FAUNA       SEJARAH       HIBURAN    •     Cari Artikel →

Semut-Semut dengan Profesi Menyerupai Manusia




Seekor ratu semut & semut-semut pekerja di sekitarnya.

Oke, atas permintaan salah seorang pengunjung di bagian "Bilik Pengunjung" (sebutan pihak Republik untuk shout box), maka kali ini saya akan membahas soal semut. Semut - seperti yang kita tahu - adalah serangga yang memiliki kemiripan pola hidup dengan manusia karena sama-sama hidup bergotong royong & membentuk komunitas. Namun, kemiripan semut dengan manusia tak hanya sebatas itu karena ternyata di dunia ini ada jenis semut yang beternak, membuat roti, & bahkan melakukan aksi bom bunuh diri! Belum pada tahu ya? Kalau belum, berarti anda sudah ada di tempat yang tepat. Silakan lanjutkan bacanya biar anda jadi tahu habis ini...



SEMUT PETERNAK

Semut yang sedang beternak kutu daun
(atas) & ulat kupu-kupu. (Sumber)
Bukan cuma manusia yang bisa beternak alias memelihara hewan lain untuk dikonsumsi, semut juga. Bedanya adalah kalau hewan-hewan yang diternakkan manusia umumnya adalah hewan-hewan mamalia atau unggas, maka hewan yang diternakkan semut adalah sesama serangga. Bukan sembarang serangga karena serangga-serangga yang diternakkan oleh semut adalah serangga yang bisa menghasilkan cairan manis seperti madu, cairan kesukaan semut. Oleh para ahli, perilaku beternak semut ini disebut sebagai salah bentuk simbiosis mutualisme karena semut melindungi hewan-hewan tersebut dari musuh-musuhnya dengan imbalan cairan manis yang mereka hasilkan.

Ada beberapa jenis serangga yang diketahui menjadi hewan ternaknya semut, salah satunya adalah kutu pohon yang jenis-jenisnya mencakup kutu daun afid, kutu pelompat, & kutu bantal. Seperti namanya, kutu pohon hidup dengan menempel pada tanaman & menghisap getahnya. Getah tanaman tersebut setelah melalui serangakaian proses pencernaan akan dikeluarkan oleh kutu dalam bentuk cairan manis. Nah, cairan manis inilah yang kemudian dikonsumsi oleh semut. Kutu pohon menyediakan cairan manis bagi semut & sebagai gantinya, semut melindungi sang kutu dari musuh-musuhnya, misalnya kepik koksi (ladybird).

Selain kutu pohon, beberapa jenis ulat larva kupu-kupu juga menghasilkan cairan manis. Mekanismenya kurang lebih serupa dengan kutu pohon. Bedanya adalah bila kutu pohon hidup dengan menghisap getah tanaman, ulat hidup dengan memakan hewan-hewan kecil lainnya. Karena alasan tersebut, semut yang menemukan ulat penghasil cairan manis akan membawanya ke dalam sarang agar ulat bisa dipelihara & diberi makan dengan larva semut. Sambil terus menghasilkan cairan manis, ulat akan terus tumbuh hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi kepompong & kupu-kupu. Kupu-kupu itu lalu akan bertelur, lalu telur tersebut akan menetas menjadi larva ulat & siklus hidup yang sama akan kembali terulang.



SEMUT PETANI

Iring-iringan semut pemotong daun. (Sumber)
Salah satu semut dengan perilaku paling menarik di dunia adalah semut pemotong daun (leafcutter ant) dari genus Atta & Acromyrex yang hidup di wilayah selatan AS & Amerika Latin. Sesuai namanya, kedua genus semut itu terkenal karena kebiasaannya memotong dedaunan. Mungkin ada yang mulai bertanya-tanya ya, judul bagian ini soal "semut petani", tapi kok isinya malah membahas soal semut yang memotong daun? Ups, sabar. Pembahasannya belum selesai. Intinya, semut ini melakukan aktivitas memotong daun justru untuk keperluan pertaniannya. Penasaran? Silakan diteruskan bacanya ke bawah...

Nah, sampai di mana tadi? Oke, jadi intinya, semut pemotong daun memotong daun-daun tanaman (misalnya daun tembakau) untuk dibawa ke dalam sarangnya. Sarang semut pemotong daun cukup unik karena tidak seperti sarang semut lainnya yang terdiri dari lorong-lorong kecil & sempit, sarang semut pemotong daun berupa ruangan bawah tanah raksasa yang bisa mencapai diameter 80 m! Di bagian dasar ruang bawah inilah, semut-semut pemotong daun akan melakukan (maaf) berak alias buang air besar secara bersama-sama.

