![]() |
| Seekor siput monyet dari spesies Phobetron hipparchia. (Vinicius S. Dominguez / wikimedia.org) |
Siput monyet (monkey slug) adalah nama dari sejenis hewan dengan penampilan yang begitu aneh. Bagaimana tidak, hewan ini memiliki tubuh yang penuh dengan tentakel besar & melengkung.
Wujud unik yang dimiliki oleh siput monyet menyebabkan orang yang baru pertama kali menjumpai hewan ini bakal merasa takjub sekaligus takut. Pasalnya saat dilihat secara sepintas, hewan ini nampak seperti laba-laba, kelabang, gurita, atau bahkan bintang laut.
Siput monyet hanya dapat ditemukan di Amerika Utara. Khususnya di kawasan yang dipenuhi oleh pepohonan yang menyediakan daun makanan favoritnya. Siput monyet biasanya dijumpai pada bulan Juli hingga Oktober.
Meskipun dikenal dengan nama "siput monyet", siput monyet bukanlah siput maupun monyet. Siput monyet aslinya adalah fase larva / ulat dari ngengat penyihir (hag moth). Dalam klasifikasi ilmiah, semua spesies siput monyet termasuk dalam genus Phobetron.
TENTAKEL PENEBAR BAHAYA
Berbeda dengan hewan bertentakel lainnya semisal gurita, fungsi dari tentakel siput monyet bukanlah sebagai alat gerak. Siput monyet bergerak dengan cara berjalan memakai kaki-kakinya yang pendek & terletak di bawah tubuhnya.
Alasan kenapa siput monyet memiliki tentakel adalah sebagai alat pertahanan diri. Karena wujudnya nampak menyeramkan, hewan yang hendak memakan siput monyet diharapkan bakal merasa ragu & kemudian membatalkan niatnya.
Layaknya cicak, siput monyet juga bisa memutus tentakelnya sendiri untuk mengalihkan perhatian pemangsa. Saat pemangsa sedang sibuk memakan tentakelnya, pemangsa tadi diharapkan kemudian akan lupa untuk menyantap siput monyet.
Siput monyet bukan hanya mengandalkan wujudnya yang unik & menyeramkan untuk melindungi dirinya. Bagian punggung & tentakel siput monyet juga dipenuhi oleh bulu-bulu kecil yang beracun, termasuk untuk manusia.
Jika manusia sampai menyentuh bulu siput monyet, maka orang yang bersangkutan bakal merasakan perih, gatal, & sensasi terbakar pada kulitnya. Sesudah itu, bagian yang tersentuh bakal meninggalkan bekas merah & bengkak layaknya sengatan lebah.
Berbeda dengan hewan bertentakel lainnya semisal gurita, fungsi dari tentakel siput monyet bukanlah sebagai alat gerak. Siput monyet bergerak dengan cara berjalan memakai kaki-kakinya yang pendek & terletak di bawah tubuhnya.
![]() |
| Siput monyet dilihat dari samping. Kepala hewan ini terletak di bagian kiri, sementara barisan kakinya berwarna terang & terletak di bagian bawah tubuh. (kelvinwiley / instagram.com) |
Alasan kenapa siput monyet memiliki tentakel adalah sebagai alat pertahanan diri. Karena wujudnya nampak menyeramkan, hewan yang hendak memakan siput monyet diharapkan bakal merasa ragu & kemudian membatalkan niatnya.
Layaknya cicak, siput monyet juga bisa memutus tentakelnya sendiri untuk mengalihkan perhatian pemangsa. Saat pemangsa sedang sibuk memakan tentakelnya, pemangsa tadi diharapkan kemudian akan lupa untuk menyantap siput monyet.
Siput monyet bukan hanya mengandalkan wujudnya yang unik & menyeramkan untuk melindungi dirinya. Bagian punggung & tentakel siput monyet juga dipenuhi oleh bulu-bulu kecil yang beracun, termasuk untuk manusia.
Jika manusia sampai menyentuh bulu siput monyet, maka orang yang bersangkutan bakal merasakan perih, gatal, & sensasi terbakar pada kulitnya. Sesudah itu, bagian yang tersentuh bakal meninggalkan bekas merah & bengkak layaknya sengatan lebah.
Siput monyet memiliki warna yang beragam. Namun warna cokelat & hijau adalah warna yang paling sering dijumpai. Warna cokelat & hijau juga membuat siput monyet lebih sulit dilihat oleh pemangsa, karena warnanya nampak serupa dengan warna tanaman tempatnya hidup.
