SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Makna & Sejarah Bendera Konfederasi Amerika



Bendera Saltir Konfederasi. (Sumber)

Seperti halnya negara-negara lain di berbagai belahan dunia, Amerika Serikat (AS) di masa lampau juga pernah mengalami perang saudara, tepatnya pada tahun 1861 hingga 1865. Dalam perang tersebut, militer AS terlibat perang melawan Konfederasi Amerika, negara sempalan yang dibentuk oleh negara-negara bagian selatan AS.

Negara Konfederasi sendiri terbentuk sebagai tanggapan atas terpilihnya Abraham Lincoln sebagai presiden baru AS. Pasalnya sebelum pemilu presiden digelar, Lincoln sempat menyatakan kalau dirinya bakal menghapuskan sistem perbudakan kulit hitam di seantero AS. Karena negara-negara bagian selatan tidak mau meninggalkan sistem perbudakan, mereka pun beramai-ramai memerdekakan diri & membentuk negara baru dengan nama "Konfederasi Negara-Negara Amerika" (Confederate States of America).

Seperti halnya negara-negara merdeka lainnya, Konfederasi juga memiliki bendera nasionalnya sendiri. Di masa sekarang, ketika seseorang menyebut "bendera Konfederasi", maka biasanya bendera yang dimaksud adalah bendera berwarna dominan merah dengan tambahan motif berwarna biru & garis luar putih yang bentuknya menyerupai huruf X atau tanda silang. Di dalam bidang menyerupai tanda silang tersebut, terdapat 13 simbol bintang putih yang posisinya tersebar merata.

Karena motif tanda silang tersebut juga dikenal dengan sebutan "saltir" (saltire), maka artikel ini untuk seterusnya akan menggunakan istilah "Saltir Konfederasi" untuk menyebut bendera yang bersangkutan. Tiga belas simbol bintang putih tersebut menyimbolkan 11 negara bagian Konfederasi & 2 negara bagian AS yang diklaim sebagai wilayah milik Konfederasi.

Massa yang sedang mengibarkan bendera Saltir Konfederasi. (Sumber)

Selain simbol bintang, tidak diketahui apa makna resmi dari elemen-elemen lain yang digunakan dalam Saltir Konfederasi. Kalau menurut pakar bendera Ted Kaye, warna merah, putih, & biru digunakan karena itu warna-warna tersebut merupakan warna tradisional bangsa AS yang menyimbolkan keberanian, kesucian, & kejujuran. Sementara motif menyerupai tanda silang digunakan supaya benderanya nampak tidak menonjolkan atribut agama tertentu & bisa diterima oleh semua golongan.

Hal yang menarik adalah kendati disebut sebagai "bendera Konfederasi", negara Konfederasi saat masih berdiri sebenarnya tidak pernah menggunakan bendera nasional yang desainnya sama persis dengan Saltir Konfederasi. Bendera Saltir Konfederasi tanpa tambahan motif apa-apa hanya pernah digunakan oleh militer negara bagian Tennessee & Virginia Utara saat keduanya bertempur sebagai bagian dari pasukan Konfederasi. Lantas, seperti apakah sebenarnya bendera nasional Konfederasi?



EVOLUSI BENDERA KONFEDERASI

Saat baru berdiri, Konfederasi menggunakan bendera nasional dengan bidang berwarna merah-putih-merah yang tersusun secara horizontal. Di bagian pojok kiri atas, terdapat bidang persegi berwarna biru. Di dalam bidang persegi biru tersebut, terdapat 7 simbol bintang putih yang tersusun secara melingkar.

Tujuh simbol bintang putih tersebut menyimbolkan 7 negara bagian Konfederasi di awal berdirinya. Nantinya jumlah bintang tersebut bertambah menjadi 13 untuk menyimbolkan 4 negara bagian yang baru bergabung belakangan & 2 negara bagian yang diklaim sebagai wilayah milik Konfederasi.

