SEJARAH FAUNA HIBURAN Cari.Artikel..



Revolusi Kuba, Lahirnya Negara Komunis di Karibia





Lautan massa yang sedang mengibarkan bendera Kuba. (Sumber)

Kuba adalah nama dari sebuah negara pulau yang terletak di Laut Karibia, kawasan laut tropis yang terletak di sebelah timur Amerika Tengah. Negara ini merupakan salah satu negara tetangga AS karena lokasinya yang berseberangan langsung dengan AS di sebelah barat laut. Walaupun dekat, Kuba memiliki hubungan yang kurang akur dengan AS. Revolusi Kuba yang terjadi lebih dari setengah abad yang lampau adalah penyebabnya.

Revolusi Kuba (Revolucion Cubana; Cuban Revolution) adalah sebutan untuk periode konflik yang terjadi di Kuba pada tahun 1953 hingga 1959. Dalam konflik tersebut, kaum pemberontak berhasil menggulingkan rezim diktator Fulgencio Batista & mengubah Kuba menjadi negara komunis. Akibat revolusi ini, Kuba & AS yang awalnya memiliki hubungan dekat kemudian menjelma menjadi musuh bebuyutan. Dalam revolusi ini pulalah, tersembul nama tokoh-tokoh sayap kiri yang termahsyur seperti Fidel Castro & Che Guevara.



LATAR BELAKANG

Kuba pada awalnya berada di bawah kekuasaan Spanyol. Namun sejak pertengahan abad ke-19, terjadi pemberontakan oleh warga lokal Kuba yang tidak mau lagi berada di bawah kendali Spanyol. Momen tersebut lalu coba dimanfaatkan oleh AS yang lokasinya berseberangan langsung dengan Kuba. AS sendiri memang sudah lama ingin menguasai Kuba karena wilayah Kuba kaya akan tanaman-tanaman perkebunan bernilai ekonomi tinggi seperti tebu & tembakau.

Tahun 1898, pecah Perang Spanyol-Amerika antara pasukan Spanyol melawan AS yang berakhir dengan kemenangan pihak AS. Seusai perang, Spanyol setuju untuk mengakhiri kekuasaannya atas Kuba. Kemudian pada tahun 1902, Kuba akhirnya resmi menjadi negara merdeka dengan bentuk pemerintahan republik, namun urusan internal & eksternal negara tersebut banyak dipengaruhi oleh AS.

Peta lokasi Kuba. (Sumber)

Sejak menjadi negara merdeka, Kuba terus mengalami pertumbuhan ekonomi dengan sektor penjualan gula tebu & pariwisata sebagai sumber pemasukan utamanya. Pada tahun 1958, Kuba bahkan menjadi salah satu negara dengan tingkat pendapatan per kapita tertinggi di Amerika Latin.

Meningkatnya kemakmuran Kuba sayangnya turut diikuti juga dengan melebarnya kesenjangan sosial & terlantarnya nasib penduduk Kuba di kawasan pedesaan. Bukan hanya itu, sebanyak 75% lahan subur & 40% dari hasil produksi gula juga dikuasai oleh golongan pebisnis asing, khususnya yang berasal dari AS. Melihat hal tersebut, salah seorang rakyat Kuba yang bernama Fidel Castro mencalonkan diri sebagai kandidat anggota parlemen dalam pemilu tahun 1952 dengan harapan bisa memperbaiki nasib Kuba lewat jalur politik.

Selain Castro, mantan petinggi militer Kuba yang bernama Fulgencio Batista juga mengikuti pemilu tersebut sebagai kandidat presiden. Batista pernah menjabat sebagai presiden Kuba pada tahun 1940 hingga 1944 & memiliki kekayaan pribadi yang jumlahnya amat banyak di Florida, AS. Namun sebelum pemilu benar-benar digelar, Batista diprediksi tidak akan berhasil terpilih sebagai presiden Kuba karena pamornya masih kalah jika dibandingkan dengan kandidat presiden yang lain.

Fulgencio Batista & Fidel Castro. (Sumber)

Batista sendiri ternyata ngotot ingin menjadi presiden dengan cara apapun. Maka, dengan memanfaatkan kedekatannya dengan tokoh-tokoh militer Kuba, Batista kemudian melakukan kudeta pada tahun 1952 & mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden. Kendati Batista bisa berkuasa lewat jalur kudeta, AS langsung mengakui rezim Batista karena menganggapnya sebagai sekutu yang bisa diandalkan untuk menjaga kepentingan AS di Kuba.