SIPUT DENGAN INDUK BERSAYAP
| Siput monyet dari spesies Phobetron pithecium. (Greg Dwyer / wikipedia.org) |
SIPUT DENGAN INDUK BERSAYAP
Bicara soal tanaman, siput monyet adalah hewan herbivora / pemakan tumbuhan. Siput monyet hidup dari memakan daun tanaman. Adapaun tanaman yang daunnya menjadi makanan siput monyet di antaranya adalah apel, anggrek, ek, mawar, & kastanye.
Karena siput monyet pada dasarnya adalah fase larva dari sejenis ngengat, siput monyet pun mengalami metamorfosis sempurna dalam siklus hidupnya.
Siklus hidup siput monyet bermula ketika ngengat penyihir betina menaruh telurnya pada daun tanaman. Ngengat betina biasanya menaruh telurnya pada musim semi & panas.
Sesudah beberapa waktu, telur ngengat akan menetas menjadi ulat yang tidak lain adalah siput monyet. Saat makin banyak daun tanaman yang dimakan oleh siput monyet, ukuran siput monyet berangsur-angsur semakin besar. Siput monyet bisa tumbuh hingga sepanjang 2,5 cm.
Jika siput monyet sudah mencapai usia tertentu, siput monyet akan berubah menjadi kepompong. Sesudah beberapa lama, ngengat penyihir dewasa akan keluar dari kepompong. Waktu total yang dibutuhkan ngengat penyihir dari fase telur hingga fase dewasa tidak sampai 1 tahun.
Ngengat penyihir memiliki rentang sayap maksimum mencapai hampir 3 cm. Meskipun tidak semencolok siput monyet, ngengat penyihir dewasa memiliki penampilan yang tidak kalah unik dibandingkan fase larvanya.
Ngengat penyihir memiliki tubuh yang gemuk & penuh dengan bulu-bulu halus. Warnanya merupakan campuran merah, cokelat, & hitam dengan motif sayap berupa garis-garis bergelombang.
Tidak seperti fase ulat yang melindungi diri dengan memakai racunnya, ngengat penyihir melindungi diri dengan cara terbang menjauhi musuhnya. Sementara saat hinggap, tubuh ngengat yang gemuk & berbulu menyebabkan ngengat ini nampak seperti laba-laba kecil yang beracun.
SIPUT MONYET & MANUSIA
Siput monyet adalah hewan yang merugikan bagi manusia karena hewan ini memiliki kebiasaan memakan daun tanaman yang dipelihara oleh manusia.
Meskipun begitu, siput monyet biasanya tidak dianggap sebagai hama yang destruktif. Pasalnya siput monyet jarang dijumpai dalam jumlah besar, sehingga skala kerusakan yang ditimbulkannya pun terbatas.
Bahaya terbesar siput monyet bagi manusia adalah bulu beracun yang dimilikinya. Pasalnya seperti yang sudah disinggung di artikel ini sebelumnya, siput monyet bisa memberikan rasa perih & iritasi bagi manusia yang menyentuhnya.
Karena rasa sakit yang bisa ditimbulkannya, orang yang hendak memegang & memindahkan siput monyet sebaiknya melakukannya dengan memakai sarung tangan pelindung atau alat bantu.
Jika seseorang sudah terlanjur bersentuhan dengan siput monyet, maka bagian yang tersentuh sebaiknya dikompres dengan es & diolesi dengan krim obat kulit. Rasa perih yang ditimbulkan oleh sengatan racun siput monyet bisa bertahan selama beberapa hari.
Karena siput monyet pada dasarnya adalah fase larva dari sejenis ngengat, siput monyet pun mengalami metamorfosis sempurna dalam siklus hidupnya.
Siklus hidup siput monyet bermula ketika ngengat penyihir betina menaruh telurnya pada daun tanaman. Ngengat betina biasanya menaruh telurnya pada musim semi & panas.
Sesudah beberapa waktu, telur ngengat akan menetas menjadi ulat yang tidak lain adalah siput monyet. Saat makin banyak daun tanaman yang dimakan oleh siput monyet, ukuran siput monyet berangsur-angsur semakin besar. Siput monyet bisa tumbuh hingga sepanjang 2,5 cm.
