FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Garis Maginot, Simbol Kemubaziran dalam Perang Dunia II




Peta lokasi dari Garis Maginot (warna merah). (Sumber)

Garis Maginot (Ligne Maginot; Maginot Line) adalah nama dari kompleks perbentengan yang terletak di sepanjang perbatasan Jerman & Perancis. Bermula dari pengalaman pahit Perancis seusai terlibat konflik dengan Jerman dalam Perang Dunia I, Perancis kemudian membangun garis pertahanan di sepanjang perbatasan negaranya dengan perbatasan Jerman pada tahun 1930. Nama "Maginot" pada kompleks bangunan ini sendiri diambil dari nama Andre Maginot, veteran Perang Dunia I yang menjabat sebagai Menteri Perang Perancis.

Garis Maginot dilengkapi dengan begitu banyak persenjataan & fasilitas penunjang sehingga sepintas, garis pertahanan ini tidak akan bisa ditembus oleh militer Jerman. Apa lacur, ternyata Jerman berhasil melihat titik lemah dari Garis Maginot & kemudian memanfaatkannya untuk menaklukkan Perancis pada Perang Dunia II. Pasca takluknya Perancis di tangan Jerman pada tahun 1940, Garis Maginot sempat berpindah tangan ke pihak Jerman. Baru sesudah Perang Dunia II berakhir, Garis Maginot kembali berada di bawah kendali Perancis. Namun seiring berjalannya waktu, Garis Maginot semakin tidak terurus karena kompleks pertahanan tersebut dianggap tidak lagi sesuai dengan kebutuhan terkini militer Perancis.



LATAR BELAKANG & PEMBANGUNAN

Andre Maginot. (Sumber)
Pada tahun 1914 hingga tahun 1918, Perancis terlibat dalam Perang Dunia I (PDI). Negara yang menjadi lawan utama Perancis dalam perang tersebut adalah Jerman karena posisi kedua negara tersebut yang memang berbatasan langsung. Perancis & sekutunya pada akhirnya memang keluar sebagai pemenang di akhir PDI. Namun akibat perang tersebut, lebih dari 1 juta rakyat Perancis harus meregang nyawa. Wilayah bagian timur Perancis juga harus porak-poranda akibat menjadi arena pertempuran.

Sebagai solusi untuk melemahkan Jerman & mencegah perang meletus kembali, jumlah personil militer Jerman dibatasi & negara tersebut juga diharuskan membayar ganti rugi perang. Namun hal tersebut masih belum memuaskan Perancis yang khawatir kalau Jerman akan melakukan balas dendam di kemudian hari. Perbedaan pendapat pun menyeruak di antara petinggi-petinggi militer Perancis mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi invasi militer yang mungkin dilakukan Jerman di masa depan. Charles de Gaulle contohnya, dia mengusulkan kalau angkatan bersenjata Perancis harus difokuskan pada kecepatan & mobilitas supaya bisa bertindak cepat jika invasi terjadi.

Ide Charles tidak disukai oleh petinggi militer Perancis yang lain karena jika ide tersebut diadopsi, negara-negara lain akan memandang Perancis sebagai negara yang agresif sehingga potensi perlombaan senjata malah jadi meningkat. Di lain pihak, Andre Maginot yang sedang menjabat sebagai Menteri Perang mengusulkan kalau Perancis sebaiknya membangun garis pertahanan tebal di sepanjang perbatasannya dengan Jerman. Selain tidak terlihat agresif, Maginot juga berargumen kalau Perancis sedang kekurangan personil militer & pembangunan barikade militer bisa membantu Perancis membendung invasi Jerman tanpa harus menerjunkan terlalu banyak personil.

Ide Maginot tersebut mendapat dukungan dari petinggi militer Perancis yang lain sehingga idenya pun mulai dijalankan pada tahun 1930 dengan biaya 3 milyar franc. Dua tahun kemudian, Maginot meninggal dunia & sebagai penghormatan atas idenya, barikade militer yang sedang dibangun diberi nama "Garis Maginot". Hal yang perlu diperhatikan adalah kendati memakai nama "Garis", Garis Maginot bukanlah bangunan yang panjang & tidak putus-putus layaknya tembok raksasa. Garis Maginot aslinya adalah kompleks bangunan militer yang dibangun di sepanjang perbatasan Perancis dengan Jerman. Bangunan-bangunan yang ada di Garis Maginot mencakup benteng, bunker, meriam artileri, terowongan bawah tanah, gudang logistik, hingga ranjau anti-tank. Jarak antara bangunan di kedua tepi terluar Garis Maginot mencapai 25 km.

Contoh gubuk pertahanan (pillbox)
di Garis Maginot. (Sumber)
Garis Maginot awalnya hanya dibangun di sepanjang perbatasan Perancis & Jerman (kecuali di hutan Ardennes yang dianggap mustahil untuk dilewati pasukan dalam jumlah besar). Belakangan, muncul usulan untuk menambah panjang Garis Maginot hingga mencakup perbatasan Perancis dengan Belgia. Namun ide tersebut tidak dijalankan karena Perancis memiliki kedekatan politis dengan Belgia & tanah di perbatasan Belgia dianggap terlalu berair untuk dijadikan sistem perbentengan layaknya Garis Maginot. Sebagai gantinya, Perancis hanya membangun pos-pos militer kecil di sepanjang perbatasan Perancis & Belgia.



GARIS MAGINOT SEMASA PERANG DUNIA II

Tahun 1939, Jerman melakukan serangan kilat ke Polandia sekaligus memantik pecahnya Perang Dunia II. Tidak butuh waktu lama bagi Jerman untuk menaklukkan Polandia yang memang sedang berada dalam kondisi tidak siap. Karena Polandia memiliki perjanjian militer dengan Perancis & Inggris, Jerman kemudian menargetkan Perancis sebagai sasaran berikutnya untuk ditaklukkan. Jerman sadar akan keberadaan Garis Maginot di sepanjang perbatasannya dengan Perancis sehingga Jerman pun mencari cara supaya bisa menyerbu Perancis tanpa harus melalui Garis Maginot.

