USS Akron, Kapal Induk Terbang yang Tidak Berumur Panjang



Kapal USS Akron. (nj.com)

Kapal induk / kapal pengangkut pesawat (aircraft carrier) adalah sebutan untuk kapal laut raksasa yang bisa digunakan untuk mengangkut & meluncurkan pesawat. Selain kapal induk yang mengapung di atas laut, ternyata manusia di masa lampau juga pernah menciptakan kapal induk yang bisa terbang. USS Akron adalah nama dari kapal induk terbang tersebut.

USS Akron atau lengkapnya United States Ship Akron (Kapal Amerika Serikat Akron) adalah kapal udara / zeppelin yang dibekali dengan kemampuan mengangkut sejumlah pesawat kecil. Kapal udara ini merupakan salah satu kapal udara terbesar yang pernah diciptakan oleh manusia. Pasalnya USS Akron memiliki panjang mencapai 239 meter. Sebagai perbandingan, pesawat Boeing 747 panjangnya hanya sekitar 71 meter.

Meskipun terlihat megah, USS Akron tidak memiliki riwayat yang panjang. Pasalnya kapal udara ini baru mulai dioperasikan oleh militer AS pada tahun 1931 sebelum kemudian tenggelam pada tahun 1933 akibat cuaca buruk. Sekarang, USS Akron dikenang sebagai salah satu kapal induk terbang pertama yang pernah dibuat, sekaligus contoh mengenai ambisi manusia dalam melebarkan jangkauannya sejauh mungkin di langit.



SEKILAS TENTANG KAPAL UDARA

Sebelum kita membahas soal USS Akron, ada baiknya kita membahas sejenak soal kapal udara terlebih dahulu. Kapal udara (airship) adalah sebutan untuk kapal terbang yang konsep terbangnya menyerupai balon udara. Kapal udara bisa terbang karena di atasnya terdapat kantong berisi gas yang massa jenisnya lebih ringan dari udara sekitarnya, misalnya gas hidrogen & helium. Di bawah kantong gas tadi, terdapat kotak kecil bernama gondola yang berisi ruang kemudi & penumpang.

Apa yang membedakan kapal udara dengan balon udara adalah bagian atas kapal udara biasanya dilindungi dengan lapisan tebal supaya kantong gas / balon yang ada di dalamnya menjadi lebih terlindung.

Struktur pelindung tersebut bentuknya nampak lonjong & memanjang layaknya peluru atau sosis supaya bisa menembus aliran udara dengan lebih mudah. Kapal udara juga dilengkapi dengan baling-baling & sirip ekor supaya bisa bergerak tanpa harus bergantung pada arah angin.

Kapal udara disebut sebagai kapal karena pengoperasian kapal udara memang lebih mirip dengan kapal laut ketimbang pesawat. Jika pesawat bisa diterbangkan oleh 1 atau 2 orang saja, maka kapal udara harus diterbangkan oleh beberapa orang awak yang berperan sebagai pengemudi, kapten kapal, teknisi, & lain-lain. Kemudian seperti halnya kapal laut, kapal udara juga dilengkapi dengan tali untuk menambatkan kapal pada tiang khusus saat kapalnya sedang berlabuh.

Kapal udara bisa dibagi ke dalam 3 macam berdasarkan struktur yang menyelubungi balon / kantong gasnya : kapal udara kaku (rigid), kapal udara setengah kaku (semi-rigid), & kapal udara lentur (nonrigid). Kapal udara kaku memiliki struktur pelindung kantong gas yang terbuat dari kerangka & lapisan logam di bagian atasnya.

Ilustrasi struktur bagian dalam kapal udara.

Kapal udara kaku juga dikenal dengan nama "zeppelin" karena perusahaan yang mempopulerkan penggunaan kapal udara kaku di awal abad ke-20 adalah Luftschiffbau Zeppelin, perusahaan asal Jerman yang didirikan oleh Ferdinand von Zeppelin. Karena kapal udara kaku menggunakan material-material yang bobotnya berat, kapal udara kaku pun umumnya memiliki ukuran yang amat besar & kantong gas berjumlah banyak supaya bisa melayang.

Kapal udara lentur / blimp tidak dilengkapi dengan kerangka yang kaku, namun memiliki sepasang kantong gas yang berukuran lebih kecil (ballonet) di dalam kantong gas utamanya. Karena tidak memiliki kerangka yang kaku, bagian atas blimp bisa dikempiskan jika sedang tidak ingin dioperasikan. Kapal udara setengah kaku merupakan kapal udara yang bagian struktur bawahnya menggunakan kerangka kaku, namun struktur atasnya tidak menggunakan kerangka.



