Tawon Kertas, Serangga Pembangun Apartemen Gantung



Koloni tawon kertas di sarangnya. (stuff.co.nz)

Kertas adalah benda berbentuk lembaran yang memiliki peran amat penting bagi manusia. Sebelum teknologi semaju sekarang, manusia menggunakan pesan yang ditulis pada kertas untuk berkomunikasi & menyimpan informasi. Di Jepang, kertas bahkan memiliki fungsi tambahan sebagai bahan pembuat rumah tradisional.

Manusia sendiri ternyata bukanlah satu-satunya makhluk yang menguasai teknik pembuatan kertas & menggunakannya untuk membuat rumah. Hewan pun ternyata juga ada yang memiliki kemampuan serupa.

Hewan dengan kemampuan langka tersebut adalah tawon kertas (paper wasp). Tawon tersebut diberi nama demikian karena serangga ini memang bisa membuat lembaran-lembaran kecil yang karakteristiknya menyerupai kertas. Seperti kertas buatan manusia, tawon kertas menggunakan kayu tanaman sebagai bahan baku kertasnya. Namun tidak seperti manusia, tawon kertas sama sekali tidak menggunakan alat bantu saat membuat kertas.

Seperti halnya semut atau kumbang, tawon kertas juga memiliki rahang / mandibula pada mulutnya. Dengan rahang tersebut, tawon kertas bisa menggerogoti kulit kayu. Saat tawon kertas sudah berhasil mengupas serpihan kayu dari pohonnya, tawon kertas kemudian mencampur serpihan kayu tersebut dengan air liurnya supaya serpihan kayunya menjadi lebih lentur layaknya adonan bubur kertas.

Tawon kertas selanjutnya akan memilin adonan bubur kertas tersebut dengan rahang & kaki depannya hingga adonannya nampak seperti lembaran kertas. Lembaran kertas basah ini selanjutnya akan dibentuk sedemikian rupa oleh tawon hingga menjadi dinding sarang. Seperti halnya sarang lebah madu, bilik yang dibuat oleh tawon kertas juga memiliki pintu masuk berbentuk segi 6 / heksagonal.


Tawon kertas dari spesies Polistes carnifex yang sedang mengunyah kulit kayu. (Francisco Farriols Sarabia / candidegardening.com)



APARTEMEN PENCAKAR LANGIT-LANGIT

Ada banyak spesies tawon yang membuat sarangnya dengan memakai lembaran kertas kayu. Namun jika membahas soal "tawon kertas", maka biasanya yang dimaksud adalah tawon-tawon yang berasal dari subfamili Polistinae. Tawon dari subfamili Polistinae biasanya membangun sarang yang bentuknya menyerupai tudung payung dengan lubang-lubang berbentuk heksagonal di bawahnya.

Karena sarang yang dibuatnya berbentuk menyerupai tudung payung, tawon keras juga dikenal dengan nama lain "tawon payung" (umbrella wasp). Bilik-bilik yang menyusun sarang tawon hanya digunakan sebagai tempat tinggal oleh tawon yang belum dewasa.

Keberadaan bilik-bilik tersebut bakal mengingatkan kita akan bangunan apartemen yang memiliki banyak kamar di dalamnya. Sarang tawon kertas dibangun sebagai sarang gantung yang menempel di tempat tinggi, misalnya di bawah dahan pohon & di langit-langit rumah.

Sarang yang dibuat oleh tawon subfamili Polistinae biasanya tidak dilindungi dengan lapisan luar sehingga bilik-bilik yang menyusun sarangnya dapat terlihat dengan jelas. Namun khusus untuk tawon genus Polybia yang juga tergabung dalam subfamili Polistinae, sarangnya diselubungi oleh lapisan kertas yang besar sehingga sarangnya jika dilihat dari luar nampak seperti bulatan raksasa. Sarang yang dibuat oleh tawon genus Polybia nampak serupa dengan sarang yang dibuat oleh tawon Inggris & tabuhan (hornet).

Ciri dari tawon subfamili Polistinae bukan hanya terbatas pada bentuk sarangnya. Tawon subfamili Polistinae biasanya memiliki tubuh yang ramping dengan abdomen & kaki yang panjang. Warna tubuh mereka bervariasi, namun banyak di antara mereka yang tubuhnya berwarna loreng-loreng hitam kuning. Saat terbang, tawon subfamili Polistinae memiliki kebiasaan membiarkan kaki belakangnya bergantung bebas di udara. Berbeda dari tawon-tawon pada umumnya yang melipat semua kakinya saat sedang terbang.

