Makna Lirik Lagu Scorpions - Wind of Change



Cuplikan video klip "Wind of Change" yang menampilkan vokalis band Scorpions.

Scorpions adalah nama dari grup band beraliran rock asal Jerman Barat yang pertama kali terbentuk pada tahun 1965, tahun di mana negara Jerman masih terbagi menjadi 2. Meskipun berasal dari Jerman, band ini banyak mengeluarkan lagu yang lirik & judulnya menggunakan bahasa Inggris.

Salah satu contoh lagu tersebut adalah lagu yang berjudul "Wind of Change" (WoC; Angin Perubahan). WoC adalah lagu Scorpions yang pertama kali dirilis pada awal tahun 1991. Bagi mereka yang tidak terlalu mendalami lirik lagu ini, lagu WoC mudah dikenali karena di bagian pembuka & penutupnya, penyanyi lagu ini terdengar bersenandung sambil bersiul.

Lagu WoC kerap dikaitkan dengan fenomena berakhirnya Perang Dingin - persaingan antara Blok Barat & Blok Timur - karena lagu ini dirilis pada tahun 1991, tahun yang juga merupakan tahun runtuhnya Uni Soviet. Bukan hanya itu, lirik lagu ini juga banyak menyinggung hal-hal bertema perdamaian dunia. Video klip lagu ini juga banyak menampilkan hal-hal bertema sosial politik semisal parade militer & pertikaian.

Menurut pengakuan para personil band Scorpions, mereka terinspirasi untuk membuat lagu ini setelah mereka melakukan konser di kota Moskow, Uni Soviet, pada tahun 1989. Mereka menghadiri konser tersebut sebagai salah satu band pengisi Festival Musik Perdamaian Moskow. Selain menampilkan Scorpions, festival musik yang sama juga menghadirkan band-band lain yang tak kalah terkenal seperti Bon Jovi & Skid Row.

Festival musik tersebut begitu menarik perhatian di dalam & di luar Uni Soviet karena untuk pertama kalinya, band beraliran rock asal negara Barat diperbolehkan tampil di ibukota Uni Soviet. Dampaknya, stadion yang menjadi lokasi digelarnya konser ini sampai penuh sesak akibat dipadati oleh 100 ribu penonton. Sementara di luar Uni Soviet, konser ini turut disiarkan oleh saluran televisi MTV.

Suasana di Festival Musik Perdamaian Moskow. (Sumber)

Karena tidak semua orang dari negara Barat bisa merasakan langsung suasana di dalam wilayah negara Blok Timur, peristiwa ini meninggalkan kesan yang begitu membekas bagi para personil band Scorpions. Maka, sekembalinya mereka di Jerman, Klaus Meine selaku vokalis band Scorpions memutuskan untuk menulis lagu baru berdasarkan pengalamannya di Moskow. Dan lagu baru tersebut tidak lain adalah "Wind of Change".

Karena lagu ini dirilis bertepatan dengan munculnya arus demokratisasi di negara-negara komunis Eropa Timur, lagu ini pun dalam waktu singkat berhasil meraih popularitas luar biasa. Di Perancis, Swiss, & Belanda, lagu ini berhasil menduduki peringkat pertama dalam tangga lagu terpopuler.

Hingga tahun 2009, lagu WoC dilaporkan sudah terjual hingga 14 juta kopi. Di Jerman, lagu ini bahkan dinobatkan oleh para penonton stasiun televisi ZDF sebagai lagu abad ini. Popularitas tinggi yang dimiliki oleh lagu ini lantas mendorong band Scorpions untuk merilis versi bahasa Rusia & Spanyol untuk lagu WoC.

Oke, itu tadi sedikit soal lagu WoC. Sesuai dengan judulnya, artikel kali ini akan mencoba membahas lebih dalam mengenai apa makna yang dikandung oleh lagu WoC. Karena tanpa memahami makna lirik lagu ini, mustahil rasanya untuk mengetahui kenapa lagu ini kerap dikaitkan dengan fenomena berakhirnya Perang Dingin. Jadi daripada berlama-lama, silakan menuju segmen pembahasan berikutnya dalam artikel ini.



