SEJARAH        FAUNA         HIBURAN          Cari Artikel  →

Setan Berduri, Monster Gurun yang Bersisik Tajam



(Sumber)

Setan berduri (thorny devil; Moloch horridus) adalah sebutan untuk sejenis reptil yang sekujur tubuhnya memang dipenuhi oleh duri. Di bagian atas kepalanya, terdapat sepasang tonjolan besar yang bentuknya menyerupai tanduk sehingga kadal ini pun seolah-olah terlihat menyerupai karakter setan bertanduk dalam lukisan-lukisan manusia. Meskipun penampilannya terlihat menyeramkan, setan berduri sendiri aslinya merupakan hewan yang jinak & tidak berbahaya bagi manusia.

Selain melihat sekujur tubuhnya yang dipenuhi dengan duri & sisik tebal, setan berduri dapat dikenali dengan melihat tubuhnya yang lebar, kakinya yang ramping, ekornya yang panjang & terlihat kaku, serta perutnya yang tidak menyentuh tanah. Di bagian belakang kepalanya, terdapat tonjolan bulat yang berfungsi sebagai kepala palsu. Saat hewan predator hendak memangsa setan berduri, setan berduri akan menyembunyikan kepala aslinya di antara kedua kaki depannya sehingga musuh kemudian akan menyerang tonjolan tadi karena mengira tonjolan tersebut adalah kepala setan berduri. Metode pertahanan ini macam ini juga membuat setan berduri jadi lebih sulit untuk ditelan.

Kepala setan berduri. (Sumber)
Setan berduri hanya dapat ditemukan di Australia, tepatnya di kawasan gurun setempat. Setan berduri memiliki pola hidup diurnal yang berarti hewan ini aktif pada siang hari. Warna sisik setan berduri bisa berubah-ubah bergantung pada suhu lingkungan di sekitarnya. Pada pagi & sore hari, tubuh setan berduri nampak berwarna kecokelatan. Namun pada siang hari ketika suhu lingkungan sedang panas-panasnya, tubuhnya berubah warna menjadi lebih terang & nampak berwarna kekuningan.

Memiliki penampilan yang terkesan menakutkan tidak lantas membuat setan berduri tidak memiliki musuh. Di alam liar, hewan bersisik tajam ini rentan dimangsa oleh burung predator besar & kadal biawak. Namun setan berduri sendiri memiliki banyak cara untuk melindungi dirinya. Sebagai bentuk pertahanan diri yang paling dasar, setan berduri memiliki tubuh yang dipenuhi duri. Warna sisiknya juga bisa berubah-ubah sesuai dengan suhu lingkungan sekitar agar ia menjadi lebih sulit dilihat dari kejauhan.

Kalaupun setan berduri sudah terlanjur kepergok oleh musuhnya, hewan ini masih bisa melindungi dirinya dengan cara mengangkat ekornya & kemudian berjalan maju mundur supaya musuh jadi kebingungan & merasa ragu-ragu untuk menyerang setan berduri. Ia juga bisa menyamarkan posisi kepalanya dengan cara menyembunyikan kepalanya di antara kedua kaki depannya. Saat dipegang / digigit, setan berduri akan menggembungkan badannya sendiri supaya tubuhnya jadi lebih besar & dirinya jadi lebih sulit untuk dicengkeram.



PEMAKAN YANG LAHAP

Berkebalikan dengan penampilannya yang menakutkan, setan berduri hanya hidup dari memakan semut. Kadal ini menangkap semut dengan memakai lidahnya yang lengket. Jumlah semut yang bisa dikonsumsi oleh setan berduri setiap harinya bisa mencapai lebih dari 700 ekor. Sementara untuk urusan minum, setan berduri hanya perlu menyentuhkan kakinya ke genangan air. Karena sisiknya dipenuhi oleh saluran kapiler, air tersebut akan naik secara otomatis hingga ke mulutnya. Saat sedang tidak ada genangan air, setan berduri bisa tetap minum dengan cara berdiam pada malam hari & meminum embun yang menempel pada duri-durinya.

Musim kawin setan berduri terjadi pada akhir musim dingin hingga awal musim panas waktu setempat. Ketika waktu untuk kawin sudah tiba, setan berduri jantan akan menempuh perjalanan lebih jauh dari biasanya untuk menemukan betina. Begitu ia sudah berhasil menemukan betina, pejantan akan merayu betina dengan cara menggoyang-goyangkan kepalanya & kemudian menaiki punggung betina. Jika betina menolak ajakan kawin pejantan, ia akan berguling supaya pejantan terjatuh dari punggungnya. Namun jika ia bersedia kawin dengan pejantan, ia akan membiarkan pejantan menaiki dirinya.

Bayi setan berduri (bawah). (Sumber)
Sesudah melakukan perkawinan, betina kemudian akan membuat lubang galian yang kedalamannya mencapai 22 cm. Ia kemudian akan mengeluarkan telur-telurnya ke dalam lubang. Jumlah telur yang dikeluarkan oleh betina berkisar antara 3 hingga 10 butir. Sesudah selesai mengeluarkan telur-telurnya, ia kemudian akan menutup kembali lubang tadi dengan memakai pasir supaya telur-telurnya aman dari pemangsa. Setan berduri betina bisa mengalami penurunan berat badan hingga 42 persen sesudah mengeluarkan telur-telurnya.

Telur setan berduri memerlukan waktu antara 3 - 4 bulan untuk menetas. Bayi setan berduri yang baru menetas akan memakan cangkang telurnya sendiri sebagai makanan pertamanya. Sesudah itu, ia akan memanjat keluar dari liangnya & sudah harus hidup mandiri. Anak setan berduri akan mencapai ukuran dewasa pada usia 2 tahun & bisa hidup hingga usia 20 tahun. Seekor setan berduri diketahui bisa tumbuh hingga sepanjang 20 cm, di mana betina berukuran sedikit lebih besar dibandingkan pejantan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Agamidae
Genus : Moloch
Spesies : Moloch horridus



REFERENSI

Animal Diversity Web - Moloch horridus : Information
Bush Heritage Australia - Thorny Devils
Digimorph - Moloch horridus, Thorny Devil





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Download PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.