Potongan-potongan daun yang sebelumnya sudah dikumpulkan oleh semut selanjutnya akan diperam ke dalam tumpukan tinja tadi. Dengan bantuan suhu lembab dari sarang semut serta kombinasi unsur-unsur hara dari tinja & daun, jamur akan tumbuh di atas bahan-bahan tadi. Nah, jamur inilah yang kemudian akan dimakan oleh semut. Jika dilihat & dibandingkan, benar-benar mirip dengan orang yang sedang bertani atau berladang bukan?



SEMUT TUKANG ROTI

Semut penuai yang sedang
mengangkut biji. (Sumber)
Bukan cuma manusia yang bisa membuat roti, semut pun ada juga yang bisa membuat roti. Semut unik tersebut adalah semut penuai (harvester ant) dari genus Messor yang terkenal karena kebiasaannya mengumpulkan biji-bijian sebagai makanan utamanya. Semut penuai sendiri membuat roti untuk memudahkan seluruh anggota sarang mengkonsumsi biji-biji makanannya tanpa harus repot-repot mengupas kulitnya.

Sekarang ayo kita bicara soal bagaimana cara semut ini membuat roti. Mula-mula, semut penuai pekerja akan mengupas kulit dari biji sehingga yang tertinggal hanyalah daging bijinya. Semut pekerja tersebut kemudian akan mengunyah daging biji tersebut secara bersama-sama dengan semut-semut pekerja lainnya. Aktivitas pengunyahan massal tersebut dilakukan hingga daging biji tersebut sudah menjadi semacam adonan yang cukup lunak & berbentuk tidak beraturan. Nah, adonan inilah yang disebut roti semut yang kemudian akan digunakan sebagai persediaan makanan bagi seluruh anggota sarang.



SEMUT PENJAHIT

Beberapa ekor semut rangrang
saat membuat sarang. (Sumber)
Semut rangrang atau kerengga adalah semut yang harusnya cukup familiar bagi kita yang tinggal di Indonesia. Semut yang berasal dari genus Oecophylla ini terkenal karena ukurannya yang besar & gigitannya yang menyakitkan. Selebihnya, semut rangrang juga terkenal di kalangan pemelihara burung & ikan karena kepompongnya (biasa disebut "telur semut") biasa dikumpulkan untuk dijadikan makanan hewan-hewan peliharaan tadi. Namun, mungkin belum banyak dari kita yang tahu bahwa semut rangrang juga bisa menjahit. Di wilayah Barat, perilaku menjahit ini cukup populer sehingga mereka kerap disebut dengan nama semut penganyam atau penenun (weaver ant).

Sekarang pertanyaan berikutnya adalah, apa tujuan dari semut rangrang menjahit atau menenun? Well, berbeda dengan manusia yang menjahit untuk membuat pakaian atau menambal luka yang parah, semut rangrang melakukan kegiatan menjahit untuk membuat sarangnya. Bagaimana caranya? Mula-mula, semut rangrang akan menentukan terlebih dulu daun-daun di pucuk pohon sebagai kerangka penyusun sarangnya. Jika sudah, beberapa ekor semut segera bergerak ke tepi daun & saling merangkaikan diri membentuk jembatan hidup.

Hal berikutnya yang dilakukan semut sesudah berhasil membuat jembatan hidup yang menghubungkan 2 helai daun atau lebih adalah menarik & mendekatkan salah satu helai daun tersebut secara perlahan-lahan. Ketika daun-daun tersebut sudah cukup dekat satu sama lain, semut rangrang selanjutnya akan merekatkan atau mengelem daun-daun tersebut dengan semacam bahan perekat yang dihasilkan oleh larvanya. Sesudah semut rangrang merekatkan cukup banyak daun, maka hasilnya adalah sarang yang bentuknya berupa bola daun. Bila semut rangrang ingin memperbesar sarang, ia tinggal menambah daun-daun yang direkatkan ke arah sarang.