Motif merah-putih-merah horizontal digunakan karena terinspirasi dari bendera Austria. Kebetulan Nicola Marschall selaku tokoh pencetus bendera ini pernah bergabung dalam militer Austria sebelum bermigrasi ke Amerika. Karena bendera Konfederasi menampilkan simbol bintang & motif persegi panjang, bendera ini juga dikenal dengan sebutan "Stars & Bars" (Bintang & Batangan).

Bendera nasional Konfederasi dari masa ke masa.

Masalah kemudian timbul karena jika dilihat dari kejauhan, bendera Konfederasi sulit dibedakan dari bendera AS (lihat gambar). Untuk mengatasinya, pada tahun 1863 Konfederasi lantas mengadopsi bendera nasional dengan desain yang baru. Bendera Konfederasi yang baru menampilkan warna dominan putih dengan motif Saltir Konfederasi berbentuk persegi di bagian pojok kiri atasnya. Motif Saltir Konfederasi sendiri diadopsi dari bendera bendera pasukan Virginia Utara pada masa itu.

Karena pasukan Virginia Utara pimpinan Robert E. Lee memiliki reputasi yang amat disegani di medan perang, bendera yang mereka gunakan pun kemudian disisipkan dalam desain bendera Konfederasi yang baru. Karena bendera Konfederasi yang baru didominasi oleh warna putih polos, bendera ini dikenal juga dengan nama "Stainless Banner" (Bendera Tanpa Noda).

Kendati bendera Konfederasi yang sekarang tidak lagi terlihat mirip dengan bendera AS saat dilihat dari kejauhan, bendera Konfederasi juga nampak seperti bendera putih tanda menyerah saat dilihat dalam kondisi tak berangin. Untuk mengatasinya, pada tahun 1865 bidang persegi panjang vertikal yang berwarna merah kemudian ditambahkan pada ujung kanan bendera.

Tambahan warna merah tersebut membuat bendera yang bersangkutan dijuluki sebagai "Blood-Stained Banner" (Bendera yang Ternodai Darah). Namun bendera Konfederasi yang satu ini tidak memiliki riwayat yang panjang karena bendera ini baru diresmikan sebagai bendera Konfederasi yang baru hanya seminggu sebelum berakhirnya Perang Saudara Amerika dengan kekalahan pihak Konfederasi.


Bendera negara bagian Mississippi hingga bulan Juni 2020. (Sumber)


BENDERA SIMBOL PERPECAHAN?

Kendati negara Konfederasi sekarang sudah tidak lagi eksis, bendera Saltir Konfederasi (atau dikenal juga dengan nama Bendera Dixie) masih dapat dijumpai hingga sekarang, khususnya di wilayah selatan AS. Pasalnya mereka menganggap Saltir Konfederasi sebagai bagian dari warisan budayanya. Hingga bulan Juni 2020, negara bagian Mississippi juga menyisipkan Saltir Konfederasi dalam bendera resmi daerahnya.

Meskipun begitu, Saltir Konfederasi juga memiliki citra yang kontroversial di dalam & luar AS. Karena negara Konfederasi dulunya didirikan supaya penduduk setempat tetap bisa mempraktikkan perbudakan kaum kulit hitam, bendera ini pun oleh banyak kalangan sekarang kerap dipandang sebagai simbol diskriminasi rasial & supremasi kaum kulit putih.

Citra negatif yang dimiliki oleh bendera ini hanya semakin menjadi karena bendera ini kerap dikibarkan dalam parade-parade yang digelar oleh Ku Klux Klan (KKK), kelompok ekstrimis kulit putih AS. Kendati Saltir Konfederasi hingga sekarang belum ditetapkan sebagai bendera terlarang oleh pemerintah AS, pengibaran bendera ini hampir selalu bakal memantik pro & kontra.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Flags of the World - Confederate Flags (U.S.)
Flags of the World - Stars and Bars flag (U.S.)
Los Angeles Times - The Confederate flag : Where it....
Reuters - Fact check : The origins of the colors and....
The Telegraph - Confederate flag : what is it and why....
Hassler, Jr.., W.M.. 2008. "American Civil War". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.

  




COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.