FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Gibraltar, Semenanjung Mini yang Diperebutkan Inggris & Spanyol




Foto udara dari Semenanjung Gibraltar. (Sumber)

Gibraltar adalah nama dari daerah seluas 6,8 km persegi yang terletak di selatan Semenanjung Iberia, Eropa Barat. Daerah tersebut berbatasan dengan Laut Mediterania di sebelah timur, Selat Gibraltar di sebelah selatan, Teluk Gibraltar di sebelah barat, & negara Spanyol di sebelah utara. Karena pada dasarnya merupakan daerah semenanjung, daratan Gibraltar pun didominasi oleh kawasan pantai dengan iklim yang hangat.

Gibraltar memiliki luas wilayah yang sangat kecil & miskin akan sumber daya alam. Namun hal tersebut tidak lantas memebuat Gibraltar menjadi daerah yang tidak diminati sama sekali. Faktanya, Gibraltar merupakan arena sengketa internasional antara Spanyol & Inggris hingga sekarang. Spanyol mengklaim Gibraltar sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Inggris mengklaim Gibraltar sebagai daerah seberang lautan miliknya. Pemerintah Gibraltar sendiri menganggap wilayahnya sebagai bagian dari Inggris.



DITAKLUKKAN SILIH BERGANTI

Peta lokasi dari Gibraltar. (Sumber)
Karena letaknya yang jauh di ujung barat daratan Eropa, mungkin tidak banyak yang tahu kalau di masa lalu, Gibraltar pernah dikuasai oleh orang-orang Islam. Adalah pasukan Kekhafilahan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad yang menaklukkan daerah cikal bakal Gibraltar pada tahun 711. Nama Tariq lalu diabadikan untuk menyebut gunung kecil yang terdapat di kawasan semenanjung tersebut tersebut di mana nama "Gibraltar" merupakan nama versi Spanyol dari "Jabal Tariq" (Gunung Tariq).

Selama ratusan tahun, kawasan Semenanjung Iberia - termasuk Gibraltar - menjadi arena pertempuran antara kerajaan-kerajaan Muslim & Kristen setempat. Namun sebagai akibat dari daratan sebelah utaranya yang terlindungi oleh gunung yang tidak bisa didaki, Gibraltar relatif aman dari serangan darat. Lokasi Gibraltar yang dekat dengan pertemuan Samudra Atlantik & Laut Mediterania juga membuat Gibraltar menjadi lokasi yang ideal untuk mengontrol jalur pelayaran antara kedua lautan tadi.

Tahun 1462, Gibraltar yang selama berabad-abad berada di bawah kendali bangsa Moor (orang-orang Arab, Afrika Utara, & Eropa yang beragama Islam) akhirnya kembali dikuasai oleh bangsa Eropa setelah pasukan Kerajaan Castilla sukses merebut wilayah tersebut lewat sebuah serangan mendadak. Beberapa tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1479, Kerajaan Castille & Aragon menyatu membentuk apa yang kemudian dikenal sebagai Kerajaan Spanyol. Peristiwa penyatuan tersebut lalu mengawali sejarah perjalanan Gibraltar sebagai bagian dari negara Spanyol.

Armada kapal perang Inggris dalam
Perang Suksesi Spanyol. (Sumber)
Apa yang terjadi di Spanyol beberapa abad kemudian nantinya menjadi akar dari sengketa panjang yang terus berlanjut hingga era modern. Tahun 1700, Raja Spanyol Charles II meninggal dunia. Namun sebelum meninggal, Charles II yang tidak memiliki keturunan sempat bertitah kalau Philip dari Anjou - cucu raja Perancis, Louis XIV - akan menjadi penerusnya. Hal tersebut tidak disukai oleh negara-negara rival Perancis seperti Inggris & Kekaisaran Romawi Suci karena penerusan tahta tersebut akan mengarah ke penyatuan Spanyol-Perancis sehingga kedua negara tadi akan menjadi terlampau kuat.

