Laron, Serangga Terbang Pendiri Kerajaan Rayap



Laron yang sedang merentangkan sayapnya. (griffinpest.com)

Laron. Itulah nama dari serangga yang kian sering terlihat di tengah musim hujan seperti sekarang. Laron sendiri aslinya adalah sejenis rayap yang bisa terbang. Oleh karena itulah, laron dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama "flying termite" (rayap terbang) serta "alate". Laron sendiri baru nampak beterbangan dalam jumlah besar saat sudah waktunya bagi mereka untuk berkembang biak.

Laron / kelekatu dapat dibedakan dari serangga bersayap lainnya dengan melihat kepalanya yang bulat, tubuhnya yang ramping, antenanya yang panjang, & abdomennya yang beruas-ruas. Laron memiliki 4 buah sayap transparan & panjang di punggungnya. Saat sedang tidak terbang, sayap tersebut nampak tumpang tindih di atas tubuhnya.

Rayap seperti yang kita tahu merupakan serangga sosial yang terdiri dari beragam kasta. Kasta-kasta tersebut adalah kasta rayap pekerja, prajurit, ratu, raja, & rayap bersayap (laron). Dari sekian banyak kasta tersebut, hanya kasta ratu, raja, & laron yang memiliki kemampuan untuk berkembang biak.

Rayap mengalami metamorfosis tidak sempurna yang berarti rayap hanya menjalani 3 fase dalam siklus hidupnya : fase telur, nimfa, & rayap dewasa. Hanya rayap ratu yang bisa menghasilkan telur, sementara tugas rayap raja adalah mengawini ratu supaya ratu bisa tetap menghasilkan telur. Seekor rayap ratu bisa menghasilkan 36.000 butir telur setiap harinya.

Siklus hidup rayap.

Telur tersebut selanjutnya akan menetas menjadi nimfa yang kepala & sekujur tubuhnya berwarna putih. Nimfa tersebut selanjutnya bakal tumbuh menjadi rayap pekerja, prajurit, atau laron. Jika nimfa tumbuh menjadi laron, maka nimfa tersebut akan mulai menumbuhkan sayap kecil di punggungnya.

Saat nimfa sudah menjadi laron dewasa, sayap tersebut bakal berukuran lebih panjang dibandingkan tubuhnya. Nimfa laron & laron dewasa biasanya tinggal di dekat permukaan tanah supaya ia lebih mudah keluar meninggalkan sarang saat sudah waktunya untuk berkembang biak. Jumlah laron yang menghuni suatu sarang bisa mencapai ribuan ekor.



KELUAR UNTUK KAWIN

Berdasarkan jenis kelaminnya, laron bisa dibedakan menjadi laron jantan & betina. Supaya sayapnya tidak sampai rusak, laron tidak pernah melakukan pekerjaan apa pun di dalam sarang. Untuk urusan makan, laron-laron yang ada di dalam sarang akan diberi makan oleh rayap pekerja. Saat musim kawin sudah tiba, barulah laron pergi meninggalkan sarang untuk terbang & berkembang biak.

Musim kawin rayap umumnya terjadi setahun sekali. Bergantung dari spesiesnya, rayap yang hidup di wilayah 4 musim memiliki periode musim kawin yang berbeda satu sama lain. Sebagai contoh, musim kawin rayap kayu biasanya terjadi pada musim panas & awal musim gugur. Sementara rayap tanah memiliki musim kawin yang berlangsung pada musim semi.

Meskipun memiliki waktu musim kawin yang berbeda-beda, semua spesies rayap memiliki kemiripan dalam hal perilaku kawin. Laron biasanya baru akan pergi meninggalkan sarang sesudah hujan turun & saat matahari sedang tidak bersinar. Pasalnya dalam periode tersebut, tanah sedang berada dalam kondisi lunak sehingga menjadi lebih mudah untuk digali.

Laron saat berada di luar sarangnya. (Scott Threkeld / nola.com)

Saat momen untuk melakukan perkawinan massal sudah tiba, rayap pekerja akan membuat lubang di atas tanah atau kayu. Sesudah itu, laron-laron akan berkeriapan keluar dari lubang tadi untuk terbang. Jumlah laron yang terbang selama periode kawin bisa mencapai ribuan ekor.

Meskipun memiliki sayap yang besar, laron adalah penerbang yang buruk. Mereka tidak bisa terbang cepat & tidak bisa terbang terlalu jauh. Sebagai akibatnya, jangkauan persebaran laron dari sarang asalnya biasanya hanya sekitar 100 meter.

Laron kerap terlihat beterbangan di sekitar lampu. Penyebab laron mengerubungi lampu aslinya bukan karena laron tertarik pada cahaya, namun karena laron mengandalkan cahaya sebagai panduannya untuk mencari arah saat terbang.

Normalnya, laron mengandalkan cahaya benda langit sebagai panduannya. Karena cahaya lampu biasanya nampak lebih terang dibandingkan cahaya benda langit, laron pun menjadikan cahaya lampu sebagai panduannya sehingga laron tersebut nampak beterbangan mengitari lampu.

Laron yang sudah berada di luar sarangnya bakal menjadi sasaran empuk hewan-hewan pemakan serangga. Entah itu semut, burung, cicak, laba-laba, & masih banyak lagi. Itulah sebabnya laron memiliki kebiasaan melakukan penerbangan dalam jumlah amat banyak. Jadi sebanyak apapun laron yang berhasil dimangsa oleh hewan-hewan predator, akan tetap ada sebagian kecil laron yang berhasil melakukan perkawinan dengan selamat.



