FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Elang Emas, Elang Raksasa yang Disegani Manusia




Seekor elang emas yang sedang menerjang seekor rubah. (Sumber)

Elang emas (golden eagle; Aquila chrysaetos) adalah salah satu spesies burung pemangsa (raptor) yang paling dikenal oleh manusia. Burung ini mudah dikenali karena fisiknya yang besar & bulunya yang berwarna coklat gelap. Nama "emas" sendiri kemungkinan berasal dari fakta bahwa bagian kepala burung ini berwarna kekuningan sehingga sepintas terlihat seperti warna emas, terutama ketika sedang berada di bawah sinar matahari.

Elang emas memiliki penampilan yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan burung elang lainnya. Mereka memiliki paruh & cakar kuat berwarna kuning yang bentuknya melengkung ke dalam untuk membantunya mencabik daging mangsanya. Bulunya berwarna coklat tua dengan warna kekuningan di bagian kepala & bercak putih di bagian punggung serta ujung ekor. Sayapnya juga lebar & kuat sehingga burung ini bisa melayang di ketinggian tanpa mengepakkan sayapnya dengan memanfaatkan tekanan udara.

Elang emas paling sering ditemukan di daerah belahan bumi utara (Eropa, Amerika Utara, Asia Utara), namun mereka juga bisa ditemukan di wilayah yang lebih selatan seperti wilayah Afrika Utara & Timur Tengah. Habitat favoritnya adalah daerah pegunungan, namun mereka juga bisa ditemukan di kawasan padang rumput, hutan pinus, & daerah dekat pantai. Bila dibandingkan burung pemangsa lainnya, burung elang emas cenderung lebih menyukai habitat yang luas untuk memudahkannya berburu & mengontrol wilayah kekuasaannya.



PENEBAR TEROR DARI UDARA

Seekor elang emas yang sedang
terbang di ketinggian. (Sumber)
Seperti yang sudah disinggung di paragraf awal, burung elang emas adalah burung pemangsa yang berarti burung ini hidup dari memangsa atau memburu hewan lain. Makanan dari elang emas sangat bervariasi, mulai dari tupai, kelinci, ular, rubah, hingga anak beruang. Selain hewan darat, elang emas juga diketahui memburu burung lain, tak terkecuali burung pemangsa yang berukuran lebih kecil dari elang emas semisal burung falcon. Dalam kondisi di mana makanan sulit ditemukan semisal saat musim dingin, elang emas juga mau memakan bangkai hewan-hewan besar semisal bangkai rusa kutub.

Layaknya kebanyakan burung pemangsa yang berburu di siang hari, burung elang emas mengandalkan ketajaman penglihatannya untuk mencari mangsanya. Mata dari burung elang emas bahkan disebut-sebut lebih tajam dibandingkan mata manusia dalam hal melihat objek dari jarak sangat jauh! Ketika berburu, elang emas akan terbang lambat di ketinggian atau bertengger di pohon sambil mengamati dari jauh untuk melihat ada tidaknya mangsa yang bisa ia serang.

Saat elang emas menemukan calon mangsanya, ia mendadak segera menukik sambil sedikit merapatkan sayapnya sehingga kecepatannya bertambah. Kecepatan terbangnya saat menukik bisa mencapai 200 mil/jam, jauh lebih cepat ketimbang saat ia terbang biasa di mana kecepatan maksimalnya hanya 80 mil/jam. Begitu sudah berhasil mencapai posisi mangsanya, burung elang emas kemudian akan menggunakan cakarnya yang kuat untuk menangkap & melukai mangsanya hingga lumpuh atau tewas di tempat.



KERASNYA KEHIDUPAN SANG ELANG MUDA

Burung elang emas adalah burung monogami yang berarti seekor burung elang emas hanya hidup dengan 1 pasangan kawin seumur hidupnya. Ketika musim kawin tiba (bulan Maret-Agustus), burung elang emas yang biasanya jarang bersuara menjadi lebih berisik karena saling memanggil pasangannya. Masing-masing pasangan burung elang emas yang sudah kawin memiliki wilayahnya sendiri-sendiri di mana pasangan elang emas lain akan diusir keluar, sementara burung elang emas lain yang belum kawin atau masih muda kadang-kadang diperbolehkan masuk atau bahkan mencari makan di sana.

