pied Piper" (Si Pemain Suling yang Berwarna Warni).

Dalam dongeng yang dimaksud, ada seorang pemain suling yang diminta membasmi wabah tikus di kota Hamelin. Untuk membasmi wabah tersebut, ia pun memainkan sulingnya sehingga tikus-tikus dalam kota merasa terhipnotis & kemudian mengikuti sumber suara. Saat tikus-tikus tersebut sudah terpikat, pemain suling tadi kemudian membawa tikus-tikus tersebut memasuki sungai hingga mati tenggelam.

Dengan melihat penjelasan dongeng di atas, maka orang yang menjadi sumber ketertarikan sang wanita tadi nampak sebagai sosok yang berbahaya. Dan memang begitulah maksud dari bagian ini.

Bisa saja orang tersebut aslinya memiliki niat tidak baik terhadap sang wanita. Ketika wanita tersebut sudah benar-benar berada di Barat, orang tersebut menjebak sang wanita untuk merampas hartanya atau memaksanya melakukan hal-hal sesuai keinginan pribadinya.

Dalam konteks lain, bisa saja apa yang disebut sebagai "pemain suling" aslinya adalah personifikasi dari janji kehidupan mewah di tempat barunya kelak. Namun karena kehidupan mewah kerap kali identik dengan hal-hal negatif seperti foya-foya, seks bebas, & semacamnya, kehidupan mewah yang awalnya nampak menjanjikan tersebut kelak malah bisa menjadi jerat berbahaya bagi mereka yang terjerumus.


And a new day will dawn
For those who stand long
And the forests will echo with laughter


Pada bagian ini, sang wanita diminta segera mengambil keputusan karena ia tidak memiliki banyak waktu. Jika memakai pengandaian, ia harus segera membuat keputusan sebelum hari esok tiba (a new day will dawn). Saat wanita tersebut akhirnya sudah membuat keputusan, ia kemudian akan bergabung dengan orang-orang yang membuat keputusan serupa (for those who stand long).

Bergantung dari keputusan sang wanita, bait berikutnya dalam bagian ini bisa dimaknai secara berbeda. Jika sang wanita memutuskan untuk jadi pergi ke Barat, maka hutan (the forest) alias dunia Barat yang masih asing bakal langsung penuh dengan suara tawa (will echo with laughter).

Suara tawa tersebut datang dari sang wanita tersebut bersama rekan-rekannya yang kini hidup lebih makmur dibandingkan sebelumnya. Namun jika wanita tersebut ternyata malah gagal saat sudah tiba di Barat, maka suara tawa tersebut berarti datang dari orang-orang yang sudah lebih dulu hidup mapan di Barat. Mereka menertawakan orang-orang yang sudah jauh-jauh merantau, tapi akhirnya malah terlunta-lunta.

Jika sang wanita memutuskan untuk tidak jadi pergi ke Barat, maka akan muncul suara tawa mengejek dari orang-orang yang pindah ke Barat & sukses di tanah barunya. Mereka menertawakan sang wanita yang dianggap terlalu pengecut & tidak berani mengambil resiko demi kehidupan yang lebih baik.

Namun perlu diperhatikan juga bahwa ada yang namanya ungkapan "pemenang adalah yang paling akhir tertawa". Mereka mungkin pada awalnya bisa menertawakan orang lain saat sedang berada dalam puncak kesuksesan. Namun siapa yang tahu jika di kemudian hari, mereka yang awalnya tertawa justru kemudian tertimpa musibah, lalu bernasib serupa atau bahkan lebih buruk dibandingkan orang yang dulu mereka tertawakan.


If there's a bustle in your hedgerow
Don't be alarmed now
It's just a spring clean for the May queen


Bagian ini ingin menggambarkan kalau sang wanita memiliki rumah yang dilengkapi dengan pagar. Mendadak, pagar tersebut nampak dipenuhi oleh keramaian orang-orang (there's a bustle in your hedgerow).

Namun wanita tersebut diminta untuk tidak panik (don't be alarmed now). Pasanya mereka ada di sana karena sedang membersihkan pagar untuk menyambut kedatangan "sang ratu Mei" (it's just a spring clean for the May queen). Lantas, siapakah ratu Mei yang dimaksud?

