SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



The Thing, Kisah "Among Us" Versi Layar Lebar



The Thing saat dibakar oleh manusia.

Belakangan ini, game "Among Us" (Di Antara Kita) menjadi game yang tengah ramai dibicarakan. Kendati game ini memiliki grafik yang sederhana, metode permainannya yang menarik & penuh intrik menyebabkan game ini sangat digandrungi oleh para pemainnya. Inti dari game "Among Us" sendiri adalah mengenai sekelompok awak pesawat luar angkasa (Crewmate) yang disusupi oleh alien pembunuh bernama Impostor (Penyamar).

Sesuai dengan namanya, Impostor memang bisa menyamar hingga nampak serupa dengan Crewmate. Tugas dari para Crewmate adalah mencari tahu identitas asli sang Impostor supaya Impostor tersebut kemudian bisa dibuang ke luar angkasa. Sementara bagi pemain yang berperan sebagai Impostor, ia harus membunuhi para Crewmate sambil menyamarkan identitasnya. Jika Impostor tersebut pandai berkelit, ia bahkan bisa memfitnah pemain lain sebagai Impostor supaya pemain tersebut yang dibuang ke luar angkasa, tapi Impostor aslinya tetap selamat.

Konsep mengenai Impostor tersebut seketika membuat pihak Republik teringat akan "The Thing", film Hollywood yang mengusung konsep serupa. Film "The Thing" (Sang Makhluk) bercerita tentang sosok alien bernama sama yang diceritakan terdampar di Kutub Selatan & ditemukan oleh sekelompok ilmuwan. Saat alien tersebut bangkit kembali, ia kemudian membunuhi para ilmuwan sambil menyamar sebagai salah satu dari mereka. Akibatnya, para ilmuwan yang masih hidup pun mulai bersikap curiga satu sama lain & akhirnya terlibat konflik.

Ada 2 film yang menggunakan judul "The Thing", yaitu film yang dirilis pada tahun 1982 & yang dirilis pada tahun 2011. Walaupun waktu perilisannya berjauhan, kedua film tersebut memiliki alur cerita yang saling berkaitan. Film tahun 2011 bercerita tentang bagaimana The Thing pada awalnya ditemukan oleh tim ilmuwan dari stasiun penelitian Norwegia. Sementara film tahun 1982 bercerita tentang bagaimana The Thing melarikan diri dari stasiun penelitian Norwegia & kemudian melanjutkan terornya di stasiun penelitian Amerika Serikat (AS).



SEJARAH (VERSI DUNIA NYATA)

"The Thing" merupakan film yang diangkat dari cerita buatan tahun 1938 yang berjudul "Who Goes There?" (WGT; Siapa yang Pergi ke Sana?). Cerita hasil karya John W. Campbell Jr. tersebut bercerita tentang sekelompok ilmuwan di Kutub Selatan yang menemukan jasad alien beku. Saat alien tersebut hidup kembali, alien yang bersangkutan ternyata memiliki kemampuan untuk berubah wujud & membaca pikiran manusia. Sebagai akibatnya, para ilmuwan tersebut mulai dibunuh satu demi satu oleh alien tadi.

Berkat alur ceritanya yang menarik & tergolong revolusioner pada masanya, WGT pun kemudian diadaptasi ke media hiburan lain. Film pertama yang mengadaptasi WGT adalah film hitam putih berjudul "The Thing from Another World" (Makhluk dari Dunia Lain) yang dirilis pada tahun 1951 & disutradarai oleh Christian Nyby. Puluhan tahun berlalu, WGT kembali diadaptasi ke layar lebar dengan John Carpenter sebagai sutradaranya.

John Carpenter. (Sumber)

Carpenter dipercaya untuk menyutradarai film adaptasi terbaru WGT karena sebelum ini, ia pernah membuat film-film horor fenomenal seperti "Halloween" (1978) serta "The Fog" (1980). Tahun 1982, film yang dimaksud akhirnya resmi dirilis ke bioskop umum dengan judul "The Thing". Namun tidak seperti film-film horor lain yang sebelumnya pernah dibuat oleh Carpenter, film "The Thing" tergolong sebagai film yang mengecewakan dari segi komersial karena dengan biaya produksi 15 juta dollar, film ini hanya berhasil meraup pemasukan 19 juta dollar.

