CARI

Mortal Kombat, Game Pertarungan yang Penuh Kontroversi



Scorpion & Sub-Zero, 2 karakter utama dalam seri game "Mortal Kombat".

Layaknya media hiburan lainnya, video game juga terdiri dari beragam genre / tema untuk menyesuaikan minat konsumennya masing-masing. Satu dari sekian banyak genre tersebut adalah genre fighting (perkelahian). Dalam game bergenre fighting, ada 2 karakter / lebih di layar permainan yang harus berkelahi 1 sama lain hingga karakter lawannya kalah.

Genre fighting merupakan genre game yang amat populer di masa lampau karena bisa digunakan sebagai ajang untuk mengadu kebolehan antar pemain. Karena popularitasnya itulah, ada begitu banyak game bergenre fighting yang pernah dibuat & dirilis ke pasaran. Dari sekian banyak game fighting yang pernah dibuat, "Mortal Kombat" adalah salah satu yang paling terkenal.

"Mortal Kombat" (MK; Pertarungan Mematikan) adalah seri game asal Amerika Serikat yang umumnya bergenre fighting. Inti dari game MK sendiri adalah mengenai turnamen yang mempertemukan para pendekar berkekuatan ajaib dari berbagai dimensi & dunia. Sejak pertama kali dirilis pada tahun 1992, game ini meledak menjadi fenomena baru berkat permainannya yang menarik & tingkat kesadisannya yang melebihi game-game fighting lainnya.



SEJARAH

Ide untuk menciptakan game MK bermula ketika Ed Boon & John Tobias - 2 orang yang sama-sama bekerja di studio game Midway Games - ingin membuat game yang konsepnya serupa dengan "Street Fighter II", game bergenre perkelahian asal Jepang yang pertama kali dirilis pada tahun 1991.

Supaya game buatan mereka nampak berbeda dari SFII, Boon & rekan-rekannya ingin menampilkan game tersebut sebagai game yang tingkat kekerasan & kesadisannya melebihi SFII. Kemudian untuk menarik perhatian khalayak supaya mereka bersedia memainkan gamenya, game yang bersangkutan rencananya hendak diberi nama "Van Damme". Nama yang berasal dari aktor laga terkenal pada masa itu, Jean-Claude Van Damme.

(Kiri-kanan) John Tobias, pemeran karakter Raiden, & Ed Boon. (elespanol.com)

Wacana tersebut pada akhirnya gagal terwujud karena Van Damme menolak meminjamkan namanya untuk digunakan pada game yang bersangkutan. Gagal mengajak Van Damme bekerja sama dengan mereka, Boon lantas memikirkan nama lain untuk judul game mereka tersebut. "Combat" (Pertarungan) adalah 1 dari sekian nama yang terpikirkan oleh Boon.

Nama "Combat" kemudian diubah menjadi "Kombat" supaya judul game tersebut nampak unik & lebih mudah menarik perhatian publik. Belakangan, kata "Mortal" ditambahkan pada judul game tersebut atas usulan dari rekan kerja Boon yang bernama Steve Ritchie. Masalah judul sudah terpecahkan, sekarang masalah berikutnya adalah menciptakan karakter-karakter game & gerakan bertarungnya.

Johnny Cage menjadi karakter pertama yang diciptakan oleh Midway, di mana karakter yang bersangkutan banyak terinspirasi dari sosok Van Damme. Sebagai contoh, nama Johnny Cage jika disingkat memiliki inisial yang sama nama Jean-Claude (Van Damme). Kemudian di dalam gamenya, karakter Johnny Cage ditampilkan gemar mengenakan kacamata hitam & memiliki profesi sebagai aktor laga.

Midway juga menyewa sejumlah praktisi bela diri untuk difoto sambil mengenakan kostum yang menyerupai karakter dalam game MK. Sesudah itu, foto-foto mereka dijadikan sprite / gambar karakter dalam game. Itulah sebabnya sprite dalam game-game pertama MK nampak seperti sosok manusia sungguhan. Tidak seperti game-game lainnya pada masa itu yang spritenya nampak seperti karakter kartun.