Di wilayah 4 musim di belahan Bumi utara, musim panas biasanya dimulai pada bulan Mei. Musim panas identik dengan suasana yang panas & hangat. Oleh karena itulah, banyak orang di kawasan belahan Bumi utara yang memanfaatkan periode musim panas untuk menjalani aktivitas liburan di luar ruangan. Sementara bagi kaum petani, musim panas merupakan musim yang ideal untuk bercocok tanam.

Dengan melihat penjelasan di paragraf atas, maka sebutan "ratu Mei" pada dasarnya merupakan personifikasi untuk musim panas. Kebetulan masyarakat Inggris mengenal festival tahunan bernama Hari Mei (May Day). Dalam festival tersebut, terdapat sosok wanita berbaju serba putih yang bernama Ratu Mei (May Queen) & dimaksudkan untuk menyimbolkan kesuburan serta kemurnian.

Suasana dalam festival May Day di Hastings, Inggris. (Roberts Photographic / hastingsobserver.co.uk)

Jika disambungkan dengan lagu ini, istilah "ratu Mei" merupakan sebutan untuk sang wanita itu sendiri yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke Barat & menjalani hidup baru di sana. Dan bagi sang wanita, kehidupan baru yang dipilihnya ibarat musim panas yang penuh dengan aktivitas produktif & janji akan kehidupan yang lebih baik.

Istilah "pagar" merujuk pada tindakan sang wanita untuk menjaga jarak dengan hal-hal yang sifatnya asing baginya. Termasuk keinginan untuk pindah & menetap ke Barat. Namun saat ada orang-orang yang berkumpul di pagarnya, hilang sudah penghalang tersebut & wanita tersebut memasrahkan dirinya untuk memulai kehidupan baru.

 
Yes, there are two paths you can go by
But in the long run
There's still time to change the road you're on
And it makes me wonder


Di bagian ini, sang wanita memiliki 2 pilihan dalam hidupnya : pindah ke Barat atau tetap bertahan dengan hidupnya yang sekarang (there are two paths you can go by).

Sang wanita lantas diwanti-wanti bahwa apapun keputusan yang ia buat, keputusan tersebut bukanlah keputusan yang sifatnya mutlak. Ia masih bisa mengubahnya di tengah jalan (there's still time to change).

Pasalnya kendati keputusan sudah dibuat, masih ada jalan panjang dalam hidupnya yang harus dilalui (the road you're on, in the long run). Dan seperti yang sudah-sudah, hal tersebut lagi-lagi menimbulkan kebimbangan bagi sang wanita & orang-orang yang menunggu keputusannya (it makes me wonder).


Your head is humming and it won't go
In case you don't know
The piper's calling you to join him
Dear lady, can you hear the wind blow?
And did you know
Your stairway lies on the whispering wind?


Di bagian ini, sang wanita akhirnya memutuskan untuk pindah ke Barat. Ia akhirnya mengambil keputusan setelah memiliki begitu banyak beban pikiran. Saking besarnya beban pikiran yang ia tanggung, ia merasa seolah-olah ada yang mendengung & berseru di dalam kepalanya (your head is humming and it won't go).

Suara-suara dalam kepalanya tersebut merupakan iming-iming supaya ia segera pergi ke Barat & memulai kehidupan baru di sana. Ia merasa terdorong untuk pindah karena terpancing oleh janji kehidupan mewah yang serba nyaman di tempat barunya. Layaknya pemain suling yang memainkan nada-nada indah supaya mereka mengikutinya (the piper's calling you to join him).

Namun wanita tersebut kemudian mendapatkan peringatan dari mereka yang menyadari kalau ada sesuatu terselubung di balik janji kehidupan mewah tersebut. Jika wanita tersebut sudah terlalu terbutakan oleh janji-janji manis, ia bersedia pergi ke mana saja layaknya daun yang terombang ambing oleh angin (can you hear the wind blow).

Demi membangun "tangga ke surga" alias jalan menuju kehidupan mewah yang diinginkannya, wanita tersebut bersedia mempertaruhkan segalanya. Mulai dari kehidupannya yang lama, harta bendanya, orang-orang dekatnya, & lain sebagainya.

