CARI

Sejarah Lolosnya Timnas Korea Utara ke Piala Dunia 2010



North Korean football players singing national anthem
Timnas Korea Utara saat berdiri di dekat bendera negaranya. (Alex Livesey / fifa.com)

Sejak perhelatan Piala Dunia 1978, wilayah Asia Barat hampir selalu memiliki wakil di turnamen sepak bola empat tahunan tersebut. Mulai dari Iran, Arab Saudi, Qatar, hingga yang terbaru Yordania.

Asia Barat disebut "hampir selalu" tampil di Piala Dunia karena pernah ada kasus sesudah tahun 1978 di mana tidak ada satu pun negara dari wilayah kaya minyak tersebut yang berhasil tampil di Piala Dunia. Dan Piala Dunia 2010 adalah turnamen di mana fenomena tersebut terjadi.

Di Piala Dunia 2010 sendiri, zona Asia diwakili oleh Australia, Jepang, Korea Selatan, serta... Korea Utara! Keberhasilan Korsel serta Korut lolos bersama ke Piala Dunia 2010 sekaligus menjadi satu-satunya momen di mana 2 negara Korea tampil di Piala Dunia yang sama.

North Korea location on the map
Peta lokasi Korea Utara (warna merah). (wikipedia.org)

Momen lolosnya Korut ke Piala Dunia 2010 tergolong sebagai peristiwa yang sungguh mengejutkan. Pasalnya di Asia sendiri, timnas berjulukan "Chollima" ini lebih sering dianggap sebagai anak bawang (Chollima adalah kuda terbang yang muncul dalam mitologi Korea).

Untuk memahami seberapa fenomenal keberhasilan timnas Korut menembus Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan, maka kita bisa melihat peringkat FIFA sebagai cara termudah.

Timnas Korut menjalani pertandingan perdananya di kualifikasi Piala Dunia 2010 pada bulan Oktober 2007. Sementara berdasarkan daftar peringkat FIFA yang dirilis pada bulan yang sama, timnas Korut diketahui menempati peringkat 129.

FIFA ranking October 2007 snapshot
Cuplikan peringkat FIFA versi bulan Oktober 2007. Dapat dilihat di sini kalau Korea Utara / Korea DPR berada di peringkat 129. Sementara Indonesia berada di peringkat 125. (fifaranking.net)
 
Sebagai perbandingan, timnas Indonesia menempati peringkat 125, alias masih 4 peringkat lebih tinggi dibandingkan Korut. Sementara Jepang selaku negara Asia dengan peringkat tertinggi pada waktu itu berada di peringkat 30.

Dengan melihat bagaimana rendahnya peringkat FIFA timnas Korut pada waktu itu, maka tidak berlebihan rasanya untuk menyebut kalau keberhasilan timnas Korut lolos ke Piala Dunia 2010 sebagai peristiwa yang fenomenal.

Lantas pertanyaan berikutnya, bagaimana caranya timnas Korut bisa lolos ke Piala Dunia? Apakah mereka bisa lolos karena petinggi FIFA ditodong oleh diktator Korut? Hahaha, tentu saja bukan. Karena biarpun Korut memang dipimpin oleh diktator, di ranah sepak bola FIFA masih jauh lebih berkuasa.



FORMASI YANG JADI KUNCI

Untuk memahami rahasia di balik kesuksesan Korut menembus Piala Dunia, maka kita perlu melihat dulu sosok yang menjadi kunci keberhasilan Korut. Dan sosok tersebut tidak lain adalah Kim Jong Hun, pelatih timnas Korut.

Kim Jong Hun during World Cup 2010
Pelatih Korea Utara, Kim Jong Hun. (Stuart Franklin / gettyimages.com)

Sebagai akibat dari sistem pemerintahan Korut yang begitu tertutup, tidak banyak hal yang dapat dikorek mengenai Kim Jong Hun. Yang sudah diketahui adalah sebelum ditunjuk menjadi pelatih timnas Korut pada tahun 2007, Kim pernah menukangi klub lokal Korut yang bernama "April 25".