Game MK juga terkenal karena menyisipkan konsep Fatality, sebuah kondisi di mana karakter pemenang bisa menyerang karakter lawan yang sudah kalah dengan cara memasukkan kombinasi tombol tertentu. Menurut Boon, pada awalnya hanya karakter Shang Tsung - karakter bos terakhir dalam game MK pertama - yang memiliki Fatality. Namun sesudah itu, mereka memutuskan untuk memberikan Fatality pada masing-masing karakter supaya para pemain game MK bisa mendapatkan kepuasan lebih saat memberikan serangan penutup pada lawannya.

Tahun 1992, game MK akhirnya resmi dirilis untuk konsol arcade / dingdong. Respon yang ditunjukkan oleh para penggemar game pada waktu itu ternyata begitu luar biasa. Mesin ding dong yang menampilkan game MK hampir selalu ramai oleh pemain. Dan karena tidak semua pemain game MK mengetahui cara melakukan Fatality, mereka yang mengetahui rumus-rumus tombol Fatality bakal langsung dielu-elukan oleh temannya.

Contoh adegan dalam game "Mortal Kombat" yang menuai kontroversi. Karakter Sub-Zero melakukan jurus Fatality dengan cara mencabut kepala & tulang punggung lawannya. (icefighter2009 / pinterest.com)

Meroketnya popularitas game MK juga turut diikuti oleh kontroversi besar. Karena game MK banyak menampilkan hal-hal seperti darah & anggota badan yang terpotong-potong, game MK pun ramai diprotes oleh kalangan orang tua pada masa itu. Saking kuatnya tekanan publik terhadap game MK, lembaga Kongres / parlemen Amerika Serikat sampai melakukan sidang khusus untuk membahas game MK.

Berdasarkan sidang tersebut, terciptalah lembaga Entertainment Software Rating Board (ESRB; Badan Rating Piranti Lunak Hiburan) pada tahun 1994. ESRB memiliki fungsi yang kurang lebih serupa dengan lembaga sensor & rating film.

Jika ada game-game yang hendak dirilis di AS, maka game tersebut harus diperiksa terlebih dahulu oleh ESRB. Sesudah itu, ESRB akan memberikan batasan umur pada masing-masing game supaya game yang mengandung unsur dewasa tidak dimainkan oleh mereka yang masih di bawah umur.

Pasca didirikannya ESRB, Midway kini bisa merilis game-game lanjutan MK tanpa harus menghilangkan unsur kesadisan dari game MK. Hingga tahun 2020, sudah ada 16 game MK yang dibuat.

Saat Midway akhirnya mengalami kebangkrutan pada tahun 2009, pembuatan game-game MK sesudah itu dilakukan oleh NetherRealm Studios, studio game anak perusahaan Warner Bros yang para pegawainya merupakan bekas pegawai Midway.

Kesukesan di ranah game lantas membuat game MK sempat diadaptasi ke media-media hiburan lain. Mulai dari komik, seria kartun, hingga film. Film terbaru yang merupakan hasil adaptasi MK rencananya bakal dirilis pada tahun 2021 dengan judul "Mortal Kombat". Film tersebut juga bakal dibintangi oleh Joe Taslim, aktor laga kelahiran Indonesia yang sebelum ini pernah muncul di film "The Raid".



!! PERINGATAN !!
Bagian sesudah ini bakal banyak menampilkan spoiler / bocoran alur cerita.
Silakan lanjutkan membaca jika anda sudah paham dengan resikonya.



ALUR CERITA (GAME)

Catatan :
Alur cerita ini hanya menggunakan alur cerita dari 3 game terakhir MK. Karena berdasarkan peristiwa yang terjadi dalam alur cerita di game MK (2011), semua peristiwa yang terjadi pada game-game MK sebelum itu dianggap tidak pernah terjadi.



Prolog

Alam semesta yang menjadi setting dari MK terbagi menjadi beberapa dunia / dimensi. Untuk mengurangi potensi konflik antar dimensi yang bisa timbul, Elder Gods selaku penjaga alam semesta lantas membuat turnamen pertarungan bernama Mortal Kombat.

Setiap beberapa tahun sekali, perwakilan dari masing-masing dimensi akan bertarung 1 sama lain dalam ajang Mortal Kombat. Jika suatu perwakilan berhasil memenangkan 10 turnamen secara berturut-turut, maka dimensi yang diwakili oleh sang pemenang berhak menguasai dimensi lain yang diinginkannya.