Jika itu masih belum cukup, film "The Thing" juga dikritik habis-habisan oleh kritikus film pada masa itu. Sebagai contoh, kritikus terkenal Roger Ebert mendeskripsikan "The Thing" sebagai film paling memuakkan yang pernah ia tonton. Kritikus film dari surat kabar The New York Times bahkan mengomentari "The Thing" sebagai film yang bodoh (foolish). Sebagai akibatnya, saat masa penayangannya di bioskop berakhir, film ini nampaknya bakal terlupakan begitu saja.

Dugaan tersebut nyatanya tidak terbukti. Meskipun "The Thing" pada awalnya hanya dipandang sebelah mata, pandangan publik terhadap film ini secara berangsur-angsur berubah menjadi lebih positif. Film ini sekarang dipandang sebagai salah satu film paling berpengaruh dalam perkembangan genre horor & fiksi ilmiah. Sutradara-sutradara terkenal seperti Guillermo Del Toro (terkenal lewat film "Hellboy" & “Pacific Rim”) serta Neill Blomkamp (terkenal lewat film "District 9") mengaku menjadikan "The Thing" sebagai sumber inspirasinya.

Menurut salah satu pendapat, alasan kenapa film "The Thing" dipandang begitu negatif saat baru dirilis adalah karena film ini dirilis berbarengan dengan film "E.T. the Extra-Terrestrial", film hasil karya Steven Spielberg yang juga menampilkan sosok alien. Karena alien dalam film "E.T." ditampilkan sebagai makhluk yang bersahabat alih-alih gemar membunuh, penonton pun jadi lebih bersimpati kepada film "E.T." & kemudian terdorong untuk memandang rendah film "The Thing".

Poster film "The Thing" versi tahun 1982. (Sumber)

Sebagai dampak dari membaiknya cara pandang publik terhadap film "The Thing", pada tahun 2011 versi prekuel dari film ini dirilis dengan mengusung judul yang sama. Namun seperti halnya film "The Thing" versi 1982, film versi 2011 ternyata juga gagal bersinar dari segi pemasukan. Dengan biaya produksi 38 juta dollar, film yang bersangkutan hanya berhasil meraih pemasukan kurang dari 32 juta dollar.

Kurangnya pemasukan yang didapat dari film-film berunsur "The Thing" toh tetap tidak membuat rumah-rumah produksi film Hollywood merasa kapok. Pada bulan Januari 2020, film "The Thing" dikabarkan akan dibuat ulang & rencananya bakal dirilis dengan judul "Frozen Hell" (Neraka Beku). Mengenai apakah film tersebut bakal lebih sukses dari segi pemasukan jika dibandingkan dengan film-film pendahulunya, kita lihat saja nanti saat filmnya sudah benar-benar rilis.



SEJARAH (VERSI FIKSI / FILM)

- The Thing (2011)

Suatu hari, sebuah piring terbang raksasa yang mengangkut alien bernama The Thing jatuh terdampar di Kutub Selatan Bumi. Seratus ribu tahun kemudian, sekelompok ilmuwan Norwegia tanpa sengaja tergelincir masuk ke dalam lubang yang menjadi lokasi terkuburnya piring terbang tadi. Pakar biologi asal AS yang bernama Kate Lloyd kemudian dipanggil ke Kutub Selatan untuk membantu mengeluarkan jasad alien tadi dalam balok es & memindahkannya ke markas penelitian Norwegia yang juga berlokasi di Kutub Selatan.

Saat tim ilmuwan di markas sedang beristirahat sambil membicarakan temuan mereka di ruangan lain, mendadak balok es tadi pecah & The Thing melompat keluar dari dalamnya. Para anggota tim lantas menyebar untuk menemukan The Thing. Saat mereka akhirnya berhasil menemukan The Thing, mereka kemudian membakar alien tersebut hingga tewas dengan cara melemparkan kembang api ke arah tumpahan minyak.

The Thing saat ditemukan dalam bongkahan es.

