FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Perang Sepak Bola (1969), Ketika Sepak Bola Diikuti Perang




Peta lokasi dari Honduras & El Salvador. (Sumber)

Perang Sepak Bola (Football War; La Guerra del Futbol) atau Perang 100 Jam adalah sebutan untuk konflik bersenjata antara El Salvador dengan Honduras yang terjadi pada bulan Juli 1969. Sebutan "perang sepak bola" diberikan pada perang ini karena menjelang perang, dilangsungkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1970 Meksiko di mana kedua negara saling mengalahkan dalam partai home & away yang diwarnai dengan kerusuhan besar di sekitar pertandingan. Namun jika ditelusuri, akar dari peperangan tersebut sebenarnya lebih kompleks dibandingkan hanya seputar sepak bola...



LATAR BELAKANG

Sejak pertengahan abad ke-20, terjadi migrasi warga El Salvador dalam jumlah besar ke Honduras di mana walaupun luas wilayahnya lebih kecil, El Salvador memiliki populasi lebih besar dibandingkan Honduras. Penyebab utama migrasi adalah adanya sikap menindas dari pemerintah El Salvador terhadap warganya & murahnya harga tanah di Honduras. Diperkirakan pada tahun 1969, ada 300.000 lebih warga El Salvador yang berdomisili di perbatasan kedua negara & menyusun 20 % dari populasi total negara Honduras.

Jenderal Lopez Arellano. (Sumber)
Tahun 1966, sejumlah perusahaan besar pemilik lahan luas di Honduras bergabung membentuk FederaciĆ³n Nacional de Agricultores y Ganaderos de Honduras (FENAGH; Federasi Nasional Petani & Peternak Honduras) dengan tujuan melindungi keberadaan tanah mereka dari para petani lokal & imigran El Salvador. Kelompok gabungan sejumlah perusahaan besar tersebut lalu menekan Presiden Honduras, Jenderal Lopez Arellano, untuk membantu kepentingan mereka seputar kepemilikan tanah di Honduras.

Setahun usai terbentuknya FENAGH,, pemerintah Honduras mulai merealisasikan kebijakan reformasi kepemilikan tanah berdasarkan UU Reformasi Lahan yang dibuat pada tahun 1962. Inti dari kebijakan tersebut adalah mengambil paksa hak milik dari tanah yang selama ini ditempati oleh imigran El Salvador & kemudian memberikannya pada warga asli Honduras. Sebagai akibatnya, ribuan warga El Salvador yang menempati tanah di Honduras terpaksa pergi meninggalkan Honduras & kembali ke El Salvador. Selama periode tersebut, terjadi juga intimidasi & penyerangan yang dilakukan oleh warga Honduras terhadap imigran El Salvador.

Pada waktu yang kurang lebih bersamaan, tim nasional Honduras & El Salvador bertemu dalam babak kualifikasi Piala Dunia 1970 Meksiko. Pertandingan pertama dimainkan di Tegucigalpa, Honduras, pada tanggal 6 Juni yang berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk tuan rumah. Pertandingan kedua yang dimainkan di San Salvador pada tanggal 15 Juni dimenangkan oleh El Salvador dengan skor 3-0. Kedua pertandingan tersebut sama-sama diwarnai oleh kerusuhan besar dari masing-masing pendukung. Seolah ingin memanaskan keadaan, media masing-masing negara juga mengekspos besar-besaran aksi penyerangan yang dilakukan oleh pendukung tim lawan. Karena kedua tim memiliki nilai sama di klasemen akhir, maka pertandingan play-off pun akhirnya digelar di tempat netral.



BERJALANNYA PERANG

Para pemain timnas El Salvador yang sedang
merayakan kemenangan. (Sumber)
Tanggal 26 Juni 1969, hanya sehari sebelum pertandingan play-off zona Amerika Utara diputuskan untuk dimainkan di Mexico City - yang akhirnya dimenangkan oleh El Salvador dengan skor 3-2 melalui perpanjangan waktu sehingga El Salvador yang lolos ke Piala Dunia - El Salvador memutuskan hubungan diplomatik dengan Honduras dengan alasan pemerintah Honduras gagal melindungi keberadaan warga imigran El Salvador di sana. Sebagai akibatnya, perbatasan kedua negara ditutup & mulai terjadi konflik-konflik skala kecil di perbatasan.

Merasa bahwa perang akan segera terjadi, kedua negara mulai menambah persediaan alutsista mereka, termasuk pesawat tempur. Karena sama-sama diembargo oleh AS, maka kedua negara mencari alternatif lain untuk menambah armada pesawat tempur mereka. Alternatif yang mereka pilih adalah membeli pesawat-pesawat era Perang Dunia II dari sejumlah perusahaan swasta seperti Cavalier F-51D Mustangs, F4U Corsairs, T-28A Trojans, AT-6C Texans, & C-47 Skytrains yang kemudian dimodifikasi agar bisa membawa amunisi pesawat tempur. Sebagai akibatnya, Perang Sepak Bola menjadi arena konflik terakhir di mana pesawat-pesawat bermesin piston masih dipakai.

