Laba-Laba Loncat, Pemburu Cekatan Bermata Banyak



Laba-laba loncat dari spesies Menemerus bivittatus. (phuketnaturetours.com)

Jika bicara soal laba-laba, maka biasanya orang akan membayangkan hewan kecil menyerupai serangga yang membangun sarang jaring untuk menjebak mangsanya. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi laba-laba loncat. Pasalnya alih-alih membuat sarang jaring, laba-laba ini justru aktif berkeliaran ke sana kemari untuk menemukan mangsanya.

Laba-laba loncat (jumping spider) adalah salah satu jenis laba-laba paling terkenal di dunia. Pasalnya laba-laba ini bisa ditemukan dengan amat mudah di sekitar kita. Mereka bisa ditemukan di dalam rumah, di hutan, padang rumput, & bahkan gurun. Satu-satunya tempat di mana laba-laba loncat tidak bisa ditemukan adalah di Kutub Selatan.

Ada lebih dari 6.800 spesies laba-laba loncat yang sudah diketahui oleh manusia. Dalam klasifikasi ilmiah, semua spesies laba-laba loncat digolongkan dalam famili Salticidae. Sebanyak 13 persen dari total populasi laba-laba dunia dilaporkan tergolong dalam jenis laba-laba loncat.

Karena terdiri dari begitu banyak spesies, laba-laba loncat pun memiliki ukuran yang berbeda-beda. Sebagai contoh, laba-laba loncat dari spesies Habronattus pyrrithrix panjangnya hanya sekitar 0,5 cm. Di lain pihak, laba-laba loncat dari spesies Hyllus giganteus panjangnya bisa mencapai 2,5 cm. H. giganteus sekaligus menjadi spesies laba-laba loncat terbesar yang sudah diketahui oleh manusia.

Hyllus giganteus, spesies laba-laba loncat terbesar di dunia. (rainbowlemur / twitter.com)

Selain berbeda dalam hal ukuran, masing-masing spesies laba-laba loncat juga memiliki warna & wujud yang beragam. Ada laba-laba loncat yang tubuhnya berwarna hitam & putih. Ada pula laba-laba loncat yang berwarna hijau layaknya warna daun (misalnya Telamonia dimidiata).

Laba-laba loncat dari genus Myrmarachne memiliki tubuh berbentuk panjang & berwarna hitam layaknya semut. Selain memiliki fisik menyerupai semut, laba-laba ini bahkan memiliki kebiasaan menggerak-gerakkan kaki depannya supaya terlihat semakin mirip dengan semut yang sedang menggerak-gerakkan antenanya.


Myrmarachne formicaria, spesies laba-laba loncat yang bentuknya menyerupai semut. (Sarefo / wikimedia.org)


BERMATA BANYAK & TAJAM

Lepas dari semua perbedaan tersebut, masing-masing spesies laba-laba loncat juga memiliki kemiripan 1 sama lain yang membuat mereka semua digolongkan sebagai jenis laba-laba loncat. Masing-masing spesies laba-laba loncat memiliki 2 pasang mata besar yang menghadap ke depan.

Laba-laba umumnya memiliki penglihatan yang buruk. Itulah sebabnya laba-laba memiliki kebiasaan membangun sarang jaring supaya mereka bisa menjebak mangsa tanpa harus bersusah payah mencarinya.

Namun tidak demikian halnya dengan laba-laba loncat. Berkat 2 pasang mata besar yang dimilikinya, laba-laba loncat memiliki indra penglihatan yang tajam. Dengan indra penglihatan itulah, laba-laba loncat bisa melihat posisi mangsanya secara akurat sebelum kemudian menerkamnya secara tiba-tiba.

Mata laba-laba loncat. (Alongkot Sumritjearapol / engadget.com)

Bicara soal melompat, laba-laba loncat memang memiliki kebiasaan melompat-lompat kecil saat berpindah tempat. Dikombinasikan dengan matanya yang tajam, laba-laba lompat bisa melompat menyeberangi rintangan kecil. Misalnya saat melompat dari 1 daun ke daun lainnya.

