FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Panda, Raksasa Jinak Penggemar Bambu




(Sumber)

Panda (Ailuropoda melanoleuca) adalah nama dari hewan yang mudah dikenali berkat tubuhnya yang gemuk & bulunya yang berwarna hitam putih. Ciri-ciri fisik yang membuat para ahli taksonomi mengkategorikan panda sebagai sejenis beruang & menempatkannya dalam famili Ursidae. Sebagai akibat dari ukuran tubuhnya yang besar pula, panda juga dikenal dengan sebutan "panda raksasa" (giant panda). Walaupun bertubuh besar & masih berkerabat dengan beruang, panda bukanlah hewan yang buas karena makanan utamanya adalah tanaman bambu.

Panda bisa dianggap sebagai hewan khas Cina karena di alam liar, panda hanya bisa ditemukan di daratan Cina bagian tengah. Habitat liar dari panda sendiri terdapat di daerah pegunungan dengan ketinggian antara 1.200 - 4.100 m di atas permukaan laut. Bukan tanpa alasan panda banyak ditemukan di habitat macam itu. Makanan utama dari panda adalah bambu & bambu banyak ditemukan di daerah tersebut. Namun saat habitat liarnya di dataran rendah masih belum mengalami kerusakan, panda dulunya juga bisa ditemukan di dataran rendah.

Seekor panda yang sedang
memakan bambu. (Sumber)
Ciri fisik dari panda yang paling mudah dikenali tentunya adalah bulunya yang memiliki warna hitam & putih. Bulu / rambut dengan pewarnaan hitam terdapat pada bagian telinga, sekitar mata, bahu, & keempat kakinya. Sementara bagian-bagian tubuh panda yang lain memiliki bulu berwarna putih. Berkat bulunya yang tebal, panda bisa hidup dengan nyaman di habitat aslinya yang memang memiliki suhu dingin. Kepalanya berbentuk bulat dengan moncong yang agak pendek. Bagian telapak kakinya memiliki 5 jari & 1 tonjolan di mana tonjolan tersebut memiliki fungsi yang mirip dengan fungsi ibu jari pada manusia. Yaitu untuk membantu menggenggam batang bambu makanannya.

Sudah disinggung sebelumnya kalau makanan utama dari panda adalah bambu. Hal yang menarik adalah walaupun bambu merupakan makanan utama dari panda, hanya sebagian kecil unsur-unsur dari bambu yang bisa diolah oleh sistem pencernaan panda. Sebagai akibatnya, panda pun harus memakan 10 -18 kg bambu setiap harinya. Sementara saat sedang tidak makan, panda akan menghabiskan waktunya dengan cara tidur. Pola hidup yang lantas memunculkan pendapat kalau panda adalah hewan pemalas. Adapun selain bambu, panda juga mau memakan buah & daging hewan kecil dalam jumlah yang jauh lebih sedikit.



PENGGEMAR ANAK TUNGGAL

Panda adalah hewan soliter alias penyendiri. Namun saat musim kawin tiba (bulan Maret - Mei), panda akan menunjukkan keberadaannya kepada panda lain dengan cara mencakar kulit pohon atau menandai pohon dengan cairan berbau yang dihasilkan kelenjar di bawah ekornya. Panda juga akan berteriak sebagai tanda bahwa dirinya siap melakukan perkawinan. Jika ada panda lawan jenisnya yang tertarik, keduanya akan kawin. Posisi kawin panda mirip dengan posisi kawin anjing, yaitu betina berada di depan dengan posisi menungging & jantan berada di belakangnya. Sesudah melakukan perkawinan, betina akan memasuki periode kehamilan selama 95 - 181 hari.

