FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Perang Sipil Inca, Perebutan Mahkota di Negeri Pegunungan




(Sumber)

Inca / Inka adalah nama dari suatu kekaisaran di Abad Pertengahan yang terletak di Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Negara monarki ini terkenal karena berhasil menciptakan bangunan-bangunan megah di mana salah satu bangunan peninggalan Inca yang paling terkenal adalah kompleks bangunan Machu Pichu. Di masa jayanya, wilayah kekuasaan Inca membentang mulai dari wilayah modern Ekuador hingga wilayah modern Chili. Namun sejak abad ke-16, Inca ditaklukkan oleh pasukan Spanyol pimpinan Fransisco Pizarro sehingga negeri pegunungan itupun selanjutnya hanya tinggal sejarah.

Keberhasilan pasukan Spanyol menaklukkan Inca tidak lepas dari melemahnya kondisi internal negara kekaisaran tersebut akibat perang sipil & wabah cacar air. Perang Sipil Inca adalah perang saudara yang terjadi pada tahun 1527 - 1532 antara pasukan pimpinan Huascar melawan pasukan pimpinan Atahualpa. Perang ini juga dikenal dengan sebutan "Perang 2 Saudara" karena baik Huascar maupun Atahualpa sama-sama merupakan keturunan raja Inca, Huayna Capac. Pasca perang, Atahualpa dilantik sebagai raja Inca yang baru di mana periode kekuasaannya hanya berlangsung selama beberapa bulan setelah dirinya ditawan & dibunuh oleh pasukan Spanyol.

Sedikit info soal kondisi militer Inca. Karena sebelum abad ke-16 Inca tidak pernah menjalin kontak dengan bangsa Eropa, persenjataan Inca didominasi oleh persenjataan yang bisa dikatakan tradisional untuk standar teknologi Eropa pada masa itu. Persenjataan jarak dekat pasukan Inca umumnya terdiri dari tombak, gada berduri, & kapak perunggu. Sementara persenjataan jarak jauhnya mencakup atlatl (semacam tombak lempar), panah, & kain pelontar batu. Bangsa Inca juga tidak pernah menggunakan hewan tunggangan karena tidak ada hewan yang bisa ditunggangi macam kuda di Amerika Selatan, namun pasukan Inca kerap menggunakan llama (sejenis hewan yang masih berkerabat dengan unta) untuk mengangkut perbekalan.



LATAR BELAKANG

Peta Inca (warna hijau). (Sumber)
Tahun 1532, Huayna Capac selaku pemimpin Inca meninggal akibat terkena cacar air. Seharusnya yang menjadi penerus tahta Huayna adalah putra tertuanya, Ninan Cuyochi. Namun Ninan juga meninggal tak lama berselang akibat cacar air. Melihat situasi tersebut, pendeta kerajaan kemudian memutuskan untuk mengangkat putra Huayna yang bernama Huascar sebagai raja baru Inca. Namun tidak semua wilayah Inca berada di bawah kendali Huascar karena sebagian kecil wilayah Inca yang ada di sebelah utara berada di bawah kekuasaan saudara Huascar yang bernama Atahualpa.

Sekedar info, walaupun sama-sama berbapak Huayna, Huascar & Atahualpa berasal dari ibu yang berbeda. Jika ibu Huascar masih memiliki hubungan darah dengan Huayna (kultur Inca memprioritaskan saudara sedarah untuk dinikahi demi menjaga kemurnian garis keturunan karena keluarga kerajaan dipercaya merupakan keturunan dewa matahari Inti), maka tidak demikian halnya dengan ibu Atahualpa yang berasal dari luar keluarga kerajaan. Lalu dari segi kepribadian, jika Huascar cenderung arogan & meledak-ledak, maka Atahualpa lebih mampu membawakan diri sehingga dia disegani oleh jenderal-jenderal Inca seperti Quisquis, Chalcuchimac, & Ruminawi. Karena ayah & ibu Huascar masih memiliki hubungan darah, para pemuka agama Inca pun mengangkat Huascar sebagai pewaris tahta Inca yang paling pantas.

Kembali ke soal Inca. Ada 2 versi mengenai bagaimana timbulnya konflik antara Huascar & Atahualpa yang kemudian menjadi awal dimulainya Perang Sipil Inca. Menurut Wolfgang Von Hagen dalam buku "The Incas of Pedro de Cieza de Leon", awalnya Atahualpa mengutus sejumlah bawahannya ke Cuzco, ibukota Inca, sambil membawa emas & perak sebagai persembahan kepada Huascar. Namun Huascar, yang berambisi menjadikan wilayah Inca utara berada di bawah kendalinya langsung, menolak persembahan tersebut & bahkan membunuh sejumlah utusan Atahualpa. Merasa tersinggung dengan respon yang ditunjukkan saudaranya, Atahualpa pun memutuskan untuk tidak lagi mengakui Huascar sebagai pemimpin Inca.