Begitu mulai berkuasa, Batista langsung menerapkan gaya pemerintahan tangan besi. Selain membiarkan golongan pebisnis AS melanjutkan dominasinya atas perekonomian Kuba, ia juga membekukan konsitusi negara & tidak segan-segan membunuh pihak-pihak yang tidak sejalan dengannya. Menurut pidato John F. Kennedy di tahun 1960, sebanyak 20 ribu rakyat Kuba yang menentang Batista dilaporkan tewas dalam rentang waktu 1952 - 1959. Batista juga melakukan pengawasan ketat ke gedung-gedung universitas & media.

Di lain pihak, gaya pemerintahan ala diktator yang diterapkan oleh Batista membuat Castro berpikir bahwa tidak ada gunanya lagi menggunakan jalur politik untuk mengubah kondisi negaranya. Maka, Castro & sejumlah orang yang memiliki kesamaan visi dengannya kemudian memutuskan untuk beralih ke jalur perjuangan bersenjata. Peristiwa ini sekaligus menandai dimulainya Revolusi Kuba.



BERJALANNYA REVOLUSI

Castro & para pengikutnya sadar kalau mereka memerlukan senjata untuk melakukan pemberontakan. Maka, pada tanggal 26 Juli 1953, sebanyak 160 milisi pemberontak yang dipimpin oleh Castro melakukan penyerbuan ke barak militer Moncada di Santiago de Cuba, Kuba selatan. Selain untuk mendapatkan persenjataan, Castro juga berharap kalau serangan ini bisa mendorong rakyat Kuba yang lain untuk ikut beramai-ramai memberontak.

Serangan tersebut tidak berjalan sesuai harapan menyusul tewasnya sebagian besar milisi pengikut Castro. Castro sendiri ditangkap oleh aparat Kuba tidak lama usai serangan tersebut. Saat Castro akhirnya diadili, Castro memanfaatkan momen tersebut untuk berpidato sambil mengecam gaya pemerintahan Batista & masih banyaknya rakyat Kuba yang hidup miskin. Di kemudian hari, pidato Castro ini kelak dikenal dengan sebutan "Sejarah Akan Membebaskanku" (History Will Absolve Me; La Historia Me Absolvera).

Barak Moncada. (Sumber)

Castro sendiri kemudian dijatuhi hukuman penjara 15 tahun. Namun akibat tekanan dunia internasional, pemerintah Kuba terpaksa membebaskan Castro & para rekannya yang terlibat dalam insiden penyerangan ke Moncada. Seusai bebas, Castro kemudian pergi ke Meksiko & menyusun rencana berikutnya untuk menggulingkan rezim Batista. Selain bertemu dengan para perantauan Kuba yang juga tidak menyukai rezim Batista, di Meksiko pulalah Castro bertemu dengan Ernesto "Che" Guevara.

Bersama, mereka kemudian mendirikan kelompok perlawanan baru dengan nama "Movimiento 26 De Julio" (M26; Gerakan 26 Juli) di mana nama tersebut terinspirasi dari tanggal terjadinya serangan ke barak Moncada. Setelah mereka merasa kalau persiapannya sudah cukup, sebanyak 82 anggota M26 kemudian berlayar ke Kuba dengan memakai kapal "Granma" pada bulan November 1956 untuk memulai kembali pemberontakan.

Kondisi domestik Kuba sendiri sudah bermasalah sejak digelarnya pemilu 1954 yang berakhir dengan kemenangan Batista. Kubu oposisi meminta supaya pemilu digelar ulang, namun Batista enggan mengabulkan tuntutan tersebut sehingga kondisi Kuba sejak itu kian memanas. Pada tanggal 21 April 1955 misalnya, sejumlah mahasiswa di ibukota Havana melempari gedung stasiun TV milik pemerintah. Kemudian pada bulan April 1956, sejumlah milisi anti-pemerintah melakukan penyerangan ke barak militer Goicuria.

Che Guevara di tahun 1959. (Sumber)

Castro & para anggota M26 tiba di Kuba pada bulan Desember 1956. Mereka kemudian pergi ke kawasan pelosok di Pegunungan Sierra Maestra & menjadikan lokasi tersebut sebagai markasnya. Di sana, M26 berhasil memperoleh pengikut-pengikut baru. Kemudian dengan memanfaatkan kondisi geografis Sierra Maestra yang mudah dilindungi, Castro menggunakan markasnya ini sebagai tempat untuk menerima wartawan asing sambil mengkritik rezim Batista.

