FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Laba-Laba Peludah, Ahlinya Menembakkan Jaring




(Sumber)

Laba-laba. Semua orang pasti sudah tahu hewan yang satu ini. Hewan ini terkenal karena kemampuannya membuat jaring untuk menjebak mangsanya. Umumnya orang hanya mengetahui bahwa laba-laba adalah hewan yang pasif karena hanya membuat jaringnya & kemudian diam menunggu hingga ada mangsa yang terjebak di jaring buatannya. Namun tahukah para pengunjung bahwa ada juga laba-laba yang bisa "menembakkan" jaringnya dari jauh? Kalau belum pernah, silakan diteruskan bacanya biar tahu...

Laba-laba yang memiliki kemampuan unik itu adalah laba-laba peludah (spitting spider) dari famili Scytodidae. Ada beberapa spesies laba-laba peludah di mana mereka terbagi dalam 5 genus berbeda dalam klasifikasi ilmiah, namun artikel kali ini akan difokuskan pada spesies Scytodes thoracica. Laba-laba peludah sendiri bisa ditemukan di seluruh dunia, kecuali daerah bersuhu sangat dingin seperti di daerah kutub.

Laba-laba peludah betina berikut
kantong telurnya. (Sumber)
Dilihat dari fisiknya, laba-laba peludah memiliki ciri-ciri fisik yang khas sebagai berikut : berkaki panjang, memiliki 6 mata yang terbagi ke dalam 3 pasang, & bagian kepala yang lebih besar daripada perutnya. Tubuh mereka berwarna kuning atau cokelat pucat dengan bercak-bercak hitam yang tersebar merata di sekujur tubuhnya. Ukuran mereka sendiri terbilang kecil; hanya sekitar 6 mm di mana betina berukuran lebih besar dibandingkan pejantan.

Belum diketahui secara rinci bagaimana perilaku reproduksi & perkembangan laba-laba ini. Hal yang sudah diketahui para ahli adalah laba-laba peludah betina menyimpan telur-telurnya dalam suatu kantong sutra yang kemudian digondol di bagian belakang tubuhnya. Ketika telur-telurnya menetas, laba-laba betina kemudian akan merawat anak-anaknya hingga usia beberapa minggu. Sesudah itu, laba-laba muda harus mulai mencari makan sendiri. Seekor laba-laba peludah diketahui bisa hidup hingga usia 4 tahun.



CARA BERBURU SANG PENEMBAK JARING

Laba-laba peludah tidak pernah membuat sarang jaring untuk menjebak mangsanya. Mereka juga tidak bisa bergerak cepat & tidak punya penglihatan yang baik sehingga mereka tidak bisa berburu dengan cara menerkam musuhnya. Namun laba-laba peludah tidak memerlukan itu semua karena - seperti yang sudah disinggung di paragraf awal - laba-laba peludah bisa menembakkan atau meludahkan jaringnya untuk menjebak mangsanya dari jauh. Untuk mengetahui teknik berburunya secara lebih jelas, silakan lihat di paragraf berikutnya.

Ilustrasi saat laba-laba peludah menembakkan
jaringnya ke arah mangsa. (Sumber)
Bagian kepala laba-laba peludah bila dilihat secara seksama berukuran sama atau bahkan lebih besar daripada bagian perutnya. Bukan tanpa alasan laba-laba peludah memiliki fisik seperti itu. Selain di bagian ujung perutnya, laba-laba peludah juga memiliki kelenjar penghasil jaring di bagian kepalanya. Kelenjar penghasil jaring di kepalanya itulah yang menjadi senjata utamanya dalam berburu. Dan sedikit info, laba-laba peludah TIDAK berbahaya bagi manusia karena taringnya terlalu kecil untuk bisa melukai kulit manusia.

Laba-laba peludah biasa keluar berburu pada malam hari. Pada siang hari, mereka bersembunyi di tempat-tempat yang gelap semisal di sudut rumah yang tidak terkena cahaya. Karena tidak memiliki penglihatan yang tajam, laba-laba peludah mendeteksi keberadaan mangsanya melalui getaran. Ketika berhasil menemukan mangsanya, laba-laba peludah mulai mendekati mangsanya secara perlahan-lahan di mana mangsanya terdiri dari serangga & hewan-hewan kecil lainnya.

Ketika sudah berada dalam jangkauan tembak jaringnya (sekitar 1-2 cm), laba-laba peludah dengan cepat menembakkan jaring dari taringnya (bagian chelicera / kelisera) secara zigzag. Begitu cepatnya tembakan jaring tersebut di mana waktu yang diperlukan laba-laba untuk menembakkan jaringnya hingga selesai hanya 1/700 detik! Selain lengket, jaring yang ia lepaskan juga beracun karena bercampur dengan racun yang ada pada kelenjar di bagian taringnya sehingga jaringnya bisa melumpuhkan mangsa dengan cepat. Hal yang selanjutnya perlu dilakukan laba-laba hanyalah mendekati mangsanya & kemudian memakannya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia 
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Araneae
Superfamili : Scytodoidea
Famili : Scytodidae
Genus : Scytodes
Spesies : Scytodes thoracica (Latreille, 1802)



REFERENSI

BBC Science & Nature - Spitting Spider
eHow.com - Life Cycle of A Spitting Spider
OzAnimals - Spitting Spider (Scytodes thoracica)
Wikipedia - Spitting spider


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. ...membayangkan laba2 itu "menembak" saya.... Hiiiiii...
    *takut laba2*

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.