Tanggal 10 Mei 1940, pasukan Jerman menyerbu wilayah Belanda & Belgia. Pasukan Inggris & Perancis kemudian digerakkan ke Belgia dengan harapan bisa menghentikan pasukan Jerman sebelum berhasil menerobos ke dalam wilayah Perancis. Namun tanpa disadari Inggris & Perancis, Jerman mengirimkan sebagian pasukannya ke wilayah Ardennes. Jerman berhasil menerobos daerah Ardennes yang awalnya diperkirakan tidak bisa ditembus karena Perancis sudah terlanjur mengirimkan sebagian besar pasukannya ke Belgia. Keberadaan Garis Maginot tidak banyak membantu karena Garis Maginot tidak menjangkau daerah Ardennes.

Peta rute invasi Jerman ke Perancis. (Sumber)

Sukses menerobos daerah Ardennes & memukul mundur pasukan Perancis (serta Inggris) di Belgia, laju pasukan Jerman di wilayah Perancis pun menjadi tak terbendung lagi. Sebagai akibatnya, pada tanggal 22 Juni alias kurang dari 2 bulan sesudah Jerman memulai invasinya ke Belanda & Belgia, Perancis terpaksa mengibarkan bendera putih di hadapan Jerman. Munculnya pernyataan menyerah dari pemerintah Perancis lantas diikuti dengan menyerahnya pasukan Perancis yang sedang menjaga Garis Maginot. Timbunan logistik & persenjataan artileri yang ada di Garis Maginot kemudian dialihkan untuk mempersenjatai pasukan Jerman di front lain.

Bulan Juni 1944, pasukan Sekutu yang terdiri dari pasukan Inggris & AS menyerbu Jerman dari arah Perancis utara. Pasukan Jerman lantas memanfaatkan Garis Maginot untuk memperlambat pergerakan pasukan Sekutu. Pertempuran pertama antara pasukan Sekutu melawan pasukan Jerman di Garis Maginot akhirnya pecah pada bulan November 1944 di kota Metz, Perancis timur laut. Adalah pasukan Sekutu yang pada akhirnya keluar sebagai pemenang setelah pada bulan Maret 1945, pasukan Sekutu berhasil menguasai seluruh Garis Maginot & semakin memojokkan Jerman di bulan-bulan terakhir Perang Dunia II.



GARIS MAGINOT SESUDAH PERANG DUNIA II

Terowongan bawah tanah di
Garis Maginot. (Sumber)
Pasca berakhirnya Perang Dunia II dengan kekalahan Jerman, Garis Maginot kembali berada di bawah pengelolaan Perancis. Sebagian benteng yang menyusun Garis Maginot dimodifikasi agar tahan terhadap serangan bom nuklir. Namun kombinasi dari semakin majunya teknologi transportasi militer & masuknya Jerman (Barat) ke Blok Barat yang juga beranggotakan Perancis membuat keberadaan Garis Maginot menjadi semakin kurang penting. Nasib Garis Maginot menjadi semakin terbengkalai setelah Perancis keluar dari NATO pada tahun 1966 karena Perancis lebih suka memanfaatkan anggaran militernya untuk membiayai sektor-sektor lain.

Sekarang, mayoritas bangunan yang menyusun Garis Maginot sudah tidak lagi digunakan oleh militer Perancis. Bangunan-bangunan tersebut banyak yang sudah beralih fungsi menjadi bangunan sipil, tempat wisata sejarah, atau benar-benar menjadi bangunan kosong yang tidak terurus lagi. Di kalangan sejarawan & pemerhati Perang Dunia II sendiri, Garis Maginot kerap dijadikan contoh mengenai sesuatu yang sepintas terlihat efektif, namun dalam realitanya malah gagal total. Sebuah contoh kemubaziran mengenai bagaimana suatu sistem perbentengan dibangun & dipelihara dengan biaya yang tidak sedikit, namun pada akhirnya gagal melindungi negara pemiliknya dari amukan negara lawan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

History Learning Site - The Maginot Line
Military History Online - The U.S. Army vs. The Maginot Line
SparkNotes - The Invasion of France
Wikipedia - Maginot Line



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. kegagalan perancis karena terpancing invasi low country jerman dibuat seheboh mngkin jd dikira itu sebagai tulang punggung invasi jerman (schiliffen plan) seperti pd 1 jdi mengirimkan hampir all out pasukan cadangan mereka ke belgia. apalagi belgia yg juga merasa pede punya garis pertahanan benteng eben emael.. yg bisa menghalau jerman untuk memberikann waktu pasukan bantuan datang. (plan kesepakatan antara belgia dan sekutu jika jerman menyerang) padahal jika pasukan perancis dan bef inggris masi menyisakan untuk pertahanan perancis kemungkinan jjermann juga akan kesulitan meskipun bisa melewati ardenes. apalagi saat itu mechanic jerman cm mengandalkan panser 1.2.3.( 4 masi dlm jmlh kecil) jelas bukan tandingan tank perancis char. dr segi kaliber pun kalah.dan pasukan jerman saat invasi memang menyerang maginot line tp itu juga bukann tulang punggung offensif jerman. just my opinion.:)

    BalasHapus
  2. Kenyataanya panzer dan tank jerman mampu menembus hutan ardennes , dan tidak diperhitungkan untuk pihak militari prancis , untuk garis maginot , dan disitu jerman menyerang poland yg dikenal dengan blitzskrikg perang kilat

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.