Sementara itu di kawasan padat penduduk, kelompok-kelompok perlawanan yang tidak memiliki kaitan dengan M26 juga terus melanjutkan aksi-aksinya yang mencakup sabotase fasilitas umum & peledakan bom. Pada tanggal 13 Maret 1957, sebanyak 40 milisi pemberontak bahkan nekat menyerbu Istana Kepresidenan Kuba di Havana, namun mereka gagal membunuh Batista.

Kian beraninya kelompok-kelompok pemberontak dalam melancarkan aksinya membuat pemerintah Kuba menggencarkan operasi militernya. Namun sebagai akibat dari kurangnya keterampilan militer Kuba dalam meladeni taktik gerilya, seringnya tentara Kuba melakukan intimidasi kepada warga sipil Kuba di pedesaan, & maraknya korupsi kolusi nepotisme (KKN) di angkatan bersenjata, pasukan Kuba tidak berhasil meredam perlawanan yang dilancarkan oleh para kelompok pemberontak, termasuk M26.

Sementara itu di luar Kuba, pemerintah AS yang selama ini menjadi sekutu setia rezim Batista  mengumumkan pada bulan Maret 1958 kalau pihaknya berhenti menjual senjata kepada rezim Batista. Pemerintah AS beralasan embargo tersebut dijatuhkan supaya pasukan pemerintah Kuba tidak menggunakan senjata buatan AS untuk menindas rakyatnya sendiri. Saat kabar tersebut beredar, rakyat Kuba pun beramai-ramai menganggap kalau rezim Batista sudah tidak lagi didukung oleh AS. Dampaknya, tekanan agar rezim Batista segera mundur pun kian membesar.

Peta rute pasukan M26 selama berlangsungnya revolusi. (Sumber)

Meskipun begitu, rezim Batista masih enggan menyerah pada tekanan. Pada bulan Mei 1958, pasukan Kuba melancarkan serangan besar-besaran ke arah Sierra Maestra. Namun memasuki bulan Agustus, pasukan M26 berhasil meredam serangan tersebut & kini berbalik menjadi pihak penyerbu. Secara perlahan, pasukan M26 terus bergerak ke arah barat laut dari Sierra Maestra menuju ibukota Havana & menguasai kota-kota di sepanjang rute yang dilewatinya. Kondisi yang sedikit banyak terbantu oleh menurunnya moral pasukan Kuba sehingga banyak dari mereka yang lebih memilih untuk menyerah daripada terus melanjutkan perang.

Tanggal 28 Desember, pasukan M26 sudah tiba di luar kota Santa Clara, Kuba tengah. Jika kota ini sampai berhasil diduduki oleh pasukan M26, maka langkah pasukan M26 menuju ibukota Havana tidak akan terbendung. Sadar akan hal tersebut, pada tanggal 1 Januari 1959 Batista & orang-orang dekatnya secara diam-diam pergi meninggalkan Havana menuju Republik Dominika yang terletak di sebelah timur Kuba. Peristiwa ini sekaligus menandai berakhirnya rezim Batista & berakhirnya Revolusi Kuba dengan kemenangan kubu pemberontak.



KONDISI PASCA REVOLUSI

Kondisi Dalam Negeri

Kaburnya Batista secara otomatis membuat Kuba kini dilanda kekosongan kekuasaan. Berkat kharisma & pengaruh kuat yang dimilikinya, Castro berhasil menempati jabatan Perdana Menteri Kuba pada bulan Februari 1959. Ia kemudian memerintahkan supaya tokoh-tokoh militer & pemerintahan di era Batista diadili secara terbuka & disiarkan lewat televisi. Banyak dari mereka yang dijatuhi hukuman mati & kemudian dieksekusi di tempat.

Di luar Kuba, pemerintah AS secara resmi mengakui rezim baru Kuba pada tanggal 7 Januari 1959. Pada awalnya sejumlah elemen di pemerintahan AS mengira kalau Castro bukanlah komunis, tetapi hanya sekedar tokoh Kuba yang memberontak karena tidak tahan dengan gaya pemerintahan otoriter Batista. Namun seiring berjalannya waktu, hubungan AS dengan Kuba di era Castro kian menegang menyusul kebijakan demi kebijakan yang dikeluarkan oleh rezim Castro.