Kim sendiri sadar kalau Korut tidak memiliki pemain-pemain dengan kemampuan / skill individu tinggi seperti yang dijumpai di klub-klub top Eropa. Untuk mengatasinya, Kim pun menggunakan formasi 5-3-1-1 yang menekankan kedisiplinan & kolektivitas tim.

Dengan memakai formasi 5-3-1-1, Kim mengubah timnas Korut menjadi tim dengan pertahanan berlapis-lapis yang sulit ditembus. Ada 5 bek beserta 4 gelandang pekerja keras yang bersiaga di depan gawang Korut.

North Korea national team formation for World Cup 2010 qualifier
Formasi & susunan pemain yang biasa diturunkan oleh timnas Korut dalam kualifikasi Piala Dunia 2010.

Saat pemain lawan memasuki paruh lapangan Korut, para pemain bertahan Korut akan langsung melakukan penjagaan ketat pada pemain-pemain lawan yang ada di dekatnya.

Tidak jarang pemain lawan kemudian mencoba berlari ke arah lain supaya pemain Korut mengikutinya, sehingga formasi bertahan Korut diharapkan jadi berantakan. Namun karena Korut sedari awal menempatkan begitu banyak pemain di zona pertahanannya sendiri, akan selalu ada pemain Korut lain yang siap menutup celah yang ditinggalkan rekannya.

Saat serangan tim lawan sudah berhasil diredam, kini giliran timnas Korut untuk menyerang balik. Saat menyerang, timnas Korut akan melakukan operan-operan pendek dari belakang ke depan. Lalu jika diperlukan, bek sayap Korut juga bisa maju ke depan untuk menambah variasi serangan dari bagian sisi lapangan.

Namun tidak jarang pemain-pemain belakang Korut menerima pressing / gangguan dari penyerang lawan saat sedang melakukan operan-operan pendek di paruh lapangannya sendiri. Dalam situasi macam ini, pemain belakang Korut akan langsung menendang bola jauh ke depan.

Sasaran utama mereka saat melepaskan umpan jauh adalah Jong Tae Se, pemain depan Korut yang berpostur kokoh & mengidolai Didier Drogba, penyerang legendaris asal Pantai Gading yang kebetulan juga terkenal akan fisiknya yang perkasa.

Jong Tae Se kicking ball
Jong Tae Se (kiri), penyerang serba bisa andalan timnas Korut. (londonkoreanlinks.net)

Saat berhasil menerima bola, Jong akan langsung menyundul bola ke rekan 1 timnya. Atau alternatifnya, dia akan menggiring bola sendirian ke sisi lapangan supaya bek lawan terpacing untuk meninggalkan posisinya, sehingga Jong sesudah itu bisa mengirimkan umpan silang / umpan terobosan ke rekannya yang tidak terkawal.



TALENTA LOKAL YANG DITAMBAH PENGALAMAN DARI LUAR

Hampir semua pemain timnas Korut diambil dari klub-klub lokal, khususnya dari klub April 25 & Amrokgang. Di satu sisi, terlalu bergantungnya Korut pada pemain klub-klub lokal menyebabkan para pemain Korut memiliki skill individu terbatas & pengalaman yang minim saat harus berhadapan dengan tim-tim yang sudah ditempa oleh level sepak bola Eropa.

Namun di sisi lain, karena banyak pemain timnas Korut sudah begitu lama bermain bersama-sama di level klub, para pemain pun memiliki tingkat kekompakan tinggi. Mereka tahu harus berbuat apa saat rekannya memegang bola atau berhadapan dengan pemain lawan.

Bermain hanya di klub lokal juga membantu melindungi para pemain Korut dari terpaan gaya hidup hedonisme yang selama ini akrab dengan pemain-pemain sepak bola di luar negeri.

