FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kelelawar Vampir, Makhluk Malam yang Gemar Menghisap Darah




(Sumber)

Jika mendengar kata "drakula", maka orang biasanya akan langsung membayangkan sosok menyerupai manusia yang punya kegemaran menghisap darah & bisa berubah menjadi kelelawar. Untungnya, sosok drakula penghisap darah tidak benar-benar ada karena ia hanya muncul dalam karya-karya fiksi. Namun lain halnya dengan kelelawar penghisap darah yang ternyata memang benar-benar ada & lebih dikenal dengan nama "kelelawar vampir". Terdengar menyeramkan ya? Tapi sebelum pengunjung merasa ketakutan, baca dulu artikelnya sampai habis.

Kelelawar vampir (vampire bat) adalah sebutan untuk sejenis kelelawar yang memiliki perilaku aneh : menghisap darah. Dalam cerita-cerita mitos Eropa, vampir diceritakan sebagai mayat yang hidup kembali untuk menghisap darah manusia, sehingga nama tersebut lalu diadopsi untuk menyebut kelelawar dengan perilaku makan serupa. Ada 3 spesies kelelawar vampir yang sudah diketahui manusia & semuanya termasuk dalam subfamili Desmodontinae. Ketiga spesies tersebut adalah kelelawar vampir biasa (common vampire bat; Desmodus rotundus), kelelawar vampir bersayap putih (white-winged vampire bat; Diaemus youngi), & kelelawar vampir kaki berambut (hairy-legged vampire bat; Diphylla ecaudata).

Semua spesies kelelawar vampir hanya ditemukan di Benua Amerika, mulai dari Meksiko hingga Chili. Artikel ini sendiri akan fokus membahas kelelawar vampir dari spesies Desmodus rotundus, spesies kelelawar vampir yang paling populer. Kelelawar vampir secara umum memiliki anatomi yang serupa dengan kelelawar lainnya. Di kedua sisi tubuhnya terdapat sayap yang aslinya merupakan modifikasi dari lengan. Bagian kakinya pendek sehingga kelelawar tidak bisa mempergunakannya untuk berjalan atau berdiri tegak. Sebagai gantinya, kelelawar bisa merangkak atau bergantung terbalik ketika sedang tidak terbang.



BERAKSI KETIKA KORBANNYA LELAP

Kepala kelelawar vampir. (Sumber)
Sekarang kita bahas mengenai perilaku makan kelelawar ini yang membuat ia mendapat julukan vampir : menghisap darah. Makhluk yang kerap menjadi sasaran kelelawar vampir untuk dihisap darahnya adalah hewan ternak, misalnya sapi. Manusia juga tidak luput menjadi sasaran dari kelelawar vampir biasa, tapi jangan terlalu khawatir. Kelelawar vampir hanya akan menghisap darah manusia jika hewan ternak sedang langka & manusianya tidur di tempat terbuka.

Kelelawar vampir adalah hewan nokturnal yang berarti hewan ini baru aktif pada malam hari. Di siang hari, kelelawar ini menghabiskan waktunya dengan cara tidur sambil bergantung terbalik di tempat yang terlindung dari cahaya matahari, misalnya di dalam gua & bangunan kosong. Saat malam tiba, barulah kelelawar vampir keluar dari persembunyiannya untuk mencari makan. Kelelawar vampir memandu dirinya saat terbang dengan memakai pantulan bunyi ultrasonik (ekolokasi). Namun ketika harus memilih mangsa yang tepat untuk dihisap darahnya, kelelawar vampir mengandalkan indra penglihatan & penciumannya.

Ketika kelelawar vampir sudah menemukan mangsa yang sesuai, kelelawar vampir akan mendarat & berbaring dengan posisi tengkurap di dekat mangsanya. Sesudah itu, kelelawar vampir akan merangkak secara perlahan untuk menaiki tubuh mangsanya. Hal selanjutnya yang dilakukan kelelawar vampir adalah membuat gigitan kecil pada kulit mangsanya di mana gigitan tersebut seringkali tidak dirasakan oleh korban yang sedang tidur pulas.

