FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Jaguar, Sang Penguasa Rimba Amerika




(Sumber)

Jaguar (Panthera onca) adalah spesies kucing besar yang hanya ditemukan di kawasan hutan Amerika Tengah & Selatan. Selain di hutan, jaguar juga kerap ditemukan di sekitar sungai & rawa setempat. Nama "jaguar" berasal dari bahasa lokal Tupi-Guarani "yaguara" yang jika diterjemahkan berarti "makhluk buas yang membunuh dengan sekali terkaman". Nama yang tidak berlebihkan kalau melihat fisiknya yang terkesan gagah & kemampuannya dalam berburu. Mengenai cara berburunya akan dibahas di bagian lain artikel ini.

Ciri khas utama dari jaguar adalah tubuhnya yang berwarna kekuningan dengan totol-totol berwarna hitam di sekujur tubuhnya. Penampilannya tersebut membuatnya terlihat seperti macan tutul, namun jaguar memiliki tubuh yang lebih besar & lebih kekar. Motif totol dari jaguar sendiri berfungsi untuk keperluan penyamaran di antara rerimbunan tanaman hutan. Selain warna kuning dengan totol-totol hitam, ada pula sebagian kecil jaguar yang memiliki warna hitam legam & lebih dikenal dengan nama "panther hitam".

Karena tubuhnya yang besar & berotot, jaguar hanya bisa berlari dalam jarak dekat karena tubuhnya yang besar membuat ia lebih cepat lelah. Namun, jaguar sendiri pada dasarnya tidak memerlukan kecepatan & lebih mengandalkan kekuatan fisiknya dalam berburu. Bicara soal mangsa, bukan hal yang berlebihan kalau menyebut jaguar sebagai penguasa rimba Amerika karena faktanya, jaguar memakan hampir semua jenis hewan bertulang belakang yang bisa ditemukan di sana. Adapun hewan-hewan yang dimangsa oleh jaguar antara lain tapir, kapibara, ikan, burung, kura-kura, ular, buaya, & lain-lain.

Seekor jaguar dengan tipe
pewarnaan hitam. (Sumber)
Jaguar adalah hewan soliter yang berarti mereka hanya beraktivitas sendirian di hampir sepanjang hidupnya. Saat sedang berburu, jaguar akan bergerak perlahan-lahan menembus rerimbunan hutan. Begitu ia menemukan mangsanya, ia akan mengendap-endap mendekati mangsanya dari belakang, lalu secara mendadak menerkamnya & menggigit kerongkongan mangsanya agar mangsanya mati kehabisan napas. Menariknya, jaguar juga bisa menggigit & melubangi tengkorak mangsanya untuk merusak otaknya. Dan tidak hanya mahir berburu di darat, jaguar juga jago berenang & sanggup berburu di air.



BERSAING DEMI WILAYAH & PASANGAN HIDUP

Sudah disinggung tadi kalau jaguar memiliki pola hidup soliter alias menyendiri. Masing-masing jaguar memiliki wilayah kekuasaannya sendiri-sendiri di mana untuk menandai batas wilayahnya, jaguar akan meninggalkan bekas cakaran, tinja, & air seni di batang pohon. Luas wilayah kekuasaan jaguar betina mencapai hampir 40 meter persegi, sementara luas wilayah jaguar jantan bisa mencapai 2 kalinya. Jaguar jantan akan mengusir pejantan lain yang memasuki wilayahnya, namun membiarkan betina masuk & berkeliaran di wilayahnya.

Jaguar tidak memiliki musim kawin yang spesifik & bisa kawin kapan saja. Jika ada jaguar yang ingin melakukan perkawinan, maka jaguar betina akan mengeluarkan suara auman yang bisa terdengar jauh & kemudian direspon oleh suara auman balasan dari jaguar jantan yang tertarik. Jaguar jantan kemudian akan pergi menuju tempat asal jaguar betina mengeluarkan auman, lalu keduanya melakukan perkawinan. Tidak jarang ada lebih dari seekor jaguar jantan yang datang ke lokasi betina sehingga muncullah perkelahian antar pejantan demi menjadi pasangan kawin sang betina.

