FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Anaconda Hijau, Predator Tanpa Suara dari Rimba Amazon




(Sumber)

Jika membicarakan ular raksasa, maka salah satu nama yang cukup terkenal adalah anaconda / anakonda. Ular khas Amerika Selatan ini memang sangat terkenal. Bukan hanya karena ukurannya yang sangat besar, tapi juga karena ular yang bersangkutan sempat diangkat dalam film fiksi bertema horror keluaran tahun 1997 yang berjudul "Anaconda". Kombinasi dari kedua hal tadi lantas membuat orang merasa kagum sekaligus ngeri ketika melihat anaconda.

Ada 4 spesies ular yang disebut sebagai anaconda & semuanya termasuk ke dalam genus Eunectes. Namun sesuai dengan judulnya, artikel kali ini hanya akan mengulas soal anaconda hijau (green anaconda; Eunectes murinus). Spesies anaconda paling populer yang juga merupakan spesies ular terbesar di dunia jika ditinjau dari diameter & bobot tubuhnya. Semua spesies anaconda hanya ditemukan di Amerika Selatan, khususnya di hutan Amazon.

Kepala anaconda hijau. (Sumber)
Adalah hal yang menarik untuk diketahui kalau nama "anaconda" aslinya berasal dari bahasa Sinhala atau Tamil. 2 kelompok etnis yang notabene berasal dari Sri Lanka, Asia. Menurut salah satu teori, nama "anaconda" berasal dari kata Sinhala "henacandaya" yang berarti "ular cambuk". Sementara menurut teori lainnya, nama "anaconda" berasal dari kata Tamil "anaikkonda" yang memiliki makna "sedang membunuh gajah". Kalau di Brazil sendiri, anaconda lebih dikenal dengan nama "sucuriuba".

Anaconda hijau diperkirakan bisa tumbuh hingga sepanjang 12 m & seberat 250 kg. Ada pula laporan kesaksian yang menyebut kalau anaconda hijau bisa tumbuh hingga sepanjang puluhan meter! Namun sejauh ini, spesimen terbesar anaconda hijau "hanya" memiliki panjang 5,2 m & berat 97,5 kg saat diukur. Lebih pendek daripada spesimen ular sanca kembang (reticulated python; Python reticulatus) asal Kalimantan Timur yang memiliki panjang 6,9 m. Namun lebih berat karena spesimen ular sanca kembang yang sama bobotnya tidak sampai 60 kg.



HOBINYA MENYERGAP & BERJEMUR

Tubuh anaconda yang besar membuatnya tidak bisa bergerak cepat di permukaan tanah. Bukan masalah karena ular ini bisa berenang dengan luwes saat sedang berada di air. Anaconda hijau juga memiliki mata & lubang hidung yang terletak di bagian atas kepala sehingga ular ini bisa mengintip suasana di darat sambil tetap menyembunyikan tubuhnya di dalam air. Selain dengan mata, anaconda hijau juga bisa mengetahui keberadaan mangsanya dengan mendeteksi bau, getaran, & panas tubuh.

Seekor anaconda hijau yang sedang
memakan buaya. (Sumber)
Jika anaconda hijau sudah menemukan mangsanya, maka ia segera mendekati posisi mangsanya secara diam-diam. Lalu, secara tiba-tiba sang ular raksasa akan menyergap & melilitkan tubuhnya sehingga mangsanya mati akibat kesulitan bernapas. Anaconda hijau juga bisa menyeret mangsanya ke dalam air & menenggelamkannya. Sebagai akibat dari ukurannya yang besar, anaconda hijau pun bisa memangsa hewan-hewan yang berukuran besar. Mulai dari monyet, kura-kura, burung, kapibara, & bahkan buaya! Dalam kasus yang jarang, anaconda hijau juga diketahui menyerang manusia.