LATAR BELAKANG PENCIPTAAN USS AKRON

Pada awal-awal abad ke-20, pesawat masih dianggap kalah canggih jika dibandingkan dengan zeppelin / kapal udara kaku. Pasalnya zeppelin bisa terbang lebih tinggi dibandingkan pesawat-pesawat pada masa itu. Zeppelin juga bisa mengangkut muatan & penumpang yang jauh lebih banyak dibandingkan pesawat.

Jerman merupakan negara yang mempopulerkan penggunaan zeppelin. Pada masa Perang Dunia I, Jerman pernah menggunakan zeppelin untuk menjatuhkan bom di wilayah Inggris, Perancis, & Belgia. Zeppelin juga bisa terbang begitu lama di udara tanpa harus sering-sering mengisi bahan bakar. Kemampuan zeppelin tersebut lantas menyebabkan raksasa terbang ini cocok digunakan untuk mengintai musuh dari udara.

Kombinasi dari hal-hal tadi lantas menyebabkan militer AS merasa tertarik untuk memiliki zeppelinnya sendiri. Pada tahun 1926, parlemen AS menyetujui usulan Proyek 5 Tahun yang diajukan oleh Badan Aeronautika AS. Berdasarkan proyek tersebut, AS akan membangun 2 zeppelin raksasa untuk memperkuat kemampuan militernya di sektor penerbangan. Kedua zeppelin tersebut adalah USS Akron / ZRS-4 serta USS Makon / ZRS-5.

Kerangka USS Akron. (Quistnix / commons.wikimedia.org)

USS Akron menjadi zeppelin yang dibangun lebih dulu. Pada tanggal 16 Oktober 1928, militer AS menandatangani kontrak dengan Goodyear-Zeppelin Corporation (GYC) supaya GYC membuatkan zeppelin pesanan militer AS. GYC adalah proyek gabungan antara perusahaan Goodyear (AS) & Luftschiffbau Zeppelin (Jerman).

Goodyear merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan karet & sebelum ini pernah membuat blimp untuk keperluan iklam. Sementara Zeppelin merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman dalam bidang pembuatan kapal udara kaku / zeppelin. Rekam jejak mereka yang begitu meyakinkan menyebabkan militer AS tidak ragu untuk mempercayakan pembuatan USS Akron kepada mereka.

USS Akron rencananya bakal memiliki panjang total mencapai 239 meter. Ukurannya tersebut sekaligus menjadikan USS Akron sebagai zeppelin terbesar di dunia. Namun USS Akron tidak menyandang rekor tersebut dalam waktu yang lama karena beberapa tahun kemudian, muncul zeppelin bernama Hindenburg yang panjangnya mencapai 245 meter.

Karena tidak ada hanggar yang cukup besar untuk menunjang pembangunan USS Akron, hanggar baru pun kemudian dibangun secara khusus di kota Akron, negara bagian Ohio. Proses pembangunan USS Akron dimulai pada bulan November 1929. Upacara peresmian untuk menyambut selesainya pembuatan USS Akron digelar pada tanggal 8 Agustus 1931. Tanggal 23 September, raksasa udara ini akhirnya melakukan penerbangan perdananya.



PERLENGAKAPAN USS AKRON

Tidak seperti zeppelin pada umumnya, USS Akron menggunakan gas helium alih-alih hidrogen untuk mengisi kantong-kantong gasnya. Selain karena AS memiliki persediaan helium yang melimpah, penyebab lain mengapa USS Akron menggunakan helium adalah karena gas ini memiliki resiko penggunaan yang lebih rendah. Pasalnya kendati hidrogen memiliki harga yang lebih murah & massa jenis yang lebih ringan dibandingkan helium, hidrogen merupakan gas yang amat mudah terbakar jika terkena api.

USS Akron pada awalnya dibuat bukan sebagai kapal induk terbang, melainkan sebagai kapal terbang pengintai biasa. Oleh karena itulah, pada awalnya USS Akron dilengkapi dengan keranjang mata-mata (spy basket). Keranjang mata-mata adalah semacam bilik kecil berbentuk lonjong yang hanya muat ditempati oleh 1 orang.

Ilustrasi keranjang mata-mata dengan zeppelin di atasnya. (84user / commons.wikimedia.org)

Saat hendak menggunakan keranjang mata-mata, zeppelin akan mengambil posisi di atas awan terlebih dahulu. Sesudah itu, keranjang mata-mata akan diturunkan sambil tetap terhubung dengan zeppelin pemiliknya lewat kabel.

Orang yang ada di dalam keranjang mata-mata kemudian akan mengintai kondisi di bawahnya & melaporkannya ke zeppelin memakai perangkat telepon khusus. Dengan cara ini, zeppelin bisa melakukan pengintaian ke bawah sambil menyembunyikan keberadaannya sendiri.

