Cumi-Cumi Vampir, Penghuni Kegelapan yang Dilindungi Cahaya



Seekor cumi-cumi vampir. (kqed.org)

Cumi-cumi vampir (vampire squid; Vampyroteuthis infernalis) adalah sejenis hewan laut yang wujudnya seperti hasil persilangan antara cumi-cumi & gurita. Seperti cumi-cumi, cumi-cumi vampir memiliki sepasang sirip di ekornya. Namun seperti halnya gurita, cumi-cumi vampir memiliki tubuh yang bentuknya cenderung membulat & lengan berjumlah 8 yang tidak dilengkapi dengan tentakel panjang.

Karena keunikan fisiknya tersebut, ilmuwan pada awalnya merasa kebingungan saat harus menentukan posisi cumi-cumi vampir dalam penggolongan / klasifikasi ilmiah. Saat pertama kali diidentifikasi oleh ilmuwan pada tahun 1903, cumi-cumi vampir pada awalnya digolongkan sebagai sejenis gurita. Namun sekarang, cumi-cumi vampir ditempatkan dalam ordo tersendiri yang terpisah dari ordo cumi-cumi maupun gurita : ordo Vampyromorphida.

Cumi-cumi vampir memiliki 8 buah lengan yang saling terhubung oleh semacam membran atau lembaran daging. Dikombinasikan dengan tubuhnya yang berwarna gelap & matanya yang nampak berwarna merah (atau biru, bergantung dari cahaya yang meneranginya), cumi-cumi vampir pun nampak seperti monster vampir berjubah dengan mata yang merah menyala. Oleh karena itulah, hewan yang bersangkutan pun diberi nama "vampir".

Cumi-cumi vampir juga memiliki sepasang filamen, anggota badan yang bentuknya panjang menyerupai benang. Seperti halnya tentakel pada cumi-cumi & sotong, cumi-cumi vampir bisa menarik masuk filamennya ke dalam lengannya. Filamen tersebut memiliki fungsi layaknya antena pada serangga, yaitu sebagai organ sensor untuk merasakan kondisi di sekelilingnya. Panjang filamen cumi-cumi vampir bisa melebihi panjang tubuhnya sendiri.

Cumi-cumi vampir dengan filamen yang terlihat. (calacademy.org)

Walaupun namanya terkesan menyeramkan, cumi-cumi vampir sama sekali tidak berbahaya bagi manusia. Cumi-cumi vampir hanya ditemukan di laut dengan kedalaman 300 hingga 3.000 meter. Di kedalaman tersebut, cahaya matahari sudah tidak bisa tembus. Sebagai akibatnya, habitat tempat tinggal cumi-cumi vampir pun selalu dipenuhi kegelapan & memiliki suhu yang amat dingin (2 - 6 derajat Celcius).



PENGHUNI KEGELAPAN YANG BERTUBUH GELAP

Cumi-cumi vampir memiliki kulit berwarna kombinasi hitam, cokelat & merah. Layaknya cumi-cumi biasa, cumi-cumi vampir juga memiliki sel pigmen kromatofor pada kulitnya. Namun tidak seperti cumi-cumi biasa, cumi-cumi vampir tidak memiliki otot untuk mengubah warna sel kromatofor, sehingga cumi-cumi vampir pun tidak bisa mengubah warna kulitnya. Namun hal tersebut bukanlah masalah karena kemampuan mengubah warna kulit bukanlah kemampuan yang diperlukan di laut dalam yang gelap.

Tidak seperti namanya, cumi-cumi vampir bukanlah hewan penghisap darah. Cumi-cumi vampir adalah hewan pemakan daging (karnivora) yang makanannya terdiri dari ubur-ubur, udang, & kopepod (sejenis zooplankton dengan antena yang panjang). Saat berburu, cumi-cumi vampir akan mengeluarkan filamennya. Saat filamen tersebut mendeteksi keberadaan mangsa, cumi-cumi vampir akan langsung berenang ke arah mangsanya.

Cumi-cumi vampir juga bisa memikat mangsanya dengan cara menyalakan organ bercahaya di ujung lengan & pangkal sirip ekornya. Karena mengira kalau cahaya tersebut berasal dari plankton makanannya, hewan mangsa cumi-cumi vampir akan langsung pergi menuju sumber cahaya - tanpa tahu kalau cumi-cumi vampir sudah menunggu untuk menyergapnya.