SEMUT BERANI MATI

Semut Camponotus
saundersi. (Sumber)
Kalau dulu pengunjung pernah membaca artikel Republik soal teknik pertahanan diri dari rayap, maka para pengunjung pasti masih ada yang ingat soal "rayap berani mati" alias rayap yang membela sarangnya dengan cara meledakkan dirinya. Kurang lebih seperti teknik meledakkan diri prajurit Terrorist milik kubu GLA dalam game "Command & Conquer : Generals". Well, ternyata bukan cuma rayap yang memiliki teknik berani mati untuk melindungi koloninya. Ada juga semut yang memiliki teknik "bom bunuh diri" seperti itu.

Camponotus saundersi adalah salah satu spesies semut kayu yang bisa ditemukan di wilayah hutan tropis Asia Tenggara. Layaknya semut pada umumnya, bila sarang mereka diserang oleh semut lain, maka semut ini akan melawan dengan memakai rahangnya. Namun bila mulai terdesak, maka pada saat inilah semut C. saundersi melakukan pengorbanan terakhir untuk membela koloninya : meledakkan diri! Saat meledakkan diri, semut C. saundersi akan melepaskan cairan kimia yang lengket & bersifat melepuhkan ke sekitarnya sehingga musuh semut yang terkena cairan tersebut akan terjebak & tidak bisa bergerak hingga akhirnya mati perlahan-lahan.



SEMUT PENYEMBUR API

Sepasang semut genus Formica yang
mengeluarkan cairan asam. (Sumber)
Pelontar api atau penyembur api (flamethrower) adalah salah satu senjata paling mengerikan yang pernah ada. Alasannya tidak lain karena kemampuan senjata tersebut untuk membakar korbannya hidup-hidup. Percaya atau tidak, ternyata ada juga jenis semut yang memiliki senjata pelontar api! Oke oke, sebenarnya semut yang dimaksud di sini tidak benar-benar menyemburkan api, melainkan cairan asam yang memberikan efek melepuh yang mematikan pada serangga korbannya.

Ada beberapa spesies semut yang diketahui menyemprotkan cairan asam sebagai teknik pertahanan dirinya, salah satunya adalah spesies semut pencuri (thief ant; Solenopsis fugax) yang banyak ditemukan di Inggris Raya. Saat akan bertarung, mula-mula semut akan menggerakkan kepalanya & mengarahkan ujung abdomennya kepada lawannya. Begitu sasaran sudah terkunci, semut akan langsung menyemprotkan cairan asam ke arah lawannya. Serangga berukuran kecil akan tewas seketika oleh semprotan asam dari semut. Dengan teknik ini pula, semut "penyembur api" alias penyemprot asam bisa mengalahkan semut lain yang berukuran lebih besar dari mereka tanpa harus bertarung jarak dekat.



SEMUT PENCULIK & PEMELIHARA BUDAK

Semut Amazon yang sedang membawa
kepompong semut curiannya. (Sumber)
Percaya atau tidak, di dunia ini ternyata ada juga jenis semut yang memperbudak semut lainnya! Semut tersebut adalah semut Amazon dari genus Polyergus. Kalau diperhatikan, semut Amazon sendiri melakukan kegiatan perbudakan juga karena faktor keterpaksaan. Maksudnya adalah, semut Amazon tidak memiliki kasta pekerja dalam koloni sosialnya karena bentuk rahang mereka yang menyerupai belati. Sebagai akibatnya, semut Amazon pun tidak bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah semut (misalnya menyuapi semut lain, membangun sarang, & sebagainya) & memerlukan bantuan dari semut jenis lain untuk melakukannya. Dan bagi semut Amazon, bantuan yang mereka perlukan berasal dari tenaga semut-semut yang mereka perbudak.

Saat melakukan kegiatan pengumpulan budak, mula-mula koloni semut Amazon akan mengirimkan sejumlah kecil semut untuk mengintai sarang semut lain. Bila sudah menemukan sarang yang cocok, puluhan ekor semut Amazon akan dikirim ke sarang tersebut untuk menyusup ke dalamnya & mencuri kepompongnya. Koloni semut pemilik sarang jelas akan melawan ketika ada semut dari sarang lain yang ingin menyusup, namun semut Amazon sendiri adalah petarung yang gigih & tak mudah dikalahkan. Sembari bertarung dengan semut-semut dari koloni pemilik sarang, sebagian semut Amazon akan mengambil kepompong-kepompong yang tersimpan di dalam sarang & membawanya pulang.

