SEJARAH      FAUNA       HIBURAN

Sejarah Perang Kemerdekaan Kroasia




Pasukan tank Yugoslavia di Vukovar. (Sumber)

Yugoslavia adalah nama dari suatu negara di Eropa Timur yang sekarang sudah mengalami keruntuhan. Runtuhnya Yugoslavia sempat menjadi buah bibir masyarakat internasional akibat proses keruntuhannya yang begitu berdarah & merenggut nyawa ribuan orang. Kendati masih kalah tenar jika dibandingkan dengan negara tetangganya Bosnia di sebelah selatan, Kroasia juga harus melalui panasnya api peperangan terlebih dahulu sebelum bisa menjadi negara merdeka seperti sekarang.

Perang Kemerdekaan di Kroasia berlangsung pada tahun 1991 hingga 1995. Perang ini bermula ketika negara bagian Kroasia memerdekakan diri dari negara induknya, Yugoslavia. Ketika pasukan Yugoslavia yang dibantu oleh milisi-milisi etnis Serb mencoba menggagalkan deklarasi kemerdekaan tersebut lewat jalur bersenjata, wilayah Kroasia pun berubah menjadi medan tempur. Perang ini memiliki hubungan yang erat dengan Perang Bosnia karena jalannya peperangan di Bosnia turut berpengaruh pada perkembangan situasi di Kroasia.



LATAR BELAKANG

Bicara soal Perang Kemerdekaan Kroasia, maka mau tidak mau kita harus membahas soal sejarah hubungan etnis Serb & Kroat itu sendiri. Kendati Serb & Kroat memiliki kedekatan dalam hal sosial budaya, kedua etnis tersebut juga memiliki ciri khasnya masing-masing. Sebagai contoh, jika etnis Serb mayoritasnya menganut agama Kristen Ortodoks, maka Kroat sebagian besarnya adalah penganut agama Katolik. Dalam hal bahasa, jika Serb menggunakan aksara Cyrillic sebagai abjad utamanya dalam komunikasi tertulis, maka etnis Kroat menggunakan aksara Latin.

Peta Kroasia. (Sumber)
Perbedaan kultural antara Serb dengan Kroat tidak lepas dari fakta bahwa hingga abad ke-20, wilayah cikal bakal Kroasia berstatus sebagai bawahan dari wilayah Kekaisaran Austria-Hongaria. Ketika Austria-Hongaria akhirnya runtuh di tahun 1918 akibat kekalahannya dalam Perang Dunia I, wilayah Kroasia - bersama dengan Slovenia - menyatu dengan wilayah Kerajaan Serbia untuk membentuk Kerajaan Serb, Kroat, & Sloven (kelak dikenal juga dengan nama Kerajaan Yugoslavia).

Perbedaan pendapat langsung merebak di negara muda ini. Golongan Kroat menginginkan otonomi luas & bahkan kemerdekaan bagi wilayahnya, sementara golongan Serb menginginkan negara dengan gaya pemerintahan sentralistik / terpusat. Ketika perbedaan pendapat tersebut semakin berlarut-larut, sejumlah politikus Kroat tewas dibunuh di dalam gedung parlemen. Untuk meredakan situasi, raja Yugoslavia lantas memecah wilayah Kroasia menjadi sejumlah daerah baru. Namun oleh etnis Kroat, kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya etnis Serb di pemerintahan pusat untuk mengaburkan jejak historis etnis Kroat.

Tahun 1941, Yugoslavia ditaklukkan oleh negara-negara Blok Poros yang terdiri dari Jerman, Italia, & Hongaria. Pasca penaklukan, kelompok Ustasa yang berhaluan nasionalis ekstrim & bersekutu dengan Blok Poros mendirikan negara Kroasia merdeka di bekas wilayah Yugoslavia. Pada periode inilah, ribuan warga sipil Serb menjadi korban pembunuhan serta pengusiran massal oleh para simpatisan Ustasa. Sebagai akibatnya, etnis Serb ganti menaruh rasa dendam kepada etnis Kroat.