Karena makanan sulit didapat di laut dalam, cumi-cumi vampir harus pandai-pandai menghemat tenaganya. Untuk mengakalinya, cumi-cumi vampir pun memiliki metabolisme tubuh yang amat lambat sehingga ia bisa hidup selama berhari-hari tanpa makan. Cumi-cumi vampir juga amat jarang menggerakkan ototnya untuk berenang & lebih banyak melayang lambat di lautan. Namun jika terpaksa, cumi-cumi vampir juga bisa berenang cepat dengan cara mengibaskan sirip ekornya.


Gambar ilustrasi cumi-cumi vampir saat menyalakan organ cahaya di ujung lengan & ekornya.


METODE PERTAHANAN & REPRODUKSI

Meskipun cumi-cumi vampir tinggal di laut dalam yang gelap & dingin, ternyata tetap ada hewan yang memakan cumi-cumi ini. Hewan-hewan seperti anjing laut, paus, & ikan besar diketahui memangsa cumi-cumi vampir. Ilmuwan bisa tahu kalau hewan-hewan tadi memangsa cumi-cumi vampir karena saat perut mereka dibedah, terdapat serpihan bangkai cumi-cumi vampir di dalam perut mereka.

Sebagai bentuk pertahanan diri yang paling dasar, cumi-cumi vampir memanfaatkan kondisi sekitarnya yang gelap supaya lebih sulit ditemukan oleh pemangsa. Namun jika ada hewan pemangsa yang mendatangi cumi-cumi vampir karena melihat cahaya yang dipancarkannya, cumi-cumi vampir bisa mematikan organ cahayanya sejenak & kemudian menyalakannya kembali supaya musuh yang hendak mengejarnya merasa kebingungan.

Cumi-cumi vampir tidak memiliki kantong tinta, namun ia bisa menyemburkan partikel-partikel bercahaya untuk melindungi diri. Cahaya tersebut bisa tetap menyala hingga lebih dari 9 menit kemudian. Saat musuhnya merasa kaget karena lingkungan sekitarnya tiba-tiba penuh dengan kabut bercahaya, cumi-cumi vampir bakal memanfaatkan momen tersebut untuk melarikan diri dengan cara berenang secara zig-zag.

Teknik pertahanan cumi-cumi vampir tadi bisa dibilang sebagai versi kebalikan dari tinta hitam yang disemburkan oleh cumi-cumi & gurita di laut dangkal. Selain menggunakan cahaya, cumi-cumi vampir juga bisa melindungi diri dengan cara menyelimuti tubuhnya sendiri memakai lengan & membrannya. Dengan begini, bagian kepala cumi-cumi vampir menjadi lebih terlindung & lebih sulit diserang oleh pemangsa.

Cumi-cumi vampir yang sedang menyelimuti dirinya sendiri memakai lengannya.

Masih belum banyak yang diketahui oleh ilmuwan mengenai siklus hidup & perilaku berkembang biak cumi-cumi vampir. Habitatnya yang berada jauh di bawah laut menjadi penyebab utamanya. Kalau melihat perilaku berkembang biak pada cumi-cumi biasa, ilmuwan menduga kalau cumi-cumi vampir memiliki perilaku berkembang biak yang tidak jauh berbeda. Saat waktunya kawin tiba, cumi-cumi vampir jantan & betina akan melepaskan sel sperma & telurnya ke laut lepas.

Saat sel telur & sperma tadi saling bertabrakan, terjadilah pembuahan. Sel telur hasil pembuahan kemudian berkembang menjadi embrio & bayi cumi-cumi. Bayi cumi-cumi memiliki sepasang sirip di dekat matanya. Namun saat ukurannya bertambah, sirip tadi secara berangsur-angsur akan menghilang & digantikan oleh sepasang sirip baru di ekornya. Cumi-cumi vampir bisa tumbuh hingga sepanjang 28 cm. Cumi-cumi betina ukurannya lebih besar dibandingkan pejantan.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI

Kingdom : Animalia
Filum : Mollusca
Kelas : Cephalopoda
Ordo : Vampyromorphida
Famili : Vampyroteuthidae
Genus : Vampyroteuthis
Spesies : Vampyroteuthis infernalis



REFERENSI

Knight, J.D.. "Vampire Squid".
(www.seasky.org/deep-sea/vampire-squid.html)

Johnson, B.. 2000. "Vampyroteuthis infernalis".
(animaldiversity.org/accounts/Vampyroteuthis_infernalis/)

MarineBio. 'Vampire Squid".
(www.marinebio.org/species/vampire-squid/vampyroteuthis-infernalis/)

  






COBA JUGA HINGGAP KE SINI...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.