Bayi panda yang baru lahir. (Sumber)
Seekor induk panda biasanya hanya melahirkan 1 ekor bayi. Jika bayi yang dilahirkan lebih dari seekor karena bayi yang dikandungnya kembar, induk panda hanya akan merawat salah satunya & menelantarkan bayi yang lain. Bayi panda yang baru lahir masih belum bisa melihat, memiliki bulu yang tipis, & hanya memiliki berat maksimal 140 gram. Supaya bisa bertahan hidup & tumbuh, bayi panda lalu menyusu pada induknya hingga usia 11 bulan. Pada usia 3 bulan, bayi panda sudah bisa membuka matanya. Sementara pada usia 3 - 4 bulan, bayi panda sudah bisa berjalan sendiri.

Anak panda hidup bersama induknya hingga usia 1,5 tahun. Sesudah itu, ia sudah harus hidup mandiri. Usia kematangan seksual dari panda adalah 6 tahun, sementara usia hidup maksimalnya di alam liar adalah sekitar 15 tahun. Dalam tangkapan, panda memiliki harapan hidup yang lebih besar & bisa hidup hingga usia 34 tahun. Sementara dalam hal ukuran tubuh, panda memiliki panjang tubuh maksimal 1,8 m & berat maksimal 125 kg. Panda jantan memiliki ukuran tubuh maksimal yang sedikit lebih besar daripada panda betina.



MASKOT NEGARA YANG TERANCAM PUNAH

Penampilan panda yang terkesan menggemaskan membuat hewan ini banyak disukai oleh manusia. Beberapa kebun binatang besar di berbagai penjuru dunia menjadikan panda sebagai salah satu hewan peliharaan sekaligus daya tariknya. Organisasi pelestarian satwa dunia World Wildlife Fund (WWF; Dana Margasatwa Dunia) menjadikan panda sebagai logonya. Sementara di Cina selaku negara asalnya, panda dianggap sebagai hewan maskot dari negara yang bersangkutan. Pemerintah Cina bahkan meminjamkan panda-panda miliknya ke kebun binatang di Amerika Serikat (AS) & Jepang sebagai upaya untuk meningkatkan hubungan diplomatik antara pemerintah Cina dengan negara-negara tadi.

Logo dari WWF. (Sumber)
Panda tidak memiliki musuh alamiah di alam liar. Ancaman terbesar bagi kelestarian panda adalah perusakan habitat oleh manusia. Bukan hanya itu, puluhan tahun yang lalu panda juga banyak diburu oleh manusia karena bulunya berharga mahal. Selain faktor manusia, kelestarian panda juga dipengaruhi oleh siklus hidup dari bambu itu sendiri. Bambu memiliki siklus kematian massal secara alamiah setiap 15 - 20 tahun sekali. Di masa lalu, panda akan bermigrasi ke wilayah lain yang bambunya masih melimpah saat terjadi kematian massal bambu di wilayah yang ditempatinya. Namun semakin sedikitnya habitat liar yang masih tersisa membuat panda tidak bisa lagi melakukan hal tersebut. Kombinasi dari faktor-faktor tadi lantas membuat panda sekarang menjadi hewan yang terancam punah.

Populasi panda di alam liar yang semakin mengkhawatirkan pada gilirannya mendorong manusia untuk mencegah kepunahannya. Pemerintah Cina menetapkan panda sebagai hewan yang dilindungi. Habitat liar dari panda yang masih tersisa dijadikan area hutan lindung. Penyuluhan kepada penduduk setempat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran penduduk setempat. Upaya untuk membiakkan panda dalam tangkapan juga dilakukan. Namun upaya yang terakhir masih sulit untuk dilakukan karena panda memiliki kecenderungan untuk berhenti melakukan hubungan seksual saat berada dalam penangkaran. Untuk mengatasinya, para ahli pun memakai metode inseminasi buatan supaya bisa mendapatkan anakan panda tanpa harus menunggu panda melakukan hubungan seksual.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Ursidae
Genus : Ailuropoda
Spesies : Ailuropoda melanoleuca



REFERENSI

Animal Diversity Web - Ailuropoda melanoleuca : Information
ARKive - Giant panda videos, photos and facts
Wikipedia - Giant panda
WWF. 2006. "Species Fact Sheet : Giant Pandas". (file PDF)


    

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.