Wanita tersebut tidak tahu bahwa jika ia sampai mengorbankan segalanya tanpa perhitungan yang matang, maka ia bakal terjebak di kehidupan barunya tanpa bisa kembali ke kehidupannya lama.

Jika memakai pengandaian, wanita tersebut membangun tangga supaya bisa naik ke surga. Namun ia pada akhirnya tidak pernah sampai ke surga karena tangganya dibangun di tengah olakan angin yang penuh dengan bisikan & godaan (your stairway lies on the whispering wind).

Saat ia menuruti ke mana arah angin tersebut bertiup, ujung tangganya juga ikut bergeser ke arah lain. Akibatnya, bukannya mengarah ke surga, ujung tangga tersebut tidak mengarah ke mana-mana, atau malah mengarah ke tempat yang berbahaya.

Saat wanita tersebut sampai ke puncak tangganya & melanjutkan perjalanan, ia malah terjatuh ke bawah & tak bisa lagi bangkit. Layaknya orang yang terjun bebas dari puncak tebing yang curam & kemudian meninggal secara tragis.


Ilustrasi tangga yang ujungnya mengarah ke langit. (koreatravelpost.com)


And as we wind on down the road
Our shadows taller than our soul
There walks a lady we all know
Who shines white light and wants to show
How everything still turns to gold


Bagian ini mengambil pandang sang pelantun lagu & teman-temannya. Ia diceritakan sedang berada di jalan yang sama dengan wanita yang menjadi fokus penceritaan dalam lagu ini.

Saat sang pelantun lagu menyusuri jalan raya (as we wind on down the road), mereka melihat kalau di depan mereka terdapat wanita yang kini memancarkan cahaya berwarna putih terang (a lady we all know, who shines white light). Saat sang pelantun lagu & teman-temannya terpapar oleh cahaya tersebut, muncullah bayangan yang memanjang di belakang mereka (our shadows taller).

Cahaya tersebut tak pelak menarik perhatian orang-orang di belakangnya, sehingga mereka pun merasa penasaran & kemudian mengikuti sang wanita. Mereka ingin tahu apakah wanita tersebut bermaksud menunjukkan sesuatu dengan memancarkan cahayanya (wants to show).

Saat itulah, mereka melihat kalau wanita tersebut memiliki emas yang begitu melimpah di sekelilingnya (how everything still turns to gold). Karena merasa terkesan akan kekayaan yang dimiliki oleh sang wanita, mereka pun terobsesi untuk menjadi pengikutnya & meniru apa yang ia lakukan.

Jika kita melihat bagian ini secara konotatif, maka pada dasarnya bagian ini ingin menggambarkan orang-orang - dalam hal ini sang pelantun lagu & teman-temannya - yang merasa terkesan akan kesuksesan akan orang lain, lalu berusaha mengikuti jejak orang tersebut. Dalam konteks lagu ini, orang yang ingin mereka tiru adalah sang wanita - atau sosok yang di mata mereka begitu anggun & memikat bak wanita.

Wanita tersebut berpandangan bahwa ia bisa membeli surga versinya dengan cara menimbun kemewahan & menghalalkan segala cara. Saat orang-orang terpukau dengan kesuksesan wanita tersebut, mereka pun turut meniru hal-hal negatif yang dialami & dilakukan oleh wanita tersebut.

Akibatnya, dalam perjalanan mereka untuk menggapai kesuksesan, mereka terjerumus dalam aneka macam hal-hal negatif seperti individualisme, hedonisme, kecanduan alkohol, & lain sebagainya.

Mereka tidak tahu bahwa di kemudian hari, pilihan gaya hidup macam itu hanya akan membuat mereka terjatuh begitu keras saat sudah tidak lagi berada di puncak kesuksesan. Layaknya orang yang terjun bebas akibat terjatuh dari puncak tangga yang ujungnya tidak mengarah ke mana-mana.

Saat mereka sudah terjerumus begitu dalam, mereka pun bakal meninggalkan aib dalam hidup mereka. Aib tersebut tidak akan hilang & bakal senantiasa mengikuti mereka seumur hidup - layaknya bayangan gelap yang senantiasa mengekor empunya. Semakin banyak hal negatif yang mereka buat, maka bayangannya juga akan semakin panjang & semakin sulit untuk disembunyikan.