Begitu tiba kembali di sarangnya sendiri, semut Amazon akan menyimpan kepompong-kepompong hasil curian tersebut di dalam sarang mereka. Begitu kepompong tersebut menetas, semut pekerja yang muncul dari dalamnya akan mulai melakukan aneka pekerjaan rumah dari koloni semut Amazon seperti mencari makan, merawat larva semut Amazon, & lain-lain - persis seperti budak yang sesungguhnya! Bila koloni semut Amazon memerlukan semut-semut pekerja tambahan, prosedur penyusupan & pencurian kepompong tersebut akan dilakukan kembali.



SEMUT PENGKUDETA

Seekor semut Ravoux yang
dilihat dari atas. (Sumber)
Perilaku semut yang satu ini sebenarnya bisa dibilang serupa dengan perilaku semut yang dibahas di bagian sebelumnya, yaitu masih soal semut yang memelihara budak. Bedanya adalah bila di bagian sebelumnya para semut mendapatkan budak dengan cara menculik sebagian anggota sarangnya, di bagian ini mereka melakukannya dengan jalan kudeta alias perebutan kekuasaan secara paksa. Metodenya mirip-mirip dengan mekanisme kudeta lebah bumblebee Vestal yang dulu juga pernah saya tulis. Ada 2 jenis semut yang diketahui melakukan aktivitas kudeta ini, yaitu semut genus Polyergus (semut Amazon) & semut dari spesies Myrmoxenus ravouxi (semut pemelihara budak Ravoux).

Pada jenis semut Amazon, ratu yang baru selesai melakukan perkawinan akan pergi mencari sarang yang bisa disusupi & dikuasainya. Bila sudah menemukan sarang yang cocok, sang ratu akan menyusup ke dalamnya & mulai menyemprotkan semacam zat berbau khusus (feromon) ke udara. Feromon dari sang ratu tersebut memiliki efek membuat semut-semut di sekitarnya tunduk sehingga ratu semut Amazon tersebut bisa berjalan-jalan di dalam sarang tanpa khawatir akan dibunuh oleh semut pemilik sarang. Ketika sudah menemukan ratu dari koloni pemilik sarang, ratu semut Amazon akan membunuhnya sehingga dia pun secara otomatis menjadi pemilik baru dari sarang tersebut!

Jenis semut pemelihara budak Ravoux (Ravoux's slavemaker ant) yang hidup di Eropa memakai cara yang sedikit berbeda dalam mengkudeta ratu semut dari sarang lain. Mula-mula, ratu semut Ravoux akan berpura-pura mati sehingga semut dari sarang yang diincarnya itu akan membawanya ke dalam sarang karena mengiranya sebagai bangkai yang bisa dimakan. Begitu sudah berada di dalam sarang, ratu semut Ravoux mulai mencari ratu pemilik sarang & kemudian membunuhnya. Ratu semut Ravoux lalu akan memakai bau dari feromon ratu semut yang sudah dibunuhnya tersebut untuk melumuri dirinya sendiri sehingga semut-semut penghuni sarang pun jadi mengira bahwa semut ratu Ravoux itu adalah ratu asli mereka! Licik, namun efektif...



SEMUT PERSAUDARAAN BESAR

Beberapa ekor semut Argentina. (Sumber)
Semut Argentina (Argentine ant; Linepithema humile) adalah contoh nyata soal persaudaraan besar versi semut. Tidak seperti semut lainnya yang suka bermusuhan dengan semut dari sarang atau koloni lain kendati masih 1 spesies. Semut Argentina akan menganggap semut dari spesiesnya sendiri sebagai saudara - tanpa peduli apakah semut tersebut berasal dari sarang yang berbeda. Dengan kata lain, bila semut Argentina dari beberapa sarang atau koloni yang berbeda bertemu, maka mereka akan saling bekerja sama & bahkan bisa menyatu membentuk 1 koloni raksasa (superkoloni). Sebagai contoh, ketika ada peneliti yang mencoba menyatukan semut-semut Argentina dari AS, Spanyol, & Jepang, semut-semut tersebut bisa membaur tanpa menunjukkan perilaku bermusuhan sedikit pun!

Perilaku unik semut Argentina di sisi lain ternyata juga memiliki dampak negatif. Karena mereka sangat kompak kendati terpencar-pencar & berbeda sarang, semut Argentina bisa berkembang menjadi sangat besar & membahayakan spesies-spesies lokal ketika berada di wilayah baru (catatan : habitat asli dari semut Argentina adalah kawasan sekitar Sungai Parana, Amerika Selatan). Salah satu contohnya adalah di daerah California, AS, spesies semut lokal yang menjadi makanan utama dari kadal bertanduk populasinya diketahui mengalami penurunan akibat terdesak oleh semut Argentina. Di pemukiman penduduk, semut Argentina juga menjadi salah satu hama rumah yang sulit dibasmi secara permanen.