Perbedaan pandangan tadi akhirnya berujung pada pecahnya "Perang Suksesi Spanyol" (Guerra de Sucesion Espanola) pada tahun 1701. Perang baru berakhir pada tahun 1713 lewat perjanjian damai di Utrecht (sekarang terletak di Belanda). Dalam perjanjian tersebut, Inggris & sekutunya mengakui Philip sebagai penerus tahta Kerajaan Spanyol. Namun sebagai gantinya, Spanyol harus menyerahkan sebagian wilayahnya ke pihak lawan. Gibraltar termasuk dalam salah satu wilayah yang diserahkan Spanyol ke Inggris sehingga sejak tahun 1713, Gibraltar pun secara resmi menjadi milik Inggris.



DIPEREBUTKAN SESAMA NEGARA EROPA

Spanyol rupanya masih belum rela melihat Gibraltar berpindah tangan ke Inggris. Maka, pada abad ke-18 Spanyol beberapa kali melakukan invasi militer untuk mendapatkan kembali semenanjung mini tersebut. Namun semua invasi tersebut berakhir dengan kegagalan sebagai akibat dari begitu superiornya kekuatan angkatan laut Inggris. Kekuasaan Inggris atas Gibraltar pun berlanjut. Di bawah kendali Inggris, Gibraltar dioperasikan sebagai pangkalan militer & pelabuhan dagang antar benua.

Walaupun konflik bersenjata atas Gibraltar tidak pernah lagi terjadi sesudah abad ke-18, sengketa atas daerah tersebut masih belum berakhir. Tahun 1954, sebagai bentuk protes terhadap kunjungan ratu Inggris ke Gibraltar, Spanyol menutup jalur penerbangan ke Gibraltar. Tahun 1963, Spanyol akhirnya membawa masalah Gibraltar ke PBB. Menurut pihak Spanyol, Gibraltar adalah wilayah Spanyol yang masih dijajah oleh Inggris & penduduk yang sekarang mendiami Gibraltar aslinya hanyalah imigran Inggris yang sudah menetap lama di Gibraltar.

Kapal nelayan Spanyol (kiri) saat
dicegat kapal patroli Gibraltar. (Sumber)
Memanasnya kembali masalah sengketa Gibraltar lalu direspon oleh pemerintah Gibraltar dengan menggelar referendum pada tahun 1967. Hasilnya, hampir seluruh rakyat Gibraltar menyatakan kalau mereka ingin agar wilayahnya tetap berada di bawah kekuasaan Inggris. Alih-alih mengakui hasil referendum, Spanyol justru merespon hasil referendum tersebut dengan cara menutup perbatasan & memutus semua jalur komunikasi yang menghubungkan Gibraltar dengan Spanyol. Baru pada tahun 1985, Spanyol menghentikan kebijakan tersebut supaya bisa diterima dalam organisasi Komunitas Eropa (cikal bakal Uni Eropa).

Waktu berlalu. Gibraltar tumbuh menjadi salah satu daerah termakmur di Benua Eropa berkat sektor pariwisata & bisnis keuangannya. Tahun 2002, Gibraltar kembali menggelar referendum mengenai apakah Spanyol bisa dilibatkan dalam aktivitas pemerintahan Gibraltar. Namun referendum tersebut kembali dimenangkan oleh mereka yang ingin agar Gibraltar hanya dikelola oleh Inggris. Pada akhirnya, jika masalah sengketa tidak bisa terlesaikan dalam waktu dekat, semoga pihak-pihak yang terlibat tetap mengedepankan sikap kepala dingin & saling menghormati.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Telegraph - Gibraltar: a history
Wikipedia - History of Gibraltar
Wikipedia - War of the Spanish Succession
- . 2008. "Utrecht, treaties of". Encyclopaedia Britannica, Chicago.
Lincoln, S. J.. 1994. "The Legal Status of Gibraltar". (file PDF)


     

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.