Menurut versi lain seperti yang dimuat dalam Encyclopaedia Britannica, Huascar memerintahkan Atahualpa untuk kembali ke Cuzco, namun Atahualpa menolak dengan alasan kalau dirinya sedang sibuk memimpin pasukan Inca di Teluk Guayaquil. Merasa tidak puas dengan alasan yang diutarakan saudaranya, Huascar kemudian mengirimkan bawahannya untuk mengambil istri & lencana militer Atahualpa secara paksa. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan setelah utusan yang dikirimkan Huascar dibunuh oleh Atahualpa & mayatnya dijadikan drum yang kemudian dikirim ke Huascar. Masyarakat Inca pun selanjutnya terbelah antara kubu pendukung Huascar yang berpusat di Cuzco & kubu pendukung Atahualpa yang berpusat di Quito, Inca utara (sekarang menjadi ibukota Ekuador).


Huascar & Atahualpa seperti yang terlihat dalam
prangko Peru terbitan tahun 2004. (Sumber)


BERJALANNYA PERANG

Huascar tidak mau mengulur-ngulur waktu & langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerb Quito, namun upaya mereka berhasil dihentikan oleh pasukan pimpinan Jenderal Quisquis. Pasukan loyalis Huascar & Atahualpa kemudian kembali terlibat pertempuran di Temahamba di mana kali ini, pasukan Huascar yang menang & mereka bahkan berhasil menangkap Atahualpa. Pasca pertempuran, pasukan Huascar langsung berpesta pora sambil menempatkan Atahualpa di sel tahanan. Ketika mereka sedang sibuk berpesta & mabuk-mabukan, dalam kondisi setengah sadar mereka membiarkan seorang wanita menemui Atahualpa. Wanita tersebut ternyata adalah simpatisan Atahualpa & berkat bantuannya, Atahualpa berhasil melarikan diri & kemudian kembali ke Quito.

Huascar kemudian membawa sebagian besar pasukannya menuju ke Cuzco yang ada di sebelah selatan daerah kekuasaannya. Untuk mencegah Quito diserang secara tiba-tiba oleh pasukan Huascar, Atahualpa menunjuk Ruminahui untuk memimpin sisa-sisa pasukan bawahannya di Quito. Perlahan tapi pasti, pasukan Atahualpa bergerak ke selatan & berhasil mengalahkan pasukan Huascar di sepanjang rute yang mereka lewati. Di sebelah selatan Quito, terdapat daerah yang ditempati oleh kelompok suku Canari. Karena Canari sebelumnya sempat bekerja sama dengan pasukan Huascar untuk menangkap Atahualpa, pasukan Atahualpa kemudian membantai penduduk Canari & membumi hanguskan tanah mereka.

Reruntuhan bangunan Inca di
Quito, Ekuador. (Sumber)
Bukan cuma penduduk Canari yang menjadi sasaran pembantaian pasukan Atahualpa. Penduduk di wilayah sebelah utara Cajamarca (sekarang berlokasi di Peru utara) juga banyak yang menjadi sasaran pembantaian pasukan Atahualpa. Walaupun terlihat kejam, tindakan tersebut nyatanya efektif untuk memaksa sisa-sisa penduduk di wilayah yang dilewati pasukan Atahualpa untuk bergabung dengan mereka sehingga makin banyak prajurit yang bisa diterjunkan oleh Atahualpa. Ketika pasukan Atahualpa akhirnya tiba di Cajamarca, Atahualpa memilih untuk tinggal di kota tersebut & memerintahkan Chalcuchimac serta Quisquis untuk memimpin pasukan menginvasi Cuzco.

Awal tahun 1532, pasukan loyalis Atahualpa akhirnya tiba di tepi Cuzco. Pasukan Huascar mencoba melawan dengan sisa-sisa kekuatan mereka, namun mereka bukanlah tandingan pasukan loyalis Atahualpa yang unggul dalam hal jumlah personil & semangat tempur. Pembantaian besar-besaran penduduk Cuzco menyusul tak lama berselang sebagai cara dari loyalis Atahualpa untuk "membersihkan" kota tersebut dari sisa-sisa pendukung Huascar. Huascar sendiri sempat berhasil melarikan diri keluar Cuzco, namun ia berhasil ditangkap tidak jauh di luar kota tersebut pada bulan April 1532. Mendengar kabar penangkapan Huascar, Atahualpa kemudian memerintahkan pasukannya untuk membawa Huascar ke Cajamarca.