Anaconda hijau memiliki otot rahang yang elastis sehingga ular ini bisa menelan mangsa berukuran besar tanpa mengunyahnya. Karena anaconda hijau adalah hewan berdarah dingin yang hanya memerlukan kalori dalam jumlah rendah, anaconda hijau bisa hidup berminggu-minggu tanpa makanan setelah menelan mangsa yang berukuran besar. Dan bicara soal berdarah dingin, anaconda hijau memiliki kebiasaan untuk berjemur supaya suhu tubuhnya meningkat. Aktivitas berjemur lebih sering dilakukan pada musim hujan karena suhu lingkungan rata-rata yang lebih rendah.



KANIBAL TERHADAP YANG BERTUBUH KECIL

Musim kawin dari anaconda hijau berlangsung pada musim kemarau setempat, alias pada bulan Maret hingga Mei. Saat musim kawin tiba, anaconda jantan akan aktif mencari betina calon pasangan kawinnya. Tidak jarang pejantan menemukan betina sudah bersama dengan pejantan-pejantan lainnya. Jika itu yang terjadi, anaconda-anaconda jantan akan saling bergulat di sekitar tubuh betina supaya bisa mendapatkan kesempatan untuk mengakses kloaka betina & menyalurkan spermanya. Jumlah pejantan yang berebut mengawini betina bisa mencapai belasan ekor.

Beberapa anaconda jantan yang
sedang berebut mengawini
betina. (Sumber)
Anaconda hijau jantan & betina memiliki perbedaan dalam hal ukuran karena betina bisa berukuran 5 kali lebih besar daripada pejantan. Akibatnya, sesudah melakukan perkawinan, anaconda betina kerap memakan pejantan pasangan kawinnya. Walaupun terlihat kejam, kebiasaan ini berguna untuk memberi betina energi sebelum berpuasa saat mengandung telurnya. Anaconda hijau adalah hewan ovovivipar yang berarti ular ini bertelur, namun telur-telurnya tetap disimpan di dalam tubuh hingga menetas. Masa "kehamilan" dari anaconda hijau betina adalah sekitar 7 bulan.

Anaconda betina mengeluarkan bayi-bayinya di dalam perairan yang dangkal. Jumlah bayi yang dikeluarkan bervariasi antara 20 hingga 82 ekor. Semakin besar ukuran induk anaconda betina, semakin banyak jumlah bayi yang bisa diproduksinya. Anaconda hijau yang baru lahir sudah harus hidup mandiri & mencari makan sendiri. Usia kematangan seksual dari anaconda hijau adalah antara 3 - 4 tahun. Seekor anaconda hijau diperkirakan bisa hidup hingga usia 30 tahun.

Walaupun bertubuh besar, anaconda hijau bukanlah hewan yang tidak memiliki musuh. Anaconda muda & anaconda jantan yang bertubuh kecil rentan dimangsa oleh buaya, jaguar, & bahkan anaconda lain yang berukuran lebih besar. Jika diserang saat sedang berada di darat, anaconda hijau akan menggulung tubuhnya sendiri hingga menyerupai bola supaya kepalanya terlindungi. Anaconda hijau juga bisa menghasilkan bau tidak enak dengan cara mengeluarkan cairan dari kelenjar di kloakanya.

Perbandingan ukuran anaconda
hijau dengan manusia. (Sumber)
Ancaman lain bagi anaconda hijau datang dari manusia. Ukuran anaconda hijau yang besar & seringnya mereka menyerang hewan ternak menjadi alasan bagi penduduk setempat untuk membunuhnya. Bukan hanya itu, anaconda hijau juga banyak diburu untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan & dikonsumsi sebagai obat tradisional. Semakin menipisnya luas hutan hujan juga menjadi ancaman tersendiri bagi populasi anaconda hijau di alam liar. Walaupun belum dianggap sebagai hewan yang terancam punah, tindakan nyata tetap diperlukan supaya reptil raksasa ini tidak sampai lenyap dari muka bumi.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Boidae
Genus : Eunectes
Spesies : Eunectes murinus



REFERENSI

Animal Diversity Web - Eunectes murinus : Information
ARKive - Green anaconda videos, photos, and facts
Online Etymology Dictionary - Anaconda
Wikipedia - Eunectes murinus
Wikipedia - Python reticulatus


    

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.