Urumi, Pedang Lentur dari Negeri Anak Benua



Urumi yang sedang berada dalam kondisi tergulung. (vikingsword.com)

Pedang merupakan senjata berwujud sebilah besi yang berukuran panjang & pipih. Karena pedang memiliki bagian sisi & ujung yang tajam, pedang pun bisa digunakan untuk menusuk sekaligus menebas lawannya. Supaya pengguna pedang tidak terluka saat memegang senjatanya sendiri, bagian pangkal pedang dilengkapi dengan gagang berbentuk tumpul.

Pedang normalnya memiliki bilah logam yang kaku. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk urumi. Pasalnya alih-alih memiliki sifat yang kaku layaknya tongkat, urumi justru memiliki bilah logam yang lentur layaknya cambuk / pecut. Oleh karena itulah, urumi pun kerap dideskripsikan sebagai senjata gabungan pedang & cambuk.

Urumi merupakan senjata tradisional yang aslinya berasal dari Kerala, India selatan. Nama "urumi" jika diterjemahkan dari bahasa lokal Malayalam kurang lebih memiliki arti "pedang melengkung". Selain dengan nama urumi, senjata yang bersangkutan juga dikenal dengan nama "aara" serta “chuttuval”.

Urumi memiliki bagian gagang yang kaku layaknya gagang pedang biasa, namun dengan bilah besi yang amat panjang & lentur. Karena besi yang digunakan sebagai bahan baku urumi memiliki ketebalan yang tipis layaknya kertas, bilah besi urumi bisa ditekuk & diayun-ayunkan.

Urumi memiliki panjang yang berbeda-beda, di mana urumi terpanjang panjangnya bisa mencapai seukuran orang dewasa (hampir 2 meter). Karena sifatnya yang panjang & lentur, urumi bisa digulung & bahkan diikat di sekeliling badan layaknya ikat pinggang saat sedang tidak digunakan.

Selain memiliki panjang yang berbeda-beda, urumi juga memiliki wujud yang bervariasi. Urumi paling sederhana wujudnya hanya berupa gagang kaku & selembar bilah besi yang amat panjang. Namun jenis urumi yang berasal dari Sri Lanka memiliki bilah besi yang jumlahnya mencapai 32 lembar sekaligus!

Varian urumi Sri Lanka yang dilengkapi dengan banyak bilah besi. (Angampora / wikipedia.org)

Kelebihan urumi jika dibandingkan dengan pedang biasa adalah berkat ukurannya yang panjang & lentur, urumi memiliki jangkauan serang yang lebih jauh dibandingkan pedang biasa. Jika lawan mencoba menggunakan tameng untuk menangkis urumi, bagian ujung urumi yang lentur tetap bisa menyusup ke balik tameng & melukai lawan.

Urumi juga bisa digunakan untuk menyerang banyak sasaran sekaligus. Jika seorang pengguna urumi sedang berada dalam posisi terkepung, ia hanya perlu memutar-mutar urumi miliknya untuk melindungi diri sambil menyerang musuh yang berada di sekelilingnya.



SENJATA YANG BERBAHAYA... UNTUK DIRI SENDIRI

Lepas dari semua kelebihan tersebut, urumi bukanlah senjata tanpa kelemahan. Karena urumi bersifat lentur & sulit dikendalikan, urumi bisa melukai penggunanya sendiri secara tidak sengaja. Bilah besi urumi juga memiliki momentum gerakan yang cukup lambat & bisa dihindari oleh musuh jika kebetulan musuh memiliki gerakan yang cekatan.

Saat urumi gagal mengenai sasarannya & pengguna urumi mencoba menarik kembali senjatanya, lawan bisa memanfaatkan momen tersebut untuk mendekati pengguna urumi & menyerangnya. Oleh karena itulah, urumi bukanlah senjata yang cocok digunakan untuk bertarung di ruang sempit.

Meskipun urumi bisa digunakan sebagai senjata untuk pertahanan diri, urumi diperkirakan tidak pernah digunakan sebagai senjata dalam medan perang. Pasalnya urumi bukanlah senjata yang bisa digunakan untuk sembarang situasi. Kemudian jika pengguna urumi bukan orang yang terampil, senjata ini malah bisa melukai rekan-rekannya sendiri.

Di daerah asalnya, urumi merupakan senjata yang dipelajari oleh praktisi Kalaripayattu, ilmu bela diri khas India yang konon sudah ada sejak masa Sebelum Masehi. Selain mempelajari teknik menyerang & bertahan layaknya ilmu bela diri lainnya, praktisi Kalaripayattu juga mempelajari hal-hal lain seperti tarian & filosofi dalam agama Hindu.

Sepasang pengguna urumi yang sedang berduel. (keralatourism.org)

Ada beberapa jenjang tingkatan yang harus dipelajari oleh praktisi Kalaripayattu. Urumi merupakan senjata yang hanya bisa dipelajari oleh praktisi Kalaripayattu tingkat akhir. Itu berarti hanya praktisi Kalaripayattu yang sudah benar-benar ahli yang diperbolehkan menggunakan senjata ini.

Supaya mereka yang sedang mempelajari senjata ini tidak melukai dirinya sendiri secara tidak sengaja, orang tersebut akan diminta berlatih dengan memakai kain panjang terlebih dahulu. Saat dirinya sudah cukup mahir, barulah ia mulai menggunakan urumi sungguhan.

Saat 2 pengguna urumi melakukan duel, mereka akan mempersenjatai dirinya dengan urumi & tameng besi. Tidak jarang pengguna urumi hanya mengenakan celana pendek saat berduel supaya dirinya lebih leluasa bergerak. Di tangan orang yang terampil, urumi yang sedang berayun terlihat seperti senjata yang elegan sekaligus mematikan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Aneculaesei, C.. 2021. "The Ancient Whip Sword".
(historyofyesterday.com/the-ancient-whip-sword-7a9c3cf88cae?gi=289816d90c2f)

Grundhauser, E.. 2016. "India’s Deadly, Flexible Whip Sword Takes Years to Master".
(www.atlasobscura.com/articles/indias-deadly-flexible-whip-sword-takes-years-to-master)

Tim. 2017. "India’s Urumi Whip Sword May Be Most Dangerous Sword Ever".
(blog.knife-depot.com/urumi-whip-sword/)

(Serial Televisi) 2010. "Deadliest Warrior - Season 2 Episode 6 : Roman Centurion vs. Rajput".
  





COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.