Tawon kertas yang sedang terbang. (nature tv Lothar Lenz / youtube.com)

Ada lebih dari 1.000 spesies tawon yang termasuk dalam subfamili Polistinae. Panjang tubuh mereka umumnya adalah sekitar 2 cm. Habitat tawon ini tersebar di seluruh benua, kecuali di Benua Antarktika yang bersuhu amat dingin. Karena tawon kertas memerlukan kayu sebagai bahan untuk membuat kertas sarangnya, tawon kertas cenderung menyukai habitat yang dipenuhi oleh pepohonan. Tawon kertas juga banyak dijumpai di pemukiman manusia.

Tawon kertas adalah hewan eusosial yang berarti hewan ini hidup berkelompok & membentuk koloni. Koloni tawon kertas biasanya terdiri dari seekor betina subur sebagai ratunya & beberapa ekor betina mandul yang memiliki tugas sebagai pekerja. Tugas ratu adalah bertelur, sementara tawon pekerja sesuai namanya bertugas melakukan segala macam pekerjaan sarang. Mulai dari membangun & memperbaiki sarang, mencari makan, hingga melindungi koloni.



LARVA YANG MEMAKAN LARVA

Seperti spesies tawon lainnya, tawon kertas juga menjalani metamorfosis sempurna dalam hidupnya. Ada 4 tahapan yang harus dijalani dalam siklus hidup tawon kertas, yaitu telur, larva, kepompong, & serangga dewasa. Telur tawon kertas ditaruh di dalam ruangan bilik sarang. Setiap bilik hanya diisi dengan 1 butir telur. Setelah kurang dari 5 hari, telur tersebut akan menetas menjadi larva yang warnanya putih, namun kepalanya berwarna gelap.

Makanan utama tawon kertas dewasa adalah nektar bunga & cairan manis, namun larva tawon adalah karnivora alias pemakan daging. Supaya bisa menyediakan daging untuk dimakan oleh larva, tawon kertas akan pergi mencari ulat & larva serangga untuk dibunuh.

Setelah melumpuhkan korbannya dengan memakai sengat, tawon kertas akan mencabik-cabik korbannya menjadi gumpalan-gumpalan daging yang lebih kecil. Tawon kertas kemudian akan terbang kembali ke sarangnya & menyerahkan gumpalan daging tersebut ke larva untuk dimakan.

Tawon kertas dewasa yang sedang bertengger di atas bilik berisi larva. (Sonel / pixabay.com)

Setelah mencapai ukuran tertentu, larva tawon akan berubah menjadi kepompong. Sebelum berubah menjadi kepompong, larva akan menutup pintu biliknya dengan benang sutra supaya kepompongnya tidak jatuh keluar sarang. Sesudah kurang lebih 1 bulan, kepompong tadi akan berubah menjadi tawon dewasa. Tawon dewasa yang baru muncul akan merobek dinding sutra yang menutup pintu biliknya & sudah bisa langsung ikut serta dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan sarang.

Jumlah bilik yang menyusun sarang tawon kertas bisa mencapai 100 bilik. Saat jumlah tawon yang menghuni sarang sudah semakin banyak, tawon ratu akan mulai menghasilkan pejantan & betina subur. Pejantan tercipta ketika ratu menghasilkan telur yang tidak dibuahi, sementara tawon betina mandul tercipta ketika ratu menghasilkan telur yang sudah dibuahi. Jika larva berjenis kelamin betina diberi asupan makanan tertentu, larvanya akan tumbuh menjadi tawon betina subur.

Tawon betina subur yang baru muncul akan melakukan perkawinan dengan pejantan. Sesudah itu, tawon betina tadi akan menjadi ratu tambahan di koloni tersebut, atau pergi untuk memulai koloni baru. Ratu juga melakukan perkawinan dengan pejantan keturunannya sendiri supaya dirinya tetap memiliki cukup pasokan sperma untuk membuahi telur-telurnya & menghasilkan tawon pekerja.

Di wilayah 4 musim, koloni tawon kertas tidak pernah bisa bertahan selama lebih dari setahun karena semua tawon pekerjanya bakal mati saat musim dingin tiba. Betina yang subur di lain pihak akan pergi mencari tempat yang terlindung untuk berhibernasi seorang diri. Saat musim dingin sudah berlalu, tawon kertas betina akan bangkit dari tidurnya & kemudian pergi mencari tempat yang cocok untuk membangun koloni baru.