Lewat cara inilah, dimensi Outworld berhasil menguasai sejumlah dimensi lain. Sukses memperluas wilayah Outworld, Shao Khan selaku pemimpin Outworld lantas menjadikan dimensi Bumi / Earthrealm sebagai sasaran berikutnya untuk ditaklukkan.


Elder Gods.


Mortal Kombat (2011)


Suatu hari dalam turnamen Mortal Kombat yang mempertemukan para petarung dari Outworld & Earthrealm, Raiden menerima pesan dari masa lalu melalui jimatnya. Pesan tersebut berisi perintah kalau "dia harus menang".

Mengira kalau "dia" yang dimaksud adalah pendekar Earthrealm, Raiden pun meminta kepada pendekar Earthrealm yang bernama Liu Kang untuk memenangkan turnamen. Permintaan tersebut disanggupi oleh Liu Kang yang berhasil keluar sebagai pemenang turnamen.

Kekalahan dalam turnamen ternyata tidak bisa diterima oleh Shao Kahn, pemimpin dimensi Outworld. Maka, ia pun kemudian memerintahkan pasukan Outworld untuk menginvasi Earthrealm. Di tengah-tengah invasi itulah, Raiden menerima pencerahan kalau "dia" yang dimaksud dalam pesan masa lalu bukanlah Liu Kang, melainkan Shao Kahn.

Pasukan Outworld saat menginvasi Earthrealm.

Shao Kahn harus dibiarkan menginvasi Earthrealm & menginjakkan kaki di sana. Karena tindakan Shao Kahn yang mencoba menguasai dimensi lain tanpa melalui jalur turnamen Mortal Kombat adalah hal yang dilarang, maka Elder Gods bakal turun tangan untuk menghukum Shao Kahn.

Dan hal itulah yang terjadi. Begitu Shao Kahn memasuki Earthrealm, roh-roh Elder Gods langsung merasuki tubuh Raiden untuk menghentikan Shao Kahn. Hasilnya, Shao Kahn berhasil dimusnahkan & invasi Outworld berhasil digagalkan.


Shao Kahn (kanan) saat dihukum oleh Elder Gods.


Mortal Kombat X (2015)


Pasca tewasnya Shao Kahn, Outworld & Earthrealm kini sama-sama berada dalam kondisi lemah. Situasi tersebut lantas dimanfaatkan oleh pasukan Netherrealm yang dipimpin oleh Shinnok untuk menginvasi Earthrealm.

Ambisi Shinnok tersebut pada akhirnya harus terhenti setelah Raiden mengalahkan Shinnok & mengurungnya dalam jimat khusus. Namun entah bagaimana, jimat tersebut berhasil dicuri dari tempatnya disimpan.

Dengan bantuan penyihir asal Netherrealm yang bernama Quan Chi, Shinnok berhasil keluar dari jimat & siap menjalankan kembali rencananya untuk menguasai Earthrealm. Namun seperti upayanya yang sudah-sudah, Shinnok lagi-lagi berhasil dikalahkan oleh para pendekar Earthrealm. 


Shinnok.


Mortal Kombat 11 (2019)


Gugurnya Shinnok di tangan Raiden lantas menarik perhatian Kronika, ibu dari Shinnok yang memiliki kemampuan memanipulasi waktu. Maka, Kronika kemudian menggunakan kekuatannya untuk membenturkan masa lalu dengan masa depan.

Akibat tindakan Kronika tersebut, masing-masing sosok di dunia Mortal Kombat kini memiliki 2 versi : versi masa lalu & versi masa sekarang. Kedua versi tersebut kini hidup dalam dunia yang sama. Kronika sendiri melakukan hal tersebut supaya musuh-musuh Raiden yang sudah gugur bisa hidup kembali & bersedia membantu Kronika untuk mengubah aliran waktu lebih jauh lagi.

Pertumpahan darah pun terjadi di Outworld & Earthrealm akibat bertemunya kembali musuh-musuh lama di masing-masing dimensi. Saat makin banyak petarung di kedua dimensi yang berguguran, sisa-sisa petarung Earthrealm & Outworld yang masih hidup setuju untuk bekerja sama menghentikan Kronika.