BERUBAH MENJADI RAJA & RATU RAYAP

Saat laron berhasil menemukan lawan jenisnya, kedua laron tersebut akan mendarat di atas tanah & menanggalkan sayapnya. Laron betina yang kini sudah tidak bersayap kemudian akan berjalan menyusuri tanah atau kayu untuk mencari tempat yang cocok sebagai sarang barunya. Sementara laron jantan akan menempelkan kepalanya pada ujung abdomen betina sambil berjalan mengikuti betina.

Laron betina & jantan yang sudah menanggalkan sayapnya. (bugeric.blogspot.com)

Jika betina berhasil menemukan lokasi yang cocok sebagai sarang barunya, laron jantan & betina kemudian akan membuat sarang baru di lokasi tersebut. Di dalamnya, laron jantan & betina akan melakukan perkawinan. Laron jantan sesudah itu akan menjadi rayap raja, sementara laron betina akan menjadi rayap ratu yang tugasnya menghasilkan telur.

Sekitar 2 - 5 tahun sejak melakukan perkawinan & mendirikan koloni, terjadi perubahan pada fisik rayap ratu. Ukuran abdomennya menjadi amat besar & jumlah telur yang dihasilkannya semakin banyak. Rayap raja juga mengalami pertambahan ukuran abdomen, namun ukurannya tidak sebesar abdomen rayap ratu.

Rayap ratu pada awalnya hanya akan menghasilkan telur yang bakal berkembang menjadi kasta pekerja & prajurit. Namun saat koloni yang didirikannya sudah berusia 2 tahun atau lebih, barulah rayap ratu mulai menghasilkan kasta laron.

Karena peran pentingnya bagi kelangsungan hidup koloni, rayap ratu & raja pun memiliki usia yang amat panjang. Rayap ratu & raja pada spesies tertentu diketahui bisa hidup hingga usia 70 tahun! Namun pada koloni rayap yang ukurannya lebih kecil, usia raja & ratu biasanya tidak sampai 10 tahun.



LARON & MANUSIA

Laron bukanlah hewan yang berbahaya bagi manusia karena hewan ini tidak beracun & tidak memiliki alat pertahanan diri. Meskipun begitu, hewan ini tetap dianggap sebagai gangguan bagi manusia. Pasalnya laron memiliki kebiasaan terbang memasuki rumah secara beramai-ramai karena tertarik akan cahaya dari lampu & televisi.

Laron juga memiliki kebiasaan meninggalkan timbunan sampah berupa potongan sayap yang jumlahnya amat banyak. Namun bahaya terbesar laron bagi manusia adalah saat laron tersebut berhasil mendirikan koloni rayap yang baru. Jika laronnya kebetulan berasal dari jenis rayap pemakan kayu, maka koloni rayap yang dirintisnya kelak bakal menggerogoti rumah & perabotan kayu milik manusia.

Peyek laron. (correcto.id)

Namun laron tidak sepenuhnya dipandang sebagai hewan yang merugikan. Di sejumlah daerah di Indonesia, laron bisa diolah menjadi hidangan menyerupai keripik yang bernama "peyek laron". Untuk menangkap laron supaya bisa diolah menjadi makanan atau pakan hewan ternak, laron tersebut bisa dipancing dengan cara mematikan semua lampu, lalu menyalakan lilin di atas bak berisi air.

Karena laron tertarik akan cahaya lilin, laron-laron tersebut akan terbang secara beramai-ramai ke arah lilin. Pada saat itulah, mereka akan jatuh ke air secara tidak sengaja & terjebak di sana. Saat laron yang terjebak dalam air sudah banyak, laron-laron tersebut bisa dipindahkan ke dalam wadah (misalnya toples) untuk disimpan sejenak sebelum kemudian diolah.  -  © Rep. Eusosialis Tawon



KLASIFIKASI LARON & RAYAP

Kingdom : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Isoptera



REFERENSI

B.L. Thorne, dkk..2002. "Longevity of kings and queens and first time of production of fertile progeny in dampwood termite (Isoptera; Termopsidae; Zootermopsis) colonies with different reproductive structures".
(besjournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1046/j.1365-2656.2002.00666.x)

Mark & Jim. "Do Flying Termites Eat Wood? Or They Don't? Find Out Now".
(howtomurderpests.com/do-flying-termites-eat-wood/)

Orkin. "Flying Termites".
(www.orkin.com/pests/termites/life-cycle/flying-termites)

Orkin. "Termite Alates".
(www.orkin.com/pests/termites/colony/termite-alates)

Krishna, K.. 2008. "Termite". Encyclopaedia Britannica, Chicago, AS.

Schneider, M.F.. 1999. " Termite Life Cycle and Caste System".
(www.fzi.uni-freiburg.de/InsectPestKey-long version/termit2.htm)

Termite Web. "The flying termites or alates".
(www.termiteweb.com/the-flying-termites-or-alates/)

Wonderopolis. "Why Are Bugs Attracted to Light?".
(wonderopolis.org/wonder/why-are-bugs-attracted-to-light)
  





ARTIKEL TERKAIT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.