Saat mayat The Thing tadi diteliti, mereka menemukan kalau The Thing ternyata memiliki kemampuan untuk menyerap senyawa organik dari mangsanya & menirunya. The Thing tersebut ternyata juga sempat menciptakan keturunan yang kini menyamar menjadi manusia. Mengetahui hal tersebut, Kate langsung memerintahkan kepada semua anggota tim untuk membuka mulutnya masing-masing. Karena The Thing tidak bisa meniru senyawa anorganik (misalnya tambalan gigi), The Thing yang menyamar menjadi manusia pasti tidak memiliki tambalan gigi atau gigi palsu .

Saat para anggota tim kini terpisah menjadi kelompok yang memiliki tambalan gigi & yang tidak, timbul percekcokan karena mereka yang tidak memiliki tambalan gigi khawatir akan keselamatan diri mereka. Pada saat itulah, The Thing memperlihatkan wujud aslinya. Banyak korban tewas yang timbul karena hampir semua anggota tim sedang berada di ruangan yang sama ketika serangan terjadi.

Saat The Thing tersebut akhirnya berhasil dibunuh oleh Kate dengan memakai flamethrower (tas penyembur api), ternyata masih ada 1 The Thing lagi yang berhasil melarikan diri menuju lokasi piring terbang sambil menyamar menjadi manusia. Kate & rekannya yang bernama Carter kemudian membuntuti The Thing tersebut dengan memakai mobil salju.

Sesampainya mereka di piring terbang, keduanya sempat terpisah karena piring terbangnya secara tiba-tiba menyala. Saat The Thing berhasil menangkap Kate, Kate berhasil melawan balik & membunuh The Thing dengan memakai granat. Sesudah itu, Kate & Carter pada awalnya hendak kembali ke markas. Namun setelah Kate menyadari kalau Carter ternyata adalah The Thing yang menyamar, Kate pun terpaksa membunuh Carter / The Thing di dalam mobil salju. Akibatnya, walaupun Kate selamat, ia tidak bisa menggunakan mobil saljunya untuk kembali ke markas.

Kate Lloyd saat membunuh The Thing memakai flamethrower.

Sementara itu di markas, seseorang yang bernama Matias tiba di markas dengan menaiki helikopter. Di sana, ia berpapasan dengan anggota tim yang bernama Lars. Saat Matias bertanya kepada Lars mengenai kenapa markas bisa berada dalam kondisi porak poranda, mendadak seekor anjing salju yang aslinya adalah The Thing melompat keluar & berlari meninggalkan markas. Lars & Matias kemudian bergegas menaiki helikopter untuk menghentikan "anjing" tersebut.


- The Thing (1982)

The Thing yang menyamar menjadi anjing tadi tiba di markas tim ilmuwan asal AS. Lars langsung turun dari helikopter sambil mengeluarkan granatnya. Sial bagi Lars, granat tersebut malah terlepas dari tangannya & kemudian meledak menewaskan Matias. Lars kemudian mencoba membunuh The Thing dengan memakai senapan. Namun saat Lars tengah menembakkan senjatanya, anggota tim ilmuwan AS yang bernama Garry langsung menembak Lars hingga tewas.

Tim ilmuwan AS kemudian pergi ke markas penelitian Norwegia untuk mencari tahu kenapa anggota tim ilmuwan Norwegia menyerang mereka. Sesampainya di sana, tim ilmuwan AS merasa terkejut begitu mendapati kalau markas penelitian Norwegia sudah berada dalam kondisi porak poranda. Mereka semakin terkejut saat menemukan mayat makhluk aneh (The Thing) di markas tersebut.

Tim ilmuwan AS kemudian kembali ke markas mereka sambil membawa mayat The Thing untuk diteliti. Sementara itu di markas, "anjing" yang tadi dikejar-kejar Lars dimasukkan ke dalam kurungan berisi anjing-anjing salju. Di sana, "anjing" tersebut langsung menampakkan wujud aslinya & membunuh anjing-anjing yang ada di dalam kandang. Tim ilmuwan AS jelas merasa terkejut, namun mereka masih bisa bertindak sigap & langsung membakar The Thing anjing tersebut.

The Thing saat menyamar menjadi anjing & dipungut oleh ilmuwan AS.