Laba-laba loncat memiliki kebiasaan menempelkan jaring di ujung ekornya sebelum berpindah tempat. Tujuannya supaya laba-laba ini tidak sampai terjatuh jika ia tanpa sengaja melompat ke arah yang salah. Laba-laba loncat diketahui bisa melompat hingga sejauh 16 cm. Jarak yang terbilang amat jauh untuk ukuran hewan yang panjang tubuhnya tidak sampai 3 cm.



PEMAKAN DAGING & TUMBUHAN

Mayoritas spesies laba-laba loncat adalah hewan karnivora alias pemakan daging. Untuk mendapatkan mangsanya, laba-laba loncat akan mendekati mangsanya secara perlahan. Kemudian saat mangsanya sudah berada dalam jarak yang cukup dekat, laba-laba loncat akan langsung melompat ke arah mangsanya & kemudian membunuhnya dengan gigitannya yang beracun.

Makanan utama laba-laba loncat adalah serangga kecil semisal lalat. Namun laba-laba loncat dari genus Portia memiliki makanan favoritnya sendiri. Laba-laba Portia adalah laba-laba kanibal yang berarti laba-laba ini hidup dari memangsa laba-laba lainnya. Entah itu laba-laba yang membangun jaring, ataupun laba-laba loncat lain yang kebetulan berukuran lebih kecil.

Supaya bisa memangsa laba-laba yang membangun jaring, laba-laba Portia akan memasuki jaring mangsanya & kemudian bergerak secara hati-hati supaya tidak terjebak. Sesudah itu, laba-laba Portia akan membuat getaran pada jaring supaya laba-laba pemilik jaring mengira kalau ada serangga yang terjebak. Saat empunya jaring sudah mendekat, laba-laba Portia akan langsung memakan laba-laba malang tersebut.

Tidak semua laba-laba loncat memiliki sifat karnivora. Laba-laba loncat dari spesies Bagheera kiplingi adalah contoh spesies laba-laba loncat yang memiliki sifat herbivora alias memakan tumbuhan. Makanan utama laba-laba ini adalah bulir-bulir kecil yang tumbuh pada daun pohon akasia.


Laba-laba loncat yang sedang memakan lalat. (Shahzad Riaz / whatsthatbug.com)


BERHATI-HATI SEBELUM BEREPRODUKSI

Laba-laba loncat memiliki pola hidup soliter alias menyendiri. Namun jika waktunya untuk kawin sudah tiba, laba-laba pejantan akan aktif mencari betina. Supaya tidak diserang oleh betina, laba-laba jantan akan mengambil posisi agak jauh di hadapan betina. Sesudah itu, pejantan akan menggerak-gerakkan kaki depannya dengan maksud mengajak betina kawin.

Jika betina menyetujui ajakan pejantan, keduanya akan melakukan perkawinan. Saat hendak kawin, pejantan akan mengisi ujung pedipalpus (kaki kecil di kedua sisi taringnya) dengan sperma miliknya. Sesudah itu, pejantan akan menyalurkan sperma ke dalam lubang kelamin betina dengan memakai ujung pedipalpus tadi.

Betina sesudah itu akan pergi mencari tempat yang aman untuk menaruh telur-telurnya. Jumlah telur yang dikeluarkan oleh betina bisa mencapai 100 butir. Betina akan menjaga telur-telur tersebut hingga menetas. Saat telurnya sudah menetas, bayi laba-laba sudah harus mencari makan sendiri. Selama mengalami pertumbuhan, bayi laba-laba akan melakukan pergantian kulit berulang kali.

Laba-laba loncat bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia karena hewan ini hampir tidak pernah menggigit. Jika merasa terancam, laba-laba loncat lebih memilih untuk melarikan diri ke tempat yang aman. Justru laba-laba ini merupakan hewan yang bermanfaat bagi manusia karena kebiasaannya memakan hewan-hewan hama seperti lalat, nyamuk, hingga ngengat pakaian.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Arachnida
Ordo : Araneae
Famili : Salticidae



REFERENSI

Bouknight, M.. 2019. "Meet the amazing (and super cute) jumping spider".
(nature.discoveryplace.org/blog/meet-the-amazing-and-super-cute-jumping-spider)

Gray, M.. 2020. "Fringed Jumping Spider".
(australian.museum/learn/animals/spiders/fringed-jumping-spider/)

Pappas, S.. 2021. "Jumping spiders: Facts about the cutest arachnids on the planet".
(www.livescience.com/jumping-spiders)
  






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.