Korut sendiri kebetulan adalah negara komunis otoriter yang menekankan gaya hidup sederhana & kepatuhan pada pemimpin. Dampaknya, para pemain Korut pun jadi senantiasa fokus untuk berjuang habis-habisan demi bangsa & negaranya setiap kali mereka mengenakan seragam timnas.

North Korea national team players
Para pemain Korut yang sedang melakukan foto bersama sebelum pertandingan. (Mark Ralston / afp.com)

Meskipun begitu, bukan berarti timnas Korut sama sekali tidak memiliki sentuhan asing dalam skuadnya. Beberapa pemain timnas Korut diketahui ada yang bermain di klub-klub luar Korut.

Saat mereka bergabung dengan timnas Korut, pengalaman mereka saat berhadapan dengan pemain asing menjadi modal berharga bagi rekan-rekannya yang lain, sehingga mereka tidak sepenuhnya kaget saat harus berhadapan dengan gaya sepak bola yang sedang populer di luar Korut.

Hong Yong Jo contohnya. Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini bermain untuk klub Rusia, Rostov. Sementara penyerang Jong Tae Se bermain untuk klub Jepang, Kawasaki Frontale.


Hong Yong Jo saat bermain untuk Rostov. (Mikhail Slain / wikipedia.org)


MERANGKAK DARI BABAK PLAY OFF

Sudah disinggung sebelumnya kalau Korut pada awalnya memiliki peringkat FIFA yang rendah. Dampaknya, mereka pun harus memulai perjalanannya dari fase play off ronde pertama yang digelar pada bulan Oktober 2007.

Timnas yang terpilih menjadi lawan Korut pada fase ini adalah sesama tim Asia Timur, Mongolia. Tanpa kesulitan berarti, Korut berhasil mengganyang tuan rumah Mongolia dengan skor telak 4-1.

Seminggu kemudian, giliran Korut yang bertindak sebagai tuan rumah dalam leg kedua. Korut lagi-lagi menunjukkan kedigdayaannya & berhasil membantai Mongolia dengan skor 5-1. Sukses menyingkirkan Mongolia, Korut melaju ke babak fase grup pertama.

Daftar lengkap negara-negara peserta babak fase grup pertama kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia. Korea Utara / North Korea berada di Grup 3. (planetworldcup.com)

Tak ada hujan tak ada angin, hasil undian menempatkan Korut dalam grup yang sama dengan tetangga sekaligus musuh bebuyutannya, Korsel! Selain duo Korea, grup yang sama juga dihuni oleh Yordania & Turkmenistan.

Hanya 2 tim teratas dalam grup yang berhak melaju ke fase berikutnya. Karena Korsel dipandang terlalu perkasa untuk dikalahkan, 3 tim lainnya pun fokus untuk saling jegal satu sama lain demi mengamankan 1 posisi yang tersisa.

Dan hal tersebut dipahami betul oleh Korut. Dalam pertandingan pertama, Korut harus bertandang ke Yordania. Dengan mengandalkan lini pertahanannya yang kokoh, Korut berhasil mengalahkan Yordania 1-0 berkat gol semata wayang Hong Yong Jo.

Pertandingan berikutnya, Korut harus menjamu negara tetangganya Korsel. Polemik langsung muncul karena Korut tidak mau membiarkan lagu kebangsaan Korsel diputar di wilayah Korut. Sementara Korsel tidak mau bertanding jika tidak diizinkan memainkan lagu kebangsaannya sendiri sebelum pertandingan.

Sebagai jalan tengah, pertandingan antara Korut & Korsel pun dimainkan di Shanghai, Cina. Meskipun harus bermain di luar wilayahnya sendiri, Korut secara heroik berhasil menahan imbang Korsel dengan skor 0-0.