Karena Kronika terbukti merupakan lawan yang sangat tangguh, Raiden & Liu Kang memutuskan untuk menggabungkan diri. Hasilnya, Kronika berhasil dibunuh & Liu Kang kini menjadi sosok dewa yang menguasai mesin pengendali waktu Hourglass. Di lain pihak, Raiden kehilangan sebagian kekuatannya & berubah menjadi manusia biasa.


Liu Kang (kiri) saat berhadapan dengan Kronika.


Mortal Kombat 11 : Aftermath (2020)

Pasca tewasnya Kronika, sejumlah karakter yang tadinya terkurung di penjara dimensi milik Kronika berhasil membebaskan diri. Mereka adalah penyihir licik Shang Tsung, dewa angin Fujin, & dukun suku Indian yang bernama Nightwolf.

Shang Tsung menawarkan diri untuk pergi ke masa lalu & mengambil mahkota ajaib milik Kronika supaya Hourglass bisa kembali digunakan. Kendati awalnya ragu, Liu Kang setuju untuk mengirim Shang Tsung ke masa lalu sambil diawasi oleh Fujin & Nightwolf yang sebelum ini sudah dikenal memiliki hubungan baik dengan Raiden.

Namun saat sudah tiba di masa lalu, Shang Tsung ternyata malah menghidupkan Sindel - ratu dimensi Outworld - sehingga kini Outworld kembali terjerumus dalam perang saudara. Dengan memanfaatkan situasi kacau tersebut, Shang Tsung kemudian mengkhianati Sindel & mengklaim mahkota ajaib Kronika.

Pengkhianatan yang dilakukan oleh Shang Tsung akhirnya berhasil terendus oleh Liu Kang. Maka, ia pun pergi ke masa lalu untuk mengalahkan Shang Tsung & merebut mahkota Kronika dari Shang Tsung. Sesudah itu, Liu Kang menggunakan kekuatan dari mahkota Kronika untuk mengoperasikan Hourglass & membangun ulang alam semesta.



TENTANG GAME "MORTAL KOMBAT"

Mayoritas game MK adalah game bergenre pertarungan (fighting). Dalam genre tersebut, ada 2 karakter yang saling berhadapan. Masing-masing karakter memiliki gambar balok berisi poin kehidupan (HP) di bagian atas layar. Setiap kali salah satu karakter melancarkan serangan yang mengenai karakter lawan, maka HP milik karakter lawan akan berkurang. Salah satu karakter dinyatakan kalah jika HP karakter tersebut berhasil dihabisi lebih dulu oleh karakter lawannya.

Masing-masing karakter memiliki gaya bertarung & variasi serangan yang berbeda. Liu Kang contohnya, karakter tersebut ditampilkan memiliki gerakan yang lincah & bisa mengeluarkan serangan jarak jauh berupa bola api. Karakter Raiden di lain pihak memiliki serangan jarak jauh berupa kilatan petir & bisa menyerang sambil melayang di udara.

Di arena-arena pertarungan tertentu, pemain juga bisa mengalahkan karakter lawan tanpa harus menghabisi HP milik lawan dengan memakai kombinasi serangan biasa. Di arena yang bersetting di tepi jurang misalnya, pemain bisa menghabisi karakter lawannya dengan lebih cepat dengan cara mendorong lawan ke tepi jurang. Karakter lawan sesudah itu akan langsung tewas & kehilangan semua HP miliknya usai tertusuk duri di dasar jurang.

Cuplikan game MK yang menampilkan karakter Liu Kang & Goro.

Ciri khas utama dari game MK yang membuatnya mudah dikenali dari game fighting lainnya adalah adanya jurus khusus yang bernama "Fatality". Fatality adalah sebutan untuk jurus khusus yang bisa digunakan oleh karakter pemenang untuk mengalahkan karakter lawan di akhir permainan.

Saat HP suatu karakter sudah habis pada ronde terakhir permainan, maka karakter tersebut akan nampak berdiri dalam kondisi pusing / sempoyongan. Sesudah itu, tulisan "Finish Him" (jika karakter yang kalah berjenis kelamin pria) atau "Finish Her" (jika karakternya perempuan) akan muncul di layar permainan. Pada saat inilah, pemain yang sedang mengendalikan karakter pemenang bisa memasukkan kombinasi tombol khusus untuk melakukan Fatality.