Anggota Ustasa yang sedang berpose
di atas korbannya. (Sumber)
Tahun 1945, negara Kroasia bentukan Ustasa mengalami keruntuhan akibat kekalahan Blok Poros dalam Perang Dunia II. Bekas wilayah negara Kroasia kemudian diserap oleh negara komunis Yugoslavia yang baru berdiri. Untuk mencegah timbulnya pemberontakan bermotifkan fanatisme etnis, Josip Tito selaku presiden Kroasia memberikan otonomi kepada negara-negara bagian penyusun Yugoslavia, termasuk Kroasia. Ia juga mencitrakan Yugoslavia sebagai negara yang penduduknya hidup rukun dalam keberagaman.

Tahun 1980, Tito menghembuskan nafas terakhirnya sehingga Yugoslavia kehilangan tokoh yang selama ini bisa menjembatani perbedaan antar etnis. Dikombinasikan dengan tengah memburuknya perekonomian negara, benih-benih nasionalisme berbasis etnis pun mulai timbul kembali di Yugoslavia. Tahun 1987 contohnya, Slobodan Milosevic yang berhaluan ultranasionalis terpilih sebagai pemimpin baru partai komunis Yugoslavia cabang Serbia. Ia kemudian memanfaatkan pengaruhnya untuk memperkuat kontrol etnis Serb di pemerintahan pusat.

Sementara itu di Kroasia, pada tahun 1989, Franjo Tudjman mendirikan partai HDZ yang berhaluan nasionalisme bangsa Kroat. HDZ nantinya berhasil memenangkan pemilu di negara bagian Kroasia pada tahun 1990. Kemenangan HDZ langsung membuat etnis Serb merasa tersengat. Mereka menuduh kalau Tudman & para simpatisannya berencana menghidupkan kembali gerakan Ustasa di wilayah Kroasia. Namun para pendukung Tudman balik menuduh kalau etnis Serb di pemerintahan pusat mencoba mengubah Yugoslavia menjadi negara khusus etnis Serb.



BERJALANNYA PERANG


Bulan Mei 1991, Kroasia menggelar referendum yang diboikot oleh etnis Serb & berhasil dimenangkan oleh golongan pendukung kemerdekaan. Sebulan kemudian, Kroasia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya. Pemerintah pusat Yugoslavia yang tidak mengakui proklamasi tersebut lantas mengerahkan militernya untuk menggagalkan kemerdekaan Kroasia. Sementara itu di wilayah Kroasia sendiri, sejak permulaan tahun 1991 milisi-milisi Serb sudah melakukan blokade jalanan & serangan sporadis kepada anggota polisi dari etnis Kroat.

Milisi Serb dengan bendera Kroasia
hasil jarahan. (Sumber)
Di bulan yang sama dengan deklarasi kemerdekaan Kroasia, pasukan Yugoslavia mulai menghujani kota Vukovar di Kroasia timur dengan tembakan artileri dari segala penjuru. Tidak lama kemudian, pasukan Yugoslavia ikut menerjunkan tank & pesawat tempurnya untuk menggempur Vukovar. Kalah jumlah personil & senjata, kota Vukovar akhirnya berhasil ditaklukkan oleh pasukan Yugoslavia & milisi Serb pada bulan Oktober. Pasca penaklukan, warga sipil Vukovar yang masih hidup dieksekusi secara massal.

Kalah di Vukovar, pasukan Kroasia masih menunjukkan perlawanan gigih di front lain. Mereka menyerbu barak-barak di seantero wilayah Kroasia yang kebetulan masih ditempati oleh pasukan Yugoslavia & merampas persenjataan yang ada di dalamnya. Sementara itu di sebelah barat, pasukan Kroasia yang diperkuat oleh meriam artileri berhasil menenggelamkan kapal-kapal perang Yugoslavia yang ditugaskan untuk melakukan blokade ke pelabuhan di sepanjang pantai Dalmatia.

Bulan Desember 1991, wilayah pinggiran Kroasia yang berpenduduk mayoritas etnis Serb memerdekakan diri dengan nama "Republika Srpska Krajina" (Republik Krajina Serbia). Bulan Januari 1992, perwakilan Kroasia & Yugoslavia (Serbia) setuju untuk melakukan gencatan senjata. Ketika gencatan senjata dikumandangkan, sebanyak 1/3 wilayah Kroasia tengah berada di bawah kendali etnis Serb. Gencatan senjata tersebut lalu diikuti dengan pendirian 4 zona aman yang dijaga oleh 14.000 tentara perdamaian PBB.