Pasukan M26 saat memasuki kota Santa Clara. (Sumber)

Contoh dari kebijakan Castro yang dipermasalahkan oleh AS adalah Undang-Undang (UU) Reformasi Lahan yang dikeluarkan pada tanggal 17 Mei 1959. Berdasarkan UU baru ini, lahan pertanian yang luasnya lebih dari 404 hektar akan diambil alih oleh pemerintah Kuba. UU baru ini juga melarang kepemilikan lahan oleh orang asing. Rasa tidak suka AS kepada Castro semakin menjadi-jadi setelah pemerintah Kuba melakukan nasionalisasi massal kepada properti asing tanpa memberikan kompensasi kepada pemilik lamanya.

Sebagai cara untuk memangkas kesenjangan sosial & memperbaiki kualitas hidup rakyat Kuba, rezim Castro menurunkan harga sewa rumah di kawasan perkotaan & membuka sekolah asrama untuk anak-anak tanpa dipungut biaya. Di sektor politik, pemerintah Kuba mengumumkan Partai Komunis Kuba (Partido Comunista de Cuba) sebagai satu-satunya partai politik yang boleh beroperasi di Kuba. Kemudian pada tahun 1976, Kuba merumuskan konstitusi baru yang konsepnya serupa dengan konstitusi negara-negara komunis.

Sebagai akibat dari rangkaian kebijakan tersebut, orang-orang Kuba yang tidak mau berada di bawah rezim Castro beramai-ramai bermigrasi keluar Kuba, terutama ke Florida, AS. Sementara mereka yang tetap tinggal di Kuba memilih untuk melakukan perang gerilya dari kawasan pelosok. Antara tahun 1960 - 1964, sebanyak 500 tentara Kuba dilaporkan tewas dalam konflik melawan milisi-milisi lokal anti-Castro.


Rombongan pengungsi Kuba yang baru tiba di Florida. (Sumber)


Invasi Teluk Babi & Krisis Misil Kuba

Sementara itu di luar Kuba, sikap agresif yang ditunjukkan oleh Kuba membuat pemerintah AS mengupayakan segala cara untuk menggulingkan rezim Castro secara paksa. AS juga khawatir kalau Uni Soviet kelak bakal memanfaatkan Kuba sebagai pionnya dengan memanfaatkan lokasi Kuba yang dekat dengan AS. Maka, militer AS pun secara diam-diam melatih & mempersenjatai ribuan orang Kuba yang mengungsi ke AS sejak Castro mulai berkuasa.

Bulan April 1961, terjadilah Invasi Teluk Babi (Bay of Pigs Invasion) di mana sebanyak lebih dari 1.400 milisi Kuba mendarat di Teluk Babi, Kuba selatan. Rencananya, mereka akan melakukan perlawanan bersenjata dengan dibantu oleh pasukan udara AS. Sesudah itu, rakyat Kuba diharapkan akan beramai-ramai melakukan pemberontakan untuk menggulingkan rezim Castro. Namun karena Presiden AS, John F. Kennedy, menolak memberikan dukungan dari udara secara memadai supaya keterlibatan pemerintah AS tidak ketahuan, pasukan Kuba berhasil menggagalkan Invasi Teluk Babi.

Sebagai respon atas Invasi Teluk Babi, Kuba lantas mencoba membangun hubungan diplomatik yang lebih dekat dengan Uni Soviet supaya AS tidak berani lagi ikut campur dalam urusan domestik Kuba. Dampaknya, sejak dekade 1960-an hubungan Kuba dengan Uni Soviet menjadi kian dekat. Uni Soviet mengirimkan minyak mentah & persenjataan ke Kuba. Kemudian pada tahun 1962, Uni Soviet bahkan sempat membangun fasilitas peluncuran misil di Kuba & mengirimkan misil jarak jauh ke Kuba.

Tentara Kuba di Angola. (Sumber)

Saat AS akhirnya mengetahui tindakan Uni Soviet di Kuba, pada bulan Oktober 1962 kapal-kapal perang AS melakukan blokade di sekitar Kuba supaya kapal Soviet tidak bisa mencapai Kuba. Pasukan AS juga sudah berkumpul di Florida & siap menginvasi Kuba. Perang nuklir antara AS & Uni Soviet yang dikhawatirkan bakal meletus pada akhirnya berhasil dihindari setelah pemerintah Uni Soviet setuju untuk menarik kembali misil-misil yang sudah terpasang di Kuba. Peristiwa ini sekarang dikenal sebagai "Krisis Misil Kuba" (Cuban Missile Crisis).