Tidak seperti jurus biasa, Fatality tidak bisa dihindari atau dihentikan dengan cara apapun oleh karakter lawan. Saat Fatality dilakukan, karakter yang melakukan Fatality akan menyerang korbannya secara bertubi-tubi. Fatality memiliki efek yang berbeda-beda pada karakter korban, namun Fatality selalu mengakibatkan mayat korbannya berada dalam kondisi hancur atau terpotong-potong.

Sebagai contoh, karakter Sub-Zero akan melakukan Fatality dengan cara mencabut kepala & tulang punggung korbannya. Sementara karakter Goro akan melakukan Fatality dengan cara mencabut tangan & kaki musuhnya. Saat Fatality sudah selesai dilakukan, karakter yang melakukan Fatality akan dinobatkan sebagai pemenang, lalu tulisan "Fatality" akan muncul pada layar permainan.

Fatality menjadi alasan kenapa game MK pada awal-awal perilisannya sempat menimbulkan kehebohan di AS. Saat teknologi komputer sudah jauh meningkat, tingkat kesadisan yang ditunjukkan oleh Fatality juga nampak semakin nyata.

Hal tersebut lantas turut berdampak negatif pada kreator game MK sendiri. Pada tahun 2019, sejumlah pegawai NetherRealm Studios mengaku mengalami trauma & gangguan mental karena harus sering-sering menonton rekaman video sadis supaya bisa membuat adegan ekstrim serealistik mungkin.

Selain genre fighting, game MK juga ada yang mengusung genre petualangan (adventure). Dalam genre ini, pemain harus membawa karakternya melewati arena permainan hingga tiba di tempat tujuan dengan selamat. Di sepanjang perjalanan, pemain harus melewati aneka rintangan & bertarung melawan karakter-karakter musuh yang bermunculan.


Cuplikan dari game "Shaolin Monks", game MK yang bergenre petualangan. (gamespot.com)


TENTANG DUNIA DALAM GAME "MORTAL KOMBAT"

Alam Semesta & Peraturannya

Dunia / semesta yang menjadi setting MK terbagi menjadi beberapa dimensi. Tiga dari sekian banyak dimensi tersebut adalah Earthrealm (dimensi Bumi tempat tinggal manusia), Outworld (dimensi yang kondisinya menyerupai Bumi sebelum era modern), serta Netherrealm (dimensi menyerupai neraka tempat tinggal para monster & arwah penasaran). Orang yang menghuni suatu dimensi bisa pergi ke dimensi lainnya dengan memakai portal sihir khusus.

Semua dimensi dalam dunia MK berada di bawah penjagaan sosok-sosok dewa yang menyebut diri mereka sebagai Elder Gods (Dewa-Dewa Sesepuh). Elder Gods menerapkan peraturan yang cukup fleksibel terkait konflik antar dimensi.

Masing-masing dimensi diperbolehkan berperang & menginvasi dimensi lainnya. Namun jika suatu dimensi mencoba menyatukan dimensi lain lewat jalur perang, maka penguasa dimensi yang melakukan invasi bakal menerima hukuman dari Elder Gods.

Ada 2 cara yang bisa digunakan oleh suatu dimensi untuk menaklukkan dimensi lain supaya dimensinya sendiri bertambah besar. Cara pertama adalah dengan mengirimkan pendekar terbaiknya untuk mengikuti turnamen Mortal Kombat. Jika perwakilan dari suatu dimensi berhasil memenangkan turnamen 10 kali secara berturut-turut, maka dimensi yang diwakilinya berhak menaklukkan dimensi lain yang diinginkannya.

Dalam cara kedua, pihak yang ingin menaklukkan dimensi lain akan menginvasi dimensi tersebut & kemudian meleburnya dengan dimensinya sendiri. Tindakannya tersebut jelas akan mengundang kemarahan Elder Gods. Jadi supaya keinginannya menyatukan 2 dimensi secara paksa bisa terwujud, orang tersebut harus memiliki kekuatan yang amat besar supaya ia bisa mengalahkan Elder Gods.

