FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Pepsis, Tawon Penakluk Tarantula




(Sumber)

Pernah dengar yang namanya tarantula? Tarantula adalah sebutan manusia untuk jenis laba-laba yang berukuran besar & berbulu lebat. Karena penampilannya yang terkesan menakutkan itulah, banyak orang yang merasa takut akan laba-laba ini. Namun, pernahkah para pengunjung berpikir hewan jenis apakah yang mau memburu hewan semenakutkan tarantula? Bagaimana? Belum dapat jawabannya? Oke, percaya atau tidak, hewan yang merupakan salah satu musuh utama dari tarantula adalah sejenis tawon! Tidak percaya? Silakan dilanjutkan bacanya...

Mungkin sebagian dari para pengunjung masih belum percaya dengan kalimat yang baru ditulis oleh pihak Republik di paragraf pertama. Salah satu musuh utama dari tarantula tak lebih dari seekor tawon?? Eits, jangan heran atau menggap remeh dulu. Faktanya memang ada tawon seperti itu yang hidup dari memburu laba-laba tarantula. Tawon yang dimaksud di sini adalah tawon tarantula atau sering juga disebut sebagai "elang tarantula" (tarantula hawk) kendati hewan tersebut adalah benar-benar seekor tawon, bukan elang atau semacamnya.

Bandingkan ukuran tawon ini dengan
telapak tangan manusia. (Sumber)
Ada beberapa spesies tawon yang bisa disebut sebagai tawon tarantula di mana kesemuanya terbagi ke dalam 2 genus : genus Pepsis & genus Hemipepsis, namun pembahasan pada artikel kali ini akan difokuskan pada genus Pepsis yang juga merupakan genus tawon tarantula yang paling banyak ditemukan. Tawon tarantula sendiri sebenarnya bukanlah satu-satunya jenis tawon yang memburu laba-laba. Ada sekitar ribuan spesies tawon yang diketahui secara sengaja memburu laba-laba & di dalam tangga taksonomi, semuanya digolongkan ke dalam famili Pompilidae.

Secara fisik, tawon tarantula tidak berbeda dengan tawon-tawon lainnya. Ciri fisik utama mereka yang membedakannya dari tawon lain adalah tubuhnya yang berwarna hitam legam, sayapnya yang berwarna kekuningan, & ukurannya yang bisa mencapai 5 cm lebih sehingga membuatnya menjadi salah satu spesies tawon terbesar yang dikenal oleh manusia. Persebaran tawon tarantula terbilang luas di mana mereka bisa ditemukan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia mungkin?), Afrika, Australia, hingga Amerika di mana sebagian besar spesies yang teridentifikasi ditemukan di wilayah Amerika Utara. Kasarnya, di mana ada tarantula, di situ ada tawon tarantula.



PEMBURU & PENAKLUK PARA TARANTULA

Sekarang kita bicara soal perilakunya yang membuat tawon ini dijuluki sebagai "tawon tarantula". Tawon tarantula sebenarnya adalah tawon soliter (hidup menyendiri) yang hidup dengan memakan nektar bunga. Saat musim kawin tiba, pejantan akan bertengger di atas batang tumbuhan yang tinggi untuk melihat betina yang bisa dikawini. Bila pejantan menemukan betina yang cocok, keduanya lalu akan kawin di atas pucuk tumbuhan yang bersangkutan.

Tawon betina yang sudah kawin selanjutnya akan pergi berburu tarantula di mana tarantula tersebut akan digunakan sebagai persediaan makanan bagi calon anak sang tawon. Waktu berburu tawon betina biasanya dilakukan pada musim kawin tarantula di mana banyak tarantula jantan yang hilir mudik untuk mencari tarantula pasangannya. Saat berburu, biasanya tawon tarantula betina hanya akan mondar-mandir di atas tanah hingga menemukan jejak bau dari tarantula yang kemudian ia gunakan sebagai panduan untuk menemukan keberadaan dari tarantula buruannya.