Setelah apinya dipadamkan, mayat The Thing anjing tadi kemudian diteliti oleh anggota tim ilmuwan yang bernama Blair. Saat itulah, Blair menemukan kalau sel-sel mayat tersebut ternyata masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Ia juga menemukan kalau The Thing memiliki kemampuan untuk meniru penampilan makhluk yang baru saja diserangnya & menginfeksi setiap manusia yang berada di dekatnya.

Begitu mengetahui hal tersebut, Blair lantas berkesimpulan kalau semua anggota tim yang ada di dalam markas tidak boleh dibiarkan pergi karena mungkin ada The Thing yang menyamar di antara mereka. Blair pun spontan langsung merusak semua kendaraan & alat komunikasi yang ada di markas supaya tidak ada anggota tim yang bisa pergi meninggalkan markas. Merasa tidak terima dengan tindakan Blair, para anggota tim yang lain kemudian beramai-ramai menyerang Blair & menyekapnya.

The Thing kembali menampakkan diri setelah ia membunuh salah seorang anggota tim yang bernama Bennings. Setelah berhasil melenyapkan The Thing yang membunuh Bennings, para anggota tim yang tersisa kemudian sepakat untuk melakukan tes darah dengan cara membandingkan darah masing-masing anggota tim dengan sampel darah yang belum terinfeksi oleh The Thing. Mereka ingin tahu apakah masih ada The Thing yang hidup & kini menyamar di antara mereka.

Rencana tersebut batal terlaksana karena The Thing secara diam-diam merusak semua stok kantong darah yang belum terinfeksi. Maka, mereka kemudian melakukan tes darah baru dengan cara menyundut sampel darah memakai kawat panas. Jika sampel darah tersebut berasal dari The Thing, maka darahnya akan menunjukkan reaksi kesakitan. Tes tersebut berjalan sukses & mereka berhasil menemukan The Thing yang menyamar. Setelah membunuh The Thing tersebut, mereka pergi menuju ruangan tempat Blair disekap untuk melakukan tes darah kepadanya.

The Thing saat menampakkan wujud aslinya.

Sesampainya mereka di tempat tujuan, ternyata Blair sudah melarikan diri. Belakangan diketahui kalau The Thing ternyata sudah membunuh Blair & sekarang ia berencana menghabisi sisa-sisa anggota tim sebelum kemudian memasuki fase hibernasi. The Thing berharap, ketika tim penyelamat akhirnya tiba di markas yang sudah kosong, mereka akan membawa jasad The Thing ke negara asal mereka sehingga The Thing kemudian bisa menginfeksi lebih banyak korban di sana.

Untuk mencegah hal tersebut benar-benar terjadi, MacReady selaku anggota tim yang tersisa kemudian memutuskan untuk memasang dinamit di seluruh bagian markas. Saat Blair alias The Thing akhirnya menampakkan diri, MacReady kemudian meledakkan rangkaian dinamit tadi sehingga timbulah ledakan hebat yang menghancurkan markas & isinya. The Thing / Blair memang berhasil dibunuh lewat ledakan tersebut. Namun MacReady sendiri merasa pesimis akan nasibnya sendiri karena begitu kobaran apinya padam, ia menduga kalau dirinya bakal meninggal akibat kedinginan.



KARAKTERISTIK

The Thing adalah sebutan untuk makhluk yang berasal dari suatu tempat di luar Bumi dengan tingkat peradaban tinggi. Hal tersebut tercermin dari teknologi canggih yang digunakan pada kendaraan piring terbangnya. Tidak diketahui dari planet manakah The Thing berasal. Demikian juga mengenai apakah ia datang ke Bumi karena tidak sengaja terdampar, atau sejak awal ia memang memiliki niat khusus untuk mendarat di Bumi.

The Thing merupakan makhluk dengan kemampuan adaptasi tinggi. Saat baru tiba di Bumi, ia bisa langsung beradaptasi dengan udara Bumi. Ketika terjebak di lingkungan bersuhu amat dingin, The Thing bisa memasuki fase hibernasi sehingga organ-organ tubuhnya tetap hidup meskipun ia harus terkurung dalam lapisan es hingga ribuan tahun lamanya. The Thing nampaknya juga tidak bisa merasakan lelah meskipun ia harus berlari sejauh berkilo-kilometer tanpa henti, misalnya saat ia dikejar-kejar memakai helikopter oleh Lars.