Bayi jaguar. (Sumber)
Jaguar betina yang sudah melakukan perkawinan akan melalui periode kehamilan selama 3 - 4 bulan. Sesudah itu, jaguar betina akan melahirkan bayi-bayi jaguar yang jumlahnya bisa mencapai 4 ekor sekali melahirkan. Bayi jaguar lahir dengan mata tertutup & baru bisa melihat pada usia 2 minggu. Anakan jaguar awalnya hidup hanya dengan mengandalkan susu dari induknya hingga usia 6 bulan. Sesudah itu, sang jaguar muda mulai hidup dari berburu bersama-sama dengan induknya hingga usia 2 tahun.

Seekor jaguar mencapai kematangan seksual pada usia 2 - 3 tahun (betina) atau 3 - 4 tahun (jantan). Panjang tubuh maksimal dari jaguar adalah 2,4 m di mana pejantan berukuran lebih besar & lebih berat ketimbang betina. Tidak diketahui berapa usia maksimal jaguar di alam liar, namun diperkirakan mereka bisa hidup hingga usia sekitar 11 tahun. Jaguar yang hidup dalam tangkapan bisa memiliki usia maksimal yang jauh lebih panjang di mana salah satu jaguar dilaporkan pernah hidup hingga usia 32 tahun.



RAJA RIMBA YANG TERANCAM PUNAH

Penampilan jaguar yang terkesan gagah & buas membuat manusia sejak lama mengagung-agungkan jaguar. Para penduduk asli Amerika Tengah & Pegunungan Andes di Amerika Selatan contohnya, sejak lama memakai jaguar sebagai simbol kekuatan & keperkasaan. Suku Aztec yang menghuni kawasan Amerika Tengah hingga abad ke-16 juga memiliki serdadu jaguar sebagai salah satu penyusun kekuatan militernya di mana para serdadu jaguar memakai kulit jaguar sebagai seragam perangnya & memiliki keahlian tempur lebih baik ketimbang prajurit Aztec biasa. Di era modern ini, negara Guyana juga mengadopsi jaguar sebagai lambang negaranya.

Kulit jaguar. (Sumber)
Rasa kagum manusia akan jaguar tidak selamanya berbuah positif bagi sang jaguar. Karena rasa "kagum" akan kulitnya yang berharga tinggi pula, jaguar diburu oleh manusia sehingga populasinya di alam liar pun menurun tajam & mulai terancam punah. Selain untuk diambil kulit bulunya, jaguar juga dibunuh oleh manusia karena rasa takut & seringnya jaguar menyerang hewan-hewan ternak setempat. Seolah belum cukup, aktivitas perusakan habitat juga turut andil dalam membuat populasi jaguar di alam liar semakin merosot.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencegah kepunahan jaguar. Oleh organisasi IUCN yang menangani masalah kelestarian alam, jaguar digolongkan sebagai hewan yang mendekati kepunahan (near threatened) & aktivitas perdagangan kulit hewan ini di dunia internasional sudah dilarang. Di banyak negara Amerika Selatan, jaguar juga dilarang untuk diburu, kecuali bila keberadaannya mengancam manusia & hewan ternak setempat. Lokasi-lokasi di alam liar yang dilarang dimasuki oleh sembarang orang juga sudah dibuat di mana jaguar diharapkan bisa berkembang tanpa gangguan manusia di lokasi-lokasi tersebut.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Felidae
Genus : Panthera
Spesies : Panthera onca (Linnaeus, 1758)



REFERENSI

Animal Diversity Web - Panthera onca : Information
ARkive - Jaguar videos, photos, and facts
Wikipedia - Jaguar


          

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.