FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Kisah Unik Menjelang Terbunuhnya Franz Ferdinand




Gavrilo Princip (kedua dari kanan), anggota Crna Ruka
yang membunuh Franz Ferdinand. (Sumber)

Sudah sering disinggung di buku-buku sejarah kalau Perang Dunia I (PDI) bermula akibat peristiwa pembunuhan yang menimpa putra mahkota Austria-Hongaria, Franz Ferdinand. Austria kemudian menuduh pemerintah Serbia berada di balik peristiwa pembunuhan tersebut & langsung menginvasi Serbia tak lama berselang. Negara-negara Eropa lain kemudian turut melibatkan diri sehingga pecahlah PDI. Namun apakah para pengunjung tahu kalau menjelang peristiwa naas tersebut, ternyata ada kejadian unik yang cukup lucu & penuh dengan serba kebetulan?

Semuanya bermula ketika organisasi rahasia Crna Ruka yang berbasis di Serbia mengirimkan sejumlah anggotanya ke Sarajevo, Bosnia-Herzegovina, untuk membunuh pangeran Franz Ferdinand yang dikabarkan hendak berkunjung ke sana. Crna Ruka berharap begitu Austria menginvasi Serbia, Rusia akan membantu Serbia mengalahkan Austria & kemudian membiarkan Serbia mencaplok wilayah Bosnia. Kebetulan Bosnia sendiri sejak tahun 1908 berada di bawah kendali langsung Austria-Hongaria.

Peta Austria-Hongaria (warna jingga)
di tahun 1914. (Sumber)
Masing-masing anggota Crna Ruka yang dikirim ke Sarajevo dibekali dengan pistol, granat tangan, & pil sianida untuk bunuh diri supaya mereka tidak bisa diinterogasi jika tertangkap. Satu dari sekian banyak anggota Crna Ruka yang dikirim ke Sarajevo adalah Nedeljko Cabrinovic. Tanggal 28 Juni 1914, hari bersejarah tersebut akhirnya tiba. Franz Ferdinand tiba di Sarajevo via kereta sebelum kemudian menyusuri jalanan kota Sarajevo dengan menaiki mobil.

Anggota Crna Ruka pertama yang mendapat kesempatan untuk membunuh Ferdinand adalah Muhammed Mehmedbasic. Namun ketika konvoi kendaraan Ferdinand melintas di dekatnya, ia mengurungkan niatnya tersebut karena ada polisi di dekatnya. Menjelang siang hari, konvoi kendaraan Ferdinand akhirnya melintas di dekat Cabrinovic. Tak mau membuang kesempatan emas yang dimilikinya, Cabrinovic langsung melemparkan granat tangan yang dibawanya ke arah mobil yang ditumpangi Ferdinand.

Granat tersebut ternyata gagal membunuh Ferdinand karena terlambat meledak. Sementara Cabrinovic sendiri langsung dikejar oleh petugas keamanan yang sedang ada di lokasi. Cabrinovic kemudian langsung menelan pil sianida sebelum kemudian melompat ke sungai yang ada di dekatnya. Sial buat Cabrinovic. Pil yang ditelannya ternyata sudah kadaluarsa sehingga ia tidak sampai meninggal. Bukan hanya itu, sungai tempatnya melompat aslinya hanyalah sungai dangkal yang tingginya tidak sampai belasan sentimeter. Tanpa kesulitan berarti, Cabrinovic pun ditangkap & dibawa ke kantor polisi terdekat.

(Tengah-kanan) Nedeljko Cabrinovic
& Gavrilo Princip. (Sumber)
Pasca gagalnya upaya pembunuhan tersebut, mobil yang ditumpangi Ferdinand kemudian melaju dengan kecepatan tinggi supaya terhindar dari upaya pembunuhan lainnya. Princip sendiri memutuskan untuk pulang karena ia merasa kesempatan untuk membunuh Ferdinand sudah lenyap. Bak mendapat durian runtuh, ia tanpa sengaja malah berpapasan dengan mobil Ferdinand yang salah membelok sehingga sopirnya terpaksa menghentikan mobil terlebih dahulu sebelum bisa memutar. Tanpa basa-basi, Princip langsung mencabut pistolnya & menembak Ferdinand hingga tewas. Seperti halnya Cabrinovic, Principe juga mencoba bunuh diri memakai pil sianida, namun gagal karena pilnya juga sudah kadaluarsa.

Dengan bermodalkan informasi yang didapat dari anggota-anggota Crna Ruka yang tertangkap, Austria-Hongaria kemudian menuduh pemerintah Serbia sebagai dalang utama di balik tewasnya Franz Ferdinand. Ketika pemerintah Serbia menolak perintah Austria untuk membiarkan Austria ikut campur dalam urusan politik domestik Serbia, Austria-Hongaria pun menyatakan perang pada Serbia & dimulailah PDI. Baik Cabrinovic maupun Principe sama-sama lolos dari hukuman mati karena belum cukup umur, namun keduanya sama-sama tidak berumur panjang akibat terkena penyakit TBC.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Spartacus Educational - Nedjelko Cabrinovic
The Black Hand by Michael Shackelford
Wikipedia - Gavrilo Princip
- . 2008. "Bosnian crisis of 1908". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.



COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Lama tak jumpa kawan.
    RET sering menemani malam malam sepi yg dingin.

    Terus lah berkarya...

    BalasHapus
  2. Padahal dalam kebijakannya sama Serb, Ferdinand termasuk lebih friendly dibanding pendahulunya... sayang diincer juga :D

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.