Jika siput monyet sudah mencapai usia tertentu, siput monyet akan berubah menjadi kepompong. Sesudah beberapa lama, ngengat penyihir dewasa akan keluar dari kepompong. Waktu total yang dibutuhkan ngengat penyihir dari fase telur hingga fase dewasa tidak sampai 1 tahun.
![]() |
| Ngengat penyihir, fase dewasa dari siput monyet. Ngengat dalam foto berasal dari spesies Phobetron pithecium. (Tom Murray / bugguide.net) |
Ngengat penyihir memiliki rentang sayap maksimum mencapai hampir 3 cm. Meskipun tidak semencolok siput monyet, ngengat penyihir dewasa memiliki penampilan yang tidak kalah unik dibandingkan fase larvanya.
Ngengat penyihir memiliki tubuh yang gemuk & penuh dengan bulu-bulu halus. Warnanya merupakan campuran merah, cokelat, & hitam dengan motif sayap berupa garis-garis bergelombang.
Tidak seperti fase ulat yang melindungi diri dengan memakai racunnya, ngengat penyihir melindungi diri dengan cara terbang menjauhi musuhnya. Sementara saat hinggap, tubuh ngengat yang gemuk & berbulu menyebabkan ngengat ini nampak seperti laba-laba kecil yang beracun.
SIPUT MONYET & MANUSIA
Siput monyet adalah hewan yang merugikan bagi manusia karena hewan ini memiliki kebiasaan memakan daun tanaman yang dipelihara oleh manusia.
Meskipun begitu, siput monyet biasanya tidak dianggap sebagai hama yang destruktif. Pasalnya siput monyet jarang dijumpai dalam jumlah besar, sehingga skala kerusakan yang ditimbulkannya pun terbatas.
![]() |
| Perbandingan ukuran siput monyet dengan tangan manusia. (Riella, Fabricio Mil Homens / inaturalist.org) |
Bahaya terbesar siput monyet bagi manusia adalah bulu beracun yang dimilikinya. Pasalnya seperti yang sudah disinggung di artikel ini sebelumnya, siput monyet bisa memberikan rasa perih & iritasi bagi manusia yang menyentuhnya.
Karena rasa sakit yang bisa ditimbulkannya, orang yang hendak memegang & memindahkan siput monyet sebaiknya melakukannya dengan memakai sarung tangan pelindung atau alat bantu.
Jika seseorang sudah terlanjur bersentuhan dengan siput monyet, maka bagian yang tersentuh sebaiknya dikompres dengan es & diolesi dengan krim obat kulit. Rasa perih yang ditimbulkan oleh sengatan racun siput monyet bisa bertahan selama beberapa hari.
Yang menarik, ternyata tidak semua siput monyet berbahaya bagi manusia. Sejumlah siput monyet diketahui bisa disentuh oleh manusia dengan aman tanpa menimbulkan rasa perih / gatal.
Tidak diketahui apa penyebab hal ini. Namun faktor-faktor seperti lingkungan & reaksi alergi manusia diyakini sebagai penyebab kenapa efek yang ditimbulkan siput monyet pada manusia bisa berbeda-beda. Meskipun begitu, demi keamanan, seseorang sebaiknya tetap tidak menyentuh siput monyet secara sembarangan. - © Rep. Eusosialis Tawon
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Lepidoptera
Famili : Limacodidae
Genus : Phobetron
REFERENSI
Baker, N.. 2025. "This creepy crawly has ‘tentacles’ that can break off, pops out of a hatch and its name translates to ‘a frightening monkey thing’".
(www.discoverwildlife.com/animal-facts/insects-invertebrates/monkey-slug)
Cotinis, dkk.. 2004. "Species Phobetron pithecium".
(www.bugguide.net/node/view/452)
E. Day & T.A. Dellinger. 2023. "Hag Moth Caterpillar". Virginia State University, AS.
(www.pubs.ext.vt.edu/content/dam/pubs_ext_vt_edu/ENTO/ENTO-19/ENTO-541.pdf)
(www.bugguide.net/node/view/452)
E. Day & T.A. Dellinger. 2023. "Hag Moth Caterpillar". Virginia State University, AS.
(www.pubs.ext.vt.edu/content/dam/pubs_ext_vt_edu/ENTO/ENTO-19/ENTO-541.pdf)
Petruzzello, M.. "Slug Caterpillar Moth".
(www.britannica.com/animal/slug-caterpillar-moth)
COBA JUGA HINGGAP KE SINI...






Baru tahu
BalasHapus