North Korean football fans in Shanghai, China
Suporter Korut saat mendukung timnasnya bermain di Shanghai, Cina. (Mark Ralston / afp.com)

Memasuki pertandingan ketiga, Korut harus bertandang ke Turkmenistan. Lagi-lagi pertahanan keras kepala Korut menunjukkan tuahnya. Tuan rumah Turkmenistan berhasil ditahan dengan skor 0-0.

Di pertandingan keempat, Korut akhirnya bisa kembali memainkan pertandingan di hadapan suporternya sendiri saat mereka ganti menjamu Turkmenistan. Dan hal tersebut tidak disia-siakan oleh Korut. Mereka berhasil mengalahkan Turkmenistan dengan skor tipis 1-0.

Di pertandingan kelima, giliran Yordania yang harus bertandang ke Korut. Hong Yong Jo lagi-lagi menunjukkan dirinya sebagai momok bagi tim tamu.

Hong Yong Jo celebrating goal
Hong Yong Jo. (namu.wiki)

Dalam pertandingan ini, Korut berhasil mengalahkan Yordania 2-0, di mana kedua gol Korut semuanya dicetak oleh Hong. Sukses menundukkan Yordania, Korut pun berhasil memastikan diri untuk lolos ke fase berikutnya.

Namun salah besar jika kemudian pengunjung berpikir kalau timnas Korut bakal bermain setengah hati di pertandingan terakhir. Pasalnya di pertandingan terakhir, Korut harus bertandang ke Korsel.

Tidak mau kalah dari negara tetangganya dengan segala cara, Korut pun bertanding dengan begitu ngotot. Hasilnya, Korsel berhasil ditahan imbang dengan skor 0-0. Korsel melaju ke fase berikutnya sebagai juara grup, sementara Korut melaju sebagai peringkat kedua tanpa pernah kebobolan.


Klasemen akhir Grup 3 babak fase grup pertama kualifikasi Piala Dunia 2010. (planetworldcup.com)


DIKEPUNG TETANGGA & RAKSASA ASIA BARAT

Ada 10 negara Asia yang berhasil lolos ke babak fase grup kedua. Kesepuluh negara tersebut selanjutnya akan dimasukkan ke dalam 2 grup berbeda yang masing-masingnya dihuni oleh 5 tim. Dua tim teratas di masing-masing grup nantinya berhak lolos langsung ke Piala Dunia 2010.

Berdasarkan hasil undian, Korut menempati Grup B bersama dengan Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab (UEA), serta... Korsel (kau lagi!). Hasil undian yang sama sekali tidak mudah jika melihat kualitas rival-rival Korut di grup ini.

Daftar lengkap negara-negara peserta babak fase grup kedua kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia. (planetworldcup.com)

Arab Saudi adalah salah satu raksasa Asia yang sudah langganan tampil di Piala Dunia sejak tahun 1994. Pun halnya dengan Korsel yang tidak pernah absen sejak tahun 1986.

Iran di lain pihak memiliki banyak pemain yang malang melintang di Liga Jerman serta Spanyol. Mulai dari Vahid Hashemian, Mehdi Mahdavikia, Ali Karimi, hingga Javad Nekounam.

UEA di atas kertas tidak sekuat tim-tim tadi. Namun mereka tetap tidak bisa dianggap remeh karena timnas UEA pada periode ini sedang menunjukkan tren peningkatan. Pada tahun 2007 misalnya, mereka berhasil menjuarai turnamen Piala Teluk Arab.

Korut memulai petualangannya di fase grup kedua dengan bertandang ke UEA. Dengan bermodalkan pertahanan yang solid & serangan balik nan mematikan, Korut berhasil menggondol kemenangan tipis 2-1.

Di pertandingan berikutnya, Korut lagi-lagi harus melakukan pertandingan kandang melawan Korsel. Seperti pertandingan yang terjadi beberapa bulan sebelumnya, Korut selaku tuan rumah terpaksa melakukan pertandingan di Shanghai, Cina, karena Korut enggan membiarkan lagu kebangsaan Korsel dimainkan di wilayah Korut.

