FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Berang-Berang Laut, Sahabat Sejati Ganggang Laut Raksasa




Berang-berang laut yang melilitkan diri pada ganggang. (Sumber)

Berang-berang laut / linsang laut (sea otter; Enhydra lutris) adalah hewan mamalia laut terkecil di dunia. Panjangnya tidak sampai 1,5 m & beratnya hanya sekitar 45 kg, di mana pejantan berukuran sedikit lebih besar daripada betina. Dan seperti halnya mamalia laut lainnya seperti anjing laut & paus, berang-berang laut juga bernapas memakai paru-paru. Mereka bahkan bisa berjalan di darat jika diperlukan, namun mereka jarang melakukannya & lebih banyak menghabiskan waktunya di laut lepas.

Dari segi anatomis, berang-berang laut memiliki penampilan menyerupai musang berkepala marmut. Badannya ramping dengan bulu / rambut berwarna cokelat & ekor yang pendek. Kepalanya berbentuk lonjong dengan mata & daun telinga yang kecil. Telapak kaki belakangnya memiliki struktur menyerupai sirip yang membantu berang-berang laut untuk berenang. Berang-berang laut memiliki 2 lapis rambut tebal yang bisa menjebak udara di antaranya sehingga berang-berang laut bisa merasa tetap hangat walaupun harus selalu berada di air. Jumlah rambut halus yang dimiliki berang-berang laut mencapai lebih dari 100.000 helai per cm persegi, sekaligus menjadikannya hewan mamalia dengan lapisan rambut paling tebal.

Berang-berang laut hanya bisa ditemukan di Samudera Pasifik bagian utara, tepatnya di perairan sekitar Kepulauan Kuril (Rusia) & di Semenanjung Alaska hingga pesisir California di Amerika Utara. Sekitar 90% populasi berang-berang laut di dunia dilaporkan terkonsentrasi di Alaska. Habitat favorit berang-berang laut adalah perairan dengan kedalaman kurang dari 45 m agar hewan yang bersangkutan tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk menyelam mencari makan ke dasar laut & berenang kembali ke permukaan. Ciri lain dari habitat berang-berang laut adalah habitatnya selalu dipenuhi oleh ganggang laut raksasa (kelp).

Berang-berang laut sedang
memakan bulu babi. (Sumber)
Bukan tanpa alasan berang-berang laut menyukai habitat yang dipenuhi ganggang laut raksasa. Berang-berang laut memiliki kebiasaan berenang terapung di permukaan laut & hewan yang bersangkutan biasa mengikatkan tubuhnya pada ganggang laut agar tidak hanyut terbawa arus. Bukan hanya itu, berang-berang laut adalah hewan karnivora yang makanan utamanya terdiri dari hewan-hewan dasar laut pemakan ganggang seperti bulu babi & abalon (sejenis siput). Adapun selain hewan-hewan tadi, berang-berang laut juga mau memakan hewan laut lain seperti ikan, kerang, bintang laut, kepiting, & gurita. Sementara untuk masalah dimakan, berang-berang laut rentan dimangsa oleh hiu putih raksasa & paus pembunuh.



MAKAN SAMBIL MENGAPUNG

Berang-berang laut bisa menyelam sambil menahan napas selama 6 menit ketika mencari makan di dasar laut menggunakan indra penciumannya. Selain mengumpulkan makanan, berang-berang laut juga mengumpulkan bebatuan kecil untuk membantunya makan. Jika sudah, makanan beserta batu-batu yang sudah dikumpulkannya tadi akan diselipkan di kulit ketiaknya yang longgar. Berang-berang laut makan dengan cara berenang terapung dengan posisi punggung menghadap ke bawah, menaruh makanannya di atas dada, & membentur-benturkan cangkang mangsanya dengan batu supaya cangkang mangsanya pecah sehingga isinya bisa dimakan. Cara makannya yang unik sekaligus menjadikan berang-berang laut sebagai 1 dari sedikit hewan yang menggunakan alat untuk makan.

Sudah disinggung sebelumnya kalau berang-berang laut memanfaatkan ganggang laut untuk menambatkan diri. Bagi ganggang laut sendiri, keberadaan berang-berang laut sangat vital bagi kelestarian mereka karena makanan utama berang-berang laut adalah hewan-hewan pemakan ganggang. Dengan berkurangnya jumlah hewan yang pemakan ganggang, populasi ganggang laut & hewan laut lain yang memanfaatkan hutan ganggang laut sebagai tempat hidup pun menjadi melimpah. Singkatnya, jika tidak ada berang-berang laut, maka tidak akan ada hutan ganggang laut & populasi bulu babi jadi meledak tak terkendali.

Bayi berang-berang laut. (Sumber)
Karena pada dasarnya adalah sejenis mamalia, berang-berang laut berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Seekor pejantan memiliki wilayah kekuasaan tersendiri yang isinya juga dihuni oleh beberapa berang-berang betina. Jika ada pejantan yang berebut wilayah, maka keduanya akan saling mengancam dengan cara berteriak & mencipratkan air. Berang-berang laut bisa melakukan reproduksi kapan saja, namun mereka yang tinggal di Alaska cenderung lebih sering melakukan hubungan seksual pada bulan Mei hingga Juni. Betina yang baru saja melakukan perkawinan bisa menunda kehamilan hingga beberapa bulan agar dirinya bisa hamil tepat saat kondisi lingkungan & makanannya sedang mendukung.

Kemampuan betina menunda kehamilan lantas membuat berang-berang laut memiliki periode kehamilan yang bervariasi antara 4 hingga 12 bulan. Normalnya, jumlah bayi yang bisa dikandung oleh seekor betina adalah 1. Bayi berang-berang yang baru lahir sudah bisa mengapung & memakan makanan padat, namun ia akan tetap meminum susu induknya hingga usia 6 bulan. Di usia itu pula, berang-berang laut muda biasanya sudah mulai hidup mandiri. Usia kematangan seksual berang-berang laut adalah 5 tahun, sementara perkiraan usia maksimumnya adalah sekitar 23 tahun.

Sebagai akibat dari lapisan rambutnya yang tebal & bisa diolah menjadi bahan pakaian yang hangat, berang-berang laut sudah diburu oleh manusia secara besar-besaran sejak abad ke-18. Begitu tingginya aktivitas perburuan terhadap berang-berang laut lantas membuat hewan yang bersangkutan nyaris mengalami kepunahan pada abad ke-20. Melihat hal tersebut, negara-negara yang terdiri dari Rusia, Jepang, AS, & Inggris kemudian menandatangani kesepakatan pada tahun 1911 yang pada intinya melarang perburuan hewan laut untuk diambil rambutnya. Hasilnya, populasi berang-berang laut berangsur-angsur mengalami peningkatan, namun mereka tetap rentan mengalami penurunan populasi akibat limbah, bencana minyak bumi, & terjerat jaring nelayan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Mustelidae
Genus : Enhydra
Spesies : Enhydra lutris



REFERENSI

Animal Diversity Web - Enhydra lutris : Information
ARKive - Sea otter videos, photos, and facts
IUCN OSG - Enhydra lutris (Linnaeus, 1758), the Sea Otter



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Boleh usul tentang sejarah perang Seratus tahun dan perang delapan puluh tahun

    BalasHapus
  2. Menarik banget buat saya !!!
    Situs gk terlupakan.
    Bakal melekat.

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.