ANALISA LIRIK

Bagian I

I follow the Moskva
Down to Gorky Park
Listening to the wind of change


Bagian ini bercerita tentang pengalaman sang pelantun lagu saat sedang berada di kota Moskow. Sudah disinggung sebelumnya kalau lagu ini terinspirasi dari pengalaman band Scorpions saat tampil dalam festival musik di kota Moskow.

Sekitar beberapa hari sebelum festival dimulai, band Scorpions & manajer Doc McGhee menaiki kapal bersama-sama. Kapal tersebut berlayar menyusuri Sungai Moskva, sungai besar yang membelah kota Moskow. Selain mereka, kapal tersebut juga dinaiki oleh wartawan, tentara Uni Soviet, & band lain yang juga mengikuti festival.

Sungai Moskva. (Sumber)

Dengan melihat penjelasan di atas, maka bagian ini pada dasarnya ingin menceritakan ulang pengalaman sang pelantun lagu saat sedang menaiki kapal di Sungai Moskva. Kapal yang ia naiki berlayar mengikuti alur Sungai Moskva (I follow the Moskva) hingga kemudian melintas di dekat Taman Gorky (down to Gorky Park), sebuah taman di kota Moskow yang kebetulan berlokasi tepat di sebelah Sungai Moskva.

Sang pelantun lagu menaiki kapal bersama dengan para musisi dari negara Blok Barat & para tentara dari negara Blok Timur. Melihat pemandangan tersebut, sang pelantun lagu merasa begitu terkesan karena ternyata mereka yang berasal dari negara dengan ideologi berbeda bisa membaur di atas kapal dengan mudah. Ia pun menggambarkan pemandangan ini layaknya "angin perubahan" (wind of change).


An August summer night
Soldiers passing by
Listening to the wind of change


Sang pelantun lagu datang ke Moskow bukan semata-mata untuk menjadi turis, tetapi juga untuk mengisi festival musik yang berlangsung pada malam hari di bulan Agustus (an August summer night). Saat sang pelantun lagu sedang tampil di atas panggung, ia melihat kalau para tentara nampak berkeliaran di sekitar panggung (soldiers passing by).

Para tentara tersebut ada di sana bukan semata-mata untuk menjaga keamanan konser, tetapi juga supaya bisa ikut menikmati suasana konser & bernyanyi bersama dengan penonton lainnya. Pemandangan tersebut tak pelak membuat sang pelantun lagu merasa terkesan. Pasalnya sosok tentara dari negara Blok Timur kerap dikesankan sebagai sosok yang kaku & dingin.

Namun dalam konser tersebut, mereka ternyata juga bisa menikmati musik yang dibawakan oleh musisi dari negara Blok Barat. Mereka nampak tidak ada bedanya dengan manusia biasa yang ingin menikmati kesenangan bersama dengan warga sipil lainnya.

Sang pelantun lagu pun berkesimpulan kalau bahwa sudah seharusnya manusia tidak dikotak-kotakkan oleh ideologi, profesi, status sosial, & jurang pemisah lainnya. Manusia pada dasarnya tetap memiliki kesamaan 1 sama lain sehingga apa pun latar belakang sosial mereka, setiap manusia sudah seharusnya bisa hidup berdampingan 1 sama lain dengan damai.

Saat sang pelantun lagu mendengar para tentara & penonton dari golongan warga sipil bernyanyi bersama-sama untuk menikmati konser, sang pelantun lagu merasa kalau ia seolah-olah sedang mendengar suara angin perubahan (listening to the wind of change). Dan perubahan yang ia maksud adalah dunia yang selama ini terbelah ke dalam Blok Barat & Blok Timur kini bisa menyatu lagi dengan damai.

Penjelasan di atas bukanlah penjelasan yang tidak berdasar. Menurut pengakuan vokalis Scorpions seperti yang dimuat oleh situs majalah musik Rolling Stone, pada awalnya ia & rekan-rekan bandnya membawakan lagu yang berjudul "Blackout".

Saat itulah, para personil band Scorpions melihat pemandangan yang sama sekali tidak mereka duga. Para tentara yang sedang berjaga di sekitar panggung beramai-ramai membalikkan badannya supaya bisa ikut menonton konser di atas panggung. Saat mereka sudah larut dalam suasana konser, para tentara tersebut beramai-ramai melemparkan topi & jaketnya ke udara.