North and South Korean players shake hand before match
Para pemain Korut (baju merah) saat menyalami pemain Korsel sebelum pertandingan dimulai. (Mark Ralstin / afp.com)

Korut berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu setelah Hong Yong Jo mencetak gol lewat titik penalti pada menit ke-64. Namun apes bagi Korut, Korsel berhasil mencetak gol balasan 5 menit kemudian setelah kiper Korut gagal menepis bola secara sempurna. Pertandingan antara dua tetangga ini pun berakhir imbang 1-1.

Di pertandingan ketiga, Korut harus bertandang ke Iran. Tanpa basa basi, Iran berhasil mencetak gol cepat pada menit ke-9. Kebobolan lebih dulu, Korut pun terpaksa bermain lebih menyerang, sehingga pertahanannya menjadi lebih terbuka.

Iran lantas memanfaatkan situasi ini & berhasil mencetak gol tambahan pada babak kedua. Korut baru berhasil mencetak gol pada menit ke-72 melalui sundulan Jong Tae Se. Korut pun harus menelan kekalahan perdana dengan skor tipis 1-2.

Namun Korut tidak mau terus larut dalam kesedihan. Di pertandingan berikutnya, Korut yang tampil di kandang berhasil mengalahkan Arab Saudi dengan skor tipis 1-0. 

Jong Tae Se and Mun In Guk celebrate goal
Jong Tae Se & Mun In Guk. (taipeitimes.com)

Gol tunggal Korut dalam pertandingan tersebut dicetak oleh gelandang Mun In Guk. Kendati Jong Tae Se tidak mencetak gol maupun assist di pertandingan yang sama, ia berperan penting dalam proses terciptanya gol lewat sundulannya usai menerima umpan lambung.

Tren positif Korut masih terus berlanjut. Di pertandingan berikutnya, Korut selaku tuan rumah berhasil menekuk UEA dengan skor meyakinkan 2-0.

Namun tren positif Korut pada akhirnya harus menemui akhirnya. Pasalnya di pertandingan berikutnya, Korut harus menyerah 0-1 di kandang Korsel. Yang lebih menyakitkan, gol kemenangan Korsel aslinya baru tercipta di menit-menit akhir pertandingan atau tepatnya di menit ke-86.

Menuju pertandingan berikutnya, Korut menjamu Iran sambil mengusung misi balas dendam. Namun apa daya, para penyerang Korut mati akal saat berhadapan dengan kokohnya pertahanan Iran. Pertandingan pun harus berakhir dengan skor sama kuat 0-0.


Suasana dalam pertandingan antara Korut vs. Iran. Para pemain Korut mengenakan baju berwarna merah. (time.com)


LOLOSNYA "CHOLLIMA" KE PIALA DUNIA

Di pertandingan terakhir, Korut harus bertandang ke Arab Saudi. Pertandingan ini sekaligus menjadi pertandingan paling menentukan bagi kedua tim. Pasalnya jika Korut sampai kalah, posisi Korut di klasemen bakal disalip oleh Saudi & Saudi yang bakal lolos langsung ke Piala Dunia.

Pertandingan berjalan alot. Para pemain Saudi membombardir gawang Korut dari segala sisi, sementara Korut tampil bertahan sambil sesekali melakukan serangan balik melalui bola-bola panjang.

Namun kerja keras para pemain Korut pada akhirnya sukses terbayar lunas. Saat wasit meniup peluit panjang, pertandingan berakhir dengan skor 0-0. Korut menempati peringkat ke-2 grup & berhasil lolos ke Piala Dunia 2010!

Klasemen akhir Grup B fase grup kedua kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia. Korsel & Korut lolos ke Piala Dunia, sementara Arab Saudi harus melakukan pertandingan play off melawan peringkat 3 Grup A (Bahrain). (planetworldcup.com)

Baik Korut maupun Arab Saudi sebenarnya memiliki poin berjumlah sama (12). Namun karena Korut memiliki selisih gol & rekor head-to-head yang lebih baik, Korut pun berhak menempati peringkat ke-2 grup.

