FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Lebah yang Tidak Bersengat




Seekor lebah tak bersengat yang sedang membawa
serbuk sari di kaki belakangnya. (Sumber)

Lebah. Siapa yang tidak kenal serangga ini? Serangga yang masih berkerabat dengan tawon & semut ini dikenal karena perilakunya hidup beramai-ramai & kemampuannya menghasilkan madu dari sari-sari tanaman yang dihisapnya. Ada banyak spesies lebah di dunia ini, namun umumnya orang hanya mengenal lebah madu. Nah, biar pengetahuan kita ga cuma sebatas soal lebah madu, maka kali ini saya akan membahas soal spesies yang lain daripada yang lain : lebah tak bersengat.

Lebah tak bersengat (stingless bee) merupakan nama yang diberikan untuk lebah sosial dari suku Meliponini (dalam tangga taksonomi, suku / tribe berada setingkat di bawah subfamili). Secara fisik mereka mirip dengan lebah madu dari genus Apis, namun lebah tak bersengat umumnya berwarna lebih redup. Lebah tak bersengat kebanyakan ditemukan di wilayah-wilayah tropis seperti Australia, Afrika, Asia Tenggara, serta Amerika Tengah & Selatan.



TAK BERSENGAT, TAK MASALAH

Bila kita mendengar namanya, kita mungkin bakal berpikir bahwa lebah ini tak memiliki sengat. Faktanya, lebah tak bersengat tetap memiliki sengat, namun sengatnya sangat kecil sehingga tidak bisa dipakai untuk menyengat. Sebagai gantinya, mereka memiliki sepasang rahang (mandibula) seperti yang ada pada tawon untuk menggigit. Beberapa spesies lebah tak bersengat juga diketahui menghasilkan air liur khusus untuk menambah rasa sakit pada bekas gigitan.

(Sumber)
Karena gigitan lebah tak bersengat kalah menyakitkan dibanding sengatan lebah lain, mereka mengembangkan teknik tertentu saat menyerang pengganggunya. Ketika menghadapi musuh sesama serangga, lebah tak bersengat memiliki kecenderungan untuk mengincar pangkal sayap. Sementara saat menghadapi musuh yang lebih besar, mereka mengincar bagian vital musuhnya seperti mata, telinga, & lubang hidung. Secara umum, lebah tak bersengat sendiri bukan merupakan hewan yang agresif & tidak berbahaya bagi manusia.

Beberapa serangga parasit kecil memiliki cangkang yang keras sehingga gigitan lebah tidak berguna bagi mereka. Untuk mengantisipasinya, lebah mengembangkan teknik yang disebut "isolasi sosial". Ketika ada lebah yang mendeteksi keberadaan tamu tak diundang itu, ia menyuruh teman-temannya untuk mengerubungi serangga itu agar tidak bisa bergerak. Lebah lain lalu mengumpulkan getah tanaman yang dicampur lumpur serta lilin & memakainya untuk mengurung / membekukan serangga tersebut. Sesudah berhasil mengurung sang penyusup, lebah-lebah dalam sarang akan meninggalkannya, sementara serangga penyusup tadi akan terus terkurung hingga akhirnya mati kelaparan.



KOLONI YANG TERTUTUP

Pintu sarang dari lebah tak
bersengat. (Sumber)
Seperti hewan eusosial lainnya, lebah tak bersengat juga memiliki sistem kasta yang terdiri dari kasta ratu sebagai penghasil telur & kasta pekerja yang bertugas melakukan pekerjaan-pekerjaan sarang. Kedua kasta dibedakan sejak larva di mana larva calon ratu menerima nektar lebih banyak dibandingkan larva calon pekerja. Dan seperti lebah madu, lebah tak bersengat pekerja juga memiliki tugas-tugas spesifik bergantung dari umurnya. Lebah yang muda lebih banyak melakukan pekerjaan dalam sarang, sementara lebah yang berusia tua melakukan pekerjaan seperti menjaga pintu masuk sarang & mencari nektar.

Lebah tak bersengat biasa membangun sarang di tempat-tempat yang sulit diakses seperti di dalam rongga pohon, retakan batu, & rongga tanah. Konstruksi sarang yang dibangun lebah tak bersengat mirip dengan sarang lebah madu, namun sarangnya dibuat dari campuran lilin & resin sehingga warnanya agak kecoklatan. Sebagai bentuk perlindungan lebih lanjut, lebah tak bersengat menutup semua lubang yang mengarah ke dalam sarang & hanya menyisakan satu lubang kecil sebagai tempat keluar masuk yang dijaga ketat oleh lebah pekerja yang bertugas menjaga. Satu sarang rata-rata beranggotakan antara ratusan ekor hingga puluhan ribu ekor.



LEBAH DAN MANUSIA

Lebah tak bersengat juga menghasilkan madu di mana madu mereka memiliki rasa & aroma yang tajam karena bercampur dengan getah tanaman yang mereka pakai untuk membuat sarangnya. Jumlah madu yang dihasilkan lebah tak bersengat tidak sebanyak yang dihasilkan lebah madu sehingga mereka takkan pernah menggantikan lebah madu sebagai produsen madu utama. Bila lebah madu komersial bisa menghasilkan madu 75 kg / tahun, lebah tak bersengat hanya bisa menghasilkan madu kurang dari 1 kg / tahun.

Madu dari lebah tak
bersengat. (Sumber)
Meskipun tidak menghasilkan banyak madu, lebah tak bersengat tetap banyak dibudidayakan manusia, khususnya di daerah Australia & Amerika Tengah. Mereka biasanya diternakkan untuk membantu memperindah kebun & menyerbukkan tanaman-tanaman tertentu secara lebih efisien, terutama tanaman buah-buahan. Satu studi yang dilakukan Universitas Sydney Barat menunjukkan bahwa lebah tak bersengat sangat cocok digunakan untuk menyerbuki tanaman-tanaman dalam rumah kaca. Dalam sejumlah pengamatan, diketahui bahwa lebah tak bersengat bisa menyerbuki tanaman dalam jumlah besar tanpa menyerang pekerja dalam rumah kaca sama sekali.

Beberapa kelompok masyarakat membudidayakan lebah ini untuk diambil madunya karena menganggap madunya memiliki khasiat khusus. Sarang buatan yang dipakai biasanya berupa rongga kayu biasa atau kotak bersekat-sekat yang memudahkan pengambilan madu tanpa merusak sarang sepenuhnya. Berdasarkan catatan sejarah, suku Maya dari Amerika tengah diketahui sudah membudidayakan lebah tak bersengat selama ribuan tahun & menganggapnya keramat di mana suku Maya dalam kepercayaannya juga memiliki dewi lebah bernama Ah-Muzen-Cab.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Subordo : Apocrita
Superfamili : Apoidea
Famili : Apidae
Subfamili : Apinae
Suku : Meliponini



REFERENSI

Animal Corner - Stingless Bees
Scientific American - Stingless Bees Mummify Enemies
Squidoo - Stingless Bees
Wikipedia - Stingless bee


        

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.