Band Scorpions di tahun 2010. (Sumber)


Bagian II

The world is closing in
And did you ever think?
That we could be so close
Like brothers
The future's in the air
I can feel it everywhere
Blowing with the wind of change


Bagian ini menunjukkan optimisme sekaligus ajakan dari sang pelantun lagu. Dengan melihat respon yang ditunjukkan oleh para penonton konser di negara Blok Timur, sang pelantun lagu pun merasa kalau dunia kini sudah semakin menyatu (the world is closing in) & tidak lagi dipisahkan oleh sekat-sekat ideologi.

Sang pelantun lagu pun mengajak pendengarnya berpikir. Jika mereka yang berasal dari negara dengan ideologi berbeda bisa menikmati musik & kegemaran yang sama, mengapa kita tidak mencoba untuk saling mendekatkan diri supaya bisa hidup akur? (And did you ever think?
That we could be so close like brothers)
. Mengapa kita tidak mencoba untuk hidup lebih akrab layaknya sepasang saudara kandung? (Like brothers)

Sang pelantun lagu sendiri sadar kalau pasti ada saja orang yang tidak sependapat dengan cara pandangnya tersebut. Namun lagi-lagi, sang pelantun lagu mengajak pendengarnya untuk berpikir. Ia meminta pendengarnya untuk merasakan sendiri perubahan di sekitarnya. Bak udara (the air) yang senantiasa bakal berubah, namun akan selalu ada di sekeliling manusia.

Jika sang pelantun lagu bisa merasakan perubahan tersebut (I can feel it everywhere, blowing with the wind of change), maka harusnya orang lain juga bisa merasakannya. Sang pelantun lagu kemudian menambahkan bahwa perubahan inilah yang kelak bakal menjadi masa depan umat manusia (the future).


Reffrain I

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow dream away
In the wind of change


Di bagian ini, sang pelantun lagu tengah membayangkan kembali hari di mana ia tampil untuk pertama kalinya di kota Moskow (take me to ... the moment). Saat itu, dunia tengah terpolar ke dalam Blok Barat & Blok Timur, sehingga mereka yang kebetulan berasal dari salah satu blok tidak bisa bepergian ke blok lainnya dengan leluasa.

Namun saat sang pelantun lagu menggelar konser perdananya di kota Moskow, perbedaan ideologi tersebut seolah tidak nampak karena mereka yang berasal dari 2 Blok berbeda ternyata bisa membaut & menikmati konser secara bersama-sama tanpa masalah.

Karena pemandangan tersebut terbilang sebagai pemandangan yang langka, sang pelantun lagu pun menggambarkan peristiwa tersebut sebagai momen ajaib (magic of the moment) yang berlangsung di malam yang penuh keagungan (glory night).

Sang pelantun lagu lantas berharap kalau momen tersebut tidak hanya terjadi pada malam itu saja, tetapi bisa terus berlanjut.di masa depan. Hal yang menurutnya tidak mustahil karena peristiwa penuh kebersamaan di malam tersebut menunjukkan kalau dunia sedang diterpa oleh angin perubahan (in the wind of change).

Cuplikan video klip "Wind of Change" yang menampilkan milisi Palestina.

Jika perubahan yang ia maksud terus berlanjut, maka itu berarti tidak ada lagi sekat-sekat ideologis yang menjadi pemisah antar negara. Tidak akan ada lagi rakyat yang ditindas atau dicurigai oleh negaranya sendiri. Tidak ada lagi masa-masa di mana penduduk dunia selalu dihantui oleh ancaman perang dunia & perang nuklir.

Saat era baru tersebut benar-benar sudah terwujud, maka generasi baru yang lahir & besar di era ini bisa leluasa menggantungkan mimpinya setinggi mungkin (where the children of tomorrow dream away).

Namun fenomena macam itu hanya bisa terwujud jika dunia sudah benar-benar berada dalam kondisi damai & bebas dari rasa saling benci. Alasannya sederhana saja. Tanpa adanya dunia yang aman & damai, orang-orang akan lebih sibuk memikirkan keselamatannya sendiri alih-alih mencoba mengejar impian hidupnya.