Anak elang emas. (Sumber)
Di wilayah kekuasaannya, pasangan burung elang emas bisa mendirikan beberapa sarang (eyrie) sekaligus di mana sarang yang sudah lama dipakai biasanya berukuran lebih besar. Sarangnya biasanya terbuat dari material-material tumbuhan semisal ranting kering, dedaunan, & sulur. Sarang dari burung elang emas biasanya dibangun di kawasan tebing pegunungan atau tempat-tempat tinggi lainnya semisal pohon & bangunan buatan manusia. Beberapa hewan kecil yang bukan merupakan mangsa dari elang emas juga diketahui memanfaatkan sarang dari burung elang emas sebagai tempat berlindung.

Burung elang emas betina yang sudah kawin bisa bertelur hingga 4 butir, namun umumnya telur yang dikeluarkan hanya berjumlah setengahnya. Telur-telur tersebut kemudian dierami selama sekitar 42 hari agar bisa menetas. Dalam banyak kasus, anak elang emas yang lebih tua akan menyerang adiknya hingga mati sehingga pada akhirnya, hanya akan ada 1 elang emas yang bisa bertahan hidup. Kendati terlihat kejam, perilaku tersebut berguna untuk menjamin bahwa akan selalu ada anakan yang bisa bertahan hidup sampai besar dalam kondisi makanan langka & tidak cukup untuk membesarkan beberapa anakan sekaligus.

Sejak anakan menetas dari telur, baik induk jantan maupun betina sama-sama bertanggung jawab dalam mengurus anakan & mencari makan. Anak elang emas yang baru menetas awalnya berbulu putih seperti kapas dengan paruh & kaki berwarna kuning, namun warna bulunya kemudian berangsur-angsur menjadi coklat tua. Seekor elang emas diketahui bisa mencapai ukuran maksimal 80 cm lebih dengan rentang sayap 2,2 m & mencapai usia maksimal 48 tahun. Elang emas betina juga diketahui berukuran lebih besar dibandingkan pejantan.



ELANG EMAS & MANUSIA

Karena ukurannya yang besar & penampilannya yang terkesan gagah, elang emas dihormati oleh banyak orang di sejumlah wilayah. Beberapa negara seperti Albania, Jerman, Meksiko, & Rumania memakai elang emas sebagai lambang negaranya. Beberapa suku asli Amerika (India) menganggap burung ini sebagai burung yang keramat. Burung elang emas juga konon menjadi sumber inspirasi dari mitos "burung guntur" (thunderbird) di wilayah barat daya AS.

Seorang pawang elang emas di
Kirgiztan, Asia Tengah. (Sumber)
Burung elang emas di beberapa wilayah pertanian dianggap sebagai burung yang bermanfaat karena mereka memburu hewan-hewan perusak tanaman semisal kelinci. Di beberapa daerah semisal di Mongolia & Kazakhstan, elang emas juga dijinakkan dalam kelompok untuk keperluan memburu hewan-hewan berukuran sedang semisal rusa & rubah. Dibandingkan burung-burung pemangsa lainnya, elang emas lebih jarang dijinakkan oleh para pawang elang karena relatif lebih sulit dipelihara & tidak selincah burung-burung pemangsa lain yang berukuran lebih kecil semisal kestrel.

Hubungan manusia dengan burung elang emas tidak selalu merupakan hubungan yang baik. Di kawasan peternakan Skotlandia misalnya, elang emas dianggap sebagai hama karena mereka suka menyerang hewan-hewan ternak yang berukuran kecil. Aktivitas perburuan & pengambilan telur yang sudah berlangsung selama berabad-abad juga mengakibatkan elang emas tidak bisa ditemukan lagi di sejumlah habitat aslinya, misalnya di Pulau Irlandia. Selain itu, elang emas juga rentan terhadap perusakan habitat, polusi, & terperangkap oleh bangunan-bangunan buatan manusia semisal kabel listrik.

Beberapa upaya sudah dilakukan untuk mencegah kepunahan elang emas & menjaga populasinya di alam liar, salah satunya adalah dengan membuat peraturan yang melarang perburuan elang emas di alam liar. Beberapa wilayah tempat tinggal elang ini juga sudah ditetapkan sebagai zona konservasi yang tidak bisa dimasuki oleh sembarang orang. Diharapkan dengan aturan-aturan tersebut, populasi elang emas akan pulih kembali. Sejauh ini, kendati sudah menghilang dari sejumlah habitat liarnya, populasi elang emas di seluruh dunia bisa dikatakan masih aman & belum terancam punah.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Falconiformes
Famili : Accipitridae
Genus : Aquila
Spesies : Aquila chrysaetos (Linnaeus, 1758)



REFERENSI

Animal Diversity Web - Aquila chrysaetos : Information
ARkive - Golden eagle videos, photos, and facts
Wikipedia - Falconry
Wikipedia - Golden Eagle


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

30 komentar:

  1. koreksi paragraf 6 bbaris 3 dan 4
    keknya hitungannya km/jam
    bukan m/jam
    m itu meter ato mil?