Taktik keranjang mata-mata pernah digunakan oleh militer Jerman saat hendak melakukan pemboman ke kota Calais, Perancis. Namun saat militer AS mencoba menggunakan taktik serupa untuk USS Akron, masalah langsung timbul. Keranjang mata-mata tersebut kerap bergoyang-goyang sendiri setiap kali kabelnya terkena angin. Karena dianggap terlalu berbahaya, keranjang mata-mata pun tidak pernah digunakan lagi pada USS Akron.

Supaya USS Akron tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai kendaraan pengintai, muncul ide untuk mengubah USS Akron menjadi versi terbang dari kapal induk. Aktivitas pengintaian nantinya bisa dilakukan memakai pesawat kecil yang dibawa oleh USS Akron. Kemudian jika pesawat musuh mencoba menembak jatuh USS Akron, kapal udara tersebut tinggal mengerahkan pesawat miliknya untuk mencegat pesawat musuh yang mendekat.

Untuk keperluan tersebut, USS Akron pun dilengkapi dengan gantungan logam di bagian bawahnya supaya bisa digunakan oleh pesawat untuk menambatkan diri. USS Akron memiliki 5 gantungan logam karena zeppelin ini didesain untuk mengangkut maksimal 5 pesawat kecil. Jika pesawat yang diangkutnya sedang tidak ingin diterbangkan, USS Akron bisa menarik masuk gantungan & pesawatnya ke dalam ruangan hanggar yang ada dalam tubuh USS Akron.

Pesawat yang bisa diangkut oleh USS Akron adalah F9C Sparrowhawk, pesawat baling-baling yang dilengkapi dengan kait di bagian atasnya supaya bisa menambatkan diri pada kait milik USS Akron. Pilot F9C juga sudah menerima pelatihan khusus supaya mereka bisa lepas landas & menyangkutkan pesawat mereka pada kait USS Akron dengan selamat.


Pesawat F9C yang sedang "hinggap" di bawah USS Akron. (airships.net)

Pesawat F9C yang sedang terbang. Perhatikan kait di atas sayapnya. (JustSomePics / wikipedia.org)


RIWAYAT USS AKRON

USS Akron melakukan penerbangan perdananya pada tanggal 23 September 1931 di sekitar Cleveland, Ohio. Sesudah itu, USS Akron beberapa kali melakukan penerbangan tanpa kendala berarti. Tanggal 9 Januari 1932 contohnya, USS Akron diminta pergi ke tengah-tengah Samudera Atlantik untuk menemukan armada kapal militer AS yang sedang menuju Teluk Guantanamo, Kuba. Kendati pada awalnya terganggu oleh cuaca buruk, USS Akron akhirnya berhasil menemukan armada yang dimaksud pada tanggal 11 Januari.

Tanggal 22 Februari, USS Akron rencananya bakal terbang sambil mengangkut sejumlah anggota parlemen. Momen ini sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai cara untuk menunjukkan kehebatan USS Akron di hadapan para politikus & wakil pemerintahan. Namun takdir ternyata berkehendak lain. USS Akron mengalami kecelakaan yang merusak sirip bawahnya. Akibatnya, kapal udara tersebut sempat tidak bisa mengudara hingga 2 bulan kemudian.

Tidak lama setelah USS Akron selesai diperbaiki, USS Akron melakukan uji coba memakai keranjang mata-mata. Namun karena uji coba tersebut dianggap gagal, wacana untuk melengkapi USS Akron dengan keranjang mata-mata tidak dilanjutkan. Sebagai gantinya, sejak tanggal 3 Mei USS Akron dilengkapi dengan armada pesawat kecil supaya bisa difungsikan sebagai kapal induk terbang.

Bulan Mei hingga Juni 1932, USS Akron melakukan penerbangan dari pantai timur AS (negara bagian New Jersey) menuju pantai barat AS (California). Meskipun penerbangan tersebut berjalan lancar, penerbangan tersebut juga diwarnai dengan peristiwaa naas yang merenggut korban jiwa. Pada tanggal 11 Mei, saat USS Akron sedang transit di Camp Kearny, California, sebanyak 3 orang awak di darat tanpa sengaja tersangkut pada tali tambatan USS Akron.

Saat USS Akron akhirnya terbang, ketiga orang tersebut juga ikut terbawa oleh tali kapal. Satu di antara mereka selamat, namun harus menderita patah tangan akibat terjatuh dari ketinggian 4 meter. Dua orang lainnya tewas akibat terjatuh dari ketinggian yang lebih tinggi. Insiden ini sempat menarik perhatian masyarakat AS dari seluruh penjuru negeri karena terekam dalam kamera video & kemudian ditayangkan di televisi.

