SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Kura-Kura Punggung Lunak Cina




(Sumber)

Kura-kura. Itulah nama dari hewan reptil yang mudah dikenali berkat adanya tempurung / cangkang di punggungnya. Umumnya kura-kura memiliki cangkang yang keras supaya kura-kura bisa menggunakan cangkangnya untuk berlindung ketika diserang oleh musuhnya. Namun tidak demikian halnya dengan kura-kura punggung lunak Cina. Karena sesuai dengan namanya, kura-kura tersebut justru memiliki cangkang bertekstur lunak.

Kura-kura punggung lunak Cina (Chinese softshell turtle; Pelodiscus sinensis) adalah nama dari spesies kura-kura air tawar yang sesuai namanya berasal dari Cina. Namun di masa kini, persebaran kura-kura ini sudah mencapai Asia Tenggara, Eropa, & bahkan Hawaii akibat dibawa oleh manusia. Dan karena cangkang kura-kura ini tidak mengandung sisik yang kaku, kura-kura punggung lunak memiliki cangkang yang tipis & fleksibel, sehingga kura-kura ini bisa berjalan dengan cepat untuk ukuran kura-kura.

Seekor kura-kura dengan ikan
di mulutnya. (Sumber)
Kura-kura punggung lunak Cina hanyalah 1 dari sekian banyak spesies kura-kura bercangkang lunak yang semuanya tergabung dalam famili Trionychidae. Adapun selain teksturnya yang lunak, cangkang kura-kura punggung lunak Cina juga memiliki ciri-ciri berbentuk oval agak pipih, permukaannya kasar, & berwarna cokelat kehijauan. Leher & kepalanya berbentuk panjang dengan hidung yang bentuknya menyerupai sedotan. Kakinya pendek & dilengkapi dengan cakar di bagian ujung jarinya.

Layaknya spesies kura-kura lainnya, kura-kura punggung lunak Cina juga bernafas memakai paru-paru. Hidungnya yang panjang memungkinkan kura-kura ini untuk menghirup udara sambil tetap merendam sebagian besar tubuhnya di dalam air. Dikombinasikan dengan warna kulitnya yang menyerupai lumpur, kura-kura ini pun bisa beristirahat sambil berkamuflase dari musuhnya pada siang hari.

Kura-kura punggung lunak adalah hewan karnivora yang makanannya mencakup hampir segala macam hewan air yang berukuran lebih kecil, misalnya ikan & serangga air. Di dalam tangkapan, kura-kura punggung lunak Cina juga mau mengkonsumsi tumbuhan seperti jagung & kentang. Kura-kura punggung lunak Cina menangkap mangsanya dengan memanfaatkan kemampuan berenangnya yang cepat & rahangnya yang kuat.



"KENCING" LEWAT MULUT

Kura-kura punggung lunak Cina juga terkenal karena hewan ini "kencing" melalui mulut! Pada spesies kura-kura lain, air seni yang mengandung zat-zat sisa semisal urea akan dibuang melalui dubur / kloaka. Namun kura-kura punggung lunak Cina justru menggunakan semacam struktur di pangkal mulutnya sebagai tempat untuk membuang urea. Menurut ilmuwan Yuen K. Ip, metode unik ini merupakan bentuk adaptasi kura-kura terhadap tingginya kadar keasinan air di habitat liarnya. Dengan membuka mulutnya di dalam air, kura-kura ini bisa membuang urea dari dalam tubuhnya tanpa harus kehilangan cairan tubuhnya sendiri.

Perbandingan ukuran bayi kura-kura
dengan uang logam. (Sumber)
Musim kawin kura-kura punggung lunak Cina berlangsung antara musim semi hingga musim gugur waktu setempat. Kura-kura punggung lunak betina biasanya bertelur di hari hujan karena dalam kondisi cuaca macam itu, tanah untuk sarangnya menjadi lebih mudah untuk digali. Ketika sudah waktunya bertelur, betina akan naik ke daratan & menggali lubang berdiamater hingga 15 cm untuk menaruh telur-telurnya. Sekali bertelur, jumlah telur yang dikeluarkan oleh kura-kura betina bisa mencapai 30 butir. Lubang berisi telur-telur tadi kemudian akan ditutup oleh betina.

Telur kura-kura punggung lunak Cina memerlukan waktu kurang lebih 2 bulan untuk menetas. Sesudah menetas, bayi kura-kura secara naluriah akan pergi ke perairan terdekat dengan sendirinya. Kura-kura punggung lunak mengalami kematangan seksual pada usia 1 tahun & bisa tumbuh hingga memiliki ukuran cangkang sebesar 33 cm. Kura-kura betina pada umumnya berukuran lebih besar, memiliki ekor yang lebih pendek, & cangkang yang bagian atapnya lebih cembung dibandingkan kura-kura jantan.

Kura-kura punggung lunak Cina merupakan hewan yang banyak dikonsumsi oleh penduduk Cina & Taiwan karena rasa dagingnya yang dianggap enak. Sebagai akibat dari tingginya tingkat konsumsi hewan ini, peternakan-peternakan yang membiakkan kura-kura punggung lunak pun bertebaran di seantero Cina & sejumlah negara Asia. Di Perancis & Spanyol, kura-kura ini pada awalnya diimpor sebagai hewan peliharaan sebelum kemudian lepas ke alam liar & berkembang biak di habitat barunya.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Reptilia
Ordo : Testudines
Famili : Trionychidae
Genus : Pelodiscus
Spesies : Pelodiscus sinensis / Trionyx sinensis



REFERENSI

Animal Diversity Web - Trionychidae : Information
FAO - Trionyx sinensis (Weigmann, 1834)
The University of Hong Kong - Chinese Soft-shelled Turtle
USGS - Chinese softshell (Pelodiscus sinensis)
Wired - Chinese soft-shelled turtles mainly urinate....


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.