SEMUT BARBAR

Gerombolan semut marabunta (Dorylus)
yang sedang beraksi. (Sumber)
Kaum barbar adalah sebutan untuk kaum yang tidak memiliki peradaban tinggi & seringkali hidup berpindah-pindah (nomaden), namun sangat ditakuti oleh kaum lainnya karena kebiasaan mereka untuk hidup dari menjarah & menghancurkan hampir setiap pemukiman yang mereka lewati. Contoh kaum barbar yang terkenal dalam sejarah adalah kaum Goth yang ikut serta dalam menumbangkan Kekaisaran Romawi di abad ke-5 & kaum Mongol yang berhasil menaklukkan Benua Asia serta Eropa Timur. Kalau di dunia serangga, jenis semut yang memiliki kemiripan pola hidup & punya reputasi menakutkan di antara hewan-hewan adalah semut marabunta.

Semut marabunta sangat terkenal karena mereka hidup berpindah-pindah membentuk barisan semut yang panjangnya bisa mencapai bermeter-meter & berjumlah jutaan ekor semut! Selama bergerak inilah, semut marabunta menunjukkan reputasinya yang menakutkan dengan cara memakan hewan apapun yang mereka temukan di perjalanan. Entah itu cacing tanah, tarantula, atau bahkan mamalia kecil! Hewan yang cukup gesit akan berusaha melarikan diri secepatnya sebelum rombongan semut itu sampai. Namun bagi yang tidak... ucapkan selamat tinggal & bersiaplah untuk dicabik hidup-hidup hingga tewas!

Ada 2 jenis semut yang dikenal sebagai semut marabunta, yaitu semut kemudi (genus Dorylus) yang hidup di Afrika & semut serdadu (subfamili Ecitoninae) yang berasal dari Amerika Selatan. Pola hidup mereka bisa dibilang serupa karena sama-sama hidup berpindah-pindah & memakan apapun yang ada di jalannya. Bedanya adalah bila semut kemudi kadang-kadang hidup menetap & membangun sarang semi-permanen berwujud gundukan semut saat berada di wilayah yang kaya makanan, semut serdadu tidak pernah membangun sarang permanen & hanya membangun sarang sementara yang terdiri dari semut-semut serdadu pekerja yang saling merangkaikan kakinya. Perbedaan lainnya, semut serdadu memiliki rahang lebih besar ketimbang semut kemudi.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI SEMUT SECARA UMUM

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Hymenoptera
Famili : Formicidae



REFERENSI

antARK - Weaver Ants
BBC Earth News - Ant mega-colony takes over world
California Academy of Science - Ants : Hidden World Revealed
Centennial Schools - Ant
Cronodon - Insect Society
Morning Earth - Ants : Monarchs of Symbiosis
Wikipedia - Argentine ant
Wikpedia - Camponotus saunders
Wikipedia - Dorylus
Wikipedia - Ecitoninae
Wikipedia - Leafcutter ant
Wikipedia - Polyergus
Wikipedia - Polyergus breviceps
Wikipedia - Ravoux's slavemaker ant
Wikipedia - Weaver ant
World of Ants - Messor minor hesperius
- . 1996. "Hamparan Dunia Ilmu Time-Life : Perilaku Binatang". PT Tira Pustaka, Jakarta.
- . 1996. "Hamparan Dunia Ilmu Time-Life : Dunia Serangga". PT Tira Pustaka, Jakarta.
Julivert, M. A.. 1996. "Pesona Dunia... Semut". PT Elex Media Komputindo, Jakarta.


        

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

6 komentar:

  1. wah wah,,,luar biasa ya respon dari republik.hehehe
    terima kasih, terima kasih
    semoga republik makin jaya
    maaf baru sempet baca

    BalasHapus
  2. Semakin penasaran aku, membaca artikel ini. langsung aja ke bagian 2. Thanks atas infonya.

    BalasHapus
  3. saya ngeri kalo liat kumpulan semut2 kaya gitu.

    BalasHapus
  4. serem banget tw sama gerombolan semut kaya gitu..

    BalasHapus
  5. Hebat seperti peradaban manusia

    BalasHapus
  6. Semut2 inspirator

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.