KONDISI PASCA PERANG

Dengan tertangkapnya Huascar, maka Perang Sipil Inca secara otomatis berakhir dengan keberhasilan Atahualpa menjadi pemimpin baru Inca. Namun berakhirnya perang tersebut sebenarnya merupakan awal dari bencana yang kelak bakal mengakhiri riwayat Inca untuk selamanya. Di tahun yang sama dengan berakhirnya perang, rombongan penjelajah Spanyol (conquistador) yang dipimpin oleh Fransisco Pizarro tiba di wilayah Inca. Dengan memanfaatkan kepolosan Atahualpa yang sebelumnya belum pernah bertemu orang-orang Eropa, para conquistador tadi berhasil membujuk Atahualpa untuk menemui mereka secara langsung tanpa membawa prajurit bersenjata & kemudian langsung menjadikan Atahualpa sebagai sandera. Namun Atahualpa tetap diperbolehkan memerintah kerajaannya di bawah pengawasan para conquistador.

Lukisan mengenai conquistador
& pasukan Inca. (Sumber)
Atahualpa berupaya membujuk para conquistador agar mau membebaskannya dengan iming-iming timbunan emas sebanyak 1 ruangan. Pizarro menyetujui tawaran emas dari Atahualpa, namun ia menolak membebaskan Atahualpa karena khawatir Atahualpa kemudian akan langsung memerintahkan orang-orang Inca untuk membantai para conquistador. Atahualpa akhirnya menemui ajalnya pada bulan Agustus 1533 setelah para conquistador mengeksekusi Atahualpa dengan memakai alat pencekik. Namun sebelum tewas, Atahualpa sempat memerintahkan Huascar untuk dibunuh di tempat lain karena ia khawatir kalau para conquistador berencana menjadikan Huascar sebagai kaisar Inca menggantikan dirinya.

Tidak lama setelah mengeksekusi Atahualpa, para conquistador kemudian bertolak menuju Quito yang masih dikuasai oleh sisa-sisa loyalis Atahualpa pimpinan Ruminahui. Kali ini mereka tidak sendirian karena rombongan conquistador tersebut dibantu oleh penduduk lokal Canari & sisa-sisa pendukung Huascar yang ingin membalas dendam kepada kubu loyalis Atahualpa. Hasilnya, sisa-sisa loyalis Atahualpa berhasil dikalahkan, namun konflik bersenjata antara pasukan Spanyol melawan pasukan Inca penentang Spanyol masih tetap berlanjut hingga beberapa tahun sesudahnya. Kalah jadi abu, menang jadi arang. Itulah peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan bagaimana nasib Huascar & Atahualpa seusai perang saudara, serta nasib Kekaisaran Inca itu sendiri.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Pertempuran
    - Waktu : 1527 - 1532
    - Lokasi : Kekaisaran Inca (wilayah modern Ekuador & Peru)

2. Pihak yang Bertempur
    (Grup)  -  faksi pendukung Huascar
             melawan
    (Grup)  -  faksi pendukung Atahualpa

3. Hasil Akhir
    Kemenangan faksi pendukung Atahualpa

4. Korban Jiwa
    Tidak jelas



REFERENSI

About.com - Huascar and Atahualpa : An Inca Civil War
Ancient Origins - The War of the Two Brothers : The Division....
Wikipedia - Inca Civil War
Wikipedia - Spanish conquest of the Inca Empire
G. R. Willey, dkk.. 2008. "Pre-Columbian civilizations". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

3 komentar:

  1. mau nanya nih gan,Inca sama Aztek ada hubungan diplomatik gak gan,terus apakah bekas Kekaisaran Inca kah yang nanti menjadi koloni Spanyol New Granada gan???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan besar tidak ada. Atau kalaupun ada, hubungannya sangat minim karena lokasi keduanya terpisah cukup jauh & baik Aztec maupun Inca sama-sama tidak dikenal sebagai monarki yang kerap melakukan pelayaran jarak jauh.

      Mengenai bekas wilayah Inca, yang menjadi bagian dari New Granada hanya wilayah sebelah utara. Sementara wilayah sisanya menjadi koloni Peru.

      Hapus
  2. Sejarah membuktikan, orang eropa spesialis penghapus peradaban.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.