Meskipun Elder Gods memiliki tugas menjaga keharmonisan antar dimensi, dalam praktiknya ada oknum Elder God yang tergoda oleh nafsu kekuasaan & kemudian malah mencoba menjadikan suatu dimensi sebagai dimensi kekuasaannya. Shinnok adalah salah satunya. Ia terlibat perang melawan Elder Gods lainnya karena mencoba menguasai Earthrealm, namun gagal sehingga Shinnok sesudah itu dibuang ke Netherrealm.


Earthrealm

Earthrealm pada dasarnya tidak berbeda dengan dunia yang kita huni sekarang ini. Dimensi ini dihuni oleh manusia yang sudah memiliki teknologi maju. Selain manusia biasa, Earthrealm juga dihuni oleh sejumlah manusia yang menguasai kemampuan sihir & teknik bela diri khusus. Karena Earthrealm memiliki teknologi yang maju & sumber daya alam yang melimpah, Earthrealm pun menjadi incaran pihak-pihak haus kekuasaan yang tinggal di dimensi lain.

Earthrealm dihuni oleh beberapa faksi / kelompok dengan tujuan & kepentingan yang berbeda-beda. Salah satu faksi tersebut adalah Special Forces (Pasukan Khusus). Tugas utama faksi ini adalah melindungi Bumi dari ancaman dimensi-dimensi lainnya. Faksi ini juga memiliki hubungan dekat dengan Raiden, dewa petir yang wujud duniawinya menyerupai pria yang memakai topi caping.

Suasana di markas Special Forces.

Faksi kedua adalah Shaolin yang beranggotakan para pendekar kung fu. Dari faksi inilah, Liu Kang & Kung Lao berasal. Jika para anggota Special Forces dilengkapi dengan senapan & perlengkapan canggih, maka para anggota Shaolin hanya bermodalkan keahlian bela diri tangan kosong. Faksi Shaolin memiliki hubungan dekat dengan Special Forces karena keduanya sama-sama memiliki tujuan melindungi Earthrealm dari ancaman dimensi lain.

Faksi ketiga adalah kelompok ninja Lin Kuei. Apa yang membedakan ninja Lin Kuei dengan ninja biasa adalah para anggota Lin Kuei memiliki kemampuan untuk mengendalikan elemen alam, misalnya es & asap. Untuk menyempurnakan kemampuan tersebut, pemimpin Lin Kuei sempat memerintahkan semua anggotanya untuk menjalani operasi supaya jiwa mereka dipindahkan ke dalam tubuh robot / cyborg.

Karena tidak semua anggota Lin Kuei menyetujui perintah tersebut, Lin Kuei pun terpecah ke dalam 2 kubu : kubu ninja biasa (dipimpin oleh Sub-Zero / Kuai Liang) & kubu ninja robot cyborg (dipimpin oleh Sektor & Frost). Jika Lin Kuei pimpinan Sub-Zero memiliki tujuan melindungi Earthrealm, maka Lin Kuei yang beranggotakan ninja cyborg tidak segan-segan bekerja sama dengan pihak-pihak di luar Earthrealm meskipun pihak tersebut memiliki tujuan yang buruk.

Pasukan ninja cyborg Lin Kuei. (ArtStation_HQ / pinterest.com)

Faksi keempat adalah faksi klan ninja Shirai Ryu. Faksi ini aslinya sudah punah, namun berhasil didirikan kembali setelah Hanzo Hasashi / Scorpion berhasil melepaskan diri dari belenggu sihir Netherrealm. Shirai Ryu pada awalnya merupakan musuh bebuyutan Lin Kuei. Namun sejak Sub-Zero naik menjadi pemimpin baru Lin Kuei, hubungan antara kedua kelompok tersebut mengalami perbaikan.

Faksi terakhir adalah Black Dragon yang beranggotakan para pembunuh bayaran & penjual senjata ilegal. Salah satu anggota Black Dragon yang paling terkenal adalah Kano, pria dengan mata kanan yang bisa menembakkan laser. Karena Black Dragon memiliki prinsip membela siapapun yang membayar jasa mereka, Black Dragon kerap bekerja sama dengan tokoh-tokoh dari luar Earthrealm supaya mereka bisa menaklukkan Earthrealm.