Kelelawar vampir yang sedang
menghisap darah babi. (Sumber)
Air liur kelelawar vampir dikenal dengan nama "draculin" & mengandung zat antikoagulan yang mencegah pembekuan darah. Berkat air liur tersebut, darah dari luka mangsa sang kelelawar akan terus mengucur sehingga bisa terus dihisap oleh kelelawar vampir hingga kenyang. Kalaupun mangsa dari kelelawar vampir secara mendadak terbangun atau tanpa sadar membuat gerakan yang bisa membahayakan kelelawar vampir, kelelawar vampir bisa melompat ke belakang dengan cepat. Dengan teknik yang sama, kelelawar vampir bisa tinggal landas dari permukaan tanah secara langsung, sekaligus menjadi satu-satunya spesies kelelawar yang bisa terbang tanpa harus melompat dari tempat tinggi.



DARI PEMINUM SUSU JADI PEMINUM DARAH

Kelelawar vampir memiliki perilaku poligami yang berarti seekor pejantan bisa memiliki beberapa ekor pasangan betina.Perkawinan terjadi ketika kelelawar jantan menaiki tubuh betina & menggigit bagian leher betina. Kelelawar betina yang sudah melakukan perkawinan akan memasuki periode kehamilan yang berlangsung selama 7 bulan. 1 betina hanya bisa mengandung 1 janin. Bayi kelelawar yang baru lahir penampilannya mirip dengan kelelawar dewasa, namun dengan ukuran yang lebih kecil.

Bayi kelelawar tersebut selanjutnya hidup dari air susu induknya hingga usia 1 bulan. Sesudah itu, induk kelelawar akan memberikan muntahan darah kepada bayinya supaya sang bayi belajar memakan darah. Pada usia 5 bulan, anak kelelawar sudah harus hidup mandiri. Usia kematangan seksual kelelawar vampir adalah 10 bulan, sementara usia hidup maksimalnya diperkirakan bisa mencapai 12 tahun. Seekor kelelawar vampir memiliki panjang tubuh maksimal 9 cm, berat maksimal 50 gram, & rentang sayap maksimal 4 cm.

Bayi kelelawar vampir. (Sumber)
Kelelawar vampir kerap dianggap sebagai hama oleh manusia karena kebiasaannya menghisap darah membuat hewan-hewan ternak korbannya menjadi terkena anemia & mudah lelah. Dalam kasus yang lebih parah, kelelawar vampir juga bisa menularkan rabies yang bisa berakibat mematikan pada korbannya, tak terkecuali pada manusia. Sebagai akibatnya, hewan bersayap ini pun kerap menjadi sasaran pembunuhan oleh penduduk setempat. Kendati demikian, sejauh ini populasi kelelawar vampir masih melimpah sehingga aktivitas pembunuhan yang dilakukan manusia dianggap masih belum mengancam kelestariannya.

Kelelawar vampir tidak hanya membawa dampak negatif untuk manusia. Kotoran yang dikeluarkan oleh gerombolan kelelawar vampir bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Belakangan, manusia juga mulai meneliti air liur kelelawar vampir untuk keperluan obat-obatan. Contoh obat yang menggunakan air liur kelelawar vampir sebagai bahan bakunya adalah "desmoteplase", di mana obat tersebut berguna untuk meningkatkan aliran darah pada pasien stroke.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Chiroptera
Famili : Phyllostomidae
Subfamili : Desmodontinae
Genus : Desmodus
Spesies : Desmodus rotundus



REFERENSI

Animal Diversity Web - Desmodus rotundus : Information
Blue Planet Biomes - Vampire Bat
The Free Dictionary - Vampire
Wikipedia - Vampire bat


    

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.