Tawon kertas Eropa (Polistes dominula) dengan tetesan nektar di mulutnya. (Alvesgaspar / wikipedia.org)



TAWON KERTAS & MANUSIA

Tawon kertas adalah hewan yang bermanfaat bagi manusia karena hewan ini membantu mengendalikan populasi ulat & serangga hama. Mereka juga membantu proses penyerbukan saat hinggap pada bunga untuk makan. Meskipun begitu, tetap banyak orang yang membenci tawon kertas karena hewan ini bisa memberikan sengatan yang menyakitkan saat merasa terganggu.

Tawon kertas bisa tetap hidup sesudah menyengat manusia karena tawon ini memiliki sengat yang tidak bergerigi. Bagi orang-orang tertentu yang memiliki alergi terhadap racun tawon, tersengat oleh tawon kertas bisa berujung pada kematian.

Jika dibandingkan dengan jenis tawon sosial lain, tawon kertas tergolong sebagai tawon yang tidak begitu agresif karena ia hanya akan menyengat saat dipegang. Saat berpapasan dengan manusia, tawon ini lebih memilih untuk terbang menghindar.

Jika ada manusia di dekat sarangnya, tawon ini hanya akan mengambil posisi siaga dengan cara merentangkan sayapnya. Namun jika orang tersebut kemudian nekat memegang sarang tawon, barulah tawon yang ada di sarang beramai-ramai menyerang orang tersebut.

Koloni tawon kertas sebaiknya tidak diganggu karena peran pentingnya dalam membasmi hama tanaman. Meskipun begitu, karena tawon kertas juga memiliki kebiasaan membuat sarang di dalam rumah yang masih berpenghuni, tidak jarang manusia mau tidak mau harus melenyapkan sarang tawon kertas yang ada di rumahnya.

Cara paling aman untuk melenyapkan koloni tawon kertas adalah dengan cara menyemprotkan racun serangga / insektisida ke arah sarang pada jarak yang aman. Saat melakukannya, orang tersebut harus memakai penutup wajah & sarung tangan supaya racunnya tidak sampai terhirup atau mengenai mata. Saat tawon-tawon yang menjaga sarang sudah mati, sarangnya bisa diambil & dibuang dengan aman.

Sarang tawon kertas dilihat dari samping. (Magnus Manske / wikipedia.org)

Jika tidak ada racun serangga, tawon kertas juga bisa diusir dengan cara menyalakan asap tebal tepat di bawah sarang. Saat tawon-tawonnya sudah menyingkir, sarang tawon tersebut kemudian bisa dijatuhkan dengan memakai tongkat panjang atau gagang sapu. Karena tawon yang terkena asap bakal tetap hidup & hanya sekedar pergi meninggalkan sarangnya untuk sementara waktu, sarang tawon tadi harus segera dibuang sebelum tawon-tawonnya berkumpul kembali di sarangnya.

Ancaman bagi tawon kertas bukan hanya datang dari manusia, tetapi juga dari hewan lain. Tawon kertas yang sedang terbang sendirian rentan diserang oleh hewan pemakan serangga, misalnya laba-laba. Di Asia Timur, kawanan tawon raksasa Asia (Vespa mandarinia) bisa membantai habis koloni tawon kertas. Sarang tawon kertas yang baru dibangun juga rawan disusupi oleh hewan kecil (misalnya semut) yang datang untuk mencuri telur & larva tawon saat induknya sedang pergi.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Vespidae
Subfamili : Polistinae



REFERENSI

 - . 2008. "Paper Wasp". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.

Clemson University. "Paper Wasps".
(www.clemson.edu/extension/beekeepers/fact-sheets-publications/paper-wasps.html)

Gallegos, A.. "How Do Wasps Reproduce?".
(animals.mom.com/months-wasps-active-11787.html)

Gashler, K.. 2020. "Paper wasps rapidly evolved ability to identify faces".
(news.cornell.edu/stories/2020/01/paper-wasps-rapidly-evolved-ability-identify-faces)

Grewal, K.. 2002. "Polistes fuscatus".
(animaldiversity.org/accounts/Polistes_fuscatus/)

Hadley, D.. 2019. "How to Control Paper Wasps".
(www.thoughtco.com/controlling-paper-wasps-1968424)

Oda, H.. 1997. "Seri Misteri Alam 52 : Tawon Kertas". Elexmedia, Jakarta.

Stout, E.. 2013. "Polistes dominula".
(animaldiversity.org/accounts/Polistes_dominula/)

Wikipedia. "Polistinae".
(en.wikipedia.org/w/index.php?title=Polistinae&oldid=962931454)

Wikipedia - Polybia occidentalis
(en.wikipedia.org/w/index.php?title=Polybia_occidentalis&oldid=982435318)
  






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.