Pasca Krisis Misil Kuba, AS tidak lagi berniat menggulingkan rezim Castro lewat jalur militer. Namun sebagai gantinya, AS kini menjatuhkan embargo ekonomi kepada Kuba untuk melemahkan rezim Castro. Sementara itu di pihak yang berseberangan, demi menciptakan sekutu komunis baru sebanyak mungkin, Kuba menjadikan wilayahnya sebagai tempat untuk melatih & mempersenjatai kelompok-kelompok pemberontak sayap kiri (misalnya Sandinista).

Kuba juga giat mengirimkan pasukannya ke berbagai belahan dunia untuk membantu pasukan-pasukan sekutu Uni Soviet. Saat terjadi perang saudara di Angola misalnya, Kuba mengirimkan ribuan tentaranya untuk membantu kelompok MPLA. Kemudian saat terjadi Perang Ogaden antara Ethiopia & Somalia, pasukan Kuba ikut terlibat sebagai sekutu rezim komunis Ethiopia. Kebijakan Kuba untuk ikut campur dalam perang-perang di luar negaranya ini dikenal sebagai "internasionalisme" & baru berakhir pada tahun 1991 menyusul runtuhnya Uni Soviet.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



RINGKASAN PERANG

Waktu & Lokasi Pertempuran
 - Waktu : 1953-1959
 - Lokasi : Kuba

Pihak yang Bertempur
(Grup)  -  M26, kelompok anti-Batista
       melawan
(Negara)  -  Kuba

Hasil Akhir
 - Kemenangan M26 & sekutunya
 - Kuba berubah menjadi negara sosialis

Korban Jiwa
Tidak jelas



REFERENSI

Al Jazeera - Cuba : Timeline of a revolution
GlobalSecurity.org - 1959 - Fidel Castro Takes Charge
GlobalSecurity.org - Confronting the United States
GlobalSecurity.org - Institutionalization
GlobalSecurity.org - Operation Zapata
GlobalSecurity.org - Socialist Cuba
GlobalSecurity.org - The Spanish-American War in Cuba
Latin American Studies - U.S. Embargo Set on Arms to Cuba
Office of the Historian - 136. Despatch From the Embassy....
Radio in Cuba - Revolution! Clandestine Radio and the Rise....
The American Presidency Project - Speech of Senator John....
ThoughtCo.com - A Brief History of the Cuban Revolution
 - . 2008. "Batista (y Zaldivar), Fulgencio". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.
Hudson, R.A.. 2002. Cuba : A Country Study". USG Printing Office, AS.
Knight, F.W.. 2008. "Cuba". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.





Download PDF

COBA JUGA HINGGAP KE SINI...


2 komentar:

  1. Admin Republik saya mau tanya nih, dari fotonya saya lihat Pasukan Castro naik tank sherman, apa waktu Castro merebut kekuasaan mereka belum dapat bantuan dari Uni Soviet ?

    Kemudian, apakah pada saat invasi teluk babi masyarakat Kuba bersatu dengan militer Kuba yang ProCastro atau mereka bertindak pasif ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum. Kuba baru memiliki hubungan dekat dengan Uni Soviet setelah Castro berkuasa. Sebelum itu, orang-orang di luar Kuba masih belum tahu orientasi politik kelompoknya Castro. Makanya sesudah revolusi, AS awalnya langsung memberikan pengakuan resmi kepada rezim Kuba yang baru.

      Mengenai Invasi Teluk Babi, ada rakyat sipil Kuba yang ikut berperang melawan pasukan anti-Castro sebagai milisi pro-pemerintah. Mereka ini tergabung dalam kelompok National Revolutionary Militia.

      Hapus


Tamu yang baik selalu meninggalkan jejak sebelum pergi. Jadi silakan tinggalkan komentar anda selama tidak berisi spam, iklan, kata-kata kasar, & provokasi SARA.

Komentar yang baru dibuat tidak akan langsung muncul karena akan diperiksa terlebih dahulu.

Jika anda tertarik untuk menyimpan artikel ini, silakan klik tombol "Download PDF" yang terletak di bawah artikel.

Baca aturan pakai. Jika kebingungan berlanjut, silakan tinggalkan pesan di kotak komentar.

Diberdayakan oleh Blogger.