Di luar Kroasia, konflik antara pasukan etnis Kroat & Serb masih tetap berlanjut di wilayah Bosnia-Herzegovina, karena kedua belah pihak sama-sama berambisi mencaplok sebagian wilayah Bosnia untuk memperluas wilayah negaranya masing-masing. Oleh pihak Kroasia, Perang Bosnia juga dimanfaatkan untuk memperkuat kedudukan mereka di sisa-sisa wilayah Kroasia, sambil melatih ketrampilan para personilnya di medan tempur Bosnia.

Peta Kroasia & Krajina (klik gambar
untuk perbesar). (Sumber)
Bulan Januari 1993, pasukan Kroasia melanggar gencatan senjata & menyerbu masuk ke dalam wilayah Krajina barat. Pasukan etnis Serb tidak mau kalah & balas meledakkan bendungan Peruca di Kroasia selatan supaya bisa menenggelamkan ribuan warga sipil Kroat di bawahnya. Untungnya bencana kemanusiaan yang dahsyat berhasil dihindari setelah tentara PBB asal Inggris ikut campur dengan cara mengurangi debit air di dalam bendungan, sehingga bendungan tidak sampai runtuh.

Kendati pihak Kroasia & Yugoslavia sama-sama melanggar gencatan senjata di tahun 1993, intensitas konflik di Kroasia hingga beberapa bulan berikutnya masih relatif terbatas berkat keberadaan pasukan perdamaian PBB. Bulan Maret 1994, terjadi titik balik dalam Perang Bosnia yang turut mempengaruhi perkembangan perang di Kroasia. Dalam perundingan di Washington, AS, perwakilan etnis Kroat & Muslim Bosnia sepakat untuk bekerja sama memerangi pasukan Yugoslavia. Kesepakatan ini membuat Kroasia bisa kembali mengkonsentrasikan kekuatannya untuk memerangi etnis Serb.

Bulan Mei 1995, pasukan Kroasia melancarkan serangan kilat & berhasil menguasai hampir seluruh wilayah Krajina timur hanya dalam rentang waktu 3 hari. Dua bulan kemudian, pasca perundingan yang digelar di kota Split, pemerintah Bosnia setuju untuk membiarkan Kroasia menempatkan pasukan dalam jumlah besar di wilayah Bosnia. Tujuannya adalah untuk memecah konsentrasi pasukan etnis Serb yang saat itu tengah mengepung kota Bihac di Bosnia barat laut.

Operasi militer yang dimaksud akhirnya dilaksanakan pada akhir bulan Juli. Hasilnya, serangan pasukan Serb ke Bihac berhasil ditunda & pasukan Serb di Bosnia serta Kroasia barat kini sudah dikepung sepenuhnya oleh pasukan Kroasia. Tanggal 4 Agustus, dengan mengusung kode sandi "Operasi Badai" (Operacija Oluja; Operation Storm) pasukan Kroasia yang diperkuat oleh 130.000 personil memulai serangannya ke arah pasukan Serb dari segala penjuru.

Warga sipil Serb yang mengungsi
semasa Operasi Badai. (Sumber)
Hanya dalam rentang waktu kurang dari seminggu, Operasi Badai berakhir dengan keberhasilan pasukan Kroasia menguasai seluruh wilayah Krajina barat. Kesuksesan operasi militer ini juga berdampak pada berakhirnya pengepungan atas kota Bihac. Di pihak etnis Serb, selain berdampak pada lenyapnya hampir seluruh wilayah negara Krajina, sebanyak 200.000 warga sipil Serb juga terpaksa mengungsi keluar dari wilayah Kroasia. Operasi Badai sekaligus menjadi konflik militer terakhir dalam periode Perang Kemerdekaan Kroasia.



KONDISI PASCA PERANG

Seusai perang, belum semua wilayah Kroasia berada di bawah kendali pemerintah Kroasia. Pasalnya wilayah Krajina yang terletak di perbatasan timur Kroasia & Yugoslavia masih berada di bawah kendali PBB. Maka, pada tanggal 12 November 1995, perwakilan Kroasia & Krajina menandatangani kesepakatan damai permanen di kota Erdut, Kroasia. Via perjanjian damai ini, negara Krajina akan dibubarkan & wilayah terakhir Krajina di Kroasia timur baru akan diserahkan ke pihak Kroasia 2 tahun kemudian (wilayah yang bersangkutan baru dikelola kembali oleh Kroasia di tahun 1998).