Bagian III

Walking down the street
And distant memories
Are buried in the past forever
I follow the Moskva
And down to Gorky Park
Listening to the wind of change


Di bagian ini, sang pelantun lagu kembali menaiki kapal untuk menyusuri Sungai Moskva (I follow the Moskva) hingga melewati Taman Gorky (down to Gorky Park). Selama menyusuri sungai, ia melihat & mendengarkan (listening) kondisi di sekitarnya dengan lebih seksama supaya ia bisa lebih mudah merasakan angin perubahan (the wind of change) yang terjadi di tempat-tempat yang dilewatinya.

Bagian ini sepintas nampak tidak ada bedanya dengan Bagian I. Bedanya adalah Bagian III terjadi beberapa waktu sesudah kunjungan perdana sang pelantun lagu ke kota Moskow. Di kunjungan keduanya ini, sang pelantun lagu menyadari kalau situasi di kota Moskow sudah banyak berubah dibandingkan kunjungan perdananya.

Saat sang pelantun lagu berjalan-jalan menyusuri jalan raya (walking down the street), ia tidak lagi merasa takut. Dalam kunjungan perdananya, sang pelantun lagu merasa khawatir akan keselamatannya sendiri akibat minimnya informasi akurat mengenai kondisi tempat yang hendak dikunjunginya.

Namun saat ia sudah enar-benar tiba di kota tujuannya, ternyata kota tersebut tidaklah seseram bayangannya. Maka, saat ia kembali berkunjung ke kota Moskow, ketakutan & persepsi buruk yang dulu pernah menghinggapinya kini ia anggap sebagai angin lalu yang sudah ia buang jauh-jauh di masa lampau (distant memories are buried in the past forever).


Reffrain II

Take me to the magic of the moment
On a glory night
Where the children of tomorrow share their dreams
With you and me


Bagian ini secara garis besar serupa dengan Reffrain I, namun dengan perbedaan di 2 bait terakhirnya. Penggunaan 2 bait terakhir yang berbeda dimaksudkan untuk menunjukkan bagaimana dunia sudah banyak berubah.

Jika pada awalnya sang pelantun lagu hanya bisa berandai-andai mengenai bersatunya kembali dunia, maka sekarang persatuan yang ia impikan sudah benar-benar terwujud. Mereka yang berasal dari 2 Blok berbeda kini bisa saling berinteraksi secara bebas.

Saat sang pelantun lagu masih berada dalam usia muda, ia tidak bisa leluasa berinteraksi dengan orang-orang di belahan dunia lain akibat masih panasnya rivalitas antara Blok Barat & Blok Timur pada masa itu.

Namun menyusul timbulnya arus keterbukaan di negara-negara Eropa anggota Blok Timur, kini generasi baru yang lahir & besar di era sesudahnya mendapatkan kebebasan yang tidak bisa dimiliki oleh generasi pendahulunya saat masih muda.

Peristiwa runtuhnya Tembok Berlin menjadi salah satu momen yang menandai berakhirnya rivalitas Blok Barat & Blok Timur. (Sumber)

Maka, sang pelantun lagu pun mengajak pendengarnya untuk melihat bagaimana generasi penerus mereka memanfaatkan momen penuh kebebasan ini untuk mewujudkan impian mereka (the children of tomorrow share their dreams).

Sebagai generasi yang lebih tua & sudah lebih dulu merasakan pahit manisnya kehidupan dunia, sang pelantun lagu lantas mengajak para pendengarnya untuk membantu membimbing generasi penerus mereka dalam membangun dunia & mewujudkan impian mereka. Karena jika mereka sampai berhasil, maka generasi pendahulu mereka juga bakal ikut menikmati dampak positifnya (share their dreams with you and me).


Reffrain I

(lihat kembali bagian yang berjudul serupa)


Bagian IV

The wind of change blows straight
Into the face of time
Like a storm wind that will ring
The freedom bell for peace of mind


Pernahkah anda pernah mendengar kalimat "tidak ada yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri"? Kurang lebih itulah yang ingin disampaikan oleh sang pelantun lagu dalam bagian ini. Karena zaman senantiasa berkembang, apa yang tadinya efektif diterapkan dalam periode ini belum tentu masih bisa diterapkan untuk periode berikutnya.