Lubang penyimpanan tarantula yang
dibuat oleh tawon tarantula. (Sumber)
Begitu menemukan tarantula buruannya, tawon tarantula betina akan bergerak dengan cepat ke arah tarantula & sesekali meraba target buruannya itu dengan antenanya. Tarantula yang tersentuh oleh antena tawon tersebut biasanya tidak akan langsung menggigit, melainkan hanya sebatas mengangkat kaki depan serta taringnya agar penampilannya terlihat lebih menakutkan. Begitu tawon tarantula betina sudah menemukan celah yang bisa diserang pada tarantula, ia akan segera bergerak dengan cepat ke sela-sela kaki tarantula & menyengat bagian bawah sang tarantula. Bila tersengat, tarantula yang bersangkutan akan lumpuh seketika & tak bisa bergerak ataupun melawan, namun masih tetap hidup.

Tawon tarantula yang sudah berhasil melumpuhkan lawannya kemudian akan menyeret tarantula buruannya ke dalam suatu liang bawah tanah yang ia buat, menaruh sebutir telur di atasnya, & kemudian menyumbat lubang masuk dari liang tersebut. Namun bila tawon tarantula menaklukkan lawannya di sarang milik tarantula, ia hanya akan memasukkan kembali tarantula yang sudah lumpuh itu ke dalam sarangnya sendiri & kemudian meninggalkan sebutir telur di atas tubuh sang tarantula. Telur tersebut kemudian akan menetas menjadi larva yang hidup dengan memakan tarantula yang sudah ditinggalkan oleh induknya tersebut sampai akhirnya bermetamorfosis menjadi kepompong & tawon dewasa.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Subordo : Apocrita
Superfamili : Vespoidea
Famili : Pompilidae
Subfamili : Pepsinae
Marga : Pepsini
Genus : Pepsis



REFERENSI

BugGuide.net - Genus Pepsis
DesertUSA - Tarantula Hawk
Wikipedia - Spider wasp
Wikipedia - Tarantula - Predators
Wikipedia - Tarantula hawk


         

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

5 komentar:

  1. Yeaaaaaaaah enyahlah kalian, para laba-laba!!

    BalasHapus
  2. Kehidupan alam liar memang unik, tarantula yang kita takuti, ternyata kalau oleh Tawon. Tawon memanfaatkan unsur 'kecepatan serang'nya.

    btw, mungkin tentara Jerman pada perang dunia II belajar dari strategi Tawon Tarantula ini kali yack waktu menyerbu daratan Eropa? (he..he.... :)

    oh ya, saya juga ada pengalaman, pernah melihat langsung kejadian, dimana saat saya mengusir seokor kelabang, ternyata kelabang yang lari tersebut langsung di sergap seekor katak. Si katak langsung menelan kelabang tersebut hidup-hidup.

    Ternyata kelabang yang saya takuti, dengan mudahnya dimangsa katak, hewan yang sebelumnya tidak saya anggap.

    -salam

    BalasHapus
  3. @simon
    Kalau darimana tentara Jerman mendapat ide untuk taktik serangan kilat, saya kurang tau ya. Tapi saya setuju kalau baik Jerman dalam waktik serangan kilatnya & tawon ini sama-sama mengoptimalkan kecepatan serta kelincahan dalam bertarung

    Yup, begitulah cara rantai makanan bekerja untuk menjaga keseimbangan alam. Tiap makhluk di dunia memang punya perannya sendiri-sendiri & mereka sudah diciptakan dalam kondisi terbaiknya untuk peran tersebut :)

    BalasHapus
  4. dahulu. saya sering melihat tawon ini hilir mudik di kebun belakang rumah walaupun belum pernah sekalipun terlihat tarantula disana.

    BalasHapus
  5. meskipun elang tarantula sangatlah cekatan dalam memburu tarantula , tapi tawon ini masih lemah menghadapi laba-laba black widow yang berdiam di jaring serta memiliki racun yang lebih mematikan.

    kalau berkenan , mampir ya ke blog saya

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.