FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Selada Laut, Sang Penghuni Lautan Dangkal Dunia




Selada laut dari spesies Ulva lactuca.

Ada berbagai macam makhluk hidup yang tinggal di laut. Salah satu dari makhluk hidup tersebut adalah alga. Apa itu alga? Alga merupakan kelompok tumbuhan berklorofil yang terdiri dari satu atau banyak sel & berbentuk koloni. Ada banyak jenis alga yang ada di dunia & semuanya hidup di air, namun pembahasan pada artikel ini akan difokuskan pada salah satu jenis alga yang paling populer, alga Ulva. Ulva merupakan salah satu jenis alga yang dalam bahasa orang awam disebut sebagai "selada laut". Nama itu diberikan karena penampilannya yang sepintas memang mirip selada.

Ulva sendiri sebenarnya merupakan nama salah satu genus alga anggota filum Chlorophyta (alga hijau). Ada 5 spesies yang termasuk dalam genus Ulva : Ulva pertusa, Ulva fasciata, Ulva rigida, Ulva linza, & Ulva lactuca. Semua anggota genus Ulva memiliki ciri khusus berupa daun hijau dengan bentuk melebar mirip selada & bagian mirip tangkai yang berfungsi sebagai tempat melekat ke substrat. Di antara kelima spesies anggota genus Ulva tersebut, yang paling terkenal adalah Ulva lactuca karena di banyak daerah sudah dimanfaatkan oleh manusia.

Ulva tersebar di berbagai wilayah perairan dangkal di seluruh dunia, terutama di wilayah pantai berbatu-batu. Mereka sejauh ini sudah ditemukan di Eropa, seluruh Benua Amerika, Kepuluan Karibia, Afrika, kepulauan di Samudera Hindia, Asia timur hingga selatan, Australia, & Selandia Baru. Di banyak wilayah di dunia, Ulva banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan. Di Jepang misalnya, makanan yang memakai Ulva sebagai bahan bakunya dikenal dengan nama "aosa", sementara di daerah Britania Raya (daratan Inggris & Skotlandia) alga ini banyak dijadikan sup & salad. Karena manfaatnya yang besar bagi manusia & jumlahnya yg melimpah, alga ini banyak diambil & dibudidayakan secara massal oleh manusia. Ulva juga menjadi salah satu bagian penting bagi rantai makanan setempat. Hewan seperti manatee (sejenis duyung) misalnya, diketahui mengkonsumsi alga Ulva sebagai makanannya.

Siklus hidup dari selada laut. (Sumber)
Ulva bereproduksi secara seksual dengan cara menghasilkan spora. Prosesnya cukup unik karena Ulva menghasilkan tanaman haploid (berkromosom tunggal/n) & diploid (berkromosom ganda/2n) secara bergantian. Tanaman dewasa dengan gen diploid memproduksi spora haploid melalui pembelahan meiosis. Spora tersebut selanjutnya akan tumbuh menjadi tanaman dewasa jantan & betina yg masing-masing haploid. Kedua tanaman yang berbeda kelamin tersebut pada masa reproduksinya akan melepas gamet haploid kelaut & dalam prosesnya, kedua gamet tersebut akan bergabung membentuk spora diploid. Spora diploid itu lalu menempel ke substrat yang keras & tumbuh menjadi tanaman diploid untuk kemudian mengulangi proses di atas ketika mencapai kematangan seksual.

Ulva oleh para ahli dianggap sebagai sumber makanan yang sehat bagi manusia. Hal tersebut karena sebagai salah satu anggota dari rumput laut, Ulva mengandung serat sehingga memakan Ulva dalam jumlah besar membantu memperlancar pencernaan orang yg memakannya. Ulva juga memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Hal tersebut merujuk pada fakta bahwa Ulva yang dikeringkan mengandung 18,7% air, 14,9% protein, 0.04% lemak, 50.6% gula tepung, & 0.2% serat. Adapun vitamin & mineral yang ada dalam Ulva antara lain vitamin A (jumlahnya sama dengan yg terkandung dalam kubis), vitamin B1, vitamin C, serta iodin (jumlahnya 31 ppm).

Ulva walaupun di satu sisi memiliki manfaat besar bagi manusia, di sisi lain jika tidak ditangani secara benar ternyata juga bisa menjadi masalah baru bagi manusia. Belum lama ini misalnya -tepatnya pada bulan Agustus 2009 - sejumlah besar Ulva hanyut ke daratan pantai di Brittany, Perancis. Alga Ulva yang tertumpuk di sana selanjutnya mengalami proses dekomposisi sehingga melepas gas beracun hidrogen sulfida & mengancam kesehatan masyarakat setempat. Fenomena berbahaya ini menurut sejumlah pengamat lingkungan disebabkan oleh pemakaian pupuk & pelepasan nitrat dari peternakan setempat secara berlebihan ke pantai sehingga memicu kematian massal bagi Ulva yang ada di sana.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Domain : Eukarya
Filum : Chlorophyta
Kelas : Ulvophyceae
Ordi : Ulvales
Famili : Ulvaceae
Genus : Ulva (Linnaeus, 1758)



REFERENSI

Faculty of Science, The University of Auckland - Sea Lettuce, Ulva
Wikipedia - Sea lettuce
Wikipedia - Ulva lactuca


           

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

2 komentar:

  1. persebaran ulva lactuca di jawa timur pada pantai apa ya yang anda tahu? terima kasih..butuh ulva lactuca buat penelitian skripsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau untuk Pulau Jawa, sepengetahuan saya Ulva banyaknya ditemukan di pantai selatan. Karena lokasinya berhadapan langsung dengan laut lepas, sehingga dasar pantainya didominasi oleh bebatuan keras yang memang cocok menjadi tempat hidup Ulva.

      Hapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.