Ekspresi sumringah langsung tampak di wajah para pemain & staf kepelatihan Korut seusai pertandingan kontra Saudi. Mereka terlihat saling berpelukan & berlarian di atas lapangan. Penyerang Jong Tae Se bahkan sampai meneteskan air mata tidak percaya.

North Korean players celebrating in Riyadh, Saudi Arabia
Para pemain Korut saat merayakan keberhasilan negaranya lolos ke Piala Dunia 2010. (londonkoreanlinks.net)

Saat para pemain timnas Korut kembali ke negaranya, mereka langsung disambut dengan penuh gegap gempita & disanjung bak pahlawan. Menurut pengakuan Kim, warga lokal sampai tumpah ruah ke jalanan untuk ikut merayakan keberhasilan timnasnya.

Keberhasilan Korut lolos ke Piala Dunia 2010 meskipun berada dalam kondisi serba terbatas sekaligus menjadi contoh nyata kalau di dunia sepak bola, tidak ada yang tidak mungkin. Yang terpenting, semua pihak yang terlibat sepakat mengutamakan kepentingan negaranya alih-alih saling menjatuhkan.

Pelatih Korut sukses menemukan taktik yang cocok dengan karakteristik pemain-pemain Korut yang kurang menonjol dari segi teknis, namun sangat kompak & disiplin. Sementara di pihak pemain, mereka fokus mengikuti instruksi pelatih sambil menjalani setiap pertandingan dengan semangat juang tinggi bak tentara yang sedang membela negaranya.

Di pihak lawan, sistem pemerintahan Korut yang begitu tertutup menyebabkan lawan-lawan Korut merasa kesulitan mendapatkan informasi yang memadai mengenai calon lawannya. Saat semua hal tadi dikombinasikan, Korut pun sukses menjelma menjadi kuda hitam baru yang mengguncang ranah sepak bola Asia.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Alsos, J.. 2009. "World Cup 2010 - Asia".
(www.planetworldcup.com/CUPS/2010/afc.html)

Alsos, J.. 2009. "World Cup 2010 - Asia - Final phase - Group B".
(www.planetworldcup.com/CUPS/2010/afc_grb.html)

Alsos, J.. 2009. "World Cup 2010 - Asia - Preliminary knock-out round 1".
(www.planetworldcup.com/CUPS/2010/afc1.html)

Alsos, J.. 2009. "World Cup 2010 - Asia - Third phase - Group 3".
(www.planetworldcup.com/CUPS/2010/afc_gr3.html)

Church, M.. 2010. "North Korea : Mystery Men" dalam "World Soccer World Cup 2010 Collector Issue" (hal. 106 - 109). Kelsey Media, Inggris.

Cox, M.. 2010. "North Korea: a better side than you might expect".
(www.zonalmarking.net/2010/05/26/north-korea-a-better-side-than-you-might-expect)

FIFA Ranking.net. 2007. "FIFA World Ranking as of Oct 2007".
(en.fifaranking.net/ranking/index.php?d=2007-10-24)

Koryo Tours. "Where does Chollima come from..?".
(koryogroup.com/blog/chollima-north-korea)

Ledson, M.. 2008. "Koreas match moved to Shanghai after anthem row".
(jp.reuters.com/article/life/sports/koreas-match-moved-to-shanghai-after-anthem-row-idUSL07892958/)

Montague, J.. 2010. "The secret machine: Inside North Korea's World Cup squad".
(edition.cnn.com/2010/SPORT/football/06/08/north.korea.secret.team/index.html)

Video-video pertandingan tim nasional Korea Utara dalam kualifikasi Piala Dunia 2010 zona Asia.

    





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.