SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Siput Sapi, Hewan Bertotol Pelahap Spons Laut



(Sumber)

Siput sapi (cow snail; Peltodoris atromaculata) adalah nama dari sejenis siput laut yang diberi nama demikian berkat penampilannya yang khas. Tubuhnya berwarna putih dengan totol-totol berwarna hitam / cokelat layaknya motif sapi peranakan Holstein atau anjing Dalmatian. Karena motifnya itu pula, siput ini juga dikenal dengan nama lain "siput laut totol" (dotted sea slug) atau "sapi laut" (sea cow).

Siput sapi tergolong sebagai siput laut telanjang atau Nudibranchia. Oleh karena itulah, siput ini pun memiliki ciri-ciri yang lazim dimiliki oleh Nudibranchia. Siput ini berjalan lambat di dasar laut dengan memakai kaki perutnya yang rata. Tubuhnya berbentuk oval dengan kulit yang terlihat kasar. Di bagian kepalanya, terdapat sepasang tentakel (rhinophore) yang berfungsi sebagai alat pengindra. Kemudian di dekat ekornya, terdapat tonjolan berbentuk menyerupai bulu yang aslinya adalah insangnya.

Jika insang atau tentakelnya disentuh, siput sapi bisa menarik masuk anggota badannya tersebut. Kemudian jika keadaan dirasa sudah aman, ia akan mengeluarkan kembali anggota badannya yang tadinya ditarik masuk. Ketika sedang beristirahat, siput ini akan mengubah tepian badannya menjadi lebih membulat supaya dirinya lebih sulit untuk dipegang atau dicaplok. Siput sapi juga memiliki duri-duri kecil di punggungnya untuk keperluan pertahanan diri. Untuk memperingatkan musuhnya akan keberadaan duri-duri tersebut, siput sapi memiliki warna kulit yang mencolok.

Sepasang siput sapi yang sedang berada di atas spons batu. (Sumber)

Siput sapi hanya dapat ditemukan di Laut Mediterania yang terletak di antara Benua Eropa & Afrika. Mereka biasanya ditemukan pada kedalaman maksimum 150 m. Siput sapi merupakan hewan karnivora yang aktif pada malam hari (nokturnal) dengan pilihan makanan yang amat spesifik. Mereka hanya mau memakan spons batu (stony sponge) dari spesies Petrosia ficiformis.

Karena siput sapi hanya mau memakan spons batu, habitat siput ini pun ditentukan oleh keberadaan makanannya. Di mana ada spons batu, maka di situ ada siput sapi. Spons batu sendiri aslinya mengandung racun, namun racun tersebut tidak berpengaruh pada siput sapi. Justru siput ini memiliki kemampuan untuk menyerap zat-zat kimia dari spons & kemudian menyimpannya di dalam kelenjar pencernaannya sendiri.

Layaknya spesies siput pada umumnya, siput sapi adalah hewan hermafrodit alias berkelamin ganda. Saat melakukan perkawinan, masing-masing siput akan mencoba menusuk kulit pasangannya dengan memakai alat kelaminnya. Siput yang lebih dulu berhasil menusuk kulit pasangannya akan mengambil peran sebagai pejantan yang menyalutkan spermanya. Sementara siput yang satu akan bertindak sebagai penerima sperma.

Saat bertelur, siput sapi akan mengeluarkan selongsong berbentuk menyerupai pita panjang yang berisikan rangkaian telur. Saat telur-telur yang ada di dalam selongsong akhirnya menetas, larva siput yang baru menetas akan hidup melayang-layang di laut lepas sebagai bagian dari plankton. Setelah mencapai ukuran tertentu, siput sapi muda akan jatuh ke dasar laut & kemudian menghabiskan sisa hidupnya sebagai penghuni dasar laut. Seekor siput sapi bisa tumbuh hingga sepanjang 12 cm.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Gastropoda
Klade : Nudibranchia
Famili : Discodorididae
Genus : Peltodoris
Spesies : Peltodoris atromaculata / Discodoris atromaculata



REFERENSI

Atlantis Gozo - Dotted Sea-Slug
Sealifebase.ca - Peltodoris atromaculata
Tauchen auf den Kanaren - Dotted Sea-Slug
Tauchen auf den Kanaren - Stony Sponge
The Sea Slug Forum - Peltodoris atromaculata
Avila, C.. 1995. "The Growth of ... in the Laboratory". (file PDF)





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Download PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda ingin mencetak atau menyimpan artikel ini dalam format PDF, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.