Cuplikan dari insiden ketika sejumlah awak tersangkut pada tali tambatan USS Akron. (framepool.com)

Lepas dari insiden tersebut, USS Akron tetap menjalankan fungsinya sebagai kapal pengintai sekaligus kapal induk terbang. Raksasa udara ini bahkan sempat melakukan penerbangan jauh hingga ke Kuba & Terusan Panama.

Hingga kemudian pada tanggal 3 April 1933, USS Akron melakukan penerbangan menuju New England, AS timur laut. Tanpa ada yang tahu kalau penerbangan tersebut bakal menjadi penerbangan terakhir bagi USS Akron.

Tanggal 4 April, USS Akron diterpa cuaca buruk & angin kencang di lepas pantai New Jersey. Akibatnya, USS Akron semakin lama terbang semakin rendah hingga berada tepat di atas permukaan laut. Saat USS Akron mencoba menambah ketinggiannya dengan cara mendongakkan bagian moncong / haluannya ke atas, bagian ekor USS Akron tanpa sengaja malah menghantam permukaan laut.

Bak semut yang terporosok ke dalam sarang undur-undur, ombak tinggi yang ditimbulkan oleh cuaca buruk langsung menarik masuk USS Akron ke dalam laut. Akibatnya, kapal udara tersebut lenyap ditelan oleh ganasnya lautan.

Dari 76 orang yang sedang menaiki USS Akron, hanya 3 di antara mereka yang berhasil selamat. Peristiwa tenggelamnya USS Akron sekaligus menjadi peristiwa kecelakaan kapal udara yang paling banyak merenggut korban jiwa.



SESUDAH HANCURNYA USS AKRON

USS Akron bukanlah zeppelin merangkap kapal induk terbang terakhir yang dioperasikan oleh militer AS. Tanggal 21 April atau hanya beberapa hari sesudah tenggelamnya USS Akron, USS Macon mulai dioperasikan oleh militer AS. USS Macon bisa dibilang sebagai kembaran USS Akron karena zeppelin tersebut memiliki desain yang sangat mirip dengan USS Akron.

Nasib USS Macon pada akhirnya tidak berbeda jauh dari USS Akron. Pada tanggal 12 Februari 1935, USS Macon tenggelam di lepas pantai California, AS barat, akibat terpaan cuaca buruk. Dari total 83 orang yang sedang diangkut oleh 82 USS Macon, sebanyak 80 di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup-hidup.

USS Macon yang sedang terbang sambil didampingi 2 pesawat kecil. (airships.net)

Tingginya korban selamat dari insiden yang menimpa USS Macon tidak lepas dari fakta bahwa sesudah tragedi yang menimpa USS Akron, USS Macon dilengkapi dengan pelampung & rakit. Dampaknya, ketika USS Macon mengalami kecelakaan serupa, para awaknya memiliki peluang yang jauh lebih tinggi untuk bertahan hidup sambil menunggu datangnya tim penyelamat.

Tenggelamnya USS Akron & Macon menandai berakhirnya riwayat penggunaan zeppelin sebagai kapal induk terbang oleh militer AS. Namun penggunaan kapal udara sendiri tidak benar-benar ditinggalkan oleh militer AS. Semasa berlangsungnya Perang Dunia II, AS mengerahkan sejumlah blimp untuk melindungi kapal-kapal laut mereka dari ancaman kapal selam Jerman (U-boat).  -  © Rep. Eusosialis Tawon



REFERENSI

Cressman, R.J.. 2017. "Akron (ZRS-4)".
(www.history.navy.mil/research/histories/ship-histories/danfs/a/akron.html)

Department of Aerospace Engineering. "Airships".
(www.aero.iitb.ac.in/home/)

Grossman, D.. "U.S.S. Akron (ZRS-4) and U.S.S. Macon (ZRS-5)".
(www.airships.net/us-navy-rigid-airships/uss-akron-macon/)

Grossman, D.. "Worst Airship Disaster in History".
(www.airships.net/blog/worst-airship-disaster-history-uss-akron/)

McGrogan, D.. "USS Akron (ZRS-4)".
(www.navsource.org/archives/02/99/029904.htm)

Nye, L.. 2019. "That time the Goodyear blimb hunted Nazi subs".
(www.wearethemighty.com/mighty-history/wwii-submarine-hunting-blimps/)

Patowary, K.. 2019. " The Zeppelin Spy Basket".
(www.amusingplanet.com/2019/11/the-zeppelin-spy-basket.html)

 





ARTIKEL TERKAIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.