Pagi hari tanggal 14 Juli, pesawat-pesawat tempur El Salvador mulai membombardir sejumlah target di Honduras, termasuk pangkalan udara Toncontin yang mengakibatkan pasukan udara Honduras tidak bisa melakukan serangan udara balasan secepatnya. Serangan udara itu lalu diikuti dengan pergerakan pasukan darat El Salvador yang dipusatkan pada jalan besar yang menghubungkan kedua negara. Walaupun mendapat perlawanan dari tentara Honduras, pasukan El Salvador terus bergerak maju hingga akhirnya memasuki wilayah Honduras & berhasil menduduki gedung departemen ibu kota Nueva Ocotepeque beserta kota-kota lainnya pada sore hari tanggal 15 Juli. Di laut, pasukan El Salvador juga melakukan serangan ke sejumlah pulau kecil di Teluk Fonseca (Golfo de Fonseca), Honduras.

Pesawat militer El Salvador.
Tanggal 15 Juli atau sehari sejak El Salvador pertama kali menyerang Honduras, Organization of American States (OAS) melakukan pertemuan darurat membicarakan konflik antara El Salvador dengan Honduras. Dalam pembicaraannya, OAS meminta pemerintah El Salvador untuk menghentikan serangan mereka ke Honduras. Pemerintah El Salvador menyatakan penolakan, kecuali Honduras mau memberikan ganti rugi terhadap warga El Salvador di Honduras & menjamin keamanan warga El Salvador di Honduras. Sebagai akibatnya, pertempuran pun terus berlanjut.

Meskipun berada dalam posisi tertekan, pasukan Honduras masih sempat melakukan serangan balasan ke wilayah El Salvador. Salah satu serangan balasan terpenting pasukan Honduras adalah serangan udara yang menghancurkan fasilitas minyak milik El Salvador. Akibat serangan tersebut, jaringan logistik pasukan El Salvador terhambat & mereka kesulitan melakukan pergerakan lebih jauh dalam peperangan.



GENCATAN SENJATA & SESUDAHNYA

Monumen Perang Sepak Bola
di Honduras. (Sumber)
Tanggal 18 Juli, akhirnya terjadi gencatan senjata yang baru bisa diterapkan secara penuh pada 2 hari sesudahnya. Walaupun demikian, hingga tanggal 29 Juli El Salvador masih menolak untuk menarik pasukannya. El Salvador akhirnya setuju untuk menarik pasukannya pada bulan Agustus setelah mendapat ancaman bahwa OAS akan menerapkan sangsi ekonomi terhadap El Salvador & tidak akan mengirimkan tim pengawas ke Honduras untuk mengawasi keamanan warga El Salvador di sana. Faktanya, meskipun gencatan senjata sudah diberlakukan pada tanggal 18 Juli 1969, perjanjian damai baru bisa dicapai pada tanggal 30 Oktober 1980.

Perang Sepak Bola berlangsung selama 5 hari di mana jumlah korban tewas mencapai sekitar 4.000 orang lebih - baik dari warga sipil maupun tentara kedua belah pihak. Lepas dari jalannya peperangan, perang itu bisa dibilang membawa kerugian bagi kedua belah pihak. Honduras mengalami kerugian besar karena wilayahnya rusak akibat peperangan & ribuan warganya kehilangan tempat tinggal. Di lain pihak, pasca perang sekitar 130.000 warga El Salvador kembali ke negaranya. Kembalinya mereka ke wilayah El Salvador yang sebenarnya sudah penuh sesak & minim lapangan kerja pada akhirnya menyeret El Salvador ke konflik lokal baru yang dikenal sebagai "perang sipil El Salvador".   -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Peristiwa
     - Waktu  : 14 Juli - 18 Juli 1969
     - Lokasi  : Honduras, El Salvador

2. Pihak yang Bertempur
     (Negara)  -  El Salvador
             melawan
     (Negara)  -  Honduras

3. Hasil Akhir
     Perang berakhir tanpa pemenang yang jelas

4. Korban Jiwa
    - El Salvador : sekitar 2.000 jiwa
    - Honduras    : sekitar 2.250 jiwa



REFERENSI

About.com - Honduras and El Salvador Football War
ACIG - El Salvador vs Honduras, 1969: The 100-Hour War
Wikipedia - Football War


  

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. Honduras, inget kata ini jadi inget Bartimaeus Trilogy.. Dan kesannya jadi negara penuh dgn voodo [lol]

    *serius* asal muasal perang ini Cuma karena kepentingan segelintir orang yg menewaskan banyak orang..
    penguasa oh penguasa… ckckckckckck

    BalasHapus
  2. izin copy :) Thanks

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.