Sang pelantun lagu lantas menggambarkan fenomena tersebut layaknya angin perubahan yang menerpa penanda waktu (the wind of change blows straight, into the face of time). Saat waktu berlalu, saat itu juga perubahan cepat atau lambat pasti akan terjadi. Bagi sang pelantun lagu, perubahan tidak ada bedanya dengan gemuruh badai yang bakal meluluh lantakkan apapun di sepanjang jalur yang dilewatinya (like a storm wind that will ring).

Bagi negara-negara yang selama ini menerapkan gaya pemerintahan tertutup & otoriter, angin perubahan yang dimaksud bisa berupa munculnya gelombang aksi protes supaya pemerintah di negara terkait mengubah gaya pemerintahannya menjadi lebih bebas & tidak lagi mengekang rakyatnya secara berlebihan.

Saat rakyat di negara tersebut sudah mendapat kebebasan (the freedom bell), maka mereka kini memiliki kesempatan untuk melihat sendiri seperti apakah penduduk di negara yang selama ini digambarkan sebagai musuhnya.

Jika ternyata rakyat di negara lain tidaklah seburuk propaganda pemerintah mereka, maka mereka kini tidak lagi memiliki alasan untuk memusuhi rakyat dari negara lain. Masyarakat dunia kini bisa rukun & membaur tanpa masalah. Saat hal tersebut sudah benar-benar terwujud, dunia diharapkan berada dalam kondisi yang jauh lebih aman & damai (for peace of mind).


Let your balalaika sing
What my guitar wants to sing


Di bagian ini, sang pelantun lagu yang notabene berasal dari negara Blok Barat ingin menunjukkan kalau musik & kunjungan antar negara bisa menjadi cara untuk menjembatani perbedaan pandangan yang selama ini dimiliki oleh masyarakat di masing-masing negara.

Dengan bernyanyi (sing) sambil memainkan alat musik khas dari wilayahnya masing-masing, sang pelantun lagu ingin menunjukkan kalau perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling memusuhi. Tapi untuk saling melengkapi & menunjukkan bagaimana beragamnya dunia.

Untuk menunjukkan kemauan sang pelantun lagu menjalin hubungan lebih dekat dengan mereka yang berasal dari kawasan Blok Timur, sang pelantun lagu meminta supaya musisi dari kawasan tersebut memainkan lagu dengan memakai balalaika (let your balalaika sing). Balalaika adalah alat musik khas Rusia yang bentuknya menyerupai gitar, namun dengan papan senar berbentuk segitiga.

Alat musik balalaika. (Sumber)

Saat sang pengguna balalaika memainkan alat musiknya, sang pelantun lagu kemudian mengiringinya dengan memainkan gitar miliknya (what my guitar wants to sing). Gitar, atau lebih tepatnya gitar listrik, merupakan alat musik yang berasal dari Amerika Serikat. Jadi saat ada balalaika & gitar listrik yang dimainkan secara bersamaan, sang pelantun lagu ingin menunjukkan kalau alat musik yang berbeda pun bisa memainkan lagu yang sama secara harmonis.

Sedikit informasi, saat Scorpions tampil di festival musik Moskow pada tahun 1989, festival musik tersebut juga menghadirkan band rock lokal yang bernama Gorky Park. Salah satu alat musik yang digunakan oleh Gorky Park adalah balalaika. Jadi di bagian ini, para personil band Scorpions ingin sekalian mengenang momen manis saat mereka & Gorky Park tampil dalam festival musik yang sama.


Reffrain II
Reffrain I


(lihat kembali bagian yang berjudul serupa)

© Rep. Eusosialis Tawon



SUMBER-SUMBER YANG MEMBANTU

Rolling Stone - Scorpions’ ‘Wind of Change’ : The Oral....
Songfacts - Wind Of Change by Scorpions
Wikipedia - Electric Guitar
Wikipedia - Wind of Change (Scorpions song)

Lirik lagu Scorpions - Wind of Change
Video klip Scorpions - Wind of Change

 




COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.