Perang Kemerdekaan Kroasia membawa dampak yang negatif yang sangat besar bagi wilayah yang bersangkutan. Menurut data resmi pemerintah Kroasia, setidaknya 12.000 orang menjadi korban tewas dalam perang ini. Di pihak berseberangan, sebanyak lebih dari 8.000 etnis Serb kehilangan nyawanya akibat perang. PBB menambahkan kalau perang ini juga berdampak pada timbulnya 500.000 tuna wisma dari kedua belah pihak. Seusai perang, tokoh-tokoh dari kedua belah pihak diadili oleh pengadilan internasional atas tuduhan kejahatan perang.

Franjo Tudjman. (Sumber)
Selain korban jiwa, perang ini juga berdampak pada hancurnya infrastruktur di wilayah konflik. Di Vukovar yang notabene merupakan salah 1 kota pertama yang dilanda perang, menara air di kota tersebut dibiarkan berada dalam kondisi setengah rusak hingga sekarang supaya bisa berfungsi sebagai semacam tugu peringatan (foto). Dan kendati perang sudah lama berakhir, rakyat Kroasia masih belum bisa bernafas lega sepenuhnya karena masih banyak ranjau darat yang tersembunyi di wilayah negara tersebut.

Kroasia di tahun-tahun awal seusai perang sempat dikucilkan oleh dunia internasional. Pasalnya Franjo Tudjman selaku pemimpin Kroasia memilih untuk menerapkan gaya pemerintahan otoriter. Sebagai contoh, di tahun 1996 aparat Kroasia menangkap wartawan Mairnko Culic &  Viktor Ivancic setelah mereka mengkritik rencana Tudjman mendirikan pemakaman massal berisi jasad personil Ustasa & para korban pembantaiannya. Tudjman juga menolak bekerja sama dengan badan pengadilan internasional ICC terkait masalah kejahatan kemanusiaan semasa berlangsunya Perang Kemerdekaan Kroasia.

Tahun 1999, Tudjman menghembuskan nafas terakhirnya. Pasca kematiannya, Kroasia yang awalnya dikucilkan mulai bersikap lebih terbuka kepada dunia internasional. Secara perlahan tapi pasti, Kroasia yang awalnya luluh lantak seusai perang kini menjadi salah satu negara termapan di Semenanjung Balkan, dengan sektor pariwisata & industri kapal sebagai sumber pemasukan utamanya. Puncaknya adalah ketika di tahun 2013 lalu, Kroasia sukses diterima menjadi anggota baru Uni Eropa.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

1. Waktu & Lokasi Pertempuran
    - Waktu : 1991-1995
    - Lokasi : (mayoritasnya di) Kroasia

2. Pihak yang Bertempur
    (Daerah)  -  Kroasia
        melawan
    (Negara)  -  Yugoslavia
    (Daerah)  -  Krajina Serbia, Srpska (Bosnia)

3. Hasil Akhir
    - Kemenangan pihak Kroasia
    - Yugoslavia mengakui kemerdekaan Kroasia
    - Negara Krajina Serbia dibubarkan seusai perang

4. Korban Jiwa
    - Kroasia : > 12.000 jiwa
    - Yugoslavia & sekutunya : > 8.000 jiwa



REFERENSI

Balkan Insight - Why Croatia’s President Tudjman....
BBC News - Croatia profile - Timeline
GlobalSecurity.org - Homeland War - Background
GlobalSecurity.org - Homeland War - 1991-1994
GlobalSecurity.org - Homeland War - War Crime Trials
Human Right Watch - Croatia - Background
The Independent - Unsung army officer saved 20,000 lives
Wikipedia - Croatian War of Independence
Wikipedia - Operation Storm
Bracewell, C. W.. 2008. "Croatia". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.


COBA JUGA HINGGAP KE SINI...

1 komentar:

  1. terima kasih atas artikelnya, sangat menambah wawasan..

    BalasHapus




Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi, silakan tinggalkan komentar anda mengenai artikel ini selama tidak mengandung unsur spam, provokasi SARA, & kata-kata kasar. Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk mencetak / menyimpan artikel ini, silakan menuju "Pusat Logistik" yang terletak di bagian kanan halaman ini.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.