Piring terbang The Thing saat melintas di dekat Bumi.

Kemampuan adaptasi The Thing belum terbatas sampai di sana. Saat ia memakan atau menyerang organisme lain (misalnya manusia), The Thing bisa menyerap komponen biologis dalam tubuh mereka & kemudian menggunakannya untuk mengubah wujudnya sendiri hingga mirip dengan korbannya. Hebatnya lagi, The Thing bukan hanya bisa meniru penampilan fisik korbannya, tetapi juga perilaku & gaya bicaranya.

Karena The Thing memiliki kemampuan untuk menyerap segala macam organisme & meniru wujud korbannya, The Thing tidak memiliki wujud fisik yang baku. The Thing sendiri baru akan memperlihatkan wujud aslinya saat ia hendak memakan atau menyerang korbannya. Saat The Thing menampakkan wujud aslinya, ia bisa menumbuhkan aneka macam organ tubuh tambahan seperti kaki beruas-ruas, gigi taring, tentakel panjang, kelenjar penyembur cairan, & lain sebagainya.

The Thing juga memiliki kemampuan untuk membelah diri & memperbanyak dirinya sendiri. Jika The Thing terluka parah, bagian tubuhnya yang masih hidup akan memisahkan diri & kemudian beroperasi sebagai individu tersendiri. Entah itu kepala, tangan, atau bahkan tetesan darah. Itulah sebabnya The Thing amat sulit dibunuh secara permanen karena potongan kecil tubuhnya mungkin ada yang berhasil melarikan diri & siap menerkam korbannya di tempat lain.

Dari sekian banyak kemampuannya tersebut, bahaya terbesar yang ditunjukkan oleh The Thing adalah kemampuannya menebar teror psikologis. Para korban The Thing yang masih selamat tidak pernah tahu kapan & di mana The Thing akan menyerang. Mereka juga merasa ragu apakah orang yang di sampingnya benar-benar manusia normal, atau The Thing yang sedang menyamar. Jika orang tersebut sudah tidak mampu lagi bersikap tenang, hanya masalah waktu sebelum orang tersebut mulai nekat menyerang siapapun yang ada di dekatnya.

Potongan tangan The Thing saat merayap di lengan korbannya.

Meskipun The Thing nampaknya tidak bisa dikalahkan, The Thing bukanlah makhluk yang tidak memiliki kelemahan. The Thing bisa dibunuh dengan cara diledakkan atau dibakar hidup-hidup hingga seluruh bagian tubuhnya hangus. Jika The Thing merasa kesakitan, ia akan mengeluarkan suara lengkingan bernada tinggi. The Thing juga tidak bisa meniru benda-benda anorganik, khususnya yang terbuat dari logam & porselen. Itulah sebabnya penyamaran The Thing bisa dibongkar dengan melihat apakah orang yang bersangkutan memakai perhiasan atau tambalan gigi.

Tes darah yang dilakukan dengan cara mencampurkan sel darah manusia & sel darah The Thing juga bisa digunakan untuk membongkar penyamaran The Thing. Pasalnya sel-sel The Thing memiliki kebiasaan untuk menyerang sel makhluk hidup lain di dekatnya secara otomatis. The Thing juga tidak tahan akan listrik bertegangan tinggi karena saat tubuhnya ditempeli dengan alat kejut jantung, The Thing tersebut langsung menampakkan wujud aslinya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Bloody Disgusting - [Interview] ‘The Thing 2011’....
Bloody Disgusting - Universal and Blumhouse....
IndieWire - Guillermo del Toro Praises John....
The Verge - Neill Blomkamp on creating the....
Wikipedia - The Thing (1982 film)
Wikipedia - The Thing (2011 film)
Wikipedia - Who Goes There?
(Film) Carpenter, J.. 1982. "The Thing".
(Film) Van Heijningen, M.. 2011. "The Thing".
(Video Game) 2018. "Among Us".  InnerSloth, AS.

 





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Download PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tamu yang baik selalu meninggalkan komentar sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda selama tidak mengandung iklan, spam, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat akan dimoderasi terlebih dahulu sebelum diterbitkan. Jadi, jangan panik kalau komentar anda tidak langsung muncul.

Jika anda ingin menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang ada di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.