SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Bintang Ular, Hewan Bertubuh Cakram & Berlengan Panjang



(Sumber)

Bintang ular (brittle star) adalah nama dari sejenis hewan laut yang penampilannya menyerupai bintang laut, namun aslinya bukanlah bintang laut. Seperti bintang laut, bintang ular memiliki beberapa buah lengan panjang yang terhubung ke bagian tengah tubuhnya. Namun tidak seperti bintang laut, bintang ular memiliki lengan yang lentur & berukuran jauh lebih panjang.

Dalam bahasa Indonesia, hewan ini dikenal dengan nama "bintang ular" karena hewan ini nampak seperti bintang dengan lengan-lengan yang panjang bak ular. Kalau dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan nama "brittle star" (bintang rapuh) karena lengan hewan ini nampak rapuh & mudah terputus dari badannya. Faktanya, bintang ular memang kerap memutus lengannya sendiri untuk mengalihkan perhatian musuhnya jika merasa terancam.

Bintang ular memiliki ciri khas berupa tubuh bagian tengah yang berbentuk menyerupai piringan dengan lengan berjumlah 5 - 6 buah di sekeliling tubuh bagian tengahnya. Lengan tersebut panjangnya bisa mencapai 20 kali diameter tubuh bintang ular. Namun pada umumnya lengan bintang ular panjangnya hanya sekitar 2 - 3 kali panjang diameter tubuhnya.

Bintang ular terkecil diameternya tidak sampai 1 cm. Namun bintang ular terbesar diameter tubuhnya mencapai 7 cm lebih dengan panjang lengan mencapai 17 cm. Ophiopsammus maculata adalah nama dari spesies bintang ular besar tersebut. Habitat bintang ular ini berada di perairan sekitar Selandia Baru.

Bintang ular dari spesies Ophiopsammus maculata. (Sumber)

Karena bintang ular memiliki kemiripan fisik dengan bintang laut, keduanya sama-sama digolongkan dalam filum Echinodermata dalam tangga klasifikasi ilmiah. Selain bintang laut & bintang ular, hewan-hewan seperti teripang & bulu babi juga tergolong dalam filum ini. Semua hewan anggota Echinodermata memiliki ciri-ciri berupa kulit luar yang keras & bergerak dengan memakai kaki tabung.

Sedikit informasi soal kaki tabung. Kaki tabung adalah sebutan untuk kaki-kaki berukuran amat kecil & berbentuk menyerupai sedotan yang ada di bagian bawah kaki bintang ular. Mula-mula, bintang ular akan menyedot air laut memakai lubang madreporit yang terletak di tengah-tengah tubuh bintang ular. Saat ingin bergerak, bintang ular akan menyemburkan air tadi lewat kaki tabungnya. Dengan memanfaatkan daya dorong dari kaki tabung itulah, bintang ular bisa bergerak.

Ada lebih dari 2.000 spesies bintang ular yang sudah diketahui oleh ilmuwan. Semua spesies bintang ular digolongkan dalam kelas Ophiuroidea. Mereka dapat ditemukan di lautan seluruh dunia. Mulai dari yang berada di tepi pantai hingga yang terletak di kedalaman 6.000 meter. Di lokasi-lokasi tertentu, bintang ular bisa hidup membentuk kelompok dengan jumlah mencapai jutaan ekor.



SANG PENYERGAP BERLENGAN BANYAK

Bintang ular adalah hewan karnivora alias pemakan daging. Makanannya terdiri dari plankton, kerang, hingga ikan kecil. Bintang ular menangkap mangsanya dengan memanfaatkan lengannya yang panjang & fleksibel. Saat ingin menangkap plankton, bintang ular akan menekuk lengannya supaya tubuhnya terangkat ke atas.

Saat ada air & plankton yang melintas di sela-sela kakinya, plankton tersebut akan menempel pada bagian lengket kaki tabung bintang ular. Jika bintang ular ingin menangkap ikan atau mangsa yang berukuran lebih besar, bintang ular akan mengambil sikap serupa & kemudian diam tak bergerak selama beberapa menit.

Saat ada ikan yang berenang melewati sela-sela kaki bintang ular, bintang ular secara tiba-tiba akan memutar tubuhnya sendiri sehingga ikan tadi akan terperangkap di bawah tubuh bintang ular. Sesudah itu, bintang ular akan menindih mangsanya & kemudian memakannya. Metode berburu macam ini biasanya dilakukan oleh bintang ular pada malam hari.

Mulut bintang ular terletak di bagian bawah tubuhnya. Karena bintang ular tidak memiliki anus, sisa-sisa makanan yang tidak tercerna akan dimuntahkan lewat mulutnya. Beberapa spesies bintang ular juga memiliki kemampuan menghasilkan cahayanya sendiri.


Ilustrasi bintang ular yang menjebak ikan mangsanya. (Sumber)


METODE REPRODUKSI & MUSUH BEBUYUTAN

Bintang ular adalah hewan berkelamin tunggal yang berarti seekor bintang ular berjenis kelamin jantan / betina. Bergantung pada spesiesnya, bintang ular bisa melakukan pembuahan eksternal / internal saat melakukan perkawinan.

Pada pembuahan eksternal, bintang laut jantan & betina akan melepaskan sel-sel sperma & telurnya secara bersama-sama ke laut lepas. Saat sel sperma & telurnya bertabrakan, terjadilah pembuahan & sel telurnya akan berkembang menjadi larva. Larva tersebut kemudian hidup terombang ambing sebagai bagian dari plankton. Saat sudah berukuran cukup besar, barulah larva melanjutkan siklus hidupnya di dasar laut.

Pada pembuahan internal, pejantan akan melepaskan spermanya ke air, namun betina akan menaruh sel-sel telurnya pada kantong khusus yang terletak di bawah lengannya. Saat sel-sel telur tersebut mengalami pembuahan, sel telur tadi akan berkembang menjadi bayi bintang laut di dalam kantong. Bayi bintang laut yang sudah lahir kemudian akan merangkak keluar kantong.

Bintang ular juga bisa berkembang biak tanpa melakukan perkawinan, tepatnya dengan cara membelah bagian tengah tubuhnya sendiri. Jika tubuh bintang ular terbelah, masing-masing potongannya akan tumbuh menjadi bintang ular baru. Seekor bintang ular mengalami kematangan seksual pada usia 2 tahun & memiliki rentang usia maksimum hingga 5 tahun.

Bintang ular memiliki banyak musuh. Mereka rentan dimangsa oleh kepiting, ikan buntal, udang belalang, kelomang, & hewan-hewan lain yang biasa memangsa hewan penghuni dasar laut. Sebagai bentuk pertahanan diri yang paling dasar, bintang ular baru aktif keluar pada malam hari. Pada siang hari, hewan ini bersembunyi di celah-celah batu dengan memanfaatkan tubuhnya yang pipih & lengannya yang lentur.

Bintang ular juga bisa memutus lengannya sendiri untuk mengalihkan perhatian musuh. Sesudah kehilangan lengannya, lengan yang baru secara berangsur-angsur akan tumbuh. Metode pertahanan ini dikenal dengan sebutan "autotomi". Di luar masalah predator, bintang ular juga terancam oleh pencemaran & penyempitan habitat akibat aktivitas pembangunan yang dilakukan oleh manusia.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Echinodermata
Kelas : Ophiuroidea



REFERENSI

Animal Diversity Web - Ophiuroidea : Information
The Echinoblog - Giant Green Brittle Stars of Death
ThoughtCo - Brittle Stars of the Sea
Wild Fact Sheets - Brittle stars
WoRMS - Ophiopsammus maculata (Verrill, 1869)






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.