    BalasHapus
  2. @attayaya
    M itu maksudnya mil per jam (mph / miles per hour). Saya tulis lengkapnya aja ya biar yang lain ga ada yang salah menangkap maknanya lagi. Makasih sebelumnya atas koreksi & pertanyaannya

    BalasHapus
  3. Jadilah Elang yang bisa terbang paling tinggi

    BalasHapus
  4. Elang Bondol yang aku sukai,soal'a gagah bentuk badan'a :)

    BalasHapus
  5. Burung Elang, Rajawali atau Garuda selain indah wujudnya juga kuat, gagah dan berani sehingga wajar bila burung ini disegani manusia. Tak salah bila bangsa kita menjadikan burung Elang sebagai lambang negara Indonesia tercinta.

    BalasHapus
  6. @kamal
    Mantap filosofinya :D

    @restoran jepang
    Kalau saya sih lebih suka elang emas. Soalnya saya suka dengan warnanya yang keemasan, hehehe

    @ekowisata
    Yup, benar. Makanya banyak negara selain Indonesia yang memakai burung elang sebagai lambang negara, sementara jenis elang yang dipakai menyesuaikan spesies yang ada di masing-masing negara

    BalasHapus
  7. Luar biasa. Rubah aja disambar. :o

    BalasHapus
  8. Burung yng keren. Mungkin banyak berkembang didaerah Asia selatan, yang banyak padang ruput luas-nya.

    Semoga burung ini selalu di lindungi sehingga tidak cepat punah.

    -salam

    BalasHapus
  9. bukankah garuda, rajawali, dan elang itu berbeda ya? Indonesia kan lambangnya garuda bukan elang,,, coba kalo lambangnya elang pasti bisa kuat hehehehehehe,,,,

    BalasHapus
  10. @anonim
    Beda, tapi intinya ya semuanya sama-sama termasuk sebagai burung raptor, jenis burung pemangsa yang berburu di siang hari & bisa terbang cepat.

    Kalau soal lambang negara Indonesia, itu ya asalnya dari elang. Elang Jawa tepatnya. Garuda sendiri aslinya nggak benar-benar ada di dunia nyata & hanya muncul dalam cerita mitos.

    BalasHapus
  11. Wah keren. Coba punya mata setajam elang. Bisa terbang juga. Asik dah

    BalasHapus
  12. saya sangat suka dgn burung elang karena kegagahannya dan matanya yg tajam"keren.....

    BalasHapus
  13. masa mengerami telur.a kan 42hari gan,
    kalo dari baru penetasan sampe bisa terbang itu berapa hari gan ? mohon di jawab ya :)

    BalasHapus
  14. @iden

    Pada usia sekitar 10 minggu / 70 hari

    BalasHapus
  15. Merawat elang kutub ap aj yah yg d butuhkan???
    Perlu jawabannya dong!!!

    BalasHapus
  16. wowwww its amazing, kalo menurutku itu burung elang rajanya burung..I LIKE THIS

    BalasHapus
  17. saya punya 4jenis elang drmh.. yg paling susah cuman satu yaitu I B E./indian black eagle.mohon bantuanya biar cepet ngelatih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibiasakan puasa mas....klo boleh tau umur nya apa ya mas.....n boleh minta fb nya bwt chatt sama pean mas

      Hapus
  18. terimakasih untuk postingannya sangat menarik untuk dibaca ;)

    sekalian mampir yuk http://mobildatsunbandung.com/

    BalasHapus
  19. Gan, apa beda elang dngn falcon mhn pnjlsnny mksh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Falcon badannya lebih kecil, kakinya lebih ramping, & paruhnya lebih pendek daripada elang. Lalu dalam klasifikasi ilmiah, kalau falcon termasuk dalam famili Falconidae, elang termasuk dalam famili Accipitridae.

      Hapus
  20. Trima kasih atas ilmunya mas, di Indonesia sendiri apakah ada yang jual burung elang golden kah mohon infonya

    BalasHapus
  21. Ada yang mau jual burung elang gak sih..?
    Kalo ada saya mau beli tp yg mash anakan aja..
    Daerah banten

    BalasHapus
  22. dulu saya pernah punya elang laut tp mati salah ngasih makan dikira udah besar ternyata msh anakan.skarang tinggal miara elang bido

    BalasHapus
  23. Ada yg mau jual anakan elang gak sih.
    Anakan elang yg blom bisa terbang tp msh berlatih utk berjalan.

    Klu ada, hub saya 081217955579 bagi yg gak maen2

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.