Sebagai contoh, jika mereka terjerumus dalam kecanduan alkohol, maka yang menjadi bayangan mereka adalah ancaman gangguan kesehatan & semakin sulitnya mereka mengendalikan emosi serta perilaku diri mereka.

Dalam contoh kasus lain, jika mereka terjerumus dalam pergaulan bebas, maka yang bakal menjadi bayangan mereka adalah skandal perselingkuhan, krisis kepercayaan, ancaman penyakit menular seksual, & sebagainya.

Jika seseorang sudah terlalu banyak membuat aib, saat orang tersebut akhirnya meninggal dunia, maka orang-orang akan lebih mengingat aib ketimbang prestasi yang pernah dibuat oleh orang yang bersangkutan. Dari sinilah, muncul kalimat "bayangan yang lebih panjang dibandingkan jiwa" (our shadows taller than our soul).

Orang tersebut kini bakal dikenang sebagai sosok yang tercela & tidak pantas dijadikan panutan. Ironisnya, rentetan aib yang dibuatnya tersebut timbul karena ia terobsesi mengikuti panutannya yang menurutnya berhasil meraih kesuksesan & bergelimang kemewahan. Tanpa tahu bahwa panutannya tersebut mungkin juga memiliki masalahnya sendiri & cepat atau lambat bakal mengalami nasib serupa.


Band Led Zeppelin saat membawakan lagu "Stairway to Heaven". (zrock.com)


And if you listen very hard
The tune will come to you at last
When all are one and one is all, yeah
To be a rock and not to roll


Bagian ini merupakan sambungan dari bagian sebelumnya. Sang pelantun lagu seolah ingin berbicara kepada pendengarnya bahwa cepat atau lambat, pendengarnya bakal terpancing untuk melakukan hal seperti yang dilakukan oleh sang pelantun lagu & sang wanita.

Ketika sang pendengar melihat orang lain yang nampaknya hidup serba nyaman & berhasil menggapai kesuksesan dalam hidupnya, maka sang pendengar pasti bakal merasa tertarik untuk meniru orang tersebut. Iming-iming kesuksesan tersebut bakal menghampiri sang pendengar layaknya alunan nada yang akhirnya sampai ke telinga sang pendengar (and if you listen very hard, the tune will come to you at last).

Jika ternyata sang pendengar benar-benar terjerumus ke dalam hal serupa, maka hanya masalah waktu sebelum sang pendengar bernasib layaknya sang pelantun lagu & sang wanita (when all are one and one is all).

Saat mereka semua akhirnya meninggal & terbujur kaku layaknya batu di liang lahatnya masing-masing (to be a rock and not to roll), mereka semua bakal dikenang sebagai sosok yang awalnya sukses, namun kemudian ditimpa aneka macam masalah hingga menuju akhir hayatnya.

Dan siklus ini tidak akan berhenti sampai di sini. Selama masih ada orang yang termakan oleh iming-iming kemewahan & kebahagiaan semu, maka selama itu pula akan ada orang-orang yang mengikuti jejak mereka. Tanpa memperdulikan apa yang terjadi pada orang-orang yang mereka jadikan idola tersebut di akhir hayatnya.


And she's buying a stairway to Heaven

Bagian ini merupakan penutup sekaligus penegasan dari apa yang sudah terjadi sepanjang lagu. Sang wanita awalnya merasa bimbang, namun ia kemudian memutuskan untuk "membeli tangga ke surga" (she's buying a stairway to Heaven).

Maksud dari kalimat tersebut adalah wanita tersebut merasa kalau ia bisa hidup dalam kondisi serba nyaman layaknya di surga dengan cara menimbun kekayaan sebanyak mungkin & menghalalkan segala cara.

Kendati dari luar wanita tersebut nampaknya berhasil mencapai puncak kehidupan ideal yang diimpikannya, ia sebenarnya tidak pernah benar-benar merasa tenang dalam hidupnya. Ia khawatir kalau suatu hari nanti ia bakal dikhianati & kehilangan semua kekayaannya. Ia khawatir kalau orang-orang bakal meninggalkannya saat ia jatuh miskin atau terjerat masalah.