Outworld & Netherrealm

Outworld memiliki kondisi yang serupa dengan pemukiman manusia di Abad Pertengahan atau zaman kuno. Gaya berpakaian & teknologi yang ada di dimensi ini masih terkesan tradisional jika dibandingkan dengan Bumi di masa sekarang. Namun penduduk Outworld tidak terlalu memerlukan teknologi tinggi karena hampir semua penduduk Outworld memiliki kemampuan sihir tinggi & kerap terlibat perang 1 sama lain.

Ada beberapa suku & ras yang mendiami Outworld. Ras-ras tersebut di antaranya adalah ras Edenian (ras manusia yang kaum wanitanya mahir bertarung), Shokan (ras manusia bertangan 4), Zaterran (ras manusia kadal), Tarkatan (ras manusia bergigi tajam yang bersenjatakan pisau tulang), Osh-Tekk (ras manusia yang sumber kekuatannya berasal dari darah & cahaya matahari), serta masih banyak lagi.

Amat beragamnya ras yang mendiami Outworld tidak lepas dari fakta bahwa dimensi ini aslinya merupakan gabungan dari dimensi-dimensi lain yang berhasil ditaklukkan oleh Shao Kahn, pemimpin Outworld yang memiliki sifat ambisius & gila perang. Shao Kahn juga memiliki sifat haus darah karena ia tidak segan-segan membunuh & mengorbankan anak buahnya sendiri demi memuaskan ambisi pribadinya.

Dimensi Netherrealm. (mortalkombat.fandom.com)

Netherrealm adalah dimensi yang lingkungannya nampak seperti padang tandus yang penuh dengan sungai & kawah gunung berapi. Di dimensi inilah, jiwa orang-orang yang sudah meninggal bakal bangkit kembali sebagai hantu (Revenant). Netherrealm juga dihuni oleh monster-monster yang wujudnya menyerupai iblis & kepribadiannya menyerupai hewan buas.

Oleh Elder Gods, Netherrealm digunakan sebagai tempat untuk mengasingkan orang-orang yang sudah melanggar peraturan mereka. Shinnok misalnya, Elder God tersebut dibuang ke Netherrealm setelah terlibat perselisihan dengan Elder Gods lainnya.

Namun seiring dengan semakin lamanya Shinnok terkurung di Netherrealm, ia sesudah itu malah menjadi penguasa baru dimensi tersebut. Shinnok lantas menjadikan Netherrealm sebagai markasnya untuk melancarkan invasi ke dimensi lain.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Fulton, W.. 2015. "How Mortal Kombat’s gruesome fatalities led to video-game ratings".
(www.digitaltrends.com/gaming/how-mortal-kombats-gruesome-fatalities-led-to-video-game-ratings/)

Graft, K..2009. "Analysis: Midway's Tragic Soap Opera".
(www.gamedeveloper.com/pc/analysis-midway-s-tragic-soap-opera)

IMDb. "Mortal Kombat (2021) - Full Cast & Crew".
(www.imdb.com/title/tt0293429/fullcredits/?ref_=tt_ov_st_sm)

Myers, Q.. 2020. "An Oral History of 'Mortal Kombat'".
(melmagazine.com/en-us/story/an-oral-history-of-mortal-kombat)

Rivera, J.. 2019. "'I'd Have These Extremely Graphic Dreams': What It's Like To Work On Ultra-Violent Games Like Mortal Kombat 11".
(kotaku.com/id-have-these-extremely-graphic-dreams-what-its-like-t-1834611691)

Shea, B.. 2019. "The Brutal History Of Mortal Kombat’s Fatalities".
(www.gameinformer.com/b/features/archive/2015/07/21/the-brutal-history-of-mortal-kombat-fatalities.aspx)

Vazquez, S.. 2016. "The Early Names For Mortal Kombat Were As Cheesy As You'd Expect".
(www.gameinformer.com/b/news/archive/2016/12/01/the-early-names-for-mortal-kombat-were-as-cheesy-youd-expect.aspx)

Wikipedia. "Category: Mortal Kombat games".
(en.wikipedia.org/w/index.php?title=Category:Mortal_Kombat_games&oldid=990384180)

Game-game "Mortal Kombat" buatan Midway Games & NetherRealm Studios.

 






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.