Ia juga khawatir kalau orang-orang sebenarnya enggan menerimanya dalam kondisi apa adanya & hanya tertarik akan hartanya. Namun ia enggan bersikap jujur pada orang-orang karena lagi-lagi, ia khawatir kalau mereka yang menawarkan diri untuk membantunya aslinya hanya ingin memanfaatkan sang wanita untuk kepentingannya sendiri.



RINGKASAN & KESIMPULAN

Lagu StH merupakan salah satu lagu paling rumit yang pernah ada. Alasan pertama, karena lagu ini memiliki durasi yang amat panjang & hampir tidak pernah menggunakan kalimat yang sama dalam bait-baitnya. Tidak berlebihan untuk menyebut kalau StH lebih menyerupai cerpen atau puisi ketimbang lagu jika dilihat dari aspek penulisan.

Alasan kedua, lagu StH menggunakan kata-kata yang ambigu, sehingga analisa dari sudut pandang berbeda akan menghasilkan makna yang berbeda pula. Kalau menurut analisa versi pihak Republik sendiri, kurang lebih seperti inilah ringkasan dari makna lagu StH :


1.  Ada seorang wanita yang hidup mapan & memiliki pandangan materialistik. Menurutnya, selama seseorang memiliki kekayaan melimpah, maka ia bisa mendapatkan apa pun yang ia inginkan. Termasuk memiliki surga dunia versinya sendiri.


2.  Karena pandangan itulah, wanita itu pun terobsesi untuk mengumpulkan harta lebih banyak lagi & lagi. Di tengah perjalanan hidupnya, ia mendapatkan ilham bahwa jika ia ingin mendapatkan kekayaan & reputasi lebih, maka ia harus pergi ke Barat. Karena di sanalah, terdapat segala hal yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menjadi lebih kaya lagi.


3.  Wanita tersebut pada awalnya merasa ragu karena pindah ke Barat merupakan hal yang sama sekali baru baginya. Ia juga ragu kalau pindah ke Barat bakal membuatnya terjerumus ke dalam dunia gelap di tempat baru tersebut. Namun setelah menimbang-nimbang, ia akhirnya membulatkan tekadnya untuk pindah ke Barat.


4.  Sesuai dengan keinginannya, saat ia sudah tinggal cukup lama di Barat, sang wanita berhasil mendapatkan kekayaan & popularitas yang lebih tinggi lagi. Namun keberhasilannya tersebut bukanlah tanpa pengorbanan.

Sang wanita juga terjerumus ke dalam hal-hal gelap seperti pergaulan bebas, foya-foya, egoisme, & lain sebagainya. Namun ia lebih menonjolkan kehidupan gemerlapnya supaya orang-orang tidak terfokus pada sisi negatif dirinya. Ia mencitrakan dirinya sebagai seseorang yang berdiri di tengah-tengah timbunan emas sambil memancarkan cahaya.


5.  Orang-orang yang melihat bagaimana mewah & terkenalnya wanita tersebut spontan merasa takjub & terinspirasi untuk mengikuti jejaknya. Mereka ingin hidup mewah seperti wanita tersebut. Mereka merasa kalau wanita tersebut adalah sosok yang hebat & pantas dijadikan idola. Dampaknya, mereka pun mulai meniru gaya hidup wanita tersebut.


6.  Saat mereka mengikuti gaya hidup sang wanita tadi, mereka pun turut terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang selama ini juga dialami oleh sang wanita. Namun jika mereka kebetulan berasal dari golongan menengah ke bawah, atau hidup di lingkungan yang kurang bersahabat, dampak negatif yang mereka dapatkan bisa menjadi jauh lebih besar.

Tidak mustahil mereka meninggal dengan menyandang reputasi sebagai sampah masyarakat hanya karena aib & riwayat perbuatan negatif yang mereka lakukan jauh melampaui perbuatan baik mereka semasa hidup. Layaknya bayangan gelap yang lebih panjang dari jiwanya, orang-orang malah lebih fokus melihat bayangan gelap tersebut ketimbang jiwa & perbuatan baik sang pemilik bayangan itu sendiri.


7.  Dalam lagu ini, "surga" (heaven) adalah sebutan untuk puncak dari kehidupan ideal yang diimpikan oleh seseorang. Kalau dalam konteks wanita yang menjadi fokus penceritaan lagu ini, surga adalah suatu kondisi di mana wanita tersebut menjadi lebih kaya, lebih terkenal, & lebih dihormati dibandingkan sebelumnya.


8.  Istilah "tangga ke surga" (stairway to heaven) merujuk pada metode yang ditempuh oleh wanita tersebut untuk sampai ke puncak kehidupan idealnya. Kalau bagi sang wanita dalam lagu ini, yang menjadi "tangga ke surga" adalah pindah ke Barat & kemudian menggunakan koneksi beserta kekayaan pribadinya untuk membuat dirinya lebih kaya lagi. Seolah-olah ia sedang "membeli" jalur instan menuju kesuksesan.

Sang wanita tersebut diduga juga menggunakan cara-cara terlarang supaya dirinya bisa mendapatkan kehidupan ideal versinya. Itulah sebabnya "tangga ke surga" versinya digambarkan sebagai "tangga ke surga yang didirikan di atas angin" (your stairway lies on the whispering wind).

Jika orang-orang sampai tahu mengenai bagaimana cara dia sampai ke puncak kesuksesan dengan menghalalkan segala cara, maka segala usaha kerasnya selama ini bakal sia-sia. Ia akan terjatuh lebih dulu sebelum berhasil sampai ke puncak. Atau kalaupun ia berhasil sampai ke puncak lebih dulu, orang-orang yang berupaya mengikuti jejaknyalah yang bakal terjatuh.


8. Lagu StH berdasarkan karakteristik musiknya bisa dibagi ke dalam 3 bagian. Bagian pertama mencakup bagian permulaan lagu hingga bagian sekitaran menit ke-5. Bagian ini menggunakan melodi yang terkesan lambat untuk menunjukkan kebimbangan sang wanita & anjuran supaya wanita tersebut berpikir matang-matang sebelum mengambil keputusan penting.

Bagian kedua mencakup bagian mulai dari menit ke-5 hingga bagian yang menampilkan kalimat "to be a rock and not to roll" (sekitar menit ke-7). Bagian ini menampilkan tempo musik yang lebih cepat & suara instrumen musik yang lebih ramai. Bagian ini ingin menggambarkan kalau sang wanita tersebut sudah membuat keputusan & menempuh kehidupan barunya yang penuh dengan kebahagiaan - serta bahaya terselubung.

Bagian ketiga merupakan bagian penutup lagu ini. Bagian ini terletak di bagian ujung akhir lagu & ditandai dengan kalimat "and she's buying a stairway to heaven". Bagian ini pada dasarnya ingin merefleksikan nasib sang wanita (beserta mungkin penyesalan dirinya & orang-orang yang mengikuti jejaknya) setelah ia memutuskan untuk "membeli tangga ke surga". Oleh karena itulah, bagian ini menggunakan tempo musik yang lambat & suara instrumen musik yang terkesan lebih sepi.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



SUMBER-SUMBER YANG MEMBANTU

Ashman, D.L.. 2021. "The Pied Piper of Hameln".
(sites.pitt.edu/~dash/hameln.html)

Instrumentio. "Why Can't You Play Stairway to Heaven in Guitar Stores?".
(instrumentio.com/why-cant-you-play-stairway-to-heaven-in-guitar-stores/)

Johnson, B.."May Day Celebrations".
(www.historic-uk.com/CultureUK/May-Day-Celebrations/)

SongMeanings. "Stairway to Heaven".
(songmeanings.com/songs/view/7768/)

Trimble, M.. 2004. "Did the Indians really use smoke signals or is that something out of Hollywood?".
(truewestmagazine.com/did-the-indians-really-use-smoke-signals-or-is-that-something-out-of-hollywood/)

Wikipedia. "Led Zeppelin".
(en.wikipedia.org/wiki/Led_Zeppelin)

Wikipedia. "Stairway to Heaven".
(en.wikipedia.org/wiki/Stairway_to_Heaven)



TAUTAN EKSTERNAL

Lirik lagu Led Zeppelin - Stairway to Heaven
  





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak mengandung iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Setiap komentar yang baru masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Jadi jangan panik jika komentar